Selasa, 11 Oktober 2016

# Disleksia # Film indonesia

Wonderful Life movie, Menerima Kekurangan Anak Menjadi Kelebihannya

Setiap anak dilahirkan sempurna. Itulah sebuah kalimat yang pertama muncul diawal film Wonderful Life. Anak adalah titipan sekaligus anugerah dari Tuhan, apapun kondisinya. Sempurna tidak hanya berarti terlihat dari fisiknya saja, tapi juga dari sisi kepintarannya. Semua orang tua pasti ingin memiliki seorang anak yang terlahir dengan kesempunaan tersebut. Tapi hal ini tidak terjadi dengan Umi Amalia Prabowo terhadap anaknya Aqillurachman A.H. Prabowo, biasa dipanggil Aqil. Seharusnya di usia 8 tahun (saat itu) sudah bisa baca tulis, tapi Aqil tidak bisa melakukannya. Ia hanya menggambar dan menggambar. 



Bertempat di XXI Plaza Senayan (10/10/16) saya menghadiri gala premiere Wonderful Life movie (lagi). Kenapa lagi? Ya, ini adalah kedua kalinya saya menonton film Wonderful Life ( yang pertama preview dengan bloggers), hasilnya saya engga bosen dengan cerita dan cimematographynya yang bagus. Film yang diadaptasi dari judul buku yang sama, menceritakan tentang seorang anak yang mengalami Disleksia, ketidakmampuan seseorang dalam hal membaca dan menulis. Kelainan genetik ini bersifat diturunkan. Apabila orang tua atau saudara kandungnya disleksia 50%, maka anak tersebut berpotensi DISLEKSIA. Umi Amalia melakukan berbagai cara untuk menyembuhkan Aqil. Jalan hidup Umi Amalia terasa runtuh ketika tahu Aqil, menyandang disleksia. Amalia menyadari, ada yang lebih penting daripada sekedar mementingkan prinsip dan konflik batinnya, yaitu jalan hidup dan kebahagiaan anaknya.


Official Poster

Walaupun sudah 2 kali menonton karya pertama sutradara Agus Makkie ini saya masih merasa terbawa dengan situasi yang dialami Umi Amalia. Saya juga seorang ibu yang memiliki satu anak lelaki. Di masa golden age nya saat ini masih banyak membutuhkan stimulasi yang tepat. Membaca dan menulis memang belum bisa dilakukan, tapi setidaknya saya sudah mengenalkan buku, pensil dan gambar. Disleksia bukan disebabkan oleh kebodohan, kemalasan, kurangnya motivasi, kelemahan tulang belakang, gangguan penglihatan atau pendengaran, maupun cara mengajar yang tidak baik. Namun disleksia merupakan kelainan dengan dasar kelainan neurobiologis dan ditandai dengan kesulitan dalam mengenali kata dengan tepat atau akurat dalam pengerjaan dan dalam kemampuan mengode simbol.

Dikutip dari buku "Ceritaku" karya Indah Dwi Tjandra


Menerima Kekurangan Anak 
Menjadi Kelebihannya


Inilah yang menjadi hal terpenting bagi saya setelah menonton film Wonderful Life. Nilai pelajaran yang bagus atau score tes IQ diatas rata-rata merupakan kelebihan anak yang diinginkan orang tua. Sayangnya hanya sebagian kecil anak yang memiliki 2 hal tersebut sekaligus. Semua anak dilahirkan dengan kondisi yang berbeda karena mereka dari keturunan yang berbeda pula. Kekurangan Aqil dalam bidang akademis memang tidak terlalu bagus, tapi ternyata ia memiliki bakat yang luar biasa dalam bidang seni. Menggambar, tapi hasil gambarnya itu tidak biasa. Contohnya gambar yang ada di jaket ini.

Jaket ini saya dapatkan dari menang kontes di instagram

Saya mengutip dialog Atiqah Hasiholan yang memerankan Amalia Prabowo dengan ayahnya, "Aqil itu engga sakit pak, kita yang sakit". Memang disleksia itu bukan penyakit, bahkan tidak ada obatnya. Kesembuhan seorang penyandang disleksia itu terapi dengan olahraga di luar ruangan. HIKING ke gunung atau hutan yang dijalani Aqil untuk membangun konsentrasinya. Dari hasil terapi tersebut Aqil bisa mendapatkan banyak ide dan berimajinasi dalam goresan gambarnya. Kelebihan inilah yang dimiliki Aqil. 

Wefie bareng Atiqah Hasiholan sebelum nobar

Film yang diproduksi oleh Visinema pictures dan Creative & Co ini tidak hanya bicara tentang disleksia, tapi banyak nilai pesan yang ingin disampaikan. Untuk orang tua harus lebih memahami kemampuan anak, melihat lebih dekat dan dalam setiap tantangan yang dihadapi. Para wanita khusunya, untuk menyadari bahwa setiap anak mempunyai jalannya sendiri dan orangtua beruasaha memfasilitasi bakat dan kelebihan anak, bukan berfokus pada kekurangannya. Saya tidak terlalu mengetahui perilaku penyandang disleksia itu seperti apa. Tapi Sinyo yang memerankan Aqil aktingnya sangat natural, gaya anak laki - laki seusianya pada umumnya terlihat natural. Banyak tokoh dunia yang juga menyandang disleksia seperti Leonardo da Vinci, Thomas Alva Edison, Walt Disney, Muhammad Ali, Albert Einstein, Tom Cruise, John Lennon. Orlando Bloom, Alexander Graham Bell.


Para pemain, sutradara dan produser
saat menyambut para penonton di dalam studio bioskop

Gimana guys, kalian penasaran dengan full movienya? Makanya segera tonton filmnya mulai 13 Oktober 2016. Film bergenre drama keluarga ini akan membuat kita memahami setiap anak itu berbeda kepintarannya. Tidak jago dalam bidang akademis, tapi memiliki kelebihan diluar akademisnya. Ajak keluarga, sahabat dan rekan kalian untuk menonton filmnya. Saya aja sampe dua kali, hehehe...Simak dulu yuk trailernya disini. Enjoy!


Official trailer




Wonderful Life

Pemain
Atiqah Hasiholan 
Sinyo
Lydia Kandou
Alex Abbad
Putri Ayudya
Arthur Tobing
Abdul Arif
Totos Rasiti
Didik Nini Towok


Penulis Skenario
Jenny Jusuf


Sutradara
Agus Makkie


Produser
Angga Dwimas Sasongko
Handoko Hendroyono
Rio Dewanto

***


17 komentar:

  1. Harus banget nonton nih yaa... Bagus banget kayaknya

    BalasHapus
  2. Harus banget nonton nih yaa... Bagus banget kayaknya

    BalasHapus
  3. Penasaran saya, kepingin nonton sekali lagi bareng Bilqis.

    BalasHapus
  4. Duh jadi suka rasa bersalah sama abid ,kadang suka maksain biar cepet bisa baca soalnya takut ketinggalan pelajaran 😭😭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pelan - pelan mak, kalau dibimbing dengan baik pasti bisa

      Hapus
  5. Jadi pengen nonton. Ada beberapa baca reviewnya saat bw. Hmm, ajak anak-anak nonton saat wwekend pasti menyenangkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pas banget kalo ajak anak mak, ayo nonton mulai 13 Oktober

      Hapus
  6. Film parenting yg terserah ringan tp dpt pesannya ya ka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalem ya pesannya, apalagi kalo hubungannya tentang anak & ibunya

      Hapus
  7. Atiqah sama Sinyo aktingnya keren! Kebetulan aku juga ikut nobar ^^
    Semoga cita-cita Amalia dan Aqil mendirikan sekolah untuk anak-anak disleksia bisa cepat terwujud, aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya mereka berdua natural banget ya aktingnya, seperti anak & ibu beneran. Semoga bisa terwujud keinginan Umi Amalia & Aqil

      Hapus
  8. Ini diambil dr kisah nyata kah mbak? Btw ooh sy baru tahu kalo tom cruise menderita disleksia juga...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya kisah nyata yang dibukukan dan akhirnya difilmkan..

      Hapus
  9. Hmm.. film yang bagus, untuk mengenalkan Disleksia ke masyarakat

    BalasHapus
  10. mbak Nurul bisa nonton 2x berarti emang bener2 berkesan ya mbak.. wali muridku dulu punya salah satu anak yg menderita disleksia, aku sempat jd tau krn curahan hatinya.. tapi skrg anaknya sdh mjd atlet motocross lho

    BalasHapus