Bulan Juli menjadi momen yang tepat untuk menciptakan lebih banyak kenangan bersama keluarga. Di awal bulan orang tua disibukkan dengan mendaftarkan anak ke sekolah, pertengahan bulan disibukkan dengan momen antar anak sekolah, dan di akhir bulan ada momen hari merayakan untuk semua anak Indonesia yaitu Hari Anak Nasional, tepatnya tanggal 23 Juli. Hadirnya peringatan ini jadi kesempatan Dompet Dhuafa menggelar acara yang begitu inspiratif untuk anak yatim.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Maret 2024, tingkat kemiskinan nasional berada di angka 8,85%, menurun dari 9,36% pada tahun sebelumnya. Namun, angka ini masih setara dengan sekitar 24 juta jiwa yang hidup di bawah garis kemiskinan. Data ini menunjukkan bahwa meski ada penurunan, kemiskinan masih menjadi persoalan serius, terutama bagi kelompok rentan seperti anak yatim.
Seperti yang kita ketahui bahwa Dompet Dhuafa sudah berjalan lebih dari 33 tahun dan berkontribusi menghadirkan layanan bagi pemberdayaan dan pengembangan umat. Dalam pemberdayaan anak yatim, Dompet Dhuafa punya program bernama BesTeam (Bestian sama Yatim) yang memiliki empat pilar utama yaitu Best Heart, Best Mind, Best Future, dan Best Impact.
Melalui program ini, maka Dompet Dhuafa menghadirkan Indonesia Dream Festival 2026 dengan tema "1000 Dreams, One Festival" pada hari Minggu, 26 Juli 2026, berlokasi di LG Floor Pasaraya Blok M, Jakarta. Kebetulan saya menghadiri acaranya. Ini ajang satu hari penuh inspirasi dan langkah untuk mewujudkan mimpi anak yatim Indonesia. Ini bukan hanya sekadar festival keluarga, tapi juga sebuah gerakan yang mengajak masyarakat untuk menumbuhkan potensi atau cita-cita anak yatim.
Festival ini dirancang sebagai ruang yang menggabungkan edukasi, kreativitas, budaya, permainan, serta pengalaman inspiratif yang mendorong anak-anak yatim dan dhuafa untuk berani bermimpi, mengenali potensi diri, menampilkan bakat terbaik, serta membangun karakter melalui nilai-nilai kebaikan, kepedulian, dan kebersamaan.
Sebagai pengunjung saya menikmati sekali acaranya, meskipun tempatnya nggak begitu besar dan ramai oleh pengunjung Pasaraya lainnya. Makin sore makin banyak yang datang atau sekadar melihat suasana. Kebetulan saya bawa Si Kecil ke acara ini dan mengajaknya berkeliling ke beberapa zona yang dihadirkan yaitu ada Dream Zone, Talent Zone, Kindness Zone, Play Zone dan Care Zone. Semua zona tersebut memiliki aktivitas yang berbeda-beda. Dan anak saya betah di Play Zone karena bisa corat-coret kertas pakai spidol bersama komunitas doodle art.
Di panggung Talent Zone, ada kompetisi yang diikuti anak-anak. Ada yang ikut lomba bernyanyi, dakwah, dan menari. Semuanya tampil dengan rasa percaya diri dan menarik perhatian para juri pastinya. Saya kagum sekaligus haru melihat bakat-bakat anak yatim dan dhuafa yang berpotensi. Semoga acara ini jadi momen core memory yang membekas buat mereka sehingga bisa meraih cita-cita.
Selain lomba, ada inspirasi talkshow bersama narasumber Wiwied Salman, Quinn Salman dan Ayah Irwan dengan mengusung tema "Bekal Hebat untuk Meraih Mimpi", sesi tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman bahwa setiap cita-cita tidak hanya diraih melalui keberanian untuk bermimpi, tetapi juga melalui bekal yang kuat berupa kesehatan, karakter yang baik, serta dukungan dari lingkungan sekitar.
Dompet Dhuafa juga memberikan apresiasi dalam BesTeam Award melalui program BesTeam kepada individu, komunitas, perusahaan, maupun figur publik yang telah menunjukkan komitmen, kepedulian, dan kontribusi nyata dalam mendukung tumbuh kembang anak yatim di Indonesia. Jadi masyarakat nggak cuma ikut programnya, tapi juga dihargai oleh Dompet Dhuafa dengan penghargaan.
Indonesia Dream Festival juga menjadi wujud nyata kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak melalui program pemeriksaan kesehatan mata dan pemberian kacamata gratis bagi anak yang membutuhkan, serta penyaluran berbagai bantuan penunjang seperti santunan, paket school kit, dan bentuk dukungan lainnya sebagai upaya membantu mereka meraih masa depan yang lebih baik.
Saya rasa acara seperti ini mesti diadakan sesering mungkin. Karena dapat menumbuhkan minat dan cita-cita anak Indonesia, khususnya anak yatim. Sebagai wujud kepedulian ini, kita bisa berkontribusi ke micro-site yatim.dompetdhuafa.org. Harapannya program ini terus berkelanjutan dan mendukung anak yatim menjadi generasi cemerlang di masa mendatang.





Tidak ada komentar