Jilbab Traveler Love Sparks in Korea, Penemuan Cinta sang Petualang

2 komentar
Invitation Jilbab Traveler



   Lagi dan lagi, film Indonesia mengangkat cerita dari novel ke enam karya Asma Nadia. Setelah Assalamualaikum Beijing yang dirilis tahun 2014, ditahun ini akan rilis film petualangan Asma Nadia menjelajahi dunia, 66 negara, 316 kota. W-O-W. Ayo siapa yang bisa menyaingi beliau? Cung...


    Jilbab Traveler Love Sparks in Korea mengisahkan seorang gadis bernama Rania Timur Samudra ( Bunga Citra Lestari ) yang sudah berpergian ke banyak negara. Sampai suatu ketika ayahnya sakit dan ia harus kembali ke Indonesia. Sebelum kepergian ayahnya, Rania diminta untuk pergi ke tempat dimana ayah dan ibunya menemukan cinta. Baluran menjadi trip selanjutnya Rania atas permintaan ayahnya. Saat yang bersamaan Rania bertemu dengan seorang turis dari Korea, Hyun Geun ( Morgan Oey ) yang agak membuat Rania kesal dan tour guide nya, Alvin ( Ringgo Agus Rahman ). Disana Rania ditantang Hyun Geun untuk mengantarkan ke Kawah Ijen agar membuktikan bahwa alam Indonesia lebih bagus daripada di Korea. Saat Rania berada di homestay, Ilhan ( Giring "Nidji" Ganesha ) menjemput Rania untuk ke Jakarta, karena ayahnya meninggal dunia.


Suka gaya Rania yang satu ini,asyik banget..


  Rania memutuskan menyudahi hobby travelingnya setelah ayahnya meninggal, ia ingin menemani ibunya ( Dewi Yul ) saja di Indonesia. Namun ibunya menginginkan Rania tetap menjadi mata dan telinga untuk keluarganya melihat dunia, seperti Ibnu Bathuthah seorang penjelajah muslim yang menjadi rujukan dunia, persis yang dipesankan oleh alm.ayah. Suatu hari Rania mendapatkan undangan seminar kepenulisan di Korea. Awalnya ia tidak ingin menerima tawaran tersebut, tapi berkat dorongan ibunya, Rania pergi juga ke Korea. Seperti sudah ditakdiri, Rania bertemu lagi dengan Hyun Geun di Korea. Namun keadaan menjadi berbeda setelah Rania tahu Hyun Geun memiliki seorang kekasih. 

Salah satu quote dari Asma Nadia


    Jilbab dalam film ini menjadi ikon wanita muslim, tapi tidak membatasi seorang wanita berhijab untuk mengejar mimpi, mendapatkan sesuatu yang bisa bermanfaat untuk banyak orang, terutama keluarga. 40% cerita asli dari kisah Asma Nadia dan karakter Hyun Geun aslinya pun ada, real. Sehingga membuat film Jilbab Traveler Love Sparks in Korea lebih menyentuh. Film produksi Rapi Films dan kali kedua disutradarai oleh Guntur Soeharjanto setelah Assalammualaikum Beijing. Saya sangat terkesan dengan pemandangan indah Taman Nasional Baluran dan dinginnya Korea. Sinematografinya bagus dan jernih, engga bikin mata saya lelah,hehe..Namun lagi, penampakan brand muncul dalam film ini. Itu yang mengganggu kenikmatan saya menonton film Indonesia.


Video interview dengan Asma Nadia


      Pesannya nyampe banget dibenak saya. Bagaimana seorang wanita bisa berpetualang ke berbagai negara, tapi ternyata ia belum bisa menemukan sesuatu yang ia mau. Bahkan sebenarnya sesuatu yang kita cari jauh-jauh itu ada di depan mata kita, terutama cinta. Tempat yang tidak ingin kita singgahi ternyata adalah tempat yang kita inginkan sesunguhnya.

    Film ini juga dibintangi Indra Bekti, Aldila Jelita, Ferry Ardiansyah, Tasya Nur Medina dan beberapa artis dari Korea. OST yang berjudul "Aku Bisa Apa" dinyanyikan secara apik oleh Bunga Citra Lestari, makin baper tingkat dewa deh. So, tunggu apalagi bagi penggemar novel karya Asma Nadia, saksikan filmnya sambil menemani libur lebaran kalian, 5 Juli 2016 di bioskop. Don't miss it!


Official Trailer




Rudy Habibie ( Habibie & Ainun 2), Semangat Inspirasi Untuk Anak Muda

14 komentar
       Film Indonesia semakin bagus saja. Dari segi cerita, tampilan gambar dan akting para artisnya. Saya malah jadi addict menonton film Indonesia yang berkualitas daripada film hollywood. Banyak perubahan yang terjadi dalam perfilman Indonesia. Penonton juga semakin menikmatinya. 


Official Poster

     Jumat 24 Juni 2016, saya menghadiri press screening film Rudy Habibie (Habibie & Ainun 2) di CGV Blitz Grand Indonesia. Awalnya saya mengira film ini akan menceritakan kisah cinta sejati antara eyang Habibie dan alm. bu Ainun, seperti filmnya yang pertama. Namun perlahan opini saya berubah setelah baca sinopsisnya dan menyaksikan langsung filmnya pertama kali sebelum resmi rilis di bioskop. Bocoran dikit, siapin aja tissue yang banyak ya...

    Film yang mengangkat kisah remaja Prof. Dr.Ing.H. Bacharuddin Jusuf Habibie yang saat itu lebih akrab dipanggil Rudy Habibie (Reza Rahadian). Melanjutkan kuliahnya di RWTH Aachen University jurusan teknik penerbangan. Bersama teman - teman kuliahnya dari Indonesia, ia masuk Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI). Rudy sempat menjalin hubungan asmara dengan gadis asal Polandia bernama Illona (Chelsea Islan). Namun kisah asmara mereka kandas karena suatu hal. Rudy selalu mengalami hal sulit dalam karir studynya. Namun ia tetap mencari jalan keluar dari segala kendala. Semangatnya untuk Indonesia tak bisa dihalangi.

Formasi komplit para pemain Rudy Habibie

     Ada beberapa scene yang membuat saya berkali-kali meneteskan air mata (drama banget ya). Saya bisa membayangkan betapa hard work nya pak Habibie saat itu untuk memegang teguh prinsipnya untuk Indonesia. Perjuangan beliau yang patut diapresiasi. Ada satu kalimat filosofi yang Rudy Habibie ingat dari ayahnya.

"Jadilah mata air
jika kamu bersih maka orang disekelilingmu baik, jika kamu kotor maka orang disekelilingmu akan mati"


   Film prekuel ini menunjukkan bagaimana semangat muda pak Habibie saat itu. Sebagai anak muda Indonesia, ia menunjukkan prinsip yang kuat dan sikap gigih juga sukses. Baginya selalu ada FAKTA, MASALAH dan SOLUSI. Hal ini yang sangat ditekankan oleh Hanung Bramantyo selaku sutradara untuk anak muda Indonesia saat ini melalui film. Manoj Punjabi ( produser dan CEO MD Corp) juga optimis film Rudy Habibie bisa tembus 10 juta penonton. Incredible. Hebatnya lagi film dibawa ke hollywood untuk diolah sound nya oleh Chris David, seorang sound designer hollywood yang pernah menggarap film Face Off, Alien 3, American Pie. 

    So, Faktanya film ini kisah nyata tokoh Indonesia, Masalahnya belum tayang di bioskop (sekarang), Solusinya harus nonton di seluruh bioskop Indonesia mulai 30 Juni 2016. Film produksi MD Pictures ini juga dibintangi oleh Dian Nitami, Ernest Prakarsa, Pandji Pragiwaksono, Millane Fernandez, Donny Damara, Boris Bokir, Indah Permata Sari. FYI, jangan buru-buru keluara studio bioskop ya guys, karena ada kejutan selanjutnya. Selamat menonton..


Official Trailer



PKBI Sambut Hari Keluarga Nasional 2016

2 komentar


Keluarga masih menjadi hulu suatu komunikasi. Dari sinilah kepribadian seseorang bisa terlihat. Menilai dari keadaan keluarganya. Jika ibu dan ayahnya baik, maka mereka menjadi good role model yang baik untuk anak-anaknya. 

Tahukah kalian tiap tanggal 29 Juni 2016 diperingati sebagai Hari Keluarga Nasional? Pasti belum banyak yang tahu ya. Begitupun dengan saya, tapi setelah menghadiri media gathering di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat yang membahas tentang "Pekan Keluarga Nusantara" pada 22 - 29 Juni 2016. Acara yang berisikan serangkaian kegiatan bertemakan keluarga yang dilakukan oleh PKBI ( Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia ). 

PKBI merupakan sebuah organisasi yang melopori gerakan keluarga berencana yang didirikan sejak 23 Desember 1957, terdapat di 27 provinsi, 213 cabang di Indonesia dan terus memperjuangkan hak warga negara untuk terpenuhi hak kesehatan secara menyeluruh termasuk kesejahteraan seksual dan reproduksi.


(Ki-ka): Ryan (PKBI) pak Sarsanto
( Ketua pengurus nasioanl PKBI), Frenia ( PKBI)
 


Koordinator Pelaksana "Pekan Keluarga Nusantara" mengatakan bahwa rangkaian acara dimulai dari 22 Juni dengan peluncuran twibbon kampanye Hari Keluarga 2016 "Thank You For Being in My Life" di sosial media sebagai bentuk ucapan terima kasih atas dukungan keluarga dalam kehidupan setiap individu.

Hasil twibbon saya

Serangkaian kegiatan juga dilakukan dalam Pekan Keluarga Nusantara diantaranya tes kesehatan gratis, diskusi bersama forum keluarga Anak Bermasalah dengan Hukum (ABH), forum keluarga waria, diskusi pemutaran film Women and Impact, bazaar, talkshow di radio. Perayaaan puncaknya akan diadakan pada Sabtu, 25 Juni 2016 bertempat di Wisma PKBI Jakarta dan secara serentak di 10 provinsi (Bengkulu, Palembang, Aceh, Jakarta, Kalsel, Kalteng, Sulsel, Jabar, Bali, Yogyakarta).


PKBI menyelenggarakan acara Pekan Keluarga Nusantara untuk memaknai arti keluarga secara luas dan keluarga berencana bagi kehidupan masyarakat. Selama ini masyarakat mengetahui Keluarga Berencana hanya berhubungan dengan alat kontrasepsi dan jumlah kelahiran anak ( dua anak cukup), namun esensi dasar perencanaa keluarga belum dipahami benar.

Keluarga Berencana dimaknai secara meluas sebagai perencanaan keluarga demi terciptanya keluarga yang bertanggung jawab dalam dimensi pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan masa depan. Oleh karena itu, PKBI mengajak seluruh pihak untuk kembali memaknai perencanaan keluarga dengan matang. Sudah semestinya keluarga menjadi rumah terbaik bagi semua individu,termasuk yang memiliki permasalahan hukum, disabilitas, Orang Dengan HIV and AIDS ( ODHA ).





Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia
(PKBI)
Jln. Hang Jebat III /F3 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
(021) 720 7372
www.pkbi.or.id


"Save Our Forest Giants" - Film Dokumenter Perlindungan Gajah

6 komentar


Indonesia memiliki beragam flora dan fauna yang tersebar di seluruh wilayah. Ada beberapa yang memiliki hewan atau tumbuhan endemik khas wilayahnya. Cendrawasih burung khas Papua, Komodo reptil khas Nusa Tenggara Timur atau Gajah mamalia khas Sumatera. Akhir - akhir ini banyak pemberitaan tentang eksploitasi hewan dari habitatnya sendiri oleh oknum tak bertanggung jawab. Orangutan yang berada di hutan Kalimantan habis diburu oleh masyarakat setempat hanya karena ingin membakar hutan dan membuka ladang pertanian. Hewan - hewan liar itupun hijrah ke pemukiman penduduk, mengganggu aktivitas manusia karena habitat aslinya dimusnahkan. Begitupun yang terjadi dengan Gajah yang ada di Sumatera, tepatnya daerah Sumatera Utara.


Akibat kondisi yang memprihatinkan ini, pada bulan Oktober 2015 Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia mengadopsi bayi gajah bernama Eropa dari Conservation Response Unit Tangkahan, dimana CRU mendukung konservasi dan ekowisata berbasis masyarakat di Kawasan Ekosistem Leuser. Sebelumnya bulan Juni 2015 gajah muda bernama Aras dari Unit Patrol Gajah diadopsi terlebih dahulu oleh Delegasi Uni Eropa sebagai maskot Uni Eropa yang melambangkan komitmen terhadap kesinambungan. 


Saya dan Vincent Guerrend (Ambassador Uni Eropa) juga si maskot Eropa

Minggu 19 Juni 2016 bertempat di IFI Thamrin telah diluncurkan film dokumenter pendek yang mempromosikan perlindungan gajah "Save Our Forest Giants" yang dibintangi dan diproduksi oleh Nicholas Saputra juga Amanda Marahimin atas dukungan dari Uni Eropa sekaligus buka puasa bersama. Aktor ini pernah mengunjungi wilayah Tangkahan dan melihat kondisi gajah-gajah yang berada di Taman Nasional Tangkahan sekitar 10 tahun yang lalu. Bagaimana kondisi gajah di penangkaran taman nasional, para pawang gajah dan ancaman Virus Herpes Gajah Endoteliotropik (EEHV) yang telah mematikan bayi-bayi gajah bernama Tangkah, Namo dan Amelia di usia mereka yang masih muda. Sampai sekarang belum diketahui asal virus tersebut dan vaksin untuk penyembuhannya. 

(Ki-ka) MC, Wahdi Azmi, Nicholas Saputra,
Vincent Guerrend

Acara peluncuran film dokumenter ini dihadiri oleh Wahdi Azmi ( Unit Tanggap Konservasi Tangkahan) Nicholas Saputra (Aktor), Vincent Guerrend (Duta Besar Uni Eropa) dan Dirjen Konservasi SDA dan Ekositem Dr. Ir Tachrir Fathoni,Msc. Harapan muncul dari Vincent Guerrend agar film dokumenter ini menginspirasi banyak orang dan kita semua bisa melindungi mamalia besar ini.




Yuk, sebagai warga Indonesia kita harus mendukung dan melindungi hutan dan hewannya yang saling memiliki kontribusi masing-masing. Jangan sampai kita merusak habitat mereka yang menjadi keseimbangan hidup di bumi ini. Lestarikan warisan flora dan fauna Indonesia, agar kelak regenerasi bangsa juga bisa melihat kekayaan alam ini. Simak film dokumenter "Save Our Forest Giants" berikut ini.