Jumat, 31 Mei 2019

# Kesehatan # Monkeypox

Waspada Virus Monkeypox Meskipun Belum Sampai ke Indonesia

Berita tentang Monkeypox atau cacar monyet sudah beredar dari sebulan lalu. Saya pikir ini spesies atau nama sejenis monyet terbaru. Karena isunya tidak terlalu beredar di masyarakat, atau mungkin saya kurang up to date. Setelah saya telusuri melalui sosial media, ternyata Monkeypox termasuk golongan cacar. Entah cacarnya kayak apa karena saya belum pernah lihat perwujudannya, namun harus diwaspadai penyebarannya.

Monkeypox bukan sejenis nama monyet

Penyakit menular ini menjadi viral karena ada pemberitaan bahwa warga negara Nigeria menderita Monkeypox saat mengikuti kegiatan di Singapura. Indonesia meski waspada karena letak geografisnya berdekatan dan persinggahan orang-orang ke sana juga mudah. Ditakutkan Monkeypox sampai ke Indonesia. Apa penyebarannya sudah sampai atau belum? Lebih baik kita ketahui lebih dalam tentang cacar monyet ini.

Apa Itu Monkeypox?

Namanya begitu asing di telinga saya, mungkin juga bagi kalian. Perlu diketahui bahwa Monkeypox atau bukan sejenis monyet ya. Monkeypox atau cacar monyet merupakan penyakit zoonosis atau penularan penyakit dari hewan ke manusia yang disebabkan oleh virus Monkeypox (MPXV) atau virus Orthopoxvirus. 

Penularannya bisa melalui kontak dengan darah, cairan tubuh, atau lesi pada kulit atau mukosa dari binatang yang terinfeksi virus cacar monyet atau mengonsumsi daging binatang yang sudah terkontaminasi. Inang utama dari virus ini adalah rodent (tikus). Penularan dari manusia ke manusia sangat jarang terjadi.

Monkeypox atau cacar monyet
Sumber gambar Wikipedia.org

Wilayah yang terjangkit Monkeypox yaitu Afrika Tengah dan Barat seperti Republik Demokratik Kongo, Kamerun, Nigeria, Liberia, Sudan Selatan, Gabon, Sierra Leone, Republik Afrika Tengah. Makanya untuk sementara waktu hindari berkunjung atau berinteraksi dengan orang dari negara tersebut. Terutama anak-anak karena masih rentan fisiknya.

Sebenarnya penyakit ini bukan hal baru lagi di dunia. Namun di Singapura baru pertama kali ditemukan. Tahun 1970 Monkeypox atau cacar monyet sudah menyerang anak laki-laki dari Kongo. Setelah itu penyebaran virusnya makin luas di benua Afrika. Bulan September 2018 sudah dinyatakan ada 2 orang yang terinfeksi virus langka ini.

Baca juga nih Putuskan Mata Rantai Talasemia Pada Keturunan


Gejala dan Pencegahan Monkeypox 


Dilansir dari artikel sehatnegeriku.kemkes.go.id bahwa di Indonesia belum ditemukan kasus Monkeypox ini. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Anung Sugihantono, M.Kes.  Meskipun dinyatakan begitu, kita tetap harus waspada dengan cara mengetahui gejala dan pencegahannya.

Gejala yang ditimbulkan hampir mirip dengan sakit cacar  pada umumnya :
  • Demam
  • Sakit kepala hebat
  • Pembesaran kelenjar getah bening
  • Nyeri punggung
  • Nyeri otot
  • Lemas
  • Ruam yg menyebar ke bagian tubuh dari bintik merah, cacar, lebih berisi cairan bening, lebih berisi nanah, dan mengeras

Gejala tersebut akan berlangsung antara 5-21 hari. Mungkin tergantung seberapa parahnya orang terserang virus tersebut dan cara penyembuhannya. Aduh, pasti rasanya tersiksa banget ya ngalamin gejala-gejala begitu. Jangan sampai kita semua ngalamin ya.



Selalu jaga kebersihan dengan mencuci tangan ya

Nah, sudah tahu bagaimana gejala yang ditimbulkan oleh Monkeypox kan? Supaya kita terhindar dari penyakitnya, makanya perlu adanya pencegahan lebih awal. Lebih baik mencegah daripada mengobati kan. Pencegahan yang bisa dilakukan adalah :
  • Selalu berperilaku hidup sehat dan bersih. Minimal cuci tangan sebelum makan.
  • Hindari kontak langsung dengan tikus atau primata serta darah dan daging yang tidak dimasak dengan baik.
  • Hindari kontak fisik dengan orang yang terinfeksi atau terkontaminasi.
  • Hindari kontak dengan hewan liar atau mengkonsumsi daging yang diburu dari hewan liar 
  • Segera ke fasilitas pelayanan kesehatan jika  mengalami gejalanya.
  • Petugas kesehatan agar menggunakan sarung tangan dan baju pelindung saat menangani pasien atau binatang yang sakit.

Tidak ada pengobatan khusus bagi penderita Monkeypox, hanya diberikan pengobatan simptomatik dan suportif yang meringankan keluhan sakit.

Semoga kita terhindar dari penyakit berbahaya ini. Pentingnya jaga kesehatan dan asupan bergizi menjadi tameng untuk melawan segala virus yang masuk ke dalam tubuh. Walaupun terkena setidaknya tubuh bisa mengendalikan dengan baik. Bagaimanapun juga kita tetap waspada dengan Monkeypox atau cacar monyet, meskipun belum sampai ke Indonesia.


***

1 komentar: