Minggu, 01 Juli 2018

# Film Anak # Film indonesia

Film Koki-Koki Cilik : Lebih Suka Makan atau Masak?

Dunia anak itu bisa dibilang dunia penuh imajinasi. Saat ditanya kalau besar nanti apa cita-citanya, mayoritas anak-anak ingin menjadi dokter, insinyur atau polisi. Ayo, siapa yang dulu memendam cita-cita ini saat kecil? Jujur saja kalau saya sempat berkeinginan menjadi dokter. Tapi, setelah sekolah menengah saya urung cita-cita itu. Karena sudah tahu kemampuan diri belum sampai kesitu.

Sekarang, menjadi dokter hanyalah keinginan yang gagal bagi saya. Namun saya terus menyemangati anak-anak untuk mewujudkan cita-cita atau passion mereka sedini mungkin. Semampu saya mengarahkan minat mereka sampai sukses nanti. Seperti ibu Aini yang mendukung Bima untuk mewujudkan cita-citanya menjadi koki. Siapa mereka? Yuk, simak ceritanya.


film koki koki cilik
Aku dan si abang Gie
di gala premiere Koki Koki Cilik

Anak laki-laki bernama Bima (Farras Fatik) dari keluarga kurang mampu ingin mengikuti acara Cooking Camp, sebuah kegiatan kemping memasak bergengsi dan mahal. Saking mahalnya uang hasil tabungan Bima tidak cukup untuk mendaftar. Ibu Aini (Fanny Fabriana) terus menyemangati anaknya. Bantuan pun datang untuk Bima dari para tetangga hingga ia bisa mengikuti cooking camp milik pak Malik (Adi Kurdi). 

Selama di cooking camp Bima bertemu dengan banyak peserta lainnya. Bima terus mendapatkan tantangan dari Chef Grant (Ringgo Agus Rahman). Bima terus mendapatkan dukungan dari teman-teman baiknya seperti Kevin (Marcello), Niki (Clarice Cutie), Alva (Ali Fikry), Melly (Aliva Lubis). Bima bersaing dengan juara bertahan cooking camp tahun sebelumnya, Audrey (Chloe Xaviera) dan anak pemilik restoran ternama Oliver (Patrick Milligan) yang didukung oleh dua sahabatnya Ben (Cole Gribble) dan Jodi (Clay Gribble).

Momen yang tak disengaja mempertemukan Bima dengan Rama (Morgan Oey) salah satu pekerja di cooking camp. Bima begitu kagum dengan kemahiran Rama membuat masakan. Sehingga Bima ingin diajarkan oleh Rama. Meskipun terkesan cuek sikap Rama terhadap Bima, dengan disiplin ia mengajarkan masak dan memberi wejangan-wejangan. Suatu konflik pun terjadi antara Bima dan Oliver yang membuat Bima seperti kehilangan pedoman saat kompetisi memasak. Bima pun menjadi dilema saat ingin memenangkan kompetisi atau menyerahkan predikat chef of the year  kembali kepada Audrey yang mendapatkan tekanan dari ibu Dian (Aura Kasih).

nonton film koki koki cilik
Keseruan nobar Koki-Koki Colik
So much have fun and passionate about cooking. Itulah kesan saya setelah menonton film Koki-Koki Cilik pertama kalinya di gala premiere 28 Juni 2018 lalu di XXI Kota Kasablanka, Jakarta. Film anak mulai berjaya kembali. Pertengahan tahun ini MNC Pitures merilis film mayoritas pemainnya anak-anak berbakat. Beberapa kali sebelumnya saya sudah menonton film yang tidak kalah bagusnya dari rumah produksi ini. Dialog yang mengalir khas anak-anak berkat skenario yang ditulis oleh Vera Varidia penulis skenario Me vs Mami (2016) dan Surat Cinta Untuk Kartini (2016). 



pemain cilik film koki koki cilik
Abang Gie suka lho akting Bima

Film yang digarap oleh sutradara Ifa Isfansyah membuat kesan yang beda. Ia mencoba tantangan baru membuat film anak setelah sukses dengan karya film sebelumnya seperti Garuda Di Dadaku (2009), 9 Summers 10 Autumns (2013) Pendekar Tongkat Emas (2014). For your information, Ifa Isfansyah adalah suami dari Kamila Andini seorang putri dari sutradara kondang Garin Nugroho. Jadi, garis perfilmannya sudah tak diragukan lagi. Istrinya pun juga berhasil membawa film Sekala Niskala ke beberapa ajang kompetisi film internasional.

pemain film koki koki cilik
Sedekat ini dengan Morgan Oey

Usai menonton saya sempat menghampiri sang sutradara dan menanyakan beberapa hal. Info dari beliau bahwa proses film Koki-Koki Cilik digarap selama 21 hari dan mengambil lokasi camping Taman Hutan Jayagiri Lembang dan Pine Forest di Bandung. Kira-kira bulan April 2017 proses syutingnya dimulai. Sebelum terjun ke lapangan, para pemain melakukan workshop memasak selama sebulan dengan Chef Agus Sasirangan. Morgan Oey yang sebelumnya tidak biasa memegang pisau, berkat mengikuti workshop ia jadi mahir lho. Pemain anak-anak lainnya pun juga enjoy mengikuti arahan chef. Kalau lihat video-video di instagram @filmkokikokicilik, Morgan Oey terlihat serius memotong-motong daging saat workshop. Saya merasa Morgan Oey makin menantang dirinya dalam berakting selepas dari grup boybandnya.

Saya sempat meneteskan air mata saat adegan seteru Rama dengan Bima. Farras Fatik terlihat emotional sekali. Emotional khas anak-anak yang merasa barang kesayangannya diambil. Saya memang orangnya begitu, gampang tersentuh hatinya 😊. Akting pemain anak-anak lainnya juga begitu natural, tidak ada kesulitan bagi sutradara mengarahkan mereka. Saya terkesan dengan dapur cooking camp yang tertata bagus dengan peralatan dapur modern. Siapapun juga yang masak di dapur itu akan betah membuat masakan. Oh ya, sebelumnya judul film ini " Cooking Camp" lho.

Coba baca juga nih film cooking camp menginspirasi anak jadi chef cilik


pemain koki koki cilik
Pemain dan crew film Koki-Koki Cilik
saat press conference

Pesan dan Kesan Dari Film Koki-Koki Cilik


Setelah menonton film ini, saya bisa mendapatkan pesan dan kesan yang disampaikan. Begitu membekas di hati saya. Pertama pesan yang saya dapat  yaitu memang semestinya keinginan anak harus didukung oleh orangtua dan lingkungan sekitarnya. Keoptimisan anak-anak itu seperti api yang berkobar. Semakin banyak dukungan, maka semakin bertekad kuat. Tapi, ya namanya juga anak-anak ada titik lemahnya juga. Sama dengan Bima,  ketika ia gagal memasak menu yang diberikan Rama, maka Bima pun menangis. Tekat kuat Bima tidak berhenti disitu saja demi mewujudkan keinginan bapaknya.

Pesan kedua yaitu anak-anak suka bereksperimen. Menjadi koki handal itu kan berkreasi dengan makanan seunik mungkin dan berbeda dari lainnya. Kalau katak Pak Malik pemilik booth camp, masakan Bima berkarakter. Saat teman-temannya masak menu sesuai perintah chef Grant, eh Bima malah menyajikan menu antimainstream. Menu apa itu? Ah, nonton saja filmnya.

Fear competition. Dari kecil anak harus ditanamkan berkompetisi secara sehat dan adil. Tidak ada kecurangan apapun. Bima pun melakukan demikian. Rama sempat memberikan tips bagaimana menjadi chef yang baik kepada Bima. Bima pun menunjukkan yang terbaik saat kompetisi final berlangsung.

pemeran film dalam koki koki cilik
Bersama Marcello pemeran Kevin

Kalau kesannya, saya bisa foto bareng sedekat itu sama Morgan Oey, uhuyyy..Bukan cuma itu saja, saya bisa mengajak anak menonton film sesuai dengan kriterianya. Bahkan kalau iklan film Koki-Koki Cilik ada di teve dia langsung komentar "Kemarin aku nonton film itu ya mah". He was so excited for it. Banyak anak-anak yang terhibur dengan film ini dan mereka terkesan lebih suka makan atau masak. Kalau saya sih lebih suka makan ya seperti yang Kevin bilang. Namun, Romaria yang digandrungi anak-anak kurang begitu maksimal dalam film ini. Malah Alifa begitu menonjol aktingnya yang lincah nan centil.

Jangan banyak keraguan deh kalau mau nonton film anak Indonesia berkualitas. Kalau saya bisa menilai berkualitas dari siapa sutradara filmnya. Untuk film Koki-Koki Cilik, sutradaranya sudah tak diragukan lagi kredibilitasnya. Nah, film Koki-Koki Cilik siap memasak di bioskop mulai tanggal 5 Juli 2018. Bisa ajak keluarga dan teman-teman juga. Ayo seru-seruan masak di cooking camp.


Official trailer





***

12 komentar:

  1. Lihat foto bertiga sama Bima aku jadi ketawa sendiri inget kejadian gie di cuekin mama nya karena Bima.��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahah..maklum saking excitednya mau foto bareng pemeran utamanya..

      Hapus
  2. Filmnya asyik banget ya mbak Nurul... Ceritanya dan juga settingnya bagus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya aku suka setting lokasinya yang sejuk dan tambah bikin laper.

      Hapus
  3. Keren ya Bu film nya, buat anak-anak rekomendasi banget.

    BalasHapus
  4. Oalaah penulis naskahnya sama dg Me VS Mami pantes ajah ngalir bgt. Sutradaranya jg kece dg sederet pengalaman ya. Mantep.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap betul penulis skenario yang sama. Kalau sutradaranya nggak diragukan lagi karya filmnya.

      Hapus
  5. Seneng bgt deh akhirnya ada film anak lagi, yg bnyk pesan moralnya..salah satunya mengajarkan berkompetisi dengan sportif

    BalasHapus
  6. kalau ditanya lebih suka makan atau masak? tergantung, kalau yang masakin Morgan ya lebih suka masak bareng lah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahah..aku juga maunya masak dan makan bareng Morgan Oey...

      Hapus