Senin, 10 Oktober 2016

# Disleksia # Film indonesia

Wonderful Life Movie, Menjadi Awal Dari Be Wonderful Movement

Setiap anak dilahirkan sempurna. Sempurna bisa dikatakan dalam bentuk fisik atau non fisik. Makna dari arti sempurna itu menjadi berbeda ketika orang tua menemukan ketidakwajaran pada anaknya. Misalnya seorang anak seharusnya sudah bisa membaca dan menulis di usia sekolahnya, tapi anak tersebut tidak mendapatkan kemampuan tersebut. Pernyataan yang mudah disimpulkan untuk anak seperti itu adalah bodoh. Tapi, ternyata ketidakmampuan anak dalam prestasi akademis bukan berarti suatu kebodohan. Jika ditindaklanjuti dengan teliti, bisa jadi ada kelainan genetik dalam diri anak tersebut. 




Wonderful Life, salah satu film Indonesia yang akan tayang 13 Oktober 2016 di bioskop. Film yang diangkat dari judul buku yang sama, Wonderful Life, karya Amalia Prabowo dicetak oleh Imprint KPG tahun 2015. Sebelumnya saya sudah membaca bukunya. Saya tertarik membaca nya karena sempat bertemu Umi Amalia Prabowo ( Umi, panggilan Aqil ke ibunya ) di suatu acara buka puasa tahun 2015. Pada saat itu beliau menceritakan kondisi anaknya, Aqil, yang mengalami Disleksia.

Disleksia adalah kondisi genetik yang tidak dapat disembuhkan atau gangguan dalam membaca
 yang disebabkan kesulitan otak 
dalam membedakan simbol dan merangkainya


Wonderful Life movie menceritakan tentang seorang ibu yang perfeksionis menginginkan anaknya menjadi pintar dan berprestasi seperti anak pada umumnya. Namun Aqil yang divonis mengalami disleksia membuat hidup sang Umi menjadi berubah. Dalam perjalanan penyembuhan Aqil, malah membawa petualangan yang menyadarkan Umi Amalia menyadari mana yang lebih penting, mementingkan prinsip dan konflik batinnya atau jalan hidup kebahagiaan Aqil. Umi Amalia Prabowo diperankan oleh Atiqah Hasiholan dan Aqil diperankan oleh aktor muda berbakat, Sinyo. Rio Dewanto kali ini berada di balik layar sebagai produser.

Atiqah Hasiholan memerankan Umi Amalia Probowo dan Rio Dewanto produser film

Bersama Umi Amalia Prabowo & jaket yang saya pakai hadiah dengan hasil karya Aqil

Saya beruntung sekali bisa menonton preview Wonderful Life movie di XXI Senayan City (08/10). Durasi film sekitar 90 menit ini bisa membuat saya menangis. Film pertama karya sutradara  Agus Makkie dan dipersembahkan Sariayu bersama Visinema Pictures, Creative & Co, dan Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) menjadi pembuka gerakan yang di inisiasi oleh Sariayu Martha Tilaar, Be Wonderful Movement. Gerakan ini diharapkan agar lahir sosok wanita - wanita Indonesia yang berwawasan luas, mandiri, kuat, dan memiliki kepedulian sosial tinggi. 


Ki-Ka : Pihak dari KPG, Handoko Hendroyono
 (pihak Visinema) Agus Makkie (Sutradara),
 bu Patricia (pihak dari Sariayu)

Kolaborasi antara ketiga himpunan pengusaha yang mengadakan usaha bersama ini dipilih untuk saling bersinergi karena masing - masing memiliki kekuatan dan akan mengahsilkan kerjasama yang saling mendukung. Sariayu melalui gerakan Be Wonderful Movement secara berkesinambungan fokus pada pemberdayaan dan perubahan kaum wanita ke arah lebih baik, KPG menjadi penyambung suara yang akan efisien untuk penyebaran informasi movement ini agar menarik dan menciptakan wanita - wanita dengan karya yang inspiratif, sedangkan Creative & Co menjadi penyedia konten kreatifnya. Selain mengangkat Empowering Women yang menjadi pilar  Martha Tilaar Group, ke depannya gerakan movement ini mengangkat tentang Beauty Green, Beauty Education, dan Beauty Culture yang merangkul sosok wanita inspiratif di Indonesia.


Official Trailer



***

2 komentar:

  1. Keren film nya ya kak laras hehe. Para orang tua wajin nonton film ini biar makin sayang sama anaknya hehe

    BalasHapus