Reza Rahadian (Bukan) Reinkarnasi Benyamin Sueb Dalam Film Benyamin Biang Kerok

23 komentar
Bulan Januari booming dengan film Dilan 1990. Akibat kebaperan dari film tersebut masih terasa si sampai sekarang. Malah ada yang nonton berkali-kali. Betul nggak nyoh. Masuk bulan Februari momen kasih sayang bertebaran dimana - mana, sampai akhirnya Eiffel I'm in Love 2 muncul juga setelah 12 tahun LDR. Nah, sekarang memasuki bulan Maret yang katanya musim hujan akan berhenti di bulan ini (Padahal beberapa hari ini setelah Imlek jarang hujan ya) akan rilis film bergenre drama, komedi campur musikal. Ada unsur budaya betawinya juga nih, apalagi kalau bukan film Benyamin Biang Kerok. Hah? Almarhum Bang Ben hidup lagi gitu main film? Ya nggak lah...serem dong jadinya kalau begitu.



Official poster

Film Benyamin Biang Kerok akan resmi tayang di bioskop tanggal 1 Maret 2018. Kebetulan saya ikut special screeningnya saat pihak Falcon Pictures selaku rumah produksi mengadakan nonton bareng dan meet & greet di Depok XXI, 25 Februari 2018 lalu. Saya sengaja mau nonton duluan film ini, biar dibilang eksis 😁, plus penasaran juga sama akting Reza Rahadian yang memerankan Pengki dalam film ini. Masih inget nggak film lawasnya alm. Benyamin Sueb dengan judul yang sama? Ehh kalian sudah lahir atau belum ya? Karena film Benyamin Biang Kerok yang terdahulu diproduksi tahun 1972 dan sukses pada era tersebut. Kalau saya pernah nonton film lamanya saat diputar di stasiun tv swasta. Kan sering tuh ya, biasanya momen lebaran atau liburan panjang.

Jadi film Benyamin Biang Kerok menceritakan tentang pemuda kaya raya bernama Pengki (Reza Rahadian). Ia dipaksa meneruskan usaha IT milik mamihnya (Meriam Belina). Pengki tinggal terpisah dengan babehnya (Rano Karno). Meskipun kaya Pengki selalu menolong dengan warga sekitarnya. Hingga ia jatuh cinta dengan seorang biduan bernama Aida Mustafa. Namun cintanya terhalang oleh mafia kelas kakap bernama Said. Aida menjadi tawanan Said karena berhutang. Pengki bersama dua sahabatnya Achi (Aci Resti).dan Somad (Ajis Doaibu) menyusun strategi untuk menyelamatkan Aida.  

Film Benyamin Biang Kerok versi modern ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Menurut beberapa artikel yang saya kepoin di mbah google, film ini bukan mereinkarnasi sosok alm.Bang Ben, tapi Reza Rahadian berakting dan bernyanyi  terinspirasi seperti yang dilakukan oleh sang legenda betawi. Pastilah sosok Bang Ben nggak tergantikan. Makanya film ini bukan bergenre biopik.  Dari gesture, tertawa khasnya bang Ben dan wajah hampir menyerupai. 

Benyamin Biang Kerok tahun 1972
Sumber wikipedia

Lagu-lagu lawas juga didaur ulang dan dinyanyikan oleh Reza Rahadian sendiri. Ia pun tidak merasa canggung untuk bernyanyi karena ibunya seorang pianis dan terbiasa mendengar irama musik. Ia menyanyikan beberapa lagu seperti Gerimis Aje, Biang Kerok. Suaranya mirip banget sama bang Ben. Karena tugas seorang aktor memang harus mampu memerankan sosok yang dimainkan. Beberapa lagu dinyanyikan di sela-sela adegan,  drama musikal versi betawi. Kayak film luar negeri yang pernah saya tonton, The Greatest Showman.

Baca lagi dong yang ini THE GREATEST SHOWMAN, BISAKAH SESUKSES LA LA LAND?

Saya penasaran dengan sosok Aida. Wanita berusia 19 tahun itu bernama Delia Husein Suheindra. Benyamin Biang Kerok adalah debut film pertamanya yang langsung beradu akting dengan aktor dan aktris kawakan. Keren juga, sekali main film langsung melesat bersama para seniornya. Pantas saja wajahnya masih terlihat asing bagi saya. Belum bisa nilai banyak si sama aktingnya karena belum ada refrensi lain.  So far so good lah.

Official Trailer


Bagi saya film Benyamin Biang Kerok cukup menghibur. Dengan sentuhan a ala James Bond genre komedi bisa membuat saya tertawa. Meskipun ada jokes yang garing kedengarannya. Unsur budaya Betawinya kurang kental si, tapi masih ada opelet, ondel-ondel, dan bacot khasnya mpok Omaswati. Dia juga main lho di film ini. Kebayang kan suara merconnya mpok Omas. Endingnya film ini buat saya sebagai  penonton di PHP in sama si Biang Kerok.  Meskipun begitu sosok Benyamin Sueb bisa dikenal oleh generasi milenial. Katanya si bakal ada lanjutannya di tahun ini juga. Film ini juga dibintangi Tora Sudiro, Melani Ricardo, Lidya Kandou dan lainnya. Selengkapnya seperti apa? Tonton filmnya di bioskop 1 Maret 2018 ya. 


Enjoy the Movie

***


1000 Hari Pertama Kehidupan dan Gizi Seimbang, 2 Pilar Utama Menciptakan Generasi Emas

9 komentar
Salah satu tugas orangtua terhadap anak-anaknya adalah memberikan hal terbaik selama kehidupannya. Dimulai dari dalam kandungan sampai ia beranjak dewasa. Disebut sebagai seorang anak sampai berusia 18 tahun. Bahkan titik tertinggi perubahan secara psikologis sampai di usia tersebut. Saat ibu dinyatakan hamil oleh dokter kandungan atau bidan, satu fase perubahan seorang wanita dimulai. Perubahan fisik dan psikologis sangat terlihat. Perut membuncit dan rasa mual tak bisa dihindari. Saat inilah momen penting sang jabang bayi dimulai. Perjalanan panjang dari dalam kandungan sampai lahir ke dunia atau dikenal 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK).

Pengetahuan lebih dalam akan pentingnya 1000 HPK saya dapatkan dari diskusi Kesehatan dan Nutrisi bersama Nutrisi Untuk Bangsa (NUB) di Hotel Santika, TMII pada tanggal 20 Februari 2018. Dihadiri oleh rekan bloggers dan para pembicara diskusi. Saya menganggap materi ini penting sekali dibahas dan disebarkan kepada masyarakat luas. Melalui tulisan - tulisan blogger akan memberikan kontrisbusi yang baik dan mengingatkan mengenai isu kesehatan dan gizi ini. Hal ini disampaikan oleh bapak Arif Mujahidin perwakilan dari pihak Danone Indonesia saat memberikan kata sambutan. Saya terkesan bahwa peran blogger untuk menyebarkan informasi penting melalui dunia digital sangat diakui.




Pentingnya 1000 
Hari Pertama Kehidupan (HPK)


Ibu Endang L. Achadi, Prof,Dr,MPH,DrPH menerangkan tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) merupakan periode kehidupam seorang bayi atau anak dari masa kehamilan 9 bulan sampai usia 2 tahun. Biasanya seorang ibu dinyatakan hamil sudah ketahuan usia kandungannya lebih dari 1 bulan. Pada masa-masa awal kehamilan terjadi masa kritis perkembangan janin. 8 minggu pertama sejak terjadinya pembuahan dalam sel ovum maka pembentukan cikal bakal organ tubuh terbentuk. Mata, kaki, tangan, otak, kepala sudah terbentuk jika dilihat melalui USG. Kemudian peekembangan penting sebagian organ terbentu sampai akhir kehamilan dan masih terus berlanjut sampai 2 tahun pertama kehidupan. 
Perhitungan 1000 HPK 


Mengapa 1000 HPK Itu Penting? 

Dianggap penting karena apabila masa ini tidak dilalui dengan baik, maka akibatnya terhadap kecerdasan dan kesehatan bersifat permanen, sulit diperbaiki, dan berpengaruh terhadap dua generasi berikutnya. Menurut Dr David Barker yang mengenalkan Barker's Hypotesis yang mendasari pentingnya 1000 HPK yaitu 9 bulan dalam masa kandungan sampai 2 tahun pertama pasca lahir sebagai berikut : 

"Di dalam batasan yang luas yang ditentukan oleh gen yang kita warisi, setiap diri kita mempunyai suatu rentang pilihan hidup masing-masing. Lingkungan kiya yaitu di dalam kandungan dan beberapa bulan setelah lahir, memilihkan jalan khusus untuk pertumbuhan dan perkembangan yang lita jalani. Orang membicarakan tentang anak yang tumbuh mengikuti potensi genetiknya, padahal yang sesunghuhnya terjadi adalah anak tumbuh menyesuaikan diri dengan lingkungannya"

Jika terjadi kegagalan permanen saat 1000 HPK, maka akan menimbulkan dampak panjangnya seperti stunting, kecerdasan (kemampuam kognitif) rendah, risiko menderita penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes, stroke, penyakit jantung. Pada ibu hamil berat badan harus ideal pertambahannya, tidak boleh terlalu kurus. Antara tinggi badan dan berat badan juga harus seimbang karena sebagai tolak ukur perkembangan janin. 

Ki-ka : dr. Tirta Prawitasari, dr. Endang L. Achadi, dr.Yustina Anie Indriastuti

STUNTING
Pemerintah sedang menggembor-gemborkan tentang stunting. Stunting merupakan kondisi tubuh yang lebih pendek dari standar usianya, yang terjadi akibat gangguan atau hambatan pertumbuhan dan perkembangan organ tubuh. Bayi yang dilahirkan dengan panjang kurang dari 48 cm maka bayi tersebut termasuk pendek untuk usianya.

Kabar mirisnya Indonesia berada diurutan nomor 5 terbanyak di dunia jumlah balita stunting. Perbandingannya 4 dari 10 balita di Indonesia mengalami stunting. Stunting itu beda ya dengan kuntet, cebol atau kerdil. Bayi atau anak mengalami stunting karena keurangan gizi kronis yang berulang dan sering menderita penyakit infeksi. Biasanya mulai terjadi sejak dini, mulai dalam masa kandungan dalam periode 1000 HPK yang mengakibatkan pertumbuhan tulang dan organ tubuh lainnya terhambat. Indonesia juga termasuk didalam 47 negara dari 122 negara masalah stunting.

Sebagian bayi ada yang dilahirkan sebelum waktunya (premature), maka panjang dan berat lahirnya yang kurang itu bukan diartikan sebagai kekurangan zat gizi. Bila anak yang stunting adalah seorang perempuan dan kemudiam hamil, maka bayi yang di kandung mempunyai risiko untuk tidak tumbuh optimal karena mu gkin panggulnya sempit yang dapat membatasi pertumbuhan janin. Akibatnya siklus stunting antar generasi yang menimbulkan stunting merupakan hasil dadi keturunan. 


Kemampuan Kognitif Rendah
Pertumbuhan dan perkembangan otak terhambat akibat kekurangan gizi kronis. Maka jumlah sel-sel otak yang terbentuk sedikit. Tapi jangan khawatir setelah 2 tahun pertama fungsi kognitif masih bisa diasah dengan stimulasi dan gizi yang baik. Salah satu alasan program PAUD dibuat agar meningkatkan fungsi kognitif anak. Menurut data penelitian dari 13 propinsi, anak dengan rentang usia 7-8 tahun sebanyak hampir 49% mempunyai kemampuan kognitif kurang.  Untuk tingkat kompetensi anak Indonesia secara global berada di bawah negara Singapura, Vietnam dan Thailand.  Indonesia berada diurutan ke 62 dari 70 negara.

Penyakit Tidak Menular (PTM
1000 HPK juga dikaitkan dengan penyakit tidak menular (PTM). Prof. David Barker pernah meneliti 2 daerah di Inggris yang memiliki risiko penyakit jantung. Ternyata penyakit jantung bukan hanya ditemukan daerah yang tidak miskin, tapi juga daerah yang sebagian besar penduduknya miskin. Kenapa? Karena terjadinya PTM berawal sejak seseorang berada dalam kandungan yang didasari oleh anak yang lahir dengan berat badan kecil atau berat badan lahir rendah (BBLR) yang banyak menderita penyakit kronis. Barker juga menyatakan bahwa risiko PTM bukan hanya terjadi antar generasi (ibu ke anak), tapi juga trans-generasi (nenek ke cucu). 

Janin itu memiliki sifat plastis atau lentur. Kemampuan penyesuaian yang sangat baik terhadap lingkungannya, termasuk lingkungan yang kekurangan zat gizi. Dikenal juga sebagai Developmental Plasticity yaitu plastisitas yang terjadi disaat pertumbuhan dan perkembangan tubuh dan organ terjadi.

Kelompok 1000 Hari Pertama Kehidupan yaitu ibu hamil, ibu menyusui, bayi 0-6 bulan dan bayi atau anak 6-24 bulan. Lalu apa yang bisa diupayakan agar tetap terjaga perkembangan anak di 1000 HPK? Berikan asupan adekuat yang bergizi seimbang, khusus bayi usia 0-6 bulan hanya ASI saja dan upayakan tidak terkena penyakit infeksi.

Upaya yang dilakukan


Gizi Seimbang Untuk Bayi dan Anak 
Usia 0-24 Bulan 



Dulu kita mengenal 4 sehat 5 sempurna kan, sekarang sudah tidak berlaku lagi. Kalau kata Dr. Tirta Prawita Sari, M.Sc., Sp.GK "Uninstal ya pedoman 4 sehat 5 sempurna, lalu upgrade menjadi gizi seimbang". Gizi seimbang adalah keanekaragaman makanan dalam jumlah dan proporsi tertentu serta upaya menjaga status gizi normal. Penerapan gizi seimbang pada bayi dan anak usia 0-24 bulan mengikuti prinsip 4 pilar yaitu :

  1. Makan beraneka ragam makanan
  2. Pola hidup bersih
  3. Aktivitas fiik 
  4. Menjaga berat badan ideal

Kelompok usia 0-24 bulan dibagi menjadi 3 bagian menurut permasalahan dan fokus yang berbeda mengikuti kondisi fisiologisnya yaitu kelompok usia 0-6 bulan, kelompok usia 6-11 bulan dan kelompok usia 12-36 bulan. Menyusun menu gizi seimbang dibagi menurut kelompok makanan dan manfaatnya. Kelompok makanan pokok sebagai sumber energi dari karbohidrat, lauk pauk sebagai sumber zat pembangun dari protein, sayur dan buah sebagai sumber zat pengatur dari vitamin dan mineral, kelompok air berfungsi sebagai metabolisme. 

Bagi ibu hamil dan menyusui membutuhkan asupan yang lebih banyak. Mereka membutuhkan tambahan energi sekitar 180-400 kkal serta 20 gram ekstra protein/hari agar kebutuhan zat gizi janin dan bayi terpenuhi. Contoh makanan yang kaya akan sumber protein seperti telur ayam, kacang-kacangan, tempe, ayam tanpa kulit, ikan. 

Ibu hamil dan menyusui juga membutuhkan tambahan asupan zat besi. Bagi ibu hamil zat besi dibutuhkan sebagai persiapan menghadapi persalinan yang akan terjadinya pendarahan, untuk menjamin hantaran oksigen yang dibutuhkan sehingga metabolisme berjalan baik, zat besi dibutuhkan untuk janin sebagai persiapan cadangan zat besi saat lahir hingga berusia 6 bulan. Setelah lewat masa ASI eksklusif, zat besi yang terdapat pada ASI jumlahnya kurang untuk kebutuhan si bayi. Maka itu setelah 6 bulan bayi harus segera diberi makanan pendamping ASI (MP ASI). 

Tiap zat besi yang masuk ke dalam tubuh penyerapannya (absorpsi) berbeda-beda, tergantung bioavaibilitasnya, maksudnya kecepetan absorpsi zat dan jumlah zat tersebut yang diabsorpsi secara utuh oleh tubuh dan masuk ke dalam sirkulasi sistemik. Sumber zat besi bisa diperoleh dari hewani (heme) dan nabati (non heme). Misalnya kamu makan daging sebanyak 5-10%, penyerapan zat besinya bisa 25 %., sedangkan kalau makan sayur bayam palingan penyerapannya hanya 5 %. Bila bayi usia 12-23 bulan hanya diberikan ASI saja, maka yang terjadi bayi mengalami defisit zat besi sebanyak 550 ml/hari atau 90% dari MP ASI-nya. 




Ingat ya ayah dan bunda !
ASI adalah makanan terbaik bagi anak usia 0- 24 bulan. Selama 6 bulan pertama HANYA ASI, setelahnya berikan makanan pendamping ASI untuk memenuhi kebutuhan zat gizi bayi dan anak.


Setelah usia 6 bulan bayi boleh diberikan makanan pendamping. Nggak perlu repot menyiapkan MP ASI, cukup siapkan bahan-bahan makanan sehari-hari, asal tidak menggunakan bumbu yang tajam dan pedas. Pada dasarnya ada 10 prinsip pemberian MP ASI seperti di bawah ini.


WHO mengeluarkan panduan praktek pemberian makanan pada bayi yang terdapat syarat keragaman makanan minimal yang harus dipenuhi oleh MP ASI (Minimum Dietary Diversity) yaitu apabial terdapat 4 dari 7 jenis makanan atau yang dikenal sebutan menu 4 bintang. Jenis-jenis makanannya yaitu sumber karbohidrat, kacang-kacangan, susu dan produk susu, telur, daging hewan, buah dan sayuran kaya vitamin A, buah dan sayuran lainnya. 

Selain itu, perhatikan pula frekuensi pemberian makan yang menjadi salah satu indikator praktik pemberian makan yang baik (Minimum Meal Frequency). Pemberiannya dikelompokan sesuai usia ya. 

sumber diktat materi pelatihan
"Journalist Goes To Campus

Jika keduanya, Minimum Dietary Diversity dan Minimum Meal Frequency digabungkan, maka menjadi Minimum Accaptable Diet, ukuran penerimaan makanan yang cukup bagi tubuh.

DR. Dr. Yustina Anie Indriasti, M.Sc., Sp.GK memberikan tips membuat dan memberikan MP ASI yang benar, yaitu :

  • Upayakan dapur dan peralatan masak terpisah dengan orang dewasa.
  • Menggunakan stainles steel dan jangan menggunakan kayu, melamine, sterofoam, plastik yang tidak aman.
  • Menggunakan lap sendiri serta dicuci setiap hari.
  • Cuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir sebelum memasak dan menyiapkan MP ASI.
  • Bila memotong gunakan sarung tangan.
  • Apabila yang memasak terkena tifus atau diare tidak boleh memasak sampai dinyatakan sembuh.
  • Ambilah sesuai kebutuhan.
  • Suapi anak sedikit demi sedikit sampai habis.
  • Jika ada sisa makanan langsung dibuang.
  • Berikan minum air putih setelah makan.
  • Gosok gigi.

Keseruan bloggers setelah diskusi
Sumber @nutrisi_bangsa

Wow....panjang ya ulasan tentang nutrisi dan kesehatan ini. Sebenarnya masih banyak yang belum saya tulis, ini hanya sebagian yang penting saja. Memang tidak ada habisnya membahas mengenai kesehatan. 1000 HPK menjadi pedoman utama untuk memajukan generasi bangsa di masa emas. Yuk, ayah bunda jaga masa depan anak-anak kita sejak dini. Kelak mereka menjadi orang berguna bagi bangsa dan keluarga.



***


Yuk, Ayah Bunda Stimulasi Sensorik Si Kecil Dengan Bermain

5 komentar
Semua anak pasti suka sekali bermain. Karena bermain adalah kegiatan yang membuat mereka fun, aktif dan penuh semangat. Anak kalau sudah bermain dengan teman sebaya dan mainan kesuakaannya kadang suka lupa waktu. Seperti yang anak saya lakukan, Arkana (5) sedang hobi main sepeda. Setelah pulang sekolah Bimba dan buka seragam, sepeda menjadi sasaran utamnya. Saya si nggak melarang asal bermainnya tidak jauh dari lingkungan rumah dan tahu dengan siapa ia bermain. Memang asyik ya bermain. Bebas tanpa memikirkan deadline tulisan...ehhh...


Saya jadi teringat pemaparan salah satu psikolog dari Tiga Generasi, Putu P.D Andani, M.Psi saat acara ELC beberapa minggu lalu. Beliau mengatakan bermain adalah kegiatan yang melibatkan perasaan senang atau perasaan positif, dinikmati serta berdasarkan inisiatif atau keputusan anak atau individu tersebut. Misal bayi mendengar musik dan tertawa, bayi merangkak, meraih mainan di dekatnya. Bermain itu memiliki beberapa manfaat sebagai berikut :

👍Mengoptimalkan perkembangan fisik, konsep dan sosial.
👍Mengeluarkan energi berlebih.
👍Memulihkan tenaga dan kepenatan.
👍Penyaluran emosi, mengatasi pengalaman traumatik, fungsi metafora pada bermain.
👍Memunculkan fleksibilitas perilaku dan imajinasi. Bandingkan dengan gadget.

Ternyata bermain itu bukan hanya sekedar bermain saja, tapi juga melatih gerak tubuh dan bisa menstimulasi sensorik anak. Memang anak-anak kalau sudah bermain pasti bermacam-macam kelakuannya. Semua anggota tubuh bergerak aktif, bahkan mereka sampai berkeringat. Hitung-hitung olahraga bakar lemak juga kan. Meskipun begitu anak-anak tetap bahagia dan ingin terus bermain. Tapi, apakah cukup dengan bermain begitu saja tanpa ada arahan dari orang tua? Jawabannya tidak. Orang tua harus berperan aktif saat anak bermain. Sebisa mungkin temani ia saat bermain, jangan sibuk dengam gadget ya moms and dads 😊. Orang tua bisa memilih permainan anak yang syarat bisa menstimulasi sensoriknya. 

Kebetulan sekali saya bisa hadir di acara media brunch bersama ELC (Early Learning Centre) di Nomz Kitchen & Pastry (150218). Acara yang bertema Parenting 101 : Stimulasi Bermain dan Faktor Kebiasaan Anak Sebelum Sekolah. Berarti acara ini membahas tentang stimulasi anak dengan retang usia 0-3 tahun. Wah, cocok nih buat bayiku yang sedang aktif-aktifnya mengeksplor diri dengan mainan. Dihadiri oleh 2 pembicara yaitu Noella (Ui) Birowo, M.Sc,  founder TigaGenerasi dan penulis buku Anti Panik  dan Bayu Wijanarko selaku ELC Toys Expert.

Noella Birowo dan Bayu Wijanarko

Sebelum memasuki usia sekolah beberapa hal yang harus diperhatikan orangtua adalah kemampuan sensorik pada anak sejak dini. Dengan mengasah kemampuan sensoriknya, anak akan lebih peka terhadap kemampuannya. Biarkan anak mengeksplor yang ada di sekitarnya dengan bermain. Tentunya memberikan mainan yang memiliki fungsi edukatif untuk proses perkembangan kemampuan sensorik anak. "Para orang tua bisa memberi jenis mainan yang sesuai dengan jenis kegiatan, usia, dan kemampuan anak untuk mendapatkan hasil yang optimal hingga tahap krusial perkembangan anak" ujar Noella.

Hal yang sering terjadi saat anak memasuki usia sekolah adalah anak merasa takut untuk mencoba hal baru, sulit bersosialisasi dengan teman baru ataupun kurang peka dengan lingkungan sekitar. Maka itu anak perlu dikenalkan semua itu dari orangtua di rumah, perlu aspek pendukung bagi anak mengembangkan kemampuan sensorik, motorik, dan sosialnya sejak dini. Yang paling penting adalah pendampingan orangtua di tiap momen bermain anak agar bisa mengekplorasi fungsi mainan tersebut. Jangan anaknya bermain mainannya, tapi si ibu main handphone, yang terjadi tidak terjalin komunikasi yang efektif.

Melalui permainan menjadi solusi bagi orang tua dalam mengembangkan panca indera anak sejak dini. Anak bisa mengeksplorasi dan terangsang untuk mempelajari hal-hal baru. Anak-anak paling suka kan kalau melihat sesuatu yang baru dan langsung ingin mencobanya. Saat baru lahir fase dimana anak memulai indera penglihatan dan sentuhan. Dianjurkan jangan terlalu lama memakaikan sarung tangan. Masuk usia 3 bulan anak sudah mampu mengontrol gerakan tangan dan kakinya, usia 6 bulan anak bisa duduk atau merangkak, usia 9-12 bulan anak ada di tahap perkembanagan yang aktif (merangkak, merambat, berdiri), usia 18 bulan sampai seterusnya anak mulai berimajinasi dan mengeksplor hal-hal baru.

Sagara antusias lihat mainan ini

Sebagai spesialis pada mainan edukatif, ELC mempersembahkan seri mainan terbaru bertema "Little Senses". Seri mainan ini terdiri dari Sensory High Chair Toy, Sensory Activity Table, Sensory Stacking Rings dan Sensory Shape Sorter. Saya sempat ngobrol sebentar dengan Bayu Wijanarko, tiap mainan yang dibuat oleh ELC sangat memperhatikan keamanan. Bahkan mainan yang ada baterenya, dikunci oleh baut. Bahan maianan yang terbuat dari plastik berkualitas, tidak luntut warnanya kalau sampai dimasukkan ke dalam mulut anak dan dipastikan tidak ada partikel-partikel kecil yang bisa tertelan oleh anak.

Salah satu mainan seri little senses yaitu Sensory Activity Table, dilengkapi lampu berwarna kelap kelip dan suara menarik yang merangsang keingintahuan anak untuk berbagai variasi memasukkan bola, memijat, menarik, mencari bola yang dimasukkan. Memberikan variasi bermain dengan konsep "sebab akibat" dan juga daya ingat dan konsentrasi anak.

Selain itu ada Sensory Stacking Rings berbentuk diameter ring bervariasi dari kecil hingga besar, hal ini akan meningkatkan pengetahuan anak mengenai konsep besar kecil permainan diselesaikan dengan memasang kepala di atas ring terakhir sehingga anak dapat belajar bermain secara utuh dan lengkap dari awal hingga akhir atau bisa mengenal problem solving. 


Seri mainan little senses dari ELC

Wah...asyik banget kan memilih mainan anak sekaligus bisa mengedukasi mereka. Saat masuk sekolah nanti anak-anak jadi tambah percaya diri dan bisa membaur dengan lingkungan sekitar. Saya suka sekali mainan dari ELC karena tahan pecah. Jadi awet sekali. Warna mainannya juga cerah, bentuknya lucu-lucu dan disesuaikan dengan usia anak. Bagi yang ingin memiliki ELC Little Senses ini tersedia di seluruh gerai ELC, website www.elc.co.id atau instagaramnya @elcindo,  untuk kisaran usia anak mulai dari 9-36 bulan. Sagara pas banget nih bisa mencoba mainan little senses ini.

Oh ya saat acara media brunch ini dihadiri oleh beberapa ibu-ibu muda dari kalangan artis seperti Melaney Ricardo, Tantri "Kotak", Tya Ariestya, Chua "Kotak" dr. Reisa Brotoasmoro, Intan RJ. Seru -seru banget mereka kalau sedang ngumpul. So, masa kanak-kanak cuma sekali ayah bunda. Maka itu manfaatkan kesempatan yang ada saat ini. Ajaklah anak bermain dengan riang gembira. Tentunya didukung juga dengan mainan yang edukatif. Jadi, saat anak mulai masuk sekolah ia bisa lebih siap menghadapi lingkungan sekitar.



Let's play together !



***




Eiffel I'm in Love 2 is back ! Setelah 12 Tahun Long Distance Relationship

Tidak ada komentar
Kehadiran bulan Februari identik dengan keromantisan. Bagi yang punya pasangan sorry ya buat yang jomblo ingin mengungkapkan rasa sayangnya di satu hari yang special, sebut saja Valentine Day atau hari kasih sayang. Sebenarnya bukan hanya hari itu saja ya bisa ungkapin rasa sayang, tapi setiap hari bisa kita utarakan kepada orang-orang terkasih. Betul kan. Ungkapan rasa sayang itu bisa macam-macam, salah satunya bisa ajak nonton film yang pas banget rilis di tanggal 14 Februari 2018. Film yang dulu sukses di tahun 2003, kini kembali lagi menyapa para penggemarnya. Beruntungnya saya bisa hadir di first screening Eiffel I'm in Love 2. 



EIFFEL I'M IN LOVE 2


PRODUKSI
Soraya Intercine Films

PRODUSER
Sunil Soraya

SUTRADARA
Rizal Mantovani

SKENARIO
Dona Rosamayna

PEMAIN
Shandy Aulia, Samuel Rizal, Tommy Kurniawan, Saphira Indah, Helmy Yahya, Hilda Arifin, Shakira Alatas


Official Poster

Sudah 12 tahun berlalu, Tita (Shandy Aulia) kini sudah beranjak dewasa. Namun ia masih dianggap anak kecil oleh ayah bundanya. Di usianya yang menginjak 27 tahun ia tidak diperbolehkan memiliki handphone. Hellow... 2018 gitu loh, masa nggak megang gadget. Tita kalah saing nih sama anak zaman now 😊. Meskipun begitu hubungan jarak jauh dengan Adit (Samuel Rizal) masih berlanjut sampai sekarang. Mereka menjalani long distance relationship alias LDR. Jakarta - Paris. Coba itu ya dihitung berapa kilometer jaraknya. Jauuuhhh banget kan. Salut lah sama mereka bisa bertahan selama itu. Kalau kalian LDR an segitu lamanya kuat nggak? 

Karena ada suatu hal, Ayah (Helmy Yahya) dan Bundanya (Hilda Arifin) berencana pergi ke Paris sekeluarga. Pastinya Tita mau banget ikut kan karena bisa bertemu dengan pujaan hati. Tahu kan kalau Adit dan Tita sering banget ribut. Padahal cuma hal-hal kecil. Tapi mereka tetep awet ya pacaran jarak jauh. Kalau kalian gimana? Saat LDR sama Adit ada sahabat Tita yang selalu jadi tempat curhatnya. Ternyata diam-diam sahabatnya ini menyimpan rasa ke Tita. Siapa si orangnya? Nonton aja ya. 

Para pemain menyapa penonton di studio bioskop

Rizal Mantovani dipercaya untuk menggarap film sequel ini. Dalam bulan yang sama sutradara handal ini menelurkan 2 film dengan genre yang berbeda. Saya sempat bertanya saat bertemu di gala premiere film Bayi Gaib, mana yang memiliki ekspetasi tinggi. Ia menjawab, tidak bisa mengemukakan mana yang lebih banyak penontonnya. Karena film jika sudah beredar maka menjadi milik masyarakat sepenuhnya. Tugas sutradara hanya membuat karya yang bagus dan dibantu oleh tim yang solid. 

Sedangkan original soundtrack masih diciptakan oleh duo composer hebat, Melly Goeslaw dan Anto Hoed. Kali ini Melly Goeslaw mengajak Adi Karaf berduet menyanyikan lagu "Ujung Rindu" serta Rama Davis mengisi lagu " I Do". Saya baru dengar nama dua cowo ini. Teh Melly memang jago deh mendapatkan teman duet yang bagus-bagus. Lagu-lagu lama di film yang pertama dibuat ulang aransememnya. Kalau kalian sudah lihat trailernya pasti tahu lagu apa itu. 


Official trailer


LDR tidak mudah dijalani bagi sebagian orang. Butuh komitmen dan kepercayaan penuh pada pasangan. Kira-kira pesan itu yang bisa saya ambil setelah menonton Eiffel I'm in Love 2. Film bergenre drama romantis yang melepaskan kerinduan kelanjutan hubungan Tita dan Adit ini. Apaka mereka akhirnya menikah atau tetap menjalani LDR? Kasih tahu nggak ya...
Nonton aja deh filmnya di bioskop mulai 14 Februari 2018. Bagi yang jomblo jangan nonton sendirian, berat !



Enjoy the movie !


***