Produk Asuransi Perlindungan Penyakit Kritis

Penyakit itu datang tidak mengenal targetnya. Baik muda ataupun tua, baik pria maupun wanita atau si miskin dan si kaya. Ia bisa datang dengan cara teguran yang halus atau dadakan. Melihat kondisi gaya hidup masa kini, berbagai penyakit kritis bermunculan secara massif. Apabila sudah mengalami salah satu penyakitnya, tidak sedikit biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan. Kalau punya asuransi, kalau tidak bisa gigit jari.

Bulan Januari 2018 ibuku didiagnosa penyakit jantung. Nyeri dada sebelah kiri, tubuh basah bagai mandi keringat yang bercucuran dan nafas yang sesak adalah ciri-ciri orang kena serangan jantung. Kata dokter ibu termasuk kuat menahan rasa sakitnya. Biasanya orang yang kena serangan jantung akan dibawa ke UGD dan langsung rawat inap. Hari itu, ibu masih kuat saya bawa ke dokter klinik dengan menggunakan becak. Tidak ada orang laki di rumah, tidak ada motor, dan cuma saya yang diandalkan. Ada adik ipar, cuma dia kebagian tugas jaga anak-anak. Kalau ingat momen itu sedih rasanya.

Ibu sudah melewati pemasangan ring jantung sebanyak 3 kali dan masih rutin kontrol ke rumah sakit tiap bulan. Untungnya semua itu ditanggung oleh asuransi BPJS. Semua pembiayaan pengobatan gratis. Saya tidak habis pikir kalau pakai dana pribadi, berapa ratus juta yang mesti keluarga saya tanggung. Mungkin kalau saya telat membawa ibu berobat, bisa jadi ibu saya tak berumur panjang sampai sekarang. Memang dari BPJS gratis semua, tapi ternyata dibalik itu negara mengalami kerugian besar. Sepertinya warga +62 mesti cari cara lain untuk cadangan biaya perlindungan penyakit kritis. 

Saatnya punya asuransi buat penyakit kritis

Penyakit Kritis Butuh Biaya Perlindungan


Hari Rabu, 29 Januari 2020 saya datang ke gedung Pacific Century Place di daerah SCBD, Jakarta untuk memenuhi undangan dari FWD Life. Mau ngapain ya? Nanti saya bahas lanjut di bawah ya seperti apa manfaat produksi asuransi ini bagi nasabahnya. Soal produk asuransi, FWD Life punya banyak, bahkan ada yang khusus nasabah korporasi.

Acara dibuka oleh sambutan sekaligus meresmikan langsung dari Wakil Direktur Utama FWD Life - Adit Trivedi; Direktur, Chief of Proposition & Syariah FWD Life, Ade Bungsu; dan Chief Agency Officer, Adi Chandra. Peresmian yang cukup unik karena ada adegan menyemes layaknya pemain badminton. Terinspirasi dari Taufik Hidayat mungkin ( jadul amat ya nama atletnya).

Seorang Dokter Spesialis Onkologi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi -  dr. Jeffry Beta Tenggara, Sp.PD-KHOM menceritakan bahwa dari statistik data BPJS, penyakit kritis yang menjadi penyakit utama yaitu jantung, lalu ginjal, kanker, stroke, diabetes. Berdasarkan usia, penyakit kanker banyak dialami oleh usia muda. Soal biaya prediksinya mencapai puluhan triliyun untuk pengobatan penyakit kritis ini. Maka wajar saja jika negara mendapati kerugian hampir 13 Triliyun.
"[Pembayaran dana tambahan PBI] sudah selesai," ujar Kepala Humas BPJS Kesehatan Iqbal Anas Ma'ruf kepada Kontan.co.id, Rabu (11/12). Iqbal mengatakan, total dana yang dibayarkan Kemenkeu karena kenaikan iuran PBI sebesar Rp 12,47 triliun. Pembayaran tersebut dibagi atas dua tahap. Pembayaran tahap pertama sebesar Rp 9,13 triliun pada 22 November dan tahap kedua 29 November sebesar Rp 3,34 triliun.

(Sumber dari https://nasional.kontan.co.id/news/kemenkeu-telah-membayar-rp-1247-triliun-dana-tambahan-iuran-pbi-bpjs-kesehatan )

Dari kiri-kanan :Adit Trivedi (Wakil Direktur Utama FWD Life) Ade Bungsu ( Direktur Chief of Proposition  & Syariah FWD Life), Adi Chandra. F ( Chief Agency Officer

.

Wah, melihat nilai uang segitu banyaknya langsung keleyengan ya, enggak habis buat pesat 7 hari 7 malam di kampung nih. Segitu banyaknya defisit biaya dari BPJS. Selalu ada risiko dari tiap penyakit kritis ini, tapi tidak selalu. Waspada perlu. 

Penyakit kritis juga dialami oleh Shahnaz Haque - Public Figure dan Ovarium Cancer Survivor, pernah terkena penyakit kanker ovarium saat usianya 26 tahun dan bertahan hidup sampai 22 tahun setelah mengetahui ia mengidap penyakit kritis itu. Dengan gamblangnya ia menceriatkan semua hal yang ia alami dan hadapi.

"Seseorang akan terdiagnosa penyakit kritis, tidak ada kata sembuh, tapi istilahnya ditidurkan, sewaktu-waktu akan timbul, tergantung pemicunya," kata mbak Shahnaz Haque.

Keluarga besar mba Shahnaz penderita penyakit kritis, khususnya kanker. Almarhumah Ibunya meninggal dunia karena sakit kanker ovarium dan almarhum bapak mertua (Ramadhan Karta Hadimadja) meninggal dunia akibat kanker prostat. Jadi, ia hidup di dalam lingkaran orang-orang berpenyakit kritis.   

Dari kiri - kanan : sesi talkshow bersama 
dr. Jeffry Beta Tenggara, Sp.PD-KHOM Bapak Ade BungsuMada Arya Nugraha
Shahnaz Haque

Tiap orang  yang punya penyakit kritis akan berpikir cepat meninggal dunia. Paling menyakitkan bagi penderita adalah hal yang menggangu keluarga, apalagi perihal biaya. Kata dokter, kanker tidak bisa dicegah, like it or not, tapi bisa deteksi dini agar tahu gen kankernya apa. Seperti mba Shahnaz Haque yang sampai sekarang harus berdamai dengan sakit kepalanya, efek dari sakit kanker yang ia idap.

Dia memberikan pesan bahwa orang yang sakit kritis adalah obatnya percaya diri, orang yang sakit kanker itu  sudah "mati" sebelum mati sesungguhnya. Hidup itu jangan suka mengeluh, karena matinya bisa lebih ceper daripada yg punya kanker. 

Mada Arya Nugraha - Chief Executive Officer Sipundi.id, membenarkan bahwa penyakit kritis membutuhkan banyak biaya. Perlunya persiapan dalam keuangan sangat perlu diperhatikan. Biaya yang akan banyak dihabiskan yaitu dari biaya akomodasi (ongkos, uang makan, beli obat dll). Adanya asuransi penyakit kritis bisa mengurangi beban biaya akomodasinya. Tentunya premi asuransi ini disesuaikan dengan kemampuan nasabahnya. Kapan harus punya? Saat sudah mampu dalam hal keuangan sedini mungkin. 

Ade Bungsu - Chief of Proposition & Syariah FWD Life juga turut hadir di peluncuran FWD Critical Armor. Penyakit kritis itu sangat dekat dengan kehidupan kita. Sebenarnya untuk produk asuransi penyakit kritis itu cukup banyak. Memang lebih baik memiliki asuransi sebelum sakit, apabila sudah punya penyakit kritis, sudah tidak berlaku membeli asuransi. Selagi masih muda dan berduit, usahakan punya asuransi perlindungan penyakit kritis. Kita kan enggak tahu bagaiman kondisi kesehatan kita di masa depan. Amit-amit sih kalau sampai terkena penyakit kritis, tapi punya dana jaga-jaga bolehlah.


FWD Critical Armor, Solusi Asuransi Penyakit Kritis


Jadi, FWD Life itu ngeluarin produk asuransi apa sih?

FWD Critical Armor adalah produk asuransi perlindungan penyakit kritis yang memberikan solusi komprehensif untuk membantu nasabah fokus pada penyembuhan penyakit kritis dan mengurangi rasa khawatir terhadap kerentanan keuangan. FWD Critical Armor memungkinkan nasabah untuk klaim hingga tiga kali dari 50 jenis penyakit kritis major dan satu kali dari 15 jenis penyakit kritis minor.

Manfaat FWD Critical Armor
Screenshoot gambar dari IG @fwd_id

FWD Life men-cover sampai 3 kali dengan FWD Critical Armor, untuk penyakit kanker 2x dengan syarat sudah bersih selama 5 tahun, kalau masih ada,  1x  lagi masih di-cover. Jika meninggal dunia masih dapat uang pertanggungan kematian. Manfaat asuransi yang bisa #BeriArtiLebih nih.

Adapun keunggulan dari FWD Critical Armor :


Worry-Free Benefits :
  • Melindungi dari 50 jenis penyakit major yang dapat diklaim hingga 3 kali dan 15 jenis    penyakit minor yang dapat diklaim satu kali
  • Perlindungan hingga usia 80 tahun
  • Premi tidak berubah sepanjang periode pembayaran premi
  • Masa dan metode pembayaran premi dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan nasabah
  • Manfaat meninggal dunia
  • Setiap manfaat yang dibayarkan tidak akan mengurangi nilai dari manfaat lainnya.

Waste-Free Benefits:
  • Dibebaskan dari pembayaran premi lanjutan.
  • Pengembalian premi jika tidak ada klaim penyakit kritis major hingga akhir masa perlindungan


Narasumber dan teman-teman BloggerCrony Community foto bersama usai acara

Kalau masih stadium awal di-cover 20% dari nilai total biaya pertanggungan dengan total biaya pertanggungan sebesar 420%. Premi yang dibayarkan jika sehat maka akan dikembalikan saat usia 80 tahun. Ayo mau pilih sehat apa sakit nih? Kalau ditengah perjalanan biaya asuransi terhenti, misal baru 1 tahun, lalu meninggal dunia, maka biaya asuransi selanjutnya dibebaskan. 

Memang salah satu ketakutan bagi penderita penyakit kritis adalah biaya pengobatan. Beruntunglah ada FWD Critical Armor yang manfaat asuransi ini dapat  menanggung biaya-biaya pengobatan. Penyakit kritis macam kanker bisa menguras isi kantong mulai dari jual rumah, jual sawah, jual tanah, asal jangan jual diri ya. "Bagi seorang dokter melihat kanker setiap hari itu sangat menyakitkan," kata dr.Jeffry.

Inginnya kita selalu sehat terus ya. Saya enggak mau mengalami serangan jantung kayak ibu. Pengalaman itu cukup berhenti pada ibu saya. Kami, anak-anak dan cucu-cucunya sehat terus sambil mengurusi ibu. Tapi enggak salah juga punya asuransi perlindungan penyakit kritis sedini mungkin. Berminat? Bisa langsung click to meet dengan agen asuransi FWD Life.




Silahkan kunjungi
 WWW.FWD.CO.ID
IG : @fwd_id



***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cek Kehamilanmu Dengan Sensitif Digital

Review Produk Yummy Bites Kiddy Extra Virgin Olive Oil, Segala Kebaikan Dari Minyak Zaitun

Sudah Siapkah Si Kecil Masuk Sekolah? Kenali Dulu Perilakunya Di Usia Pra Sekolah