Kata-kata yang terlontar ketika sebuah film yang diperankannya akan tayang di bioskop. Wajar saja jika ada yang bilang begitu, karena Reza Rahadian sudah bermain di sekitar 80an lebih film. Padahal banyak juga film yang nggak ada Reza Rahadian. Tapi kini, ia nggak menjadi aktor, melainkan menyutradarai dan menulis naskah di film perdananya berjudul Pangku.
Sebenarnya, ini kali kedua saya menonton. Pertama saya menonton bersama komunitas Parentsquads (tgl 16/10) di Lippo Mall Kemang, Jakarta. Kedua, kedua saya berkesempatan hadir di press screening dan gala premiere di Epicentrum XXI, Jakarta dari KOMiK Kompasiana, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda (28/10). Meskipun sudah 2x nonton, tetap menguraikan air mata di akhir film.
Perempuan kerap kali dilabeli sial di lingkungan masyarakat. Terutama pada lingkungan yang nggak mendukung kehadiran perempuan sebagai sosok yang punya pengaruh lebih. Padahal kesialan bisa dialami oleh siapa saja tanpa mengenal jenis kelamin atau momen. Bahkan bisa datang dari sudut pandang cinta yang salah.
Kesialan demi kesialan dialami oleh Raihaanun dalam Perempuan Pembawa Sial yang merupakan film horor terbaru garapan IDN Pictures dan disutradarai oleh Fajar Nugros. Ini film horor keduanya setelah film Inang. Filmnya sudah tayang sejak tanggal 18 September 2025 di bioskop. Ada yang sudah nonton?
Pejuang itu bukan lagi melawan penjajah di medan perang, melainkan menerima penyakit langka yang dirahasiakan agar tidak melukai istri dan anaknya. Itulah yang dilakukan Arga di dalam cerita film Hanya Namamu Dalam Doaku yang mengangkat kisah pejuang Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS).
Setelah sukses dengan judul-judul film yang mampu menggetarkan penonton Indonesia lewat Sekali Saja Kumenangis hingga Perayaan Mati Rasa, rumah produksi Sinemaku Pictures menghadirkan film drama keluarga Hanya Namamu Dalam Doaku yang menjadi pelukan hangat bagi penonton yang disutradarai oleh Reka Wijaya.Genre film yang disukai oleh Prilly Latuconsina.
Saya berkesempatan hadir duluan di gelaran press conference dan screening film Hanya Namamu Dalam Doaku di XXI Plaza Indonesia, hari Rabu 13 Agustus 2025. Dihadiri oleh media, komunitas dan undangan. Beberapa sudut XXI dibuat secantik mungkin dengan dekorasi khas film. Bahkan ada booth merchandise hasil karya teman-teman penyintas ALS.
Ketika film ini resmi tayang di bioskop nanti, saya yakin banyak penonton yang sembab matanya karena air mata bakal berderai terus, khususnya bagi para pejuang garis dua. Ceritanya pasti berkenaan dengan perjuangan pasangan suami istri yang menantikan anak dalam kehidupan rumah tangga.
Dua pemeran utamanya diperankan oleh Marsha Timothy dan Darius Sinathrya. Di kehidupan nyata, keduanya sudah berumah tangga dan memiliki anak. Namun di film ini, mereka menjadi pasutri yang bersama-sama berjuang memiliki anak. Sosok Darius Sinathrya disebut sebagai suami greenflag dalam perannya.
Orang mana yang bisa bertahan di daerah pengasingan. Jauh dari rutinitas sehari-hari dan sulit mendapatkan kepercayaan dari tempat baru. Dari yang biasanya berinteraksi dengan banyak orang, namun harus terlempar jauh ke daerah pengasingan. Apalagi dialami oleh seseorang yang biasa bertemu dengan banyak orang untuk berdiskusi demi kepentingan negara.
Pengasingan ke Ende, Flores, NTT merupakan sebuah fase kehidupan sulit yang harus dijalani Bung Karno bersama istri, anak dan mertuanya selama 4 tahun. Melewati hari demi hari di daerah pengasingan dengan penuh keterbatasan. Pergerakan sempit Bung Karno selalu dijaga oleh polisi dari pihak Belanda.
Dunia maya dihebohkan dengan berita kontra eks ISIS dipulangkan ke Indonesia. Opini serta hujatan buat mereka mengalir terus di lini masa media sosial. Sebenarnya saya enggak begitu mengikuti berita tentang ISIS sebelumnya. Saya hanya tahu bahwa ISIS musuh dunia. Rasa penasaran saya semakin bertambah setelah KOMiK membuka pendaftaran nonton bareng film dokumenter tentang keluarga yang terbujuk oleh propaganda ISIS yang telah kembali ke Indonesia di acara Festival Kebhinekaan. Akhirnya saya daftar dengan menghubungi kak Dewi Puspa (Ketua KOMiK).
Mulai dari tanggal 20-23 Februari 2020 diadakan Festival Kebhinekaan di 3 lokasi di Jakarta Pusat yaitu Griya Gus Dur Matraman, Wisma Rahmat di Petojo, dan Taman Suropati Menteng. Festival Kebhinekaan bertujuan untuk merayakan keberagaman dan memperkuat toleransi melalui ragam kegiatan yang santai dan menyenangkan dengan sasarannya anak muda dan kaum milenial.
Selama berpacaran, mantan saya ada 5 orang. Bisa dibilang banyak enggak sih? Enggak lah ya, pasti masih banyak cewek yang punya mantan lebih dari saya. Kalau mantan banyak antara sok cantik, laku banget atau selektif. Kalau saya lebih ke selektif sih, cuma mau pacaran sama yang cakep. 😆
Entah saya memang lupa, enggak peka atau sama sekali enggak pernah dikasih barang yang berarti dari pacar. Kayaknya dulu memang enggak pernah ngasih atau beliin barang favorit masing-masing. Cuma saya masih menyimpan kalender tahun 2007 yang ada foto berdua. Kalau lihat itu rasanya dulu saya alay banget deh. Geli sendiri.
Etalase barang mantan di gala premiere
Toko Barang Mantan
Setelah menonton film Temen Kondangan di press screening beberapa hari lalu, ada yang mengganjal perasaan saya. Timbul pertanyaan dari kata Temen pada judulnya. Saya pun mengejar jawaban dari keresahan itu dari sang sutradara.
Sebuas-buasnya harimau, pasti enggak akan makan anaknya. Ular cobra yang punya racun mematikan sekali pun, enggak akan meracuni anak-anaknya juga. Kira-kira gambaran itu yang bisa saya tangkap setelah nonton film Indonesia terbaru yang tayang awal bulan Desember, Darah Daging. Judulnya memang ngeri ya. Saya pikir juga film ini bergenre horor, ternyata bukan.
Di gala premiere film Darah Daging
Saya menghadiri gala premiere film Darah Daging di Epicentrum XXI. Memang momen ini saya tunggu-tunggu dari jauh hari. Karena apa? Karena aktor favorit saya main di film ini. Yess, Donny Alamsyah alasan saya berburu tiket gala premierenya dengan ikutan giveaway di instagram Skylar Pictures. Sayangnya, saya belum beruntung memenangkannya. Tapi ada salah satu pemenang dari Yogyakarta tidak bisa hadir dan menawarkan tiketnya ke saya. Tanpa pikir panjang, saya membeli 2 tiket yang ditawarkan seharga Rp60.000,00. No problem, yang penting saya bisa tonton film Darah Daging sebelum tanggal tayang.
Sinopsis Film Darah Daging
Sebuah perampokan bank yang memakan korban banyak terjadi 14 tahun lalu. Seorang penulis muda, Hana (Estelle Linden) mengunjungi Salim (Donny Alamsyah) terdakwa hukuman mati demi riset novel terbarunya. Namun pertemuan itu membawa Hana dan Salim ke dalam ruang kenyataan yang tak terduga dan memaksa mereka mempertanyakan apa yang dipercaya dalam hidup.
Sekilas sinopsis dari film Darah Daging. Saya enggak bisa ceritain lebih lengkap lagi nih, malah jadi spoiler kan. Pastinya film ini bagus ditonton dalam rangka menyambut Hari Ibu pada tanggal 22 Desember nanti. Bisa deh ajak ibu, bapak, tante, adik, kakak perempuan nonton ke bioskop.
Kiri-kanan : Ario Bayu, Sarjono Sutrisno dan Rangga Nattra
Pemain Film Darah Daging
Soal pemainnya enggak usah diragukan lagi deh. Berjejer nama-nama aktor dan aktris yang enggak diragukan lagi aktingnya. Terutama aktor favorit saya itu lho. Mau tahu kan siapa saja artis yang main dalam film Darah Daging, antara lain:
Donny Alamsyah as Salim
Tanta Ginting as Borne
Ario Bayu as Arya
Arnold Leonard as Fikry
Rangga Nattra as Rahmat
Ray Sahetapy - Babeh
Karina Soewandi - Ibu Nurmala
Estelle Linden - Hana
Dianda Sabrina - Bulan
Dan sederet pemain cilik lainnya
Tidak Sedarah, Tapi Seperti Saudara
Pernah enggak sih ngalamin suatu hubungan yang lebih dekat atau akrab dengan orang lain, bahkan dianggap saudara? Kalau saya sih ada yang begitu karena sudah kenal lama dan akrab banget. Kedekatan yang melekat itu membuat kita kadang enggak memperdulikan bagaimana kondisi orang tersebut.
Biasanya status menjadi saudara itu memang terjalin sejak lama. Sama seperti pemeran Arya, Rahmat dan Fikry yang diperankan di film Darah Daging. Mereka anak-anak yang diasuh oleh ibu Nurmala dari tempat yang berbeda. Begitupun dengan Salim dan Borne yang ternyata saudara sepupu.
Film Darah Daging ngingetin lagi persaudaraan itu terjalin bukan hanya dari satu darah, satu ibu dan ayah kandung, tapi juga dari orang-orang sekitar yang mungkin tidak memiliki keeratan suatu hubungan meski sedarah. Kadang saya merasa juga tidak begitu dekat dengan kakak dan adik sekandung.
Sambutan para pemain film Darah Daging di studio 2 sebelum nonton
Film bergenre drama action ini punya alur cerita yang maju mundur. Poin utama adegannya ada di mana Salim bertemu dengan Hanna di ruang besuk penjara dan menceritakan rentetan kejadian saat perampokan 14 tahun lalu. Tiap adegan para pemainnya dibuat flash back untuk mengetahui latar belakang tiap karakter.
Adegan tembak-tembakan a la game online PUBG menjadi pengantar pada awal cerita. Konsep perampokan bank yang masih terlihat amatir karena mereka memang bukan perampok sungguhan alias mendadak rampok demi kesembuhan ibunya. Kalau bukan kebutuhan yang sangat mendesak enggak akan ada perampokan yang akhirnya memakan beberapa korban jiwa.
Saya rasa film Darah Daging tepat sekali dirilis di bulan Desember. Karena ada hari spesial yang kembali mengingatkan kita akan pengorbanan seorang ibu. Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember seakan terhubung dengan kemunculan film Darah Daging di bulan ini.
Bersua dengan Aktor Idola
Sejak muncul posternya di postingan instagram Donny Alamsyah, saya memang mau menonton filmnya. Entah apa yang merasuki saya bisa begitu suka dengannya. Beberapa film yang dibintanginya juga saya tonton sepeti Insya Allah Sah 2, The Raid, Bulan Di Atas Kuburan dll. Kangen juga sih lihat aktingnya di FTV, biar bisa lihat terus gitu di teve.
Tujuan saya hadir di gala premiere film Darah Daging memang ingin ketemu langsung dengan Donny Alamsyah. Abisnya kapan lagi kan bersua sama aktor idola. Rasanya tuh kayak ketemu sama pacar pertama atau gebetan aja. Antusias, tapi takut, malu juga. Sebelum film dimulai, saya sempat jegat dia, cuma dia buru-buru masuk studio dan berkumpul dengan pemain lainnya. "Nanti aja ya fotonya," jelasnya saat saya minta foto dan ia masuk ke studio 2. Ya wis lah, nurut wae.
Pelukan erat itu, ada sebar jantung yang tak biasa
Setelah film usai, saya kembali mencarinya di tengah kerumunan orang banyak. Satu per satu para pemainnya keluar dan saya hanya menunggu kemunculan Donny Alamsyah. Mesti foto bareng nih sama dia, afirmasi yang terus saya ulang dalam pikiran. Enggak apa-apa deh pulang malam asal bisa dapat satu foto.
Tanpa ragu lagi saya mendekatinya ketika saya melihatnya di pintu keluar studio 1. You know what, baru kali ini saya berpelukan dengan idola. Suatu bentuk ekspresi betapa saya mengaguminya sebagai idola dan karyanya. Jantung saya berdebar kencang banget, terasa groginya juga. Saya benar-benar erat memeluknya dan dia juga tanpa ragu memegang lengan saya. Meskipun Donny Alamsyah pakai outfit serba pink, masih kelihatan machonya.
Rekomendasi film dalam menyambut Hari Ibu. Film drama action yang bikin haru. Sisi lain dari gambaran kasih sayang terhadap anak-anak yang bukan dari satu ibu. Rasakan 20 menit terakhir yang benar-benar menguras emosi yang akan mengingat jasa ibu. Darah Daging, 5 Desember 2019 di seluruh bioskop Indonesia.
Menonton film memang jadi hal favorit saya di kala sedang suntuk dengan rutinitas. Biasanya saya pilih film yang bisa buat pikiran fresh atau ada hal baru yang bisa diambil setelah keluar dari studio bioskop. Entah dari pesan film tersebut atau akting para pemainnya. Selain jalan cerita yang membuat saya tertarik untuk menonton, akting para pemainnya yang menjadi sebuah penilaian film ini layak ditonton atau tidak.
Tahun ini MNC Pictures telah meluncurkan beberapa film seperti Preman Pensiun The Moviedan Koki-koki Cilik 2. Keduanya sudah saya tonton dan menunjukkan antusias penonton cukup baik. Nah, sebelum mengakhiri tahun 2019, MNC Pictures menghadirkan produk film terbar yang akan hadir 14 November 2019 di bioskop berjudul "99NamaCinta". Film bergenre drama romantis komedi yang dibalut dengan sentuhan religi.
Kutinggalkan saja beban di hatiku. Melayangku melayang jauh, melayang dan melayang.
Bagi yang merasakan muda tahun '90-an pasti tahu lirik lagu itu. Lagu berjudul Bebas dari Iwa K seakan menjadi lagu wajib dunia musik di era pop culture Indonesia. Lagu pertama Iwa K dalam album Topeng tahun 1994. Astaga gue masih TK ini. 😆
Baju flanel, celana cutbray, jaket bomber, pager, sepatu merek kasogi, permen karet Yosan, jadi sebuah tren di tahun '90-an. Saya memang mengalami masa SMA tahun 2003-2006. Tapi masa kecil di tahun '90-an masih menyisakan ingatan mendalam. Khususnya momen kerusuhan tahun 98.
Siapa yang suka nonton film? Saya dong pastinya. Kali ini saya mau ngebahas tentang karir seorang sutradara yang cukup ternama. Namanya Ario Rubbik. Bagi yang belum kenal, gugling aja namanya sebagai keyword-nya ya.
Sebuah film nggak akan berjalan lancar kalau nggak ada sutradaranya. Ibarat mobil nggak ada supirnya, bisa nabrak nanti. Memang sih kesuksesan film itu hasil dari kerjasama semua orang yang terlibat, tapi arahan dan kendali ada di tangan sang sutradara.
Bicara tentang film, saya terima #tantanganKomik nih. Sebuah komunitas yang antusias dengan film, alhamdulilah saya salah satu pemenangnya. Tulisan ini saya copas di sini supaya ada konten baru atau taikin traffic (pengen juga dong tinggi traffic gue). Salah satu sutradara yang saya temui yaitu Ario Rubbik.
Nggak terasa ya libur Lebaran sudah berlalu. Padahal masih kangen kampung halaman dan kumpul keluarga. Pasti yang mudik banyak kenangan yang bisa disimpan dalam ingatan atau memori handphone. Jangan tanya saya mudik kemana, saya cuma di Depok aja. Hiks.
Nonton DoReMi & You dulu
Meskipun libur Lebaran telah usai, tapi masih ada liburan sekolah bagi anak-anak. Ada yang sudah ambil raport atau daftar sekolah baru. Kerepotan orangtua bakal dimulai. Soal liburan sekolah jangan khawatir kehabisan hiburan karena ada beberapa film Indonesia yang bisa ditonton mengisi waktu liburan bersama keluarga. Salah satunya film "DoReMi & You".
Liburan sekolah anak-anak sebentar lagi kan. Pasti para orangtua sudah punya banyak rencana untuk menghabiskan waktu liburan buat mereka. Ayo pada mau kemana nih? Ke luar kota, luar negeri, atau di dalam kamar aja. Apapun kegiatannya nanti asal bermanfaat ya.
Official poster Koki-koki Cilik 2
Mau liburan tapi tetap hemat dan nggak perlu pergi jauh, mendingan nonton film ke bioskop bersama keluarga atau teman-teman. Kalian ingat nggak ada film anak-anak yang menceritakan tentang koki cilik? Yap, film Koki-Koki Cilik 2 akan segera tayang di bioskop tanggal 27 Juni 2019 nanti.
Senang sekali bisa nonton film Indonesia kembali di awal bulan April ini. Kualitasnya semakin bagus dari segi alur cerita, pemain, penulisan skenario sampai promosinya. Salut deh buat para sineas Indonesia yang terus berkreasi di dunia seni peran.
Siapa yang kangen lihat akting Atiqah Hasiholan? Pasti banyak nih yang mau lihat lagi Atiqah berseni peran di film terbarunya. Nggak tahu kenapa saya suka banget kalau dia main film. Ibunya Salma ini memang totalitas dalam berakting.
Debut perdana film Dilan 1990 memberikan kejutan baru di awal tahun 2018. Selama 3 bulan berturut-turut, jumlah penontonnya mencapai angka 6 juta 300 ribu lebih. Sebuah hasil yang begitu fantastis buat film Indonesia. Biasanya film Indonesia kalau nggak bagus - bagus banget nggak bisa sebludak itu penontonnya. Tergantung daya jualnya juga sih, tapi menurut saya kemunculan film Dilan 1990 itu sukses sehingga memunculkan sekuelnya, Dilan 1991. Sebagai penonton yang suka film Indonesia dan sudah nonton film Dilan 1990, saya pun akhirnya nonton film Dilan 1991. Penasaran aja sama kelanjutan kisah cinta Dilan dan Milea.
Official poster
Berita tentang kelanjutan film Dilan 1991 sudah saya ketahui dari ayah Pidi Baiq saat ketemu di kantor Kumparan sekitar bulan Mei tahun lalu. Namun dia merahasiakan sinopsis ceritanya. Ya nggak seru juga dong ya kalau dibongkar saat itu. Banyak yang nanya, apa Dilan dan Milea itu nyata atau fiksi? Beliau sih bilang, kalau ceritanya memang beneran, tapi dia nggak mau kasih tahu tokoh sebenarnya. Ok baiklah, makin misterius nih dua pasangan era 90an. Akhirnya proses syuting pun dilakukan di Bandung.
Tidak terpikirkan oleh saya kalau sebuah serial sinetron dijadikan film. Bayangkan saja, jalan cerita sinetron itu panjang, banyak pemain dan cenderung bertele-tele. Bahkan ada sinetron yang judulnya sampai angka belasan. Pasti yang eksis tahun 90an tahu sinetron apa ini. Soalnya saya juga nonton sinetron itu. Sekitar tahun 2015 salah satu stasiun teve (sebut saja RCTI) menayangkan sebuah sinetron dengan jalan cerita dan pemain yang tidak biasanya. Malah cenderung tidak terkenal. Preman Pensiun, menjadi tontonan saya tiap sore. Serial sinetron dengan logat khas Sundanya. Lama tak bersua di layar kaca, 17 Januari 2019 Preman Pensiun hadir dalam versi layar lebar.
Seorang istri jadi ibu rumah tangga dan melakukan tugas keseharian di rumah itu lumrah. Mencuci baju, memasak dan mengurus anak menjadi rutinitas yang biasa saja. Bagaimana jika suami yang berubah posisi menjadi bapak rumah tangga dan melakukan semua tugas tersebut? Oh no...no...no...way. Malah yang ada nanti nggak beres semua. Di dunia nyata mungkin masih jarang ada pria atau suami yang mau menggantikan posisi istri di rumah, tapi di film 3 Dara 2 kita bisa lihat aksi Tora Sudiro, Tanta Ginting dan Adipati Dolken menjadi bapak rumah tangga.
Seruan nama tersebut sudah menggema sejak di penghujung tahun 2017. Siapa yang tidak hafal dengan 2 nama tokoh fiktif dari novel yang melegenda. WIRO SABLENG, Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212, sebuah novel yang pertama kali terbit tahun 1967, pernah difilmkan tahun 1980an dan ada sinteronnya juga tahun 1990an ditulis dari tangan seorang pria yang menurunkan darah seni ke anak laki-laki bungsunya yang berperan sebagai Wiro Sableng. Almarhum Bastian Tito telah menorehkan ide-ide kreatifnya dalam 185 judul novel Wiro Sableng. Akhirnya, tokoh dan cerita fiktif tersebut diwujudkan ke dalam bentuk audio visual yang begitu menarik dan berkelas.
Tahun ini film anak sudah beberapa kali diproduksi. Setelah kesuksesan Ku Lari Ke Pantai dengan gaya khas travelingnya dan Koki-Koki Cilik yang membangkitkan passion anak menjadi chef. Kedua film tersebut sama-sama memiliki tujuan untuk menambah koleksi hiburan anak. Demi meramaikan perfilman anak Indonesia, tanggal 30 Agustus 2018 nanti akan tayang film anak yang mengambil lokasi di daerah Boyolali, Jawa Tengah. Sebuah "Petualangan Menangkap Petir" segera tayang di bioskop.