Wonderful Life movie, Menerima Kekurangan Anak Menjadi Kelebihannya

17 komentar
Setiap anak dilahirkan sempurna. Itulah sebuah kalimat yang pertama muncul diawal film Wonderful Life. Anak adalah titipan sekaligus anugerah dari Tuhan, apapun kondisinya. Sempurna tidak hanya berarti terlihat dari fisiknya saja, tapi juga dari sisi kepintarannya. Semua orang tua pasti ingin memiliki seorang anak yang terlahir dengan kesempunaan tersebut. Tapi hal ini tidak terjadi dengan Umi Amalia Prabowo terhadap anaknya Aqillurachman A.H. Prabowo, biasa dipanggil Aqil. Seharusnya di usia 8 tahun (saat itu) sudah bisa baca tulis, tapi Aqil tidak bisa melakukannya. Ia hanya menggambar dan menggambar. 



Bertempat di XXI Plaza Senayan (10/10/16) saya menghadiri gala premiere Wonderful Life movie (lagi). Kenapa lagi? Ya, ini adalah kedua kalinya saya menonton film Wonderful Life ( yang pertama preview dengan bloggers), hasilnya saya engga bosen dengan cerita dan cimematographynya yang bagus. Film yang diadaptasi dari judul buku yang sama, menceritakan tentang seorang anak yang mengalami Disleksia, ketidakmampuan seseorang dalam hal membaca dan menulis. Kelainan genetik ini bersifat diturunkan. Apabila orang tua atau saudara kandungnya disleksia 50%, maka anak tersebut berpotensi DISLEKSIA. Umi Amalia melakukan berbagai cara untuk menyembuhkan Aqil. Jalan hidup Umi Amalia terasa runtuh ketika tahu Aqil, menyandang disleksia. Amalia menyadari, ada yang lebih penting daripada sekedar mementingkan prinsip dan konflik batinnya, yaitu jalan hidup dan kebahagiaan anaknya.


Official Poster

Walaupun sudah 2 kali menonton karya pertama sutradara Agus Makkie ini saya masih merasa terbawa dengan situasi yang dialami Umi Amalia. Saya juga seorang ibu yang memiliki satu anak lelaki. Di masa golden age nya saat ini masih banyak membutuhkan stimulasi yang tepat. Membaca dan menulis memang belum bisa dilakukan, tapi setidaknya saya sudah mengenalkan buku, pensil dan gambar. Disleksia bukan disebabkan oleh kebodohan, kemalasan, kurangnya motivasi, kelemahan tulang belakang, gangguan penglihatan atau pendengaran, maupun cara mengajar yang tidak baik. Namun disleksia merupakan kelainan dengan dasar kelainan neurobiologis dan ditandai dengan kesulitan dalam mengenali kata dengan tepat atau akurat dalam pengerjaan dan dalam kemampuan mengode simbol.

Dikutip dari buku "Ceritaku" karya Indah Dwi Tjandra


Menerima Kekurangan Anak 
Menjadi Kelebihannya


Inilah yang menjadi hal terpenting bagi saya setelah menonton film Wonderful Life. Nilai pelajaran yang bagus atau score tes IQ diatas rata-rata merupakan kelebihan anak yang diinginkan orang tua. Sayangnya hanya sebagian kecil anak yang memiliki 2 hal tersebut sekaligus. Semua anak dilahirkan dengan kondisi yang berbeda karena mereka dari keturunan yang berbeda pula. Kekurangan Aqil dalam bidang akademis memang tidak terlalu bagus, tapi ternyata ia memiliki bakat yang luar biasa dalam bidang seni. Menggambar, tapi hasil gambarnya itu tidak biasa. Contohnya gambar yang ada di jaket ini.

Jaket ini saya dapatkan dari menang kontes di instagram

Saya mengutip dialog Atiqah Hasiholan yang memerankan Amalia Prabowo dengan ayahnya, "Aqil itu engga sakit pak, kita yang sakit". Memang disleksia itu bukan penyakit, bahkan tidak ada obatnya. Kesembuhan seorang penyandang disleksia itu terapi dengan olahraga di luar ruangan. HIKING ke gunung atau hutan yang dijalani Aqil untuk membangun konsentrasinya. Dari hasil terapi tersebut Aqil bisa mendapatkan banyak ide dan berimajinasi dalam goresan gambarnya. Kelebihan inilah yang dimiliki Aqil. 

Wefie bareng Atiqah Hasiholan sebelum nobar

Film yang diproduksi oleh Visinema pictures dan Creative & Co ini tidak hanya bicara tentang disleksia, tapi banyak nilai pesan yang ingin disampaikan. Untuk orang tua harus lebih memahami kemampuan anak, melihat lebih dekat dan dalam setiap tantangan yang dihadapi. Para wanita khusunya, untuk menyadari bahwa setiap anak mempunyai jalannya sendiri dan orangtua beruasaha memfasilitasi bakat dan kelebihan anak, bukan berfokus pada kekurangannya. Saya tidak terlalu mengetahui perilaku penyandang disleksia itu seperti apa. Tapi Sinyo yang memerankan Aqil aktingnya sangat natural, gaya anak laki - laki seusianya pada umumnya terlihat natural. Banyak tokoh dunia yang juga menyandang disleksia seperti Leonardo da Vinci, Thomas Alva Edison, Walt Disney, Muhammad Ali, Albert Einstein, Tom Cruise, John Lennon. Orlando Bloom, Alexander Graham Bell.


Para pemain, sutradara dan produser
saat menyambut para penonton di dalam studio bioskop

Gimana guys, kalian penasaran dengan full movienya? Makanya segera tonton filmnya mulai 13 Oktober 2016. Film bergenre drama keluarga ini akan membuat kita memahami setiap anak itu berbeda kepintarannya. Tidak jago dalam bidang akademis, tapi memiliki kelebihan diluar akademisnya. Ajak keluarga, sahabat dan rekan kalian untuk menonton filmnya. Saya aja sampe dua kali, hehehe...Simak dulu yuk trailernya disini. Enjoy!


Official trailer




Wonderful Life

Pemain
Atiqah Hasiholan 
Sinyo
Lydia Kandou
Alex Abbad
Putri Ayudya
Arthur Tobing
Abdul Arif
Totos Rasiti
Didik Nini Towok


Penulis Skenario
Jenny Jusuf


Sutradara
Agus Makkie


Produser
Angga Dwimas Sasongko
Handoko Hendroyono
Rio Dewanto

***


Wonderful Life Movie, Menjadi Awal Dari Be Wonderful Movement

2 komentar
Setiap anak dilahirkan sempurna. Sempurna bisa dikatakan dalam bentuk fisik atau non fisik. Makna dari arti sempurna itu menjadi berbeda ketika orang tua menemukan ketidakwajaran pada anaknya. Misalnya seorang anak seharusnya sudah bisa membaca dan menulis di usia sekolahnya, tapi anak tersebut tidak mendapatkan kemampuan tersebut. Pernyataan yang mudah disimpulkan untuk anak seperti itu adalah bodoh. Tapi, ternyata ketidakmampuan anak dalam prestasi akademis bukan berarti suatu kebodohan. Jika ditindaklanjuti dengan teliti, bisa jadi ada kelainan genetik dalam diri anak tersebut. 




Wonderful Life, salah satu film Indonesia yang akan tayang 13 Oktober 2016 di bioskop. Film yang diangkat dari judul buku yang sama, Wonderful Life, karya Amalia Prabowo dicetak oleh Imprint KPG tahun 2015. Sebelumnya saya sudah membaca bukunya. Saya tertarik membaca nya karena sempat bertemu Umi Amalia Prabowo ( Umi, panggilan Aqil ke ibunya ) di suatu acara buka puasa tahun 2015. Pada saat itu beliau menceritakan kondisi anaknya, Aqil, yang mengalami Disleksia.

Disleksia adalah kondisi genetik yang tidak dapat disembuhkan atau gangguan dalam membaca
 yang disebabkan kesulitan otak 
dalam membedakan simbol dan merangkainya


Wonderful Life movie menceritakan tentang seorang ibu yang perfeksionis menginginkan anaknya menjadi pintar dan berprestasi seperti anak pada umumnya. Namun Aqil yang divonis mengalami disleksia membuat hidup sang Umi menjadi berubah. Dalam perjalanan penyembuhan Aqil, malah membawa petualangan yang menyadarkan Umi Amalia menyadari mana yang lebih penting, mementingkan prinsip dan konflik batinnya atau jalan hidup kebahagiaan Aqil. Umi Amalia Prabowo diperankan oleh Atiqah Hasiholan dan Aqil diperankan oleh aktor muda berbakat, Sinyo. Rio Dewanto kali ini berada di balik layar sebagai produser.

Atiqah Hasiholan memerankan Umi Amalia Probowo dan Rio Dewanto produser film

Bersama Umi Amalia Prabowo & jaket yang saya pakai hadiah dengan hasil karya Aqil

Saya beruntung sekali bisa menonton preview Wonderful Life movie di XXI Senayan City (08/10). Durasi film sekitar 90 menit ini bisa membuat saya menangis. Film pertama karya sutradara  Agus Makkie dan dipersembahkan Sariayu bersama Visinema Pictures, Creative & Co, dan Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) menjadi pembuka gerakan yang di inisiasi oleh Sariayu Martha Tilaar, Be Wonderful Movement. Gerakan ini diharapkan agar lahir sosok wanita - wanita Indonesia yang berwawasan luas, mandiri, kuat, dan memiliki kepedulian sosial tinggi. 


Ki-Ka : Pihak dari KPG, Handoko Hendroyono
 (pihak Visinema) Agus Makkie (Sutradara),
 bu Patricia (pihak dari Sariayu)

Kolaborasi antara ketiga himpunan pengusaha yang mengadakan usaha bersama ini dipilih untuk saling bersinergi karena masing - masing memiliki kekuatan dan akan mengahsilkan kerjasama yang saling mendukung. Sariayu melalui gerakan Be Wonderful Movement secara berkesinambungan fokus pada pemberdayaan dan perubahan kaum wanita ke arah lebih baik, KPG menjadi penyambung suara yang akan efisien untuk penyebaran informasi movement ini agar menarik dan menciptakan wanita - wanita dengan karya yang inspiratif, sedangkan Creative & Co menjadi penyedia konten kreatifnya. Selain mengangkat Empowering Women yang menjadi pilar  Martha Tilaar Group, ke depannya gerakan movement ini mengangkat tentang Beauty Green, Beauty Education, dan Beauty Culture yang merangkul sosok wanita inspiratif di Indonesia.


Official Trailer



***

Pinky Promise, Sebuah Janji Menjadikan Hidup Lebih Berarti

Tidak ada komentar
Semua orang bisa membuat janji,tapi tidak semuanya bisa menepati. Janji itu seperti hutang yang harus dilunasi dan sebuah amanat bagi yang membuatnya. Hingga ada suatu peristiwa yang membuat seseorang meneruskan janji tersebut.  Seperti film Indonesia yang satu ini, janji itu membuat hidup menjadi lebih berwarna. Janji itu punya warnanya sendiri. Janji dibuat karena suatu pengalaman yang sama.



XXI Plaza Senayan menjadi venue perhelatan malam gala premiere film Pinky Promise (05/10). Film bergenre drama yang menyebarkan pesan tentang kewaspadaan masyarakat tentang kanker payudara. Kesempatan yang bagus buat saya bisa menghadiri pemutaran pertama kali di malam gala premiere ini. Sebelumnya saya juga menghadiri launching trailer, OST dan poster Pinky Promise.



Official poster

Pinky Promise mengisahkan tentang para pejuang kanker payudara yang diperankan oleh Baby (Alexandra Gottardo), Ken (Dhea Seto), Vina (Dhea Ananda) Tante Anind (Ira Maya Sopha), Kartika (Agni Pratistha). Berawal dari ide tante Anind yang mengkonsepkan tentang rumah pink yang dibangun untuk merangkul para pejuang kanker payudara seperti tante Anind. Dibantu oleh keponakannya, Kartika, untuk mencari para relawan. Dengan kemauan tante Anind yang keras dalam menyebarkan pesan pencegahan kanker payudara, rumah pink menjadi ramai dikunjungi oleh para relawan, pejuang kanker payudara pria ataupun wanita.

Para pemeran film Pinky Promise yang hadir saat
Gala premiere

Bagi saya film produksi MPPro Pictures ini menjadi sebuah warning dalam menjaga kesehatan. Terutama bagi seorang wanita payudara adalah hal berharga dalam kehidupan, apalagi untuk penampilan. Di Indonesia kanker payudara adalah penyakit mematikan kedua setelah kanker serviks bagi kaum wanita. Hal yang paling dominan terkenan kanker payudara adalah faktor gen. Jika ada salah satu keluarga ada yang mengidap penyakit ini, maka kemungkinan besar kita bisa terkena juga. Selain itu faktor gaya hidup yang kurang baik, faktor lingkungan juga bisa menjadi pemicu munculnya kanker payudara. Saya sebagai wanita cukup takut juga jika mengalami hal ini, namun semua itu bisperikSAah sedini mungkin dengan SADARI (perikSA payuDAra sendiRI). Tiap menjelang atau selesai haid periksa sekitar payudara apakah ada benjolan atau tidak. Jika ada segera periksa ke dokter.

Bersama si sexy Alexandra GGottardo

Film karya Guntur Soeharjanto dan terinspirasi dari komunitas Love Pink ini akan serentak tayang di bioskop tanggal 13 Oktober 2016. Film yang akan menginspirasi kita agar tetap menjaga kesehatan dan peduli terhadap para survivor breast cancer. Support (selain pengobatan) dari orang sekitarlah yang mereka butuhkan agar hidup tetap berarti dan berjalan. Pinky Promise juga dimainkan artis ternama seperti Donny Alamsyah, Derby Romero, Asrul Dahlan, Jajang C.Noer, Edward Akbar, Maudy Koesnaedy, Gunawan, Putro Ayudya, Ringgo Agus Rahman. Sebuah janji membuat hidup lebih bermakna. Hidup kita sendiri juga hidup orang lain. 


                 
Official trailer 


***


YKPI Luncurkan Iklan Masyarakat Tentang Kanker Payudara

Tidak ada komentar
Bulan Oktober sudah dimulai. Banyak beberapa kejadian sejarah terjadi. Mulai dari Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Sumpah Pemuda. Namun ada hal special dalam bulan Oktober ini. Oktober dinobatkan menjadi Peringatan Bulan Peduli Kanker Payudara Internasional. Kanker payudara adalah penyakit mematikan kedua setelah kanker serviks bagi kaum wanita. Di Indonesia kanker payudara memiliki pasien tertinggi. Mayoritas sudah berada pada stadium lanjut dan kesembuhan pun hanya 99%. 

                    

Kondisi seperti ini membuat Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) bekerja sama dengan PT 21 Cinema dan RK Pictures meluncurkan iklan layanan masyarakat bertema "Saling Jaga, Saling Peduli" yang akan diputar serentak di seluruh bioskop XXI Indonesia selama bulan Oktober. Peluncuran ini diadakan di Lounge Epicentrum (29/09). Sebelum press conference para undangan diajak untuk nobar film Warkop DKI Reborn terlebih dahulu.  Iklan layanan masyarakat ini bertujuan untuk memberi pesan penting bahwa kanker payudara bisa disembuhkan dengan deteksi dini dan ajakan peduli terhadap kondisi tubuh. Media iklan dipakai sebagai penyebar informasi.

Ibu Linda Agum Gumelar sebagai ketua YKPI sangat mengkhawatirkan penyakit kanker payudara karena tidak hanya wanita yang bisa terkena, tapi pria pun juga banyak yang terkena. RK 23 Pictures sebagai supporting campaign yang secara sukarela membuatkan iklan ini menjadi medium YKPI untuk mensosialisasikan tentang peduli kanker payudara. Produser RK 23 Pictures, Erna Pelita mengaku tergerak membantu YKPI dalam menyebarkan kepedulian tentang kanker payudara. 

Para narasumber press conference

PT 21 Cinema juga menyambut baik keinginan YKPI untuk menggunakan jaringan bioskop XXI sebagai salah satu channel dalam menyebarkan pesan sosial peduli kanker payudara. Catherine Keng, Corporate Secretary PT 21 Cinema menyatakan sepaham dengan YKPI tentang masih kurangnya pengetahuan masyarakat untuk  deteksi dini, sehingga dengan medium penyebaran iklan masyarakat melalui jaringan bioskop XXI bisa membatu menyebarkan pesan lebih efektif dan terarah.

YKPI pada awalnya bernama Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta (YKPJ) yang didirikan pada 19 Agustus 2003 dan berubah nama menjadi YKPI sejak tahun 2015. YKPI merupakan organisasi nirlaba yang menjadi mitra pemerintah untuk menggalakkan kegiatan penyuluhan dan penanggulangan kanker payudara di Indonesia. YKPI juga menyediakan bis yang akan berkeliling ke tempat - tempat yang akan dituju. Rencananya bis tersebut akan mengunjungi daerah Marunda, Jakarta Timur. Para relawan akan memberikan pemeriksaan dini, jika ada masyarakat yang terdeteksi kanker payudara akan ditindaklanjuti sampai sembuh. 

Gambar bis berkeliling periksa mamografi 

Mari kita tetap peduli terhadap saudara-saudara kita yang terkena kanker payudara, agar mereka tidak merasa sendiri dan terus berjuang melawan penyakitnya. Payudara adalah mahkota bagi kaum wanita, jika ini terenggut maka rasa percaya dirinya akan menurun. Jaga keluarga kalian, sebarkan pesan postif ini agar tetap saling peduli.



Yayasan Kanker Payudara Indonesia
Grand Wijaya Center blok H9
Jln.Wijaya 2 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telp : (021) 720-2484
Email : ykpi.sekretariat@gmail.com


***