Gelar Baru Marcellia Tania Di Program Doktor Ilmu Hukum UKI tentang Maraknya Produk Perawatan Kulit Ilegal dan Kurangnya Pengawasan Hukum

Tidak ada komentar
Penyebaran produk perawatan kulit (skincare) ilegal masih banyak terjual di Indonesia. Ini sangat meresahkan dan merugikan untuk masyarakat, khususnya menengah ke bawah. Apalagi jika digunakan pada ibu hamil, dampaknya bisa menimbulkan kecacatan pada janin. Inilah yang menggerakkan Marcellia Tania meneliti dari segi hukum dan penggunaan skincare ilegal bagi konsumen. 

Suatu kebanggaan buat saya dapat hadir di Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI) Dr. (Cand) Marcellia Tania, S. Psi., M. Psi., CPS® pada hari Sabtu, 13 Juni 2026. Sidang ini dihadiri oleh keluarga, kolega, rekan mahasiswa, dosen, rektor, media dan blogger. Sidang tertutupnya sudah dilaksanakan pada bulan Desember 2025.


Wanita 34 tahun ini menyelesaikan studi doktoralnya dalam waktu 1,5 tahun. "Pendidikan pertama saya di desain. Jauh sekali dari soal hukum. Lalu, saya mengambil S1 psikologi di Universitas Bina Nusantara, S2 di Universitas Tarumanegara dan melanjutkan prodi Hukum di Universitas Kristen Indonesia mengambil spesifikasi penelitian psikologi hukum, " jelas Marcellia Tania. 

Disertasi yang dibuat oleh Marcellia Tania berjudul " Reformasi Hukum dan Fungsi Pengawasan Dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Terhadap Produk Kulit Ilegal Bagi Konsumen. " Ini merupakan penelitian pertama di Universitas Kristen Indonesia yang membahas terkait psikologi hukum atau membahas hukum dari sisi psikologi. 

Ia memilih disertasi ini karena melihat sangat banyaknya skincare ilegal yang merugikan masyarakat. Kadang mereka nggak tahu menggunakannya, tapi tidak ada upaya hukum dan edukasi secara masif. Ada kesenjangan antara kerangka hukum (regulasi) dan efektivitas penegakkan (implementasi) dalam mengatasi maraknya peredaran produk perawatan kulit ilegal di Indonesia yang dipersulit oleh rendahnya kesadaran hukum masyarakat. 

Faktor sosiopsikologis (tekanan standar kecantikan dan konformitas) yang menyebabkan juga produk skincare ilegal marak beredar sekitar 85%. Jika melihat hukum ekonomi, ketika permintaan banyak, maka penggunaan akan banyak juga. Permintaan produk murah berkhasiat instan, ditambah rendahnya literasi dan kesadaran hukum masyarakat konsumen. Di sisi lain buat masyarakat menengah ke bawah jadi sebuah ancaman mematikan. 


"Tapi, bagaimana jika dibalik? Cara mengatasi penurunannya dengan cara edukasi orangnya sehingga nggak beli dan produksinya berkurang akhirnya nggak laku. Saya rasa itu lebih efektif daripadanya memerangi pelaku usaha besar, " jelas Marcellia Tania. 

Dengan edukasi masif, penggunaan produk skincare ilegal dapat dihindari, khususnya pada ibu hamil karena dampaknya bisa permanen ke janin. Bisa jadi autis atau kromosom rusak secara menyeluruh. Marcellia Tania lebih suka tampil apa adanya pada wajahnya, tapi ia melakukan perawatan kulit juga.

Apa yang harus dilakukan Marcellia Tania ke depannya? "Kedepannya saya akan mengajak kerjasama beberapa pihak dalam hal edukasi yang masif dan terarah. Jadi masyarakat bisa membandingkan mana produk yang baik atau buruk, sehingga bisa menghindari penggunaan skincare ilegal, " jelasnya. 

Makna Pengorbanan Besar di Momentum Iduladha 1447 H

Tidak ada komentar
Hari Raya Iduladha mempunyai makna yang sangat berarti bagi umat islam. Terutama pada peristiwa yang berkaitan dengan kisah Nabi Ibrahim yang mengorbankan putranya, Nabi Ismail sebagai bentuk kepatuhan pada perintah Allah SWT. Makna lainnya yaitu tentang pengorbanan, keikhlasan dan kepedulian. 

Seperti yang kita ketahui beberapa hari sebelum Iduladha 1447 H, telah terjadi penculikan atas para relawan yang melakukan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 lewat
perjalanan laut oleh pasukan IDF Israel. Di mana ada 9 relawan Indonesia dan 2 diantaranya delegasi relawan Dompet Dhuafa.

Oleh karena itu, 2 peristiwa tersebut memiliki makna pengorbanan yang besar di momentum Iduladha 1447 H. 

Hadir di acara press conference Dompet Dhuafa

Hal yang Mbah Woro Tidak Pernah Ceritakan Tentang Ritual Rambut Sewu

1 komentar
Sebuah ritual jika tidak dijalankan dengan baik atau sampai selesai, akan meninggalkan suatu kejanggalan. Seperti kisah mbah Woro, sebuah kesaksian dari tepi tentang ritual rambut sewu yang nggak pernah diceritakan. 

Ada sebuah catatan yang ditemukan di dalam rumah tua di tepi jalan desa selatan Imogiri, Maret 2020. Tidak ada penanda nama penulis. Kursi rotan di depan pintu masih hangat waktu ditemukan.

Pintu dalam keadaan terkunci dari dalam. Tidak ada siapapun di dalam rumah. Lampu minyak sudah padam. Di lantai depan pintu kamar — satu genggam rambut yang diikat dengan benang putih. Jumlahnya, menurut yang menghitung, tepat seribu helai.


Peluncuran The Kurban Series Dompet Dhuafa 1447 H, Siapkan Kendaraan Terbaik Versimu

Tidak ada komentar
Menjelang Iduladha, ada beberapa persiapan penting yang biasanya dilakukan oleh umat Muslim, baik secara spiritual maupun praktis. Persiapan ini membantu agar ibadah dan perayaan berjalan lancar dan bermakna. Salah satu persiapannya yaitu pemilihan hewan kurban yang sesuai dengan syarat dan ketentuan. 

Kemudahan zaman sekarang bisa memilih dan membeli hewan kurban melalui lembaga terpercaya. Dalam hal ini Dompet Dhuafa sangat berpengalaman. Sebagai lembaga nirlaba yang fokus pada kemanusiaan dan telah berkhidmat selama 33 tahun untuk membantu menyalurkan amanah masyarakat melalui Zakat, Infaq, Sedekah Wakaf serta Kurban kepada saudara
saudara kita yang kurang beruntung melalui program pengentasan kemiskinan dibidang Ekonomi, Lingkungan, Pendidikan, Pengembangan Sosial, dan Kesehatan.

Dalam menyambut momentum IdulAdha, sekaligus menumbuhkan kepedulian dan
kolaborasi di tengah masyarakat, Dompet Dhuafa menginisiasi kegiatan Kurbanaval: The Kurban Series Dompet Dhuafa 1447 H sebagai ruang kolaborasi, edukasi, dan partisipasi publik dalam mengoptimalkan ibadah kurban. Peluncurannya telah dilaksanakan tanggal 3 Mei 2026 di CIBIS Park, Jakarta Selatan. 

Peresmian program The Kurban Series 1447 H

Sabtu sore itu nggak menghentikan acara padahal sehabis hujan deras. Panitia mulai merapikan kursi-kursi dan menyediakan berbagai macam kudapan untuk dinikmati tamu yang hadir. Sebagai pembukaan acara, ada iring-iringan atau konvoi dari komunitas sepeda ontel, otoped, dan motor gede berkeliling sekitaran CIBIS Park. Setelah itu acara dimulai dengan Kurban Talk bersama narasumber : 
  • Ahmad Juwaini - Ketua Yayasan Dompet Dhuafa
  • Om Indro Warkop - Public Figure
  • Elang MV (Motovloger)
  • Ali Bastoni (Ketua Kurban 1447 H Dompet Dhuafa) 
Kita semua tahu bahwa kurban sebagai tonggak dalam perbaikan ekonomi di masyarakat, dari peternak hewannya sampai penerima dagingnya. Tahun ini Dompet Dhuafa akan mendistribusikan daging kurban ke 102 Kabupaten/Kota serta 788 desa dengan melibatkan 48 mitra peternak serta mensasar 2 juta penerima manfaat. 

The Kurban Series 1447 H merupakan rangkaian program kurban yang diusung Dompet Dhuafa pada tahun 2026, dengan tema "Siapkan Kendaraan Terbaik Versimu". Program ini bertujuan mempermudah masyarakat berkurban dengan kualitas terbaik dan mendistribusikannya secara merata ke wilayah pelosok. Bahkan menyasar wilayah luar negeri seperti Myanmar, Somalia, Palestina, Suriah, Libanon, Jordania, dan Sudan.

Mengapa memilih negara-negara tersebut? Karena di sana banyak saudara muslim yang merayakan Hari Kurban dengan kondisi yang nggak mudah. Keadaan pangan terbatas, konflik belum usai dan harapan yang terus diuji. Misi kurban Dompet Dhuafa bukan sekedar tentang daging yang dibagikan, melainkan tentang hadir rasa peduli dan hangatnya rasa persaudaraan lintas negara. 

Sesi Kurban Talk bersama narasumber


Bapak Ahmad Juwaini menyampaikan bahwa lebih dari 3 dekade Dompet Dhuafa menyalurkan kurban yang tetap menjaga amanah, transparansi, dan kebermanfaatan. Hewan kurbannya juga melewati Quality Control (QC) yang ketat denga meliputi 5 parameter utama yaitu bobot, kesehatan, usia, pelaksanaan pemotongan dan distribusi tepat sasaran. 

Kurban Series ini menghadirkan Kurban Xpress (Jual Langsung). Program ini dirancang untuk memudahkan pekurban dalam menunaikan ibadah kurban dengan proses lebih praktis, cepat, dan tetap sesuai syariat melalui pengantaran hewan kurban berkualitas secara langsung. Hewannya bisa kambing, domba, atau sapi. Melalui Kurban Xpress pekurban nggak hanya efisiensi waktu, tapi juga dipastikan penerima mendapatkan hewan yang sehat, terawat dan siap ditunaikan sebagai kurban. 

Ali Bastoni memastikan juga bahwa program ini menargetkan penerima manfaat dari hulu ke hilir. Di hulu, Dompet Dhuafa merangkul para peternak binaan dan mitra Dompet Dhuafa sebagai penerima manfaat dibidang peternakan yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan pendampingan yang intensif, harapannya dapat menumbuhkan jumlah peternak mandiri.

Sementara di hilir, kurban berkomitmen mendistribusikan hingga pelosok Indonesia dan ke luar negeri. Komitmen tersebut merupakan bagian dari Dompet Dhuafa dalam meratakan konsumsi daging di masyarakat pada kalangan menengah ke bawah, khususnya wilayah minus pasokan daging kurban.

Di sisi lain, Indro ‘Warkop’ mengungkapkan ketertarikan bergabung untuk kurban di Dompet Dhuafa dimulai jauh sebelum sang istri wafat pada tahun 2018. Dompet Dhuafa menjadi jawaban atas rasa tidak aman yang sering dialami masyarakat perkotaan terkait ketepatan sasaran distribusi kurban. “Banyak di Jakarta dan kota-kota besar, khususnya di komplek-komplek elit justru seringkali mendapatkan jatah hewan kurban yang tercukupi bahkan lebih, sementara banyak daerah yang lain jauh lebih membutuhkan”.

Serta Elang MV (Motovloger) menambahkan, “Berkurban dengan makna kendaraan menuju surga, kalau kita menangkap dari sisi otomotif, ya kita menyiapkan kendaraan harus semaksimal mungkin akan kenyamanan dan keamanan saat berkendara serta harus upgrade mesin atau gear sehingga motor selalu sehat dan terawat”.

Harga hewan kurban di Dompet Dhuafa

Harga hewan kurban di Dompet Dhuafa itu mahal nggak sih? Ternyata nggak lho, mulai dari Rp1,9 jutaan aja sudah bisa beli hewan kurban kambing atau domba mulai dari ukuran standar, medium dan premium, sedangkan sapi harganya mulai dari Rp 13 jutaan. Nggak hanya kurban sapi atau kambing, tapi bisa kurban unta juga yang nantinya diserahkan ke negara Somalia. Perayaan IdulAdha tinggal beberapa lama lagi. Pilih kendaraan versi terbaikmu sesuai kemampuan melalui Dompet Dhuafa.