Pages

Categories

Film indonesia Kesehatan event Parenting Review film Anak Review ASI Pendidikan drama komedi Anak Indonesia Asuransi Film Dokumenter Smartphone sehat Action BPOM Bayi Gaib Bio-Oil Disleksia Dukung ASI Entertainment Event blogger Ibu Hamil Kuliner Kulit sensitif Legenda Maxima Pictures Mom n Jo Nutrisi Pekan ASI Perawatan kulit bayi Reportase Romantic Comedy Winter in Tokyo Wonderful Life anak-anak comedy eksplorasi family kesehatan anak kesehatan kulit komika permainan edukatif produk romantis stretch marks susu #1tahunmenginspirASI #AIMIDepok #Indonesiaisme #SynthesisDevelopment #Indonesiaisme #SynthesisDevelopment Pusaka Prajawangsa Prakawangsa City 2 Batas Waktu 20 MP 90an ASI Booster Tea Alam Anmum Anniversary 1 tahun Aplikasi kehamilan Aplikasi kesehatan Asma Nadia Astalift Asuransi jiwa Asuransi syariah Awal kehidupan Balsam penghangat Bambi Bangkit Behind the story Belanja Bid'ah Cinta Binatang peliharaan Biopik Bisnis Bisnis plan Blackmores Pregnancy & Breast-Feeding Gold Blibli.com Blogger gathering Bloggerday Buku Kesehatan Bulan Terbelah Di Langit Amerika 2 Bunga Citra Lestari Caladine Baby Cek Toko Sebelah Chrisye Cianjur Comotomo DBD Downy Drama Keluarga Drama Komedi Drama religi spiritual ELC Little Senses Edu-game Edukasi kehamilan dan menyusui Eiffel I'm in love 2 Enfagrow A+ Gentle Care 3 Eropa Europe on screen 2017 Event Program Kesehatan Anak Evwnt FWD life Fajar Bustomi Film Film Chrisye Film Horor Film festival Flight 555 Gajah Gathering Gentle birth Ghost Gizi HIT Expert Hari Keluarga Nasional Headshot Hobbi Horor Hypermart Ibu dan anak In Harmony Clinic Isi piringku Jilbab Traveler K-Link KA Bandara Kamera ponsel Kampanye Kampanye eye comfort Kaskus Kecantikan Keju berkualitas Kekerasan Anak Kelembutan Keluarga Keluarga Berencana Kerajinan tangan Indonesia Kidzania Kisah Nyata Klinik lansia Kucing Larutan Cap Kaki Tiga Anak Launching Lembaga sosial MD Pictures MEP Syariah MPASI Maher Zein MamyPoko Masalah pencernaan Medi-call Meet me after sunset Minyak goreng baik Mitu baby Mom n Jo Pakubuwono Moms gathering Musik indie My Generation Ngopi cantik Nicholas Saputra Novartis Nutrisi ibu hamil dan menyusui Nutritalk Nyamuk bandel OPPO Raisa Phone PPEJ Palembang Pampers Pejuang ASI Pekan ASI Sedunia Pelukan Pembersih lantai Pemimpin Andal Pencegahan Pendidikan Anak Penggalangan dana Pengharum pakaian Peyakit kulit tidak menular Philips Piknik Pinky Promise Pokojang Land Prochiz Produk UKM Produk anak Produk bayi Program kita sama Quilt Raden Ajeng Kartini Raditya Dika Railink Rasa Remaja Review buku anak Review gendongan Romantic Rudy Habibie SEO tips SGM Eksplor Sabtu Bersama Bapak Samara Suites Sampoerna Academy Sarihusada Scarf Science Sejarah Islam Simply SoMan Starwars Sundul Gan Susu Anak Susu hamil dan menyusui Susu kental manis Synthesis Development Synthesis Square Teknologi Tempat Wisata Tes kehamilan The Greatest Showman Tidur berkualitas Transportasi Transpulmin BB Balsam Transpulmin Balsam Keluarga Treatment Tumbuh kembang Tumbuh kembang anak Tumpeng mini UANGKU Udah nelpon nyokap Uni Eropa Untuk Angeline Vaksin Vaksin Palsu Vaksinasi Vivo V5 Workshop parenting World Hijab Day Your Baby Can Discover Your Baby Can Learn acara action heist alami aplikasi musik autisme banyak bonus bayi bayi baru lahir belanja jadi mudah berani berbagi bisnis online booster ASI cinta climate reality project cordlife darah tali pusat dikit nempel diskon oktober drama musical drama thriller dunia eksplorasi ekspedisi 7 gunung Indonesia emosi pra sekolah equity life indonesia fashion formula terbaru frisian flag gadget garda oto digital gerakan perubahan gizi seimbang global warming hamil harapan harga terjangkau hari gizi nasional hip seat carrier ibu inovasi kasur interlac investasi dan proteksi jamu tetes k-link Indonesia kamera depan kampanye womanation kanker payudara kebersihan kecanduan gadget kehamilan keju lokal keluarga indonesia kendaraan kesehatan mata keterampilan sosial kitabisa konflik kontak center layanan layanan masyarakat limited edition lomba foto lomba gambar magiclean makanan makanan khas makin gampang manfaat bermain masa depan mata nyaman melawan dunia merek lokal mikronutrien mobile wallet momen makan pertama mooimom multivitamin museum tekstil jakarta musik musik Indonesia mustela bebe peduli autisme peluang pengaduan pengalaman pribadi pengawasan obat dan makanan pengobatan perawatan bayi perbedaan permainan persalinan petualangan powder foundation prenagen probiotik prodia senior health centre produk kecantikan program ramadhan promo belanja psoriasis queenride restoran keluarga revolusi asuransi saluran cerna yang baik screen time secukinumab sejarah sekali bilas sekolah sekolah relawan sekolah relawan. selfie selfie expert F1s sensitif digital skin care skincare social shopping spa susu pertumbuhan teman bumil tentang kanker payudara tes alergi susu sapi test pack the professionals wanita mandiri wonderland wondercafe world cord blood day

SOCIAL MEDIA

Senin, 19 Februari 2018

Yuk, Ayah Bunda Stimulasi Sensorik Si Kecil Dengan Bermain

Semua anak pasti suka sekali bermain. Karena bermain adalah kegiatan yang membuat mereka fun, aktif dan penuh semangat. Anak kalau sudah bermain dengan teman sebaya dan mainan kesuakaannya kadang suka lupa waktu. Seperti yang anak saya lakukan, Arkana (5) sedang hobi main sepeda. Setelah pulang sekolah Bimba dan buka seragam, sepeda menjadi sasaran utamnya. Saya si nggak melarang asal bermainnya tidak jauh dari lingkungan rumah dan tahu dengan siapa ia bermain. Memang asyik ya bermain. Bebas tanpa memikirkan deadline tulisan...ehhh...


Saya jadi teringat pemaparan salah satu psikolog dari Tiga Generasi, Putu P.D Andani, M.Psi saat acara ELC beberapa minggu lalu. Beliau mengatakan bermain adalah kegiatan yang melibatkan perasaan senang atau perasaan positif, dinikmati serta berdasarkan inisiatif atau keputusan anak atau individu tersebut. Misal bayi mendengar musik dan tertawa, bayi merangkak, meraih mainan di dekatnya. Bermain itu memiliki beberapa manfaat sebagai berikut :

­čĹŹMengoptimalkan perkembangan fisik, konsep dan sosial.
­čĹŹMengeluarkan energi berlebih.
­čĹŹMemulihkan tenaga dan kepenatan.
­čĹŹPenyaluran emosi, mengatasi pengalaman traumatik, fungsi metafora pada bermain.
­čĹŹMemunculkan fleksibilitas perilaku dan imajinasi. Bandingkan dengan gadget.

Ternyata bermain itu bukan hanya sekedar bermain saja, tapi juga melatih gerak tubuh dan bisa menstimulasi sensorik anak. Memang anak-anak kalau sudah bermain pasti bermacam-macam kelakuannya. Semua anggota tubuh bergerak aktif, bahkan mereka sampai berkeringat. Hitung-hitung olahraga bakar lemak juga kan. Meskipun begitu anak-anak tetap bahagia dan ingin terus bermain. Tapi, apakah cukup dengan bermain begitu saja tanpa ada arahan dari orang tua? Jawabannya tidak. Orang tua harus berperan aktif saat anak bermain. Sebisa mungkin temani ia saat bermain, jangan sibuk dengam gadget ya moms and dads ­čśŐ. Orang tua bisa memilih permainan anak yang syarat bisa menstimulasi sensoriknya. 

Kebetulan sekali saya bisa hadir di acara media brunch bersama ELC (Early Learning Centre) di Nomz Kitchen & Pastry (150218). Acara yang bertema Parenting 101 : Stimulasi Bermain dan Faktor Kebiasaan Anak Sebelum Sekolah. Berarti acara ini membahas tentang stimulasi anak dengan retang usia 0-3 tahun. Wah, cocok nih buat bayiku yang sedang aktif-aktifnya mengeksplor diri dengan mainan. Dihadiri oleh 2 pembicara yaitu Noella (Ui) Birowo, M.Sc,  founder TigaGenerasi dan penulis buku Anti Panik  dan Bayu Wijanarko selaku ELC Toys Expert.

Noella Birowo dan Bayu Wijanarko

Sebelum memasuki usia sekolah beberapa hal yang harus diperhatikan orangtua adalah kemampuan sensorik pada anak sejak dini. Dengan mengasah kemampuan sensoriknya, anak akan lebih peka terhadap kemampuannya. Biarkan anak mengeksplor yang ada di sekitarnya dengan bermain. Tentunya memberikan mainan yang memiliki fungsi edukatif untuk proses perkembangan kemampuan sensorik anak. "Para orang tua bisa memberi jenis mainan yang sesuai dengan jenis kegiatan, usia, dan kemampuan anak untuk mendapatkan hasil yang optimal hingga tahap krusial perkembangan anak" ujar Noella.

Hal yang sering terjadi saat anak memasuki usia sekolah adalah anak merasa takut untuk mencoba hal baru, sulit bersosialisasi dengan teman baru ataupun kurang peka dengan lingkungan sekitar. Maka itu anak perlu dikenalkan semua itu dari orangtua di rumah, perlu aspek pendukung bagi anak mengembangkan kemampuan sensorik, motorik, dan sosialnya sejak dini. Yang paling penting adalah pendampingan orangtua di tiap momen bermain anak agar bisa mengekplorasi fungsi mainan tersebut. Jangan anaknya bermain mainannya, tapi si ibu main handphone, yang terjadi tidak terjalin komunikasi yang efektif.

Melalui permainan menjadi solusi bagi orang tua dalam mengembangkan panca indera anak sejak dini. Anak bisa mengeksplorasi dan terangsang untuk mempelajari hal-hal baru. Anak-anak paling suka kan kalau melihat sesuatu yang baru dan langsung ingin mencobanya. Saat baru lahir fase dimana anak memulai indera penglihatan dan sentuhan. Dianjurkan jangan terlalu lama memakaikan sarung tangan. Masuk usia 3 bulan anak sudah mampu mengontrol gerakan tangan dan kakinya, usia 6 bulan anak bisa duduk atau merangkak, usia 9-12 bulan anak ada di tahap perkembanagan yang aktif (merangkak, merambat, berdiri), usia 18 bulan sampai seterusnya anak mulai berimajinasi dan mengeksplor hal-hal baru.

Sagara antusias lihat mainan ini

Sebagai spesialis pada mainan edukatif, ELC mempersembahkan seri mainan terbaru bertema "Little Senses". Seri mainan ini terdiri dari Sensory High Chair Toy, Sensory Activity Table, Sensory Stacking Rings dan Sensory Shape Sorter. Saya sempat ngobrol sebentar dengan Bayu Wijanarko, tiap mainan yang dibuat oleh ELC sangat memperhatikan keamanan. Bahkan mainan yang ada baterenya, dikunci oleh baut. Bahan maianan yang terbuat dari plastik berkualitas, tidak luntut warnanya kalau sampai dimasukkan ke dalam mulut anak dan dipastikan tidak ada partikel-partikel kecil yang bisa tertelan oleh anak.

Salah satu mainan seri little senses yaitu Sensory Activity Table, dilengkapi lampu berwarna kelap kelip dan suara menarik yang merangsang keingintahuan anak untuk berbagai variasi memasukkan bola, memijat, menarik, mencari bola yang dimasukkan. Memberikan variasi bermain dengan konsep "sebab akibat" dan juga daya ingat dan konsentrasi anak.

Selain itu ada Sensory Stacking Rings berbentuk diameter ring bervariasi dari kecil hingga besar, hal ini akan meningkatkan pengetahuan anak mengenai konsep besar kecil permainan diselesaikan dengan memasang kepala di atas ring terakhir sehingga anak dapat belajar bermain secara utuh dan lengkap dari awal hingga akhir atau bisa mengenal problem solving. 


Seri mainan little senses dari ELC

Wah...asyik banget kan memilih mainan anak sekaligus bisa mengedukasi mereka. Saat masuk sekolah nanti anak-anak jadi tambah percaya diri dan bisa membaur dengan lingkungan sekitar. Saya suka sekali mainan dari ELC karena tahan pecah. Jadi awet sekali. Warna mainannya juga cerah, bentuknya lucu-lucu dan disesuaikan dengan usia anak. Bagi yang ingin memiliki ELC Little Senses ini tersedia di seluruh gerai ELC, website www.elc.co.id atau instagaramnya @elcindo,  untuk kisaran usia anak mulai dari 9-36 bulan. Sagara pas banget nih bisa mencoba mainan little senses ini.

Oh ya saat acara media brunch ini dihadiri oleh beberapa ibu-ibu muda dari kalangan artis seperti Melaney Ricardo, Tantri "Kotak", Tya Ariestya, Chua "Kotak" dr. Reisa Brotoasmoro, Intan RJ. Seru -seru banget mereka kalau sedang ngumpul. So, masa kanak-kanak cuma sekali ayah bunda. Maka itu manfaatkan kesempatan yang ada saat ini. Ajaklah anak bermain dengan riang gembira. Tentunya didukung juga dengan mainan yang edukatif. Jadi, saat anak mulai masuk sekolah ia bisa lebih siap menghadapi lingkungan sekitar.



Let's play together !



***




Rabu, 14 Februari 2018

Eiffel I'm in Love 2 is back ! Setelah 12 Tahun Long Distance Relationship

Kehadiran bulan Februari identik dengan keromantisan. Bagi yang punya pasangan sorry ya buat yang jomblo ingin mengungkapkan rasa sayangnya di satu hari yang special, sebut saja Valentine Day atau hari kasih sayang. Sebenarnya bukan hanya hari itu saja ya bisa ungkapin rasa sayang, tapi setiap hari bisa kita utarakan kepada orang-orang terkasih. Betul kan. Ungkapan rasa sayang itu bisa macam-macam, salah satunya bisa ajak nonton film yang pas banget rilis di tanggal 14 Februari 2018. Film yang dulu sukses di tahun 2003, kini kembali lagi menyapa para penggemarnya. Beruntungnya saya bisa hadir di first screening Eiffel I'm in Love 2. 



EIFFEL I'M IN LOVE 2


PRODUKSI
Soraya Intercine Films

PRODUSER
Sunil Soraya

SUTRADARA
Rizal Mantovani

SKENARIO
Dona Rosamayna

PEMAIN
Shandy Aulia, Samuel Rizal, Tommy Kurniawan, Saphira Indah, Helmy Yahya, Hilda Arifin, Shakira Alatas


Official Poster

Sudah 12 tahun berlalu, Tita (Shandy Aulia) kini sudah beranjak dewasa. Namun ia masih dianggap anak kecil oleh ayah bundanya. Di usianya yang menginjak 27 tahun ia tidak diperbolehkan memiliki handphone. Hellow... 2018 gitu loh, masa nggak megang gadget. Tita kalah saing nih sama anak zaman now ­čśŐ. Meskipun begitu hubungan jarak jauh dengan Adit (Samuel Rizal) masih berlanjut sampai sekarang. Mereka menjalani long distance relationship alias LDR. Jakarta - Paris. Coba itu ya dihitung berapa kilometer jaraknya. Jauuuhhh banget kan. Salut lah sama mereka bisa bertahan selama itu. Kalau kalian LDR an segitu lamanya kuat nggak? 

Karena ada suatu hal, Ayah (Helmy Yahya) dan Bundanya (Hilda Arifin) berencana pergi ke Paris sekeluarga. Pastinya Tita mau banget ikut kan karena bisa bertemu dengan pujaan hati. Tahu kan kalau Adit dan Tita sering banget ribut. Padahal cuma hal-hal kecil. Tapi mereka tetep awet ya pacaran jarak jauh. Kalau kalian gimana? Saat LDR sama Adit ada sahabat Tita yang selalu jadi tempat curhatnya. Ternyata diam-diam sahabatnya ini menyimpan rasa ke Tita. Siapa si orangnya? Nonton aja ya. 

Para pemain menyapa penonton di studio bioskop

Rizal Mantovani dipercaya untuk menggarap film sequel ini. Dalam bulan yang sama sutradara handal ini menelurkan 2 film dengan genre yang berbeda. Saya sempat bertanya saat bertemu di gala premiere film Bayi Gaib, mana yang memiliki ekspetasi tinggi. Ia menjawab, tidak bisa mengemukakan mana yang lebih banyak penontonnya. Karena film jika sudah beredar maka menjadi milik masyarakat sepenuhnya. Tugas sutradara hanya membuat karya yang bagus dan dibantu oleh tim yang solid. 

Sedangkan original soundtrack masih diciptakan oleh duo composer hebat, Melly Goeslaw dan Anto Hoed. Kali ini Melly Goeslaw mengajak Adi Karaf berduet menyanyikan lagu "Ujung Rindu" serta Rama Davis mengisi lagu " I Do". Saya baru dengar nama dua cowo ini. Teh Melly memang jago deh mendapatkan teman duet yang bagus-bagus. Lagu-lagu lama di film yang pertama dibuat ulang aransememnya. Kalau kalian sudah lihat trailernya pasti tahu lagu apa itu. 


Official trailer


LDR tidak mudah dijalani bagi sebagian orang. Butuh komitmen dan kepercayaan penuh pada pasangan. Kira-kira pesan itu yang bisa saya ambil setelah menonton Eiffel I'm in Love 2. Film bergenre drama romantis yang melepaskan kerinduan kelanjutan hubungan Tita dan Adit ini. Apaka mereka akhirnya menikah atau tetap menjalani LDR? Kasih tahu nggak ya...
Nonton aja deh filmnya di bioskop mulai 14 Februari 2018. Bagi yang jomblo jangan nonton sendirian, berat !



Enjoy the movie !


***

Selasa, 13 Februari 2018

Ashraf Sinclair dan Rianti Cartwright Memiliki Bayi Gaib

Setiap pasangan baru menikah pasti menginginkan kehadiran anak. Harapannya setelah menikah satu atau dua bulan sang istri bisa langsung hamil dan segera menunggu kelahiran buah hati. Namun ada beberapa hal yang membuat pasutri tertunda memiliki momongan. Seperti yang dialami Rianti Cartwright dan Ashraf Sinclair. Setelah 2 tahun mereka baru merasakan kehadiran bayi dalam rumah tangga. Tapi bayi yang dilahirkannya bukan bayi biasa, melainkan BAYI GAIB. Serem ya? Saya juga jadi ngeri setelah menontonnya di press screening pada hari Senin, 120218 di XXI Epicentrum Walk, Jakarta.




BAYI GAIB
BAYI TUMBAL BAYI MATI


Produksi
MD Pictures
Dee Company

Produser
KK Dheeraj

Sutradara 
Rizal Mantovani

Pemain
Ashraf Sinclair, Rianti Cartwright, 
Mario Lawalata, Dorman Borisman, 
Yati Surachman, Piet Pagau,
 Rina Hasyim, Fadika Royandi

Official poster

Rafa (Ashraf Sinclair) sangat bahagia mendapati istrinya, Farah (Rianti Cartwright) tengah mengandung. Penantiaannya selama 2 tahun sudah terwujudkan. Karir Rafa pun sedang naik daun karena memenangkan tender proyek bersama sahabatnya, Edi (Mario Lawalata). Namun ada yang tidak menyukai keberhasilan Rafa,  Ronald (Fadika Royandi) merasa dendam akan hal ini. 

Rafa dan Farah pindah ke rumah baru. Rumah yang menyambut kehadiran si buah hati. Bukan kebahagiaan yang mereka dapatkan setelah bayinya lahir, tetapi kejadian-kejadian aneh sering terjadi, bahkan seperti meneror. Asisten rumah tangga Farah mendatangkan seorang ahli spiritual untuk melihat keadaan rumahnya. Bahkan ia menyuruh Farah untuk segera pindah dari rumah tersebut. Farah merasa ada yang aneh dengan bayinya, namun Rafa tidak mempercayainya. Menurut tetangga mereka sedang terkena santet. 


Sebelumnya saya sempat menghadiri peluncuran trailer dan poster. Saat itu dihadiri pula oleh para pemain, sutradara dan produser. Kesan saya melihat trailernya saja sudah mengerikan. Apalagi ini bukan film horor pertama garapan Rizal Mantovani. Kuntilanak 1-3 (2006-2008), Jelangkung (2001), Kesurupan (2008) dan masih banyak film lainnya yang pernah ia sutradarai. Kiprahnya di dunia audio visual sudah tidak diragukan lagi. 

Proses syuting yang dijalani selama kurang lebih 20 hari di 3 daerah yaitu Jakarta, Bogor, Cibubur. Saat ditanya bagaimana kesannya bermain film horor pada Rianti Cartwright, ia menjawab bahwa sangat senang dan tak seseram yang ia bayangkan. Ashraf pun juga merasakan hal yang sama. Ia merasa bermain di film ini sangat tertantang. 

Bersama sutradara Rizal Mantovani
Film Bayi Gaib megandung unsur psikologi atau dikenal dengan baby blues. Baby blues merupakan kondisi perubahan emosi yang dialami ibu pasca melahirkan. Biasanya dialami selama 1 minggu. Faktor pemicunya bisa dari kelelahan atau tidak ada dukungan dari orang sekitar (terutama suami). Maka ibu akan mengalami pemikiran-pemikiran yang kalut. Jika tidak diatasi dengan baik, bisa saja pengaruh mahluk gaib masuk ke dalam diri si ibu. Meskipun Rianti Cartwright belum mengalami punya anak dan serangan baby blues, tapi ia cukup meyakinkan beradegan saat melahirkan bayinya dalam film ini. Rina Hasyim pada tahun 1982 pernah bermain dalam film Bayi Ajaib yang bergenre horor juga. Tentunya seremnya sama - sama menakutkan.

Kesan saya setelah nonton film Bayi Gaib jadi parno sama suara tangisan bayi. Tapi beda ya tangisan bayi di film ini dengan suara tangisan bayi saya karena bukan bayi gaib. Saya suka dengan twist plot yang diberikan. Rizal Mantovani memang apik membuat alur cerita sehingga penonton tidak menyangka akan endingnya film ini. Bagus sekali. Film Bayi Gaib Bayi Tumbal Bayi Mati akan rilis sehari setelah valentine, 15 Februari 2018. Nikmati tontonan yang berbeda dari biasanya saat penuh keromantisan. 





Enjoy the movie


***




Yuk, Ayah Bunda Stimulasi Sensorik Si Kecil Dengan Bermain

Semua anak pasti suka sekali bermain. Karena bermain adalah kegiatan yang membuat mereka fun, aktif dan penuh semangat. Anak kalau sudah be...