Senin, 18 November 2019

# Kesehatan # Nestle BOOST Optimum

Susu Untuk Lansia Bantu Penuhi Gizi Demi Meraih Mimpi yang Tertunda

Semakin tua, semakin menurun kesehatan dan produktivitas. Padahal masih banyak mimpi yang belum terwujud di sisa usia. Ingin seperti apa masa tua kita nanti? Usia tua yang bahagia atau sebaliknya. Kalau saya sih pastinya pilih masa tua yang sehat, bugar, bahagia dan masuk surga. Amiin. Kayaknya semua orang juga maunya begitu ya. Makanya mumpung masih muda, usia masih 30 tahunan, kebutuhan gizinya dijaga supaya saat lanjut usia nanti tetap terlihat awet muda. 

Kedua orang tua saya sudah masuk dalam fase lanjut usia, ibu berusia 60 tahun dan ayah 63 tahun. Dari segi kesehatan ibu yang sudah berkurang, karena jantungnya telah dipasang 3 ring, sedangkan  ayah tidak begitu kelihatan berkurang kesehatannya, padahal dia perokok berat. Mungkin tinggal waktu matina saja nanti. Bukannya menyumpahi, tapi perokok aktif memang terlihat sehat di luar namun hancur organ dalamnya.

Susu untuk lansia
susu untuk lansia


Hari Senin, 11 November 2019 bertempat di Paloma Bistro, Jakarta saya menghadiri sebuah acara talkshow bertemakan "Hidupkan Mimpi yang Tertunda Bersama Nestle BOOST Optimum". Sebuah brand susu yang perhatian terhadap kebutuhan nutrisi guna mencukupi gizi para lansia. Dihadiri oleh para awak media dan blogger serta para narasumber terpercaya.

Acara dibuka oleh MC Lia Atmaja dengan balutan busana merah merona disusul oleh sambutan dari ibu Erfin Suraida - Business Executive Officer Nestle Health Science. Ia menyampaikan bahwa populasi usia 50 tahun ke atas berkembang lebih cepat dan banyak dari seperempat penduduk dunia. Oleh karena itu, Nestle menganggap hal ini serius bagi kesehatan usia lanjut. Kontribusi Nestle yaitu hadir dengan produk-produk berkualitas untuk menunjang kebutuhan gizi para lansia. Salah satunya Nestle BOOST Optimum.


Malnutrisi Pada Lansia

Jumlah penduduk berusia lanjut atau lansia di Indonesia mengalami peningkatan. Ini dilihat dari demografi yang terus berubah. Saat ini lebih dari 23,4 juta lansia di Indonesia dan diprediksi akan mencapai 48 juta jiwa pada tahun 2035 atau 15% dari total penduduk Indonesia. Wow, dua kali lipat pertambahannya. Ini pertanda positif atau negatif ya? Bisa saja dua-duanya, asal pilihannya tepat.

Dr.dr. Purwita Wijaya Laksmi, Sp.PD-Kger, selaku dokter spesialis geriatri khusus lansia menjelaskan tentang malnutrisi pada lansia. Permasalahan yang sering dialami para lansia yaitu kesehatan yang terus menurun. Karena pada hakikatnya sedang mengalami penuaan, di mana proses  biologi mahluk hidup yang sejak dilahirkan ke dunia, terjadi secara alami dengan ditandai perubahan fisik dan fungsi tubuh yang menurun. Proses menua itu dapat dibagi menjadi 3 yaitu successfull aging, usual aging dan pathological aging. 


Asupan susu untuk lansia
Dr.dr. Purwita Wijaya Laksmi, Sp.PD-Kger sebelah kiri MC

Seringnya para lansia ini mengalami pathological aging, di mana adanya penyakit tertentu dari proses penuaan yang bisa membuat organ tubuh tidak berfungsi dengan baik. Bisa menyerang pada kejiwaannya, vitalitas, daya pikir, pendengaran, penglihatan, bahkan pergerakan yang menimbulkan penyakit Parkinson.

Kesehatan menurun akibat dari malnutrisi yang dialami. Menurut WHO, malnutrisi adalah ketidakseimbangan antara asupan gizi dengan kebutuhan energi tubuh untuk mendukung pertumbuhan, pemeliharaan dan kerja fungsi spesifik tubuh yang sehat. Pada lansia malnutrisi bisa meningkatkan risiko terjadi infeksi, penurunan kekebalan tubuh, menurunkan kemampuan tubuh untuk penyembuhan luka, sarkopenia, dan frailty syndrome.  It's complicated.

Faktor-faktor yang menyebabkan malnutrisi pada lansia :

- Faktor fisik (kesehatan gigi buruk, hilang nafsu makan, kesulitan menelan)
- Faktor sosial (hidup sendiri, isolasi sosial, berkurangnya mobilitas)
- Faktor medis (infeksi, riwayat penyakit, depresi, demensia atau pikun)

Malnutrisi pada lansia bisa dilihat dari pengukuran komposisi tubuh antara massa otot dengan IMT (Indeks Massa Tubuh). Cara menghitungnya yaitu IMT = berat badan dibagi tinggi badan. Maka akan muncul hasilnya dan biasanya pada lansia massa ototnya akan menurun. Tentunya ini butuh nutrisi sejalan bertambahnya usia.  Kalau kekurangan nutrisi bisa berisiko mengalami ketidakseimbangan zat gizi baik makro dan mikro. 

Gejala malnutrisi pada lansia : 

- Hilangnya massa otot (sarkopenia)
- Berkurangnya lemak di bawah kulit
- Penurunan berat badan (5% berat awal tubuh)
- Tulang yang terlihat menonjol 
- Bibir pecah-pecah dan cekung di bawah mata
- Rambut kusam dan mudah rontok
- Memar di kulit, kulit kering, dan bersisik dan ada penumpukan cairan di bawah cairan di bawah kulit

Para lansia juga membutuhkan zat gizi makro seperti karbohidrat, protein, dan lemak yang menghasilkan energi, serta zat gizi mikro mineral dan vitamin sebagai antioksidan tinggi. 

Lansia membutuhkan beberapa asupan gizi sepeeto asupan protein lebih banyak daripada orang dewasa sebanyak 30%. Kenapa? Karena untuk membantu mengurangi hilangnya massa otot dan meningkatkan mobilitas. Selain itu bisa menjaga kesehatan fungsi otak, membentuk jaringan dan proses penyembuhan, serta mempertahankan kekuatan tulang.

Asupan probiotik dan prebiotik untuk membantu memulihkan keseimbangan bakteri baik dalam usus. Tidak lupa asupan serat juga dibutuhkan lansia untuk menghindari masalah pencernaan.


Nestle BOOST Optimum, Susu Untuk Lansia 


protein whey pada susu untuk lansia
dr. Yulia Megawati

Salah satu solusi pemberian asupan nutrisi pada lansia adalah susu Nestle BOOST OPTIMUM. Dulu namanya Nutren Optimum. Brand susu ini di bawah naungan Nestle Health Science (NHS) salah satu perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan berbasis ilmu pengetahuan yang berkomitmen membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang lebih sehat, terutama pada kalangan orang lanjut usia. 

Mengapa Nestle BOOST OPTIMUM direkomendasikan bagi para lansia untu memenuhi kecukupan asupan gizinya? Menurut dr. Yulia Megawati - Marketing Manager Nestle Health Science, susu Nestle BOOST OPTIMUM memiliki kandungan yang menunjang kebutuhan gizi para lansia yaitu protein WHEY. Zat gizi ini memiliki kualitas tinggi dibandingkan protein lainnya seperti Kasein atau Soya. Mengandung sumber antioksidan, berguna bagi sistem imunitas juga. Tentunya ada perbedaan signifikan antara protein WHEY dengan protein lainnya.

kandungan protein whey pada susu untuk lansia
Perbedaan protein WHEY dengan protein lainnya pada susu lansia

Nestle BOOST Optimum mengandung 50% protein WHEY, perbandingannya dengan protein Kasein yaitu 50:50. WHEY dapat membantu mengurangi risiko sarkopenia, dibandingkan dengan kasein serta mudah dicerna sehingga lebih cepat diserap oleh tubuh, bersifat anabolik (dapat membangun otot).

Nestle BOOST Optimum susu untuk lansia yang diperkaya dengan beberapa kandungan vitamin A untuk kepadatan tulang, Vitamin E untuk menangkal radikal bebas dan Vitamin B6 dan B12 membantu meningkatkan daya tahan tubuh. 

Ada kandungan probiotik  (Lactobacillus paracasei) dan prebiotik berupa serat pangan inulin dan fracto-oligosaccharides yang berguna membantu menjaga kesehatan pencernaan. 

susu untuk lansia
Susu untuk lansia

Pada kesempatan acara ini saya melihat langsung sosok lansia mandiri yang masih aktif berpetualang dan berprofesi sebagai photographer, yaitu om Don Hasman. Di usianya yang ke  79 tahun ia masih sanggup jalan dari stasiun Sudirman sampai lokasi acara. Enggak capek om? Saat ditanya begitu beliau menjawab "Saya masih kuat kok, buktinya sampai di sini."

Saya salut sih dengan perjalanan hidup serta pengalaman beliau selama ini. Ia pernah melakukan ekspedisi susur hutan dan sungai di Kalimantan selama 44 hari, mempunyai 11 paspor, sebanyak 160 negara sudah disinggahi, seluruh pelosok negeri habis sudah dijajaki. Saya ngaku kurang piknik deh dibandingkan om Don.

Rahasia fit beliau antara lain asupan gizi terpenuhi, asah terus tingkat intelektual, makan dan minum yang cukup, istirahat cukup, dan banyak berbuat baik. Poin terakhir penting tuh dilakukan, karena pasti akan membuahkan kebaikan pula buat kita. 

Sosok lansia mandiri Don Hasman
Om Don Hasman, sosok lansia yang mandiri

Susu Nestle BOOST Optimum bisa dibeli di apotek, supermarket, tanpa resep dokter. Bisa dikonsumsi juga bagi mereka yang kurang zat gizi, sedang kondisi kurang berat badan, kehilangan nafsu makan, atau pemulihan sakit pada pasien. Harga yang ditawarkan di pasaran sekitar Rp120.000,00 ukuran 400 gram dan hanya ada satu rasa yaitu vanilla.

Om Don Hasman masih beruntung bisa mewujudkan mimpi dengan menjalani gaya hidup yang sehat sehingga terus aktif berkegiatan. Pastinya kita ingin para orang tua juga begitu. Setidaknya memilih sehat daripada sakit dengan menikmati kehidupan terbaik. Masih dalam momen Hari Kesehatan Nasional yang jatuh pada tanggal 12 November, Nestle BOOST Optimum mengajak masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup para lansia agar mereka termotivasi meraih mimpi yang tertunda.



***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar