Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2019

Jamban Sehat, Sanitasi Aman. Mulai Kapan?

Gambar
Mohon maaf nih sebelumnya, postingan saya kali ini agak-agak bikin ifil atau nafsu makan Anda berkurang karena akan membahas tentang sanitasi aman atau jamban ideal yang harus dimiliki oleh masyarakat luas. Karena urusan belakang ini tidak bisa disepelekan, menyangkut banyak hal dari kesehatan, pencemaran lingkungan, air bersih, sampai kerukunan warga. Pasti terganggu dong ada tetangga yang buang air besar sembarangan atau enggak punya jamban sehat.
Tadi pagi, saya melihat berita di salah satu stasiun televisi ada seorang balita tenggelam di septik tank  dekat rumah.  Kok bisa? Entah bagaimana si balita bisa sampai nyemplung di jamban dan saat ditemukan sudah tak bernyawa. Mungkin si anak sedang bermain lalu tanpa pengawasan orangtuanya dia bisa masuk ke dalam septik tank itu. Bahaya banget kan kalau anak terlepas dari pengawasan orangtua, akibatnya nyawa jadi taruhan.

Diabetes Melitus Melirik Kesehatan Anak Usia Dini

Gambar
Diabetes masih menjadi penyakit tidak menular yang mengerikan bagi kesehatan manusia. Tidak hanya menyerang pada orang dewasa, melainkan pada anak-anak juga. Dulu, penyakit diabetes dialami orang saat lanjut usia, tapi kini usia muda bisa menjadi sasaran penyakit tidak menular ini yang termasuk 10 penyebab kematian utama di Indonesia. 
Dalam rangka Hari Diabetes Sedunia yang jatuh pada tanggal 15 November 2019, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengadakan seminar dengan tema "Lindungi Keluarga Dari Diabetes", bertempat di Ruang Siwabessy, Gedung Prof. Sujudi Lantai 2, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Dihadiri oleh para undangan dari praktis kesehatan dan blogger.


Susu Untuk Lansia Bantu Penuhi Gizi Demi Meraih Mimpi yang Tertunda

Gambar
Semakin tua, semakin menurun kesehatan dan produktivitas. Padahal masih banyak mimpi yang belum terwujud di sisa usia. Ingin seperti apa masa tua kita nanti? Usia tua yang bahagia atau sebaliknya. Kalau saya sih pastinya pilih masa tua yang sehat, bugar, bahagia dan masuk surga. Amiin. Kayaknya semua orang juga maunya begitu ya. Makanya mumpung masih muda, usia masih 30 tahunan, kebutuhan gizinya dijaga supaya saat lanjut usia nanti tetap terlihat awet muda. 
Kedua orang tua saya sudah masuk dalam fase lanjut usia, ibu berusia 60 tahun dan ayah 63 tahun. Dari segi kesehatan ibu yang sudah berkurang, karena jantungnya telah dipasang 3 ring, sedangkan  ayah tidak begitu kelihatan berkurang kesehatannya, padahal dia perokok berat. Mungkin tinggal waktu matina saja nanti. Bukannya menyumpahi, tapi perokok aktif memang terlihat sehat di luar namun hancur organ dalamnya.


Tingkatkan Produktivitas Ibu Rumah Tangga dengan Jam Tangan Pintar Terbaik

Gambar
Menyandang status sebagai ibu rumah tangga sudah saya nikmati selama 7 tahun.  Selama itu pula banyak kejutan besar atau kecil yang saya dapatkan. Sejak kelahiran anak pertama tahun 2012, saya memutuskan untuk berhenti bekerja agar bisa maksimal mengurus si kecil. Keputusan itu pun masih berlaku hingga saat ini. Saya belum kembali bekerja dibalik meja.
Melepas status sebagai pekerja dan berganti menjadi ibu rumah tangga, bukan berarti saya tidak berproduktivitas alias tidak mampu menghasilkan sesuatu bagi diri sendiri, keluarga dan lingkungan. Alhamdulillah, atas saran dari seorang teman untuk terjun di dunia blog dan ternyata bisa berpenghasilan. Tak terasa waktu berjalan sudah 4 tahun saya menjalani profesi sebagai narablog.


Cegah Parkinson Demi Masa Tua Sehat dan Bahagia

Gambar
Masa tua yang bahagia suatu impian tiap manusia. Bukan karena berlimpah harta, tapi ternyata kesehatanlah yang paling berharga. Percuma jika punya harta dimana-mana tapi habisnya buat berobat juga. Makanya mumpung masih muda, lebih baik pola makan dan hidupnya dijaga supaya masa tua lebih bahagia.
Tidak dipungkiri kalau usia terus bertambah pasti ada saja penyakit yang dirasa. Contohnya ibu saya yang terkena beberapa penyakit di usia 60 tahun. Berawal dari serangan jantung sampai menjalar ke gula darah tinggi. Orang lanjut usia  memang rentan dengan serangan penyakit. Makanya nih kita perlu waspada.

Penuh Keringat, Semangat dan Hebat di Festival Drumblek Kampung Ragam Warna

Gambar
Keberangkatan saya menuju Festival Drumblek Kampung Ragam Warna sempat meragukan. Pertama, ragu karena tidak ada teman bareng berangkat ke sana dan ragu tidak dapat izin dari orang rumah. Maklum ya saya pergi meninggalkan 2 anak di rumah. Bersyukurnya keraguan nomor dua enggak jadi masalah, aman dapat izin dari suami dan anak-anak bersama ibu selama saya pergi. Keraguan nomor satu masih jadi pertimbangan sebelum pesan tiket kereta.  Saya beranikan diri pergi sendiri dari Jakarta menuju Kampung Ragam Warna.
Kereta Kertajaya dari stasiun Pasar Senen hari Jumat siang itu (251019) mengantarkan saya sampai stasiun Weleri. Perjalanan 6 jam 10 menit seperti tak terasa dijalani. Pilihan kursi dekat jendela membuat penglihatan saya berseri. Baru kali ini saya pergi dengan kereta jarak jauh pada siang hari, biasanya kan dapat jadwal pada malam hari. Sembari menghabiskan waktu, saya sempat mengerjakan tugas tulisan karena dateline menanti. Sekitar jam 20.10 WIB akhirnya saya sampai di stasiun W…