Tampilkan postingan dengan label gizi seimbang. Tampilkan semua postingan

1000 Hari Pertama Kehidupan dan Gizi Seimbang, 2 Pilar Utama Menciptakan Generasi Emas

9 komentar
Salah satu tugas orangtua terhadap anak-anaknya adalah memberikan hal terbaik selama kehidupannya. Dimulai dari dalam kandungan sampai ia beranjak dewasa. Disebut sebagai seorang anak sampai berusia 18 tahun. Bahkan titik tertinggi perubahan secara psikologis sampai di usia tersebut. Saat ibu dinyatakan hamil oleh dokter kandungan atau bidan, satu fase perubahan seorang wanita dimulai. Perubahan fisik dan psikologis sangat terlihat. Perut membuncit dan rasa mual tak bisa dihindari. Saat inilah momen penting sang jabang bayi dimulai. Perjalanan panjang dari dalam kandungan sampai lahir ke dunia atau dikenal 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK).

Pengetahuan lebih dalam akan pentingnya 1000 HPK saya dapatkan dari diskusi Kesehatan dan Nutrisi bersama Nutrisi Untuk Bangsa (NUB) di Hotel Santika, TMII pada tanggal 20 Februari 2018. Dihadiri oleh rekan bloggers dan para pembicara diskusi. Saya menganggap materi ini penting sekali dibahas dan disebarkan kepada masyarakat luas. Melalui tulisan - tulisan blogger akan memberikan kontrisbusi yang baik dan mengingatkan mengenai isu kesehatan dan gizi ini. Hal ini disampaikan oleh bapak Arif Mujahidin perwakilan dari pihak Danone Indonesia saat memberikan kata sambutan. Saya terkesan bahwa peran blogger untuk menyebarkan informasi penting melalui dunia digital sangat diakui.




Pentingnya 1000 
Hari Pertama Kehidupan (HPK)


Ibu Endang L. Achadi, Prof,Dr,MPH,DrPH menerangkan tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) merupakan periode kehidupam seorang bayi atau anak dari masa kehamilan 9 bulan sampai usia 2 tahun. Biasanya seorang ibu dinyatakan hamil sudah ketahuan usia kandungannya lebih dari 1 bulan. Pada masa-masa awal kehamilan terjadi masa kritis perkembangan janin. 8 minggu pertama sejak terjadinya pembuahan dalam sel ovum maka pembentukan cikal bakal organ tubuh terbentuk. Mata, kaki, tangan, otak, kepala sudah terbentuk jika dilihat melalui USG. Kemudian peekembangan penting sebagian organ terbentu sampai akhir kehamilan dan masih terus berlanjut sampai 2 tahun pertama kehidupan. 
Perhitungan 1000 HPK 


Mengapa 1000 HPK Itu Penting? 

Dianggap penting karena apabila masa ini tidak dilalui dengan baik, maka akibatnya terhadap kecerdasan dan kesehatan bersifat permanen, sulit diperbaiki, dan berpengaruh terhadap dua generasi berikutnya. Menurut Dr David Barker yang mengenalkan Barker's Hypotesis yang mendasari pentingnya 1000 HPK yaitu 9 bulan dalam masa kandungan sampai 2 tahun pertama pasca lahir sebagai berikut : 

"Di dalam batasan yang luas yang ditentukan oleh gen yang kita warisi, setiap diri kita mempunyai suatu rentang pilihan hidup masing-masing. Lingkungan kiya yaitu di dalam kandungan dan beberapa bulan setelah lahir, memilihkan jalan khusus untuk pertumbuhan dan perkembangan yang lita jalani. Orang membicarakan tentang anak yang tumbuh mengikuti potensi genetiknya, padahal yang sesunghuhnya terjadi adalah anak tumbuh menyesuaikan diri dengan lingkungannya"

Jika terjadi kegagalan permanen saat 1000 HPK, maka akan menimbulkan dampak panjangnya seperti stunting, kecerdasan (kemampuam kognitif) rendah, risiko menderita penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes, stroke, penyakit jantung. Pada ibu hamil berat badan harus ideal pertambahannya, tidak boleh terlalu kurus. Antara tinggi badan dan berat badan juga harus seimbang karena sebagai tolak ukur perkembangan janin. 

Ki-ka : dr. Tirta Prawitasari, dr. Endang L. Achadi, dr.Yustina Anie Indriastuti

STUNTING
Pemerintah sedang menggembor-gemborkan tentang stunting. Stunting merupakan kondisi tubuh yang lebih pendek dari standar usianya, yang terjadi akibat gangguan atau hambatan pertumbuhan dan perkembangan organ tubuh. Bayi yang dilahirkan dengan panjang kurang dari 48 cm maka bayi tersebut termasuk pendek untuk usianya.

Kabar mirisnya Indonesia berada diurutan nomor 5 terbanyak di dunia jumlah balita stunting. Perbandingannya 4 dari 10 balita di Indonesia mengalami stunting. Stunting itu beda ya dengan kuntet, cebol atau kerdil. Bayi atau anak mengalami stunting karena keurangan gizi kronis yang berulang dan sering menderita penyakit infeksi. Biasanya mulai terjadi sejak dini, mulai dalam masa kandungan dalam periode 1000 HPK yang mengakibatkan pertumbuhan tulang dan organ tubuh lainnya terhambat. Indonesia juga termasuk didalam 47 negara dari 122 negara masalah stunting.

Sebagian bayi ada yang dilahirkan sebelum waktunya (premature), maka panjang dan berat lahirnya yang kurang itu bukan diartikan sebagai kekurangan zat gizi. Bila anak yang stunting adalah seorang perempuan dan kemudiam hamil, maka bayi yang di kandung mempunyai risiko untuk tidak tumbuh optimal karena mu gkin panggulnya sempit yang dapat membatasi pertumbuhan janin. Akibatnya siklus stunting antar generasi yang menimbulkan stunting merupakan hasil dadi keturunan. 


Kemampuan Kognitif Rendah
Pertumbuhan dan perkembangan otak terhambat akibat kekurangan gizi kronis. Maka jumlah sel-sel otak yang terbentuk sedikit. Tapi jangan khawatir setelah 2 tahun pertama fungsi kognitif masih bisa diasah dengan stimulasi dan gizi yang baik. Salah satu alasan program PAUD dibuat agar meningkatkan fungsi kognitif anak. Menurut data penelitian dari 13 propinsi, anak dengan rentang usia 7-8 tahun sebanyak hampir 49% mempunyai kemampuan kognitif kurang.  Untuk tingkat kompetensi anak Indonesia secara global berada di bawah negara Singapura, Vietnam dan Thailand.  Indonesia berada diurutan ke 62 dari 70 negara.

Penyakit Tidak Menular (PTM
1000 HPK juga dikaitkan dengan penyakit tidak menular (PTM). Prof. David Barker pernah meneliti 2 daerah di Inggris yang memiliki risiko penyakit jantung. Ternyata penyakit jantung bukan hanya ditemukan daerah yang tidak miskin, tapi juga daerah yang sebagian besar penduduknya miskin. Kenapa? Karena terjadinya PTM berawal sejak seseorang berada dalam kandungan yang didasari oleh anak yang lahir dengan berat badan kecil atau berat badan lahir rendah (BBLR) yang banyak menderita penyakit kronis. Barker juga menyatakan bahwa risiko PTM bukan hanya terjadi antar generasi (ibu ke anak), tapi juga trans-generasi (nenek ke cucu). 

Janin itu memiliki sifat plastis atau lentur. Kemampuan penyesuaian yang sangat baik terhadap lingkungannya, termasuk lingkungan yang kekurangan zat gizi. Dikenal juga sebagai Developmental Plasticity yaitu plastisitas yang terjadi disaat pertumbuhan dan perkembangan tubuh dan organ terjadi.

Kelompok 1000 Hari Pertama Kehidupan yaitu ibu hamil, ibu menyusui, bayi 0-6 bulan dan bayi atau anak 6-24 bulan. Lalu apa yang bisa diupayakan agar tetap terjaga perkembangan anak di 1000 HPK? Berikan asupan adekuat yang bergizi seimbang, khusus bayi usia 0-6 bulan hanya ASI saja dan upayakan tidak terkena penyakit infeksi.

Upaya yang dilakukan


Gizi Seimbang Untuk Bayi dan Anak 
Usia 0-24 Bulan 



Dulu kita mengenal 4 sehat 5 sempurna kan, sekarang sudah tidak berlaku lagi. Kalau kata Dr. Tirta Prawita Sari, M.Sc., Sp.GK "Uninstal ya pedoman 4 sehat 5 sempurna, lalu upgrade menjadi gizi seimbang". Gizi seimbang adalah keanekaragaman makanan dalam jumlah dan proporsi tertentu serta upaya menjaga status gizi normal. Penerapan gizi seimbang pada bayi dan anak usia 0-24 bulan mengikuti prinsip 4 pilar yaitu :

  1. Makan beraneka ragam makanan
  2. Pola hidup bersih
  3. Aktivitas fiik 
  4. Menjaga berat badan ideal

Kelompok usia 0-24 bulan dibagi menjadi 3 bagian menurut permasalahan dan fokus yang berbeda mengikuti kondisi fisiologisnya yaitu kelompok usia 0-6 bulan, kelompok usia 6-11 bulan dan kelompok usia 12-36 bulan. Menyusun menu gizi seimbang dibagi menurut kelompok makanan dan manfaatnya. Kelompok makanan pokok sebagai sumber energi dari karbohidrat, lauk pauk sebagai sumber zat pembangun dari protein, sayur dan buah sebagai sumber zat pengatur dari vitamin dan mineral, kelompok air berfungsi sebagai metabolisme. 

Bagi ibu hamil dan menyusui membutuhkan asupan yang lebih banyak. Mereka membutuhkan tambahan energi sekitar 180-400 kkal serta 20 gram ekstra protein/hari agar kebutuhan zat gizi janin dan bayi terpenuhi. Contoh makanan yang kaya akan sumber protein seperti telur ayam, kacang-kacangan, tempe, ayam tanpa kulit, ikan. 

Ibu hamil dan menyusui juga membutuhkan tambahan asupan zat besi. Bagi ibu hamil zat besi dibutuhkan sebagai persiapan menghadapi persalinan yang akan terjadinya pendarahan, untuk menjamin hantaran oksigen yang dibutuhkan sehingga metabolisme berjalan baik, zat besi dibutuhkan untuk janin sebagai persiapan cadangan zat besi saat lahir hingga berusia 6 bulan. Setelah lewat masa ASI eksklusif, zat besi yang terdapat pada ASI jumlahnya kurang untuk kebutuhan si bayi. Maka itu setelah 6 bulan bayi harus segera diberi makanan pendamping ASI (MP ASI). 

Tiap zat besi yang masuk ke dalam tubuh penyerapannya (absorpsi) berbeda-beda, tergantung bioavaibilitasnya, maksudnya kecepetan absorpsi zat dan jumlah zat tersebut yang diabsorpsi secara utuh oleh tubuh dan masuk ke dalam sirkulasi sistemik. Sumber zat besi bisa diperoleh dari hewani (heme) dan nabati (non heme). Misalnya kamu makan daging sebanyak 5-10%, penyerapan zat besinya bisa 25 %., sedangkan kalau makan sayur bayam palingan penyerapannya hanya 5 %. Bila bayi usia 12-23 bulan hanya diberikan ASI saja, maka yang terjadi bayi mengalami defisit zat besi sebanyak 550 ml/hari atau 90% dari MP ASI-nya. 




Ingat ya ayah dan bunda !
ASI adalah makanan terbaik bagi anak usia 0- 24 bulan. Selama 6 bulan pertama HANYA ASI, setelahnya berikan makanan pendamping ASI untuk memenuhi kebutuhan zat gizi bayi dan anak.


Setelah usia 6 bulan bayi boleh diberikan makanan pendamping. Nggak perlu repot menyiapkan MP ASI, cukup siapkan bahan-bahan makanan sehari-hari, asal tidak menggunakan bumbu yang tajam dan pedas. Pada dasarnya ada 10 prinsip pemberian MP ASI seperti di bawah ini.


WHO mengeluarkan panduan praktek pemberian makanan pada bayi yang terdapat syarat keragaman makanan minimal yang harus dipenuhi oleh MP ASI (Minimum Dietary Diversity) yaitu apabial terdapat 4 dari 7 jenis makanan atau yang dikenal sebutan menu 4 bintang. Jenis-jenis makanannya yaitu sumber karbohidrat, kacang-kacangan, susu dan produk susu, telur, daging hewan, buah dan sayuran kaya vitamin A, buah dan sayuran lainnya. 

Selain itu, perhatikan pula frekuensi pemberian makan yang menjadi salah satu indikator praktik pemberian makan yang baik (Minimum Meal Frequency). Pemberiannya dikelompokan sesuai usia ya. 

sumber diktat materi pelatihan
"Journalist Goes To Campus

Jika keduanya, Minimum Dietary Diversity dan Minimum Meal Frequency digabungkan, maka menjadi Minimum Accaptable Diet, ukuran penerimaan makanan yang cukup bagi tubuh.

DR. Dr. Yustina Anie Indriasti, M.Sc., Sp.GK memberikan tips membuat dan memberikan MP ASI yang benar, yaitu :

  • Upayakan dapur dan peralatan masak terpisah dengan orang dewasa.
  • Menggunakan stainles steel dan jangan menggunakan kayu, melamine, sterofoam, plastik yang tidak aman.
  • Menggunakan lap sendiri serta dicuci setiap hari.
  • Cuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir sebelum memasak dan menyiapkan MP ASI.
  • Bila memotong gunakan sarung tangan.
  • Apabila yang memasak terkena tifus atau diare tidak boleh memasak sampai dinyatakan sembuh.
  • Ambilah sesuai kebutuhan.
  • Suapi anak sedikit demi sedikit sampai habis.
  • Jika ada sisa makanan langsung dibuang.
  • Berikan minum air putih setelah makan.
  • Gosok gigi.

Keseruan bloggers setelah diskusi
Sumber @nutrisi_bangsa

Wow....panjang ya ulasan tentang nutrisi dan kesehatan ini. Sebenarnya masih banyak yang belum saya tulis, ini hanya sebagian yang penting saja. Memang tidak ada habisnya membahas mengenai kesehatan. 1000 HPK menjadi pedoman utama untuk memajukan generasi bangsa di masa emas. Yuk, ayah bunda jaga masa depan anak-anak kita sejak dini. Kelak mereka menjadi orang berguna bagi bangsa dan keluarga.



***


Bukan Lagi "4 Sehat 5 Sempurna", Tapi "Isi Piringku" Penuhi Kebutuhan Nutrisi Anak Indonesia

6 komentar
Beberapa waktu yang lalu, tepatnya 22 Desember 2017 kita merayakan Hari Ibu Nasional. Ada yang tahu hari jadi yang ke berapa? Tahun ini Hari Ibu sudah menginjak usia ke 89. Jadi Hari Ibu sudah ada sebelum Indonesia merdeka. Namun peringatan Hari Ibu tidak semeriah perayaan lainnya. Bahkan di kalender tidak ada warna merah pada angka 22, kecuali bertepatan pada hari minggu ya. Setelah saya mengalami masa kehamilan, melahirkan dan sedang berusaha membesarkan anak-anak, saya merasakan menjadi seorang ibu. Sebelumnya ibu hanya panggilan kepada orang tua  saya. Sekarang saya sudah menjadi ibu.

Membicarakan tentang ibu pasti langsung baper alias bawa perasaan. Kalau saya mendengar lagu bertemakan tentang ibu pasti meneteskan air mata. Rasanya hati ini tanpa dikomandoi langsung merasakan antara haru dan bahagia. Mengingat betapa besarnya perjuangan seorang ibu untuk anak-anaknya. Tiada satupun barang berharga yang bisa menggantikan air susu ibu.


Dalam menyambut Hari Ibu yang lalu banyak sekali yang menggelar kegiatan secara online maupun offline. Salah satunya acara yang saya hadiri tanggal 21 Desember 2017 lalu di Eat & Eat FX Sudirman. Acara bertemakan Bincang - Bincang Nutrisi Buat Si Kecil diselenggarakan oleh Womanation. Sebagai wadah komunitas perempuan di Indonesia yang memiliki 2000 anggota yang tersebar di Indonesia menggagas kampanye sosial bernama "Udah Nelpon Nyokap?" dan didukung oleh Danone Indonesia "Isi Piringku".

Sesi pertama acara menghadirkan Myrna Soeryo selaku Chief Community Officer Womanation dan Harry Setiawan Penggagas Udah Nelpon Nyokap? . Menurut ibu Myrna, Womanation ingin memberikan apresiasi kepada para ibu yang telah berjasa dalam mendidik dan membesarkan anak-anaknya. Sesuai dengan visi Womanation "Empower Woman, Empower Nation" yang ingin memberdayakan perempuan lain dengan berbagai bidang. Melalui kerjasama dengan mitra kampanye "Udah Nelpon Nyokap?" di mana dari hal kecil seperti menelpon dan menanyakan tentang apa yang sedang atau ingin ibu makan. Terlihat sepele ya, tapi bisa mengikat ikatan batin anak dan ibu lebih erat.

Ki-ka : Harry Setiawan, Myrna Soeryo dan MC

Apa hubungannya dengan nelpon nyokap dengan isi piring ya? Ohh mungkin nelpon nyokap sambil mengisi piring dengan makanan. Hmmm...jangan sok tahu deh. Biar lebih jelas simak yuk penjelasannya satu per satu ya...


Kampanye "Udah Nelpon Nyokap" Sebagai Pengingat Jasa Ibu

Siapa yang sudah nelpon ibu hari ini?  Ayo ngaku jujur deh. Saya akui jarang sekali hubungi ibu lewat telpon atau SMS. Saya berpikir ibu ada di rumah terus kok. Kalaupun pergi nggak jauh dan nggak lama. Lagipula rumah kontrakan saya dengan rumah ibu berdekatan. Jadi sering mondar-mandir ke rumah ibu juga. Kalau saya sedang ada urusan kadang anak-anak saya titipkan ke ibu. So, saya merasa ibu baik - baik saja di rumah. Ternyata menelpon ibu itu penting. Bukan hanya sekedar basa basi menanyakan kabar saja, tapi juga menggali ikatan yang lebih dalam dan lebih intim.

Munculnya ide kampanye Udah Nelpon Nyokap? ini berawal dari rasa kehilangan mas Harry setelah ibunya meninggal. Ia mengakui bahwa dulu jarang sekali menelpon ibu akibat kesibukan yang ia jalani. Malah ibunya yang sering menelpon ke kantornya. Sekedar menanyakan sudah makan atau belum atau seperti sedang mencari teman untuk diajak bicara. Sebelumnya mas Harry mengajak semua yang hadir untuk mengheningkan cipta sejenak, merenung akan perjuangan ibu selama ini terhadap anak-anaknya. Momen ini berhasil buat saya meneteskan air mata sambil diiringi lagu Mother How Are You Today? nya Maywood.


Udah Nelpon Nyokap? merupakan kampanye viral dan offline yang ditujukan untuk mengingat kembali betapa besarnya jasa ibu dalam kehidupan. Mengangkat kembali posisi ibu sebagai salah satu prioritas utama dalam keseharian serta menjadikan menelpon ibu sebagai salah satu kegiatan yang tidak hanya basa-basi namun bisa menggali sebuah ikatan yang lebih dalam dan mesra.

Kampanye ini diharapkan sebagai reminder kepada generasi milenial yang sangat mengandalkan gadget. Agar tetap menjaga kedekatan dan kehangatan hubungan antara ibu dan anak. Saling menjaga komunikasi satu sama lain. Gadget yang keren-keren itu jangan hanya digunakan untuk browsing dan update media sosial, tapi juga manfaatkan untuk komunikasi dengan orang tersayang, khususnya ibu.

Kalau kamu nelpon ibu apa yang ditanyakan? Kalau saya biasanya nih menanyakan sudah makan belum bu? Istirahat yang cukup ya bu atau jangan lupa diminum obatnya. Padahal bukan hanya sekedar itu saja. Ibu juga butuh tempat curhat, menuangkan segala isi pikiran terhadap anak-anaknya untuk saling mengisi. Oleh karena itu, selama ibu masih ada, sebisa mungkin kita menelpon ibu meskipun sibuk dengan kegiatan. Jangan sampai menyesal di kemudian hari. Kira-kira begitu pesan Mas Harry Setiawan.

Apa yang biasa kalian bawa saat pulang ke rumah untuk ibu? Kalau saya biasanya bawa makanan, sama kan? Toss. Saya juga nggak tahu kenapa harus makanan yang sering saya bawa untuk ibu. Kadang ibu suka bilanh sebelum saya pergi, "Nanti pulang bawa makanan ya". Jadi, kalau saya ingat saya belikan makanan kesukaannya. Menurut Psikolog Ajeng Raviando "Memberikan makanan disadari atau tidak adalah sebagai bentuk rasa kasih sayang kita terhadap ibu". Terlihat sepele tapi maknanya dalam. Tanpa harus berucap aku sayang ibu, memberikan makanan favoritnya sudah mewakili kata sayang tersebut.

Oh ya, program kampanye Udah Nelpon Nyokap? akan mulai aktif awal tahun 2018. Follow saja akun instagram @nelponnyokap untuk tahu lebih lanjut kegiatannya.


Bukan Lagi Slogan  "4 Sehat 5 Sempurna", Tapi "Isi Piringku" untuk Anak Usia 4 - 6 tahun

Masih mengenai makanan nih guys. Bukan hanya orang tua saja yang perlu diperhatikan makanannya, tapi juga untuk anak-anak khususnya usia 4-6 tahun. Karena di rentang usia ini anak dalam fase tumbuh kembang yang bagus, sudah sekolah TK atau PAUD dan waktu pengenalan yang tepat mengenai manfaat makanan bergizi, khususnya buah dan sayur. Di rentang usia ini juga anak-anak cenderung memilih makanan sendiri karena tidak suka makan buah dan sayur. Sebenarnya siapapun dan berapapun usianya harus memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi. Namun untuk 2 kategori ini (orang tua dan anak-anak) diberikan perhatian lebih karena ada korelasinya.

Ki-ka : Wailayati Ningsih, Aldis Ruslialdi dan
Ajeng Raviando

Dulu kita tahu tentang 4 sehat 5 sempurna sebagai patokan makanan sehat dan bergizi yang dipopulerkan oleh Prof. Poerwo Soedarmo (Bapak Gizi Indonesia) pada tahun 1950an. Namun seiring berjalannya waktu dan berkembangnya ilmu pengetahuan gizi, slogan 4S dan 5S ini berubah menjadi gizi seimbang. 

Gizi seimbang adalah susunan makanan sehari–hari yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memerhatikan prinsip keanekaragaman atau variasi makanan, aktivitas fisik, kebersihan, dan berat badan (BB) ideal.

Tahun 2014 Kementrian Kesehatan mengeluarkan grafis terbaru tentang Tumpeng Gizi dari yang sebelumnya. Di Amerika dan beberapa negara lain dikenal dengan sebutan piramida. Untuk menyesuaikan dengan adat budaya Indonesia maka disebut Tumpeng Gizi Seimbang (TGS).

sumber gambar pergizi

Bersamaan dengan acara Forum Pangan Asia Pasifik beberapa waktu lalu di Jakarta, Kemenkes mengumumkan tentang kampanye baru bernama "Isi Piringku". Apa pengertian Isi Piringku itu? Ibu Wailayati Ningsih - Senior Health and Nutrition Manager Danone Indonesia menjelaskan bahwa Isi Piringku merupakan kegiatan kampanye pangan yang digagas oleh pemerintah dan didukung secara aktif oleh Danone Indonesia karena sejalan dengan gerakan Alimentation Revolution atau Revolusi Pangan Danone.

Isi Piringku memiliki konten 50% karbohidrat dan protein  (1/3 protein dan 2/3 karbohidrat) dan 50% sisanya untuk buah dan sayur. Dalam 4 sehat 5 sempurna susu dijadikan penyempurna dalam slogan tersebut. Namun sekarang susu masuk ke dalam golongan protein hewani dan masih banyak bahan pangan yang bisa jadi penyempurna. Isi Piringku juga menekankan pentingnya membatasi gula, garam dan lemak dalam konsumsi sehari-hari.
  • Gula         = 4 sendok makan/hari
  • Garam     = 1 sendok teh/hari
  • Lemak = 5 sendok makan minyak goreng/hari

Agar menjadi pola gizi seimbang, jangan lupa minum air putih yang cukup minimal 8 gelas sehari, aktivitas fisik minimal 30 menit, dan memantau berat badan serta cuci tangan sebelum makan. Sama ya dengan tambahan pedoman gizi seimbang. Utamakan sumber pangan lokal ya. Bagaimana gambaran Isi Piringku yang dimaksud? 


Ini isi piringku

Program Isi Piringku juga mengedukasi guru dari 100 PAUD  terpilih yang tersebar di 12 kabupaten dan kota seperti Tangerang, Sukabumi, Bogor, DKI Jakarta, Subang, Kupang, Mojokerto dll. Kampanye Isi Piringku menargetkan usia 4 - 6 tahun karena pada masa pra sekolah anak memerlukan asupan makanan dalam jumlah dan gizi yang cukup. Pada masa inilah pertumbuhan dan perkembangan motorik, kognitif dan sosial ekonomi melesat cepat. Pemahaman pangan dan gizi dimulai sejak dini agar tertanam dengan baik hingga dewasa.

Aldis Ruslialdi - Nutritionist mengatakan bahwa pengenalan asupan nutrisi seimbang pada anak memang harus dilakukan sejak dini. Karena nutrisi adalah sumber energi yang bisa digunakan untuk beraktivitas seperti belajar dan bermain. Bersumber dari berbagai jenis makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral yang bisa diserap oleh tubuh. Jika tidak dapat terpenuhi nutrisinya maka akan berpengaruh pada organ dalam tubuh sehingga menurunkan imunnya dan segala aktivitas anak. Anak pintar dan sehat karena pencernaannya juga sehat.

Banner Isi Piringku

Ada 4 pilar yang harus diperhatikan dalam membuat makanan yang sehat yakni :
  1. Belanja sehat. Utamakan belanja di tempat atau corner yang pengolahannya lebih lama. 
  2. Penyimpanan. Usahakan makanan yang mau diolah atau dimakan di tempat yang mudah diambil.
  3. Pengolahan. Cara memasak sayur dengan daging pastinya berbeda. Kalau sayur tidalk boleh terlalu lama dimasak, sedangkan daging harus lama agar benar - benar yakin matang.
  4. Penyajian. Sesuaikan dengan Isi Piringku menu yang kita makan dalam sekali saji.

Bagi saya tiada makanan yang enak selain masakan ibu di rumah. Meskipun ibu hanya masak sayur asem dan tempe orek, tapi kelezatan yang terasa berasal dari rasa cinta ibu terhadap anak-anaknya. Dari makanan turun ke hati. Pokoknya selalu jatuh hati dengan masakan ibu.

Semoga sinergi 2 kampanye yang berlangsung ini diharapkan dapat menghasilkan  nilai dan respon positif di masyarakat. Ibu menjadi tonggak utama dalam segala kegiatan di rumah. Salah satu tugas ibu adalah memberikan asupan makanan yang sehat dan bergizi seperti menu Isi Piringku. Anak Indonesia cerdas berawal dari pemenuhan kebutuhan nutrisi seimbang. Kamu Udah Nelpon Nyokap, belum?


***