Dari Viral Jadi Terkenal, Kekuatan Unik Dunia Media Sosial

9 komentar

Twitter, please do your magic. Disini gua mau coba cari adik  gua yang hilang beberapa tahun. Terakhir ada di rumah itu sekitar tahun 2015/2016. Kita udah cari kemana-mana bahkan udah lapor polisi, tapi tetep ga ada hasilnya. Sebelum juga kita udah nyerah... 

Sebuah cuitan lewat di linimasa twitter saya yang isinya pencarian seorang adik yang lama menghilang. Cuitan tersebut sudah di-retweet dan reply oleh ratusan akun. Saya juga ikut melakukannya. Tidak sampai 2 hari, adik yang dicari itu ditemukan. Jadi, selama ini ia berada di sebuah panti. Ini berkat gerak cepat tangan warga twitter yang memviralkan cuitan tersebut. Saya pun turut senang dan terharu membacanya.

Ada lagi...

Yamet Kudasi, Yamet Kudasi, Bang Yamet parake dasi. Ara-ara kimoci, bang Ara nggak pake peci.

Anak TikTok pasti tahu dong lagu itu. Sempat FYP (for your page) lho. Kalau dengar musiknya pasti auto nyanyi kan, eh itu sih saya ya😅. Lagu itu dinyanyikan oleh Dewi Isma Hoeriah, akun seorang ibu yang jadi viral karena lagu Yamet Kudasinya. Bahkan ada versi beatbox dan banyak yang men-cover-nya lewat jogetan. Saya juga tahu lagu ini dari anak saya yang berusia 9 tahun.

Yap, kira-kira itulah beberapa konten media sosial yang viral di dunia maya dan jadi terkenal di dunia nyata. Betapa kuatnya peran media sosial menyebarkan isu tersebut. Saya ikutan senang sih kalau ada yang tiba-tiba seperti itu. Asal masih bisa dinikmati kontennya. Selama 1,5 tahun pandemi ini, ada saja yang saya temukan di media sosial. Dari yang bikin menghibur sampai yang bikin kesal. Media sosial juga jadi ajang ekspresi saya untuk berbagi konten. 


Media Sosial di Masa Pandemi

Masa pandemi Corona mewajibkan kita harus berdiam diri di rumah dan membatasi kegiatan di luar. Anak sekolah belajar dari rumah (school from home), pegawai bekerja dari rumah (work from home), buat konten dari rumah (making content from home). Rumah diubah menjadi tempat multifungsi. Meskipun di rumah saja, saya masih bisa mendapatkan informasi dan penghasilan tambahan. Dapat cuan istilah zaman sekarang. Dari mana lagi kalau bukan dari media sosial yang saya miliki.

Beberapa waktu lalu, saya membuat survey kecil-kecilan di instagram story dengan melontarkan pertanyaan, menurutmu apa dampak positif media sosial selama pandemi? Beragam jawaban yang disampakan oleh followers saya. Ada yang jawab bisa jualan online, dapat ilmu gratis, rezeki, jadi lebih produktif bikin konten, bahkan jadi kenal Kim Seon-ho (pasti drama Korea lover nih). Saya juga jadi doyan nonton drama Korea selama pandemi, apalagi Hometown Cha Cha Cha tiap episodenya punya adegan yang ngegemesin.

Media sosial terbanyak digunakan

Selama pandemi pengguna media sosial terus  meningkat. Berdasarkan survey Jakpat, selama periode semester 1 (kira-kira dari Januari-Juni) 2021, media sosial yang sering digunakan selama pandemi Covid-19 adalah youtube, lalu disusul oleh Facebook, Instagram, TikTok, Twitter, dan Pinterest. Hal ini disebabkan karena kebiasaan masyarakat juga berubah yang jadi sering menonton video atau mengunggah video.  

Media sosial seperti rumah kedua bagi saya. Tempat pelarian ketika jenuh dari rutinitas rumah tangga. Kontennya bikin betah ketika menemukan hal yang seru. Apa sih yang nggak bisa ditemukan di media sosial? Hampir semua yang kita cari ada. Tinggal ketik kata kuncinya saja. Mau cari model daster rumahan terbaru, bisa lihat di instagram. Mau tahu tagar yang jadi trending topic, cek ke twitter. Atau mau joget-joget asyik melipir ke TikTok. Bahkan mau tahu kehidupan keluarga Indonesia-Korea, nonton channel YouTube Kimbab Family.


Arti Media Sosial 

Ada 10 media sosial paling populer yang digunakan di Indonesia, yaitu YouTube, WhatsApp, Instagram, Facebook, Twitter, Line, LinkedIn, TikTok, Pinterest, dan Telegram. Hampir semua media sosial tersebut saya gunakan.

By the way, ada yang tahu arti dari media sosial nggak sih? Mengutip dari Wikipedia...

Media sosial (sering disalah tuliskan sebagai sosial media) adalah sebuah media daring yang digunakan satu sama lain yang para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berinteraksi, berbagi, dan menciptakan isi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Blog, jejaring sosial, dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.

 

Ternyata blog termasuk ke dalam media sosial. Blog pertama kali dipopulerkan oleh blogger.com yang dimiliki oleh Pyra Labs dan akhirnya diakuisisi oleh Google pada tahun 2003. Pengguna blog disebut blogger (narablog) dan sudah menjadi profesi saya selama 5 tahun. Jangan salah lho, blogger itu jadi tonggak berkembangnya media sosial. Karena tugasnya yang membuat konten berupa kumpulan tulisan di halaman situs pribadi atau kelompok.

Beberapa hari lalu ada yang nge-DM saya di instagram. Sebut saja namanya Dian dari Surabaya. Ia membaca artikel blog saya tentang alat pengukur masa kesuburan. It was like surprised for me. Kemudian kami saling berbalas DM, sampai dia curhat soal keinginannya memiliki anak laki-laki. Saya hanya bisa memberikan saran sesuai pengalaman sendiri. Bahkan ia sampai membeli alat pengukur masa kesuburan tersebut dan hasilnya menurut dia akurat. Ini yang membuat mood nulis saya bangkit terus karena tulisan saya berguna bagi orang lain. 


blog media sosial

Lalu, tanpa sengaja akun blogger senior @mataharitimoer melintas di linimasa instagram saya. Ia mem-posting microblogging berjudul "Ternyata Masih Ada yang Baca Blog". Ya, memang masih ada. Walaupun blognya jarang up to date, pasti masih ada yang membaca artikel blog kita, tanpa sengaja atau disengaja. Saya sudah membuktikannya. Saya meyakini kalau blog masih jadi media sosial yang diminati karena punya kekuatan tersendiri. Content is a king.

Bermain media sosial itu bagai pisau bermata dua. Jika digunakan dengan bijak, maka bisa menguntungkan, sebaliknya jika digunakan yang tidak baik, maka bisa jadi boomerang bagi penggunanya. Sebagai manusia dewasa yang dianugerahi kepintaran akal oleh Sang Pencipta, jadikan media sosial sebagai wadah untuk berbagi dan mencari hal yang berguna. Saya sebagai narablog, tentunya pilih bijak bermedia sosial. Apalagi saya sering membagikan konten, sebisa mungkin memberikan dampak positif bagi diri saya dan followers juga.


Viral, Kekuatan Unik Dunia Media Sosial 

Satu kata yang paling fenomenal di dunia maya adalah viral. Awalnya kata viral merujuk pada sesuatu yang berhubungan dengan virus atau bersifat menyebar luas dan cepat seperti virus. Namun seiring perubahan waktu dan teknologi, kata viral dikaitkan dengan sebuah informasi, foto, video yang cepat tersebar luas dan menjadi perbincangan banyak orang. Viral juga bisa dibilang kontennya banyak likes and viewers

Menurut KKBI, arti kata viral adalah menyebar luas dengan cepat. Kata viral biasanya digunakan sebagai istilah di dunia maya untuk menggambarkan cepatnya penyebaran suatu berita atau informasi. Arti lainnya dari viral adalah menyebar luas dengan cepat bagaikan virus.


Seperti konten media sosial yang saya sebutkan di atas menjadi viral setelah banyak orang yang menyebarkan. Tanpa diminta, warganet rela ikut menyebarkan cuitan atau mengikuti nyanyian tersebut. Berkat keviralan, adik si pengirim cuitan ditemukan dan lucunya lagu Yamet Kudasi mudah dinyanyikan. Media sosial membuktikan kekuatannya untuk membantu sekaligus menghibur orang.

Bijak bermedia sosial

Bayangkan saja, sudah dicari bertahun-tahun bahkan sampai lapor polisi tapi tidak ada hasilnya. Sekalinya nge-tweet, dalam satu hari langsung ada yang menghubungi. Twitter memang benar-benar punya kekuatan magic. Menurutku ini sesuatu yang unik, ketika aparat negara tidak dapat memenuhi tugasnya, media sosial menyudahi penantian sekian lama. 

Satu berita viral lainnya di media sosial yaitu kaburnya selebgram dari masa karantina setelah pulang dari Amerika yang dibantu oleh oknum TNI. Sebenarnya ini berita negatif, namun bisa diambil sisi positifnya. Apa sisi positifnya? Jangan sampai kita melakukan hal yang sama. Memang sudah boleh bepergian ke luar negeri, namun alangkah baiknya jika kembali ke tanah air tetep mematuhi prosedur tetap Covid-19. Nggak mandang dia itu artis, pejabat, selebgram sekali pun rakyat jelata, rules are rules, wajib dipatuhi.


Indozone, #KamuHarusTau yang Viral Di Sini

Dari jumlah penduduk Indonesia sebanyak 267,7 juta orang dan 140 jutanya aktif menggunakan media sosial selama pandemi. Ini berarti membuktikan kekuatan media sosial bertumbuh dan berkembang  dengan pesat. Apalagi penggunanya kebanyakan dari generasi milenial (kelahiran 1980-1995) dan generasi Z (kelahiran 1997-2000-an). Artinya 2 generasi ini mahir menggunakan teknologi. Seperti tagline Indozone "The Most Engaging Media For Millenials and Gen-Z". Berarti saya cocok nih. 

Banyak banget berita viral yang diunggah oleh Indozone. Saya menemukan berita  pencarian adik yang hilang itu dari Instagram Indozone lho. Jadi, #KamuHarusTau juga yang viral-viral dari sini. Nggak cuma berita dalam negeri, dari luar negeri juga ada karena membahas segala hal dari seluruh dunia. Asyik kan.

Indozone punya beberapa kategori berita yang bisa dibaca sesuai minat. Ada kategori news, fakta & mitos, game, tech, food, soccer, beauty, FYI, videografik, infografik, otomotif, sport, life, health, travel, movie, music, youtube, index, dan #KamuHarusTahu.

Media sosial Indozone

So, kesimpulannya adalah media sosial bak primadona sepanjang waktu pandemi ini. Media sosial memberikan kesempatan bagi penggunanya untuk mendapatkan sesuatu, entah uang atau ketenaran. Dibantu oleh gerak cepat tangan netizen sehingga menjadi viral. Pesan saya, gunakan media sosial sebagai wadah mengekspresikan diri secara positif. Bagikan konten-konten bermanfaat untuk orang banyak. Seperti Indozone yang memberikan berita viral dari seluruh dunia. 


***


Sumber refrensi data : 

1. https://lektur.id/arti-viral/

2.https://m.mediaindonesia.com/humaniora/386622/140-juta-pengguna-media-sosial-di-indonesia-aktif-selama-pandemi

3. https://id.m.wikipedia.org/wiki/Blog

4.https://id.m.wikipedia.org/wiki/Media_sosial

5.https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/09/05/masyarakat-indonesia-paling-banyak-akses-youtubepada-semester-i-2021

6.https://www.suara.com/news/2021/10/12/115316/viral-adalah-kata-kekinian-yang-sering-dipakai-ini-asal-usul-dan-penggunaannya?page=all

7.https://www.gramedia.com/best-seller/sosial-media-paling-populer/

8.https://www.instagram.com/p/CVAq3j7B4f_/?utm_medium=copy_link


Dukungan JNE Di Semarak PON XX Papua 2021

Tidak ada komentar
"Oh, sayang sekali bolanya nyangkut di net".
"Papua tertinggal satu angka dari DKI Jakarta".
"Balvina poin maker dari Papua".

Itulah komentar-komentar dari komentator pertandingan bola voli putri yang disiarkan langsung di salah satu stasiun televisi siang ini (11/10). Lemparan bola dari tangan-tangan wanita kuat untuk saling mengejar poin demi meraih medali. Teriakan para atlet pencetak poin menggema di GOR Voli Indoor Koya Kosa bumi Cendrawasih. Walaupun saya hanya bisa nonton dari rumah, tetapi semangat berkompetisinya meriah sekali. PON XX Papua 2021 jadi kebanggaan tersendiri. 

Promo diskon dari JNE

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2021 Mengingatkan Pentingnya Kesetaraan Kesehatan Jiwa untuk Semua Orang

Tidak ada komentar
Mens sana in corpore sano
Artinya adalah dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. 

Saya yakin semua orang tidak asing dengan frasa dalam bahasa Latin tersebut. Kesehatan tubuh dan jiwa merupakan investasi penting dalam menjalani kehidupan. Apalagi pada masa pandemi seperti saat ini yang sudah mengoyakkan kesehatan tubuh dan jiwa semua orang. Tidak sampai gila saja itu suatu keberuntungan buat saya.

Hari kesehatan jiwa sedunia

Hoala & Koala, Kumpulan Lagu Anak Indonesia Dalam Format 3D

1 komentar

Maissy, Chikita Meidy, Enno Lerian, Trio Kwek-kwek, Sherina Munaf adalah sejumlah penyanyi anak-anak zaman saya kecil. Lahiran tahun 90-an pasti tahu lah betapa hits-nya lagu-lagu mereka pada zaman itu. Saking sukanya saya sampai beli albumnya lho. Kasetnya diputar ulang terus sampai hafal semua lagunya. Pernah juga ngirim surat ke Maissy dan dibalas dengan fotonya. Bahagia aja gitu dapat sesuatu dari idola. Duh, indah banget deh kalau mengenang massa itu. 

Zaman semakin berubah seiring perkembangannya. Termasuk musik anak Indonesia. Bagai hilang ditelan bumi, musik ceria khas anak-anak tak pernah terdengar lagi. Kalau pun ada penyanyi anak, lagunya enggak membekas dalam ingatan. Ditambah keasyikan bermain gadget menjadi jalan ninja buat mereka. Sedih sekali rasanya, eranya anak-anakku kini enggak bisa nikmati lagu anak Indonesia balita.  Nah, karena anak-anak lebih tertarik dengan gadget, ada channel YouTube yang menyajikan kumpulan lagu anak dalam format 3D atau animasi. 


Hoala Koala