Kamis, 23 Mei 2019

# CERDIK # hipertensi

Perilaku "CERDIK & PATUH" Kendalikan Tekanan Darah (Hipertensi)

Penyakit tidak menular masih menjadi musuh dalam selimut bagi masyarakat. Serangan jantung dan darah tinggi diam-diam mengendap dalam tubuh dan sewaktu-waktu akan menyerang. Mengerikan sekali kalau hal itu terjadi. Bersyukur kalau masih bisa diselamatkan, kalau tidak? Tinggal tutup usia.

Sebenarnya saya masih sedikit trauma dengan kejadian ibu yang terkena serangan jantung tahun lalu (2018). Kalau tidak segera ditindak ke dokter, bisa lewat nyawa ibu saya. Dari kejadian itu, saya lebih waspada dengan jenis penyakit tidak menular. Salah satunya tekanan darah tinggi atau hipertensi.


Dalam memperingati Hari Hipertensi Sedunia, 17 Mei 2019 dengan tema "Know Your Number, Kendalikan Tekanan Darahmu dengan Cerdik," Kementrian Kesehatan RI mengadakan media briefing di Gedung Prof. Sujudi. Acara ini dihadiri oleh para blogger dan narasumber: 

  • Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular - dr. Cut Putri Arianie, MHKes
  • Perhimpunan Hipertensi Indonesia - dr.Tunggul Situmorang, Sp.PD-KGH,FINASIM
  • Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesiad -  dr.Lusiani SpPD,K-KV,FINASIM

Tema tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat bahwa hipertensi dapat dicegah dan diobati, sekaligus penegasan bagi tiap orang melakukan pengukuran tekanan darah secara berkala dan mencegah serta mengendalikan hipertensi.

Para narasumber (atas-bawah)
dr. Cut Putri Arianie, dr. Tunggul Situmorang,
dr. Lusiani


Pengertian Hipertensi

Siapa yang suka marah-marah? Mungkin saja tekanan darahmu sedang tinggi. Sebenarnya nggak ada kaitannya sih, cuma kalau marah itu emosi dalam diri meningkat.

Hipertensi atau Tekanan Darah Tinggi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik > 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik > 90 mmHg. Hipertensi merupakan golongan penyakit kardiovaskular yang paling umum dan paling banyak disandang masyarakat.



Menurut data WHO  tahun 2105, sekitar 1,13 Miliyar atau 1:3 orang di dunia terdiagnosis hipertensi. Jumlahnya akan terus meningkat tiap tahun sampai diperkirakan tahun 2025 atau 1,5 Miliar orang terkena hipertensi. Mudah-mudahan kita bukan termasuk golongan tersebut.

Di Indonesia, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 pravelansi hipertensi pada penduduk usia milenial yaitu 18 tahun ke atas, sebesar 25,8%. Jumlah tertinggi ada di provinsi Bangka Belitung (30,9%) dan terendah di provinsi Papua (16,8%).

Jumlah penderita Hipertensi terus meningkatkan karena adanya transisi tantangan pembangunan kesehatan seperti transisi perilaku, epidemologi, demografi, dan gizi.

Hipertensi sering disebut "the silent killer" karena sering tanpa keluhan sehingga penderita tidak tahu kalau dirinya mengidap hipertensi dan baru diketahui ketika terjadi penyakit komplikasi. Mirisnya dari 36,8% yang terdiagnosis oleh tenaga kesehatan, cuma 0,7% yang mau minum obat. Karena jika sudah terkena hipertensi harus minum obat seumur hidup.

Ketahui gejala hipertensi nih guys :

-Sakit kepala yang parah
-Penglihatan buram
-Kencing berdarah
-Nyeri di daerah dada
-Sulit bernapas
-Denyut jantung tidak teratur
-Berdenyut kencang di bagian dada, leher, atau telinga

Salah satu obat hipertensi yang pernah
 ibu saya minum

Jika merasa tidak kambuh hipertensinya lalu berhenti minum obat, sebenarnya itu tidak sembuh total. Maka penderita hipertensi harus terus minum obat takutnya bisa mendadak terserang sampai meninggal dunia. Organ-organ tubuh yang menjadi target antara lain otak, mata, jantung, ginjal, dan bisa berakibat ke pembuluh darah arteri perifer.

Alasan penderita hipertensi tidak minum obat karena merasa sehat, kunjungan ke dokter tidak teratur, minum obat tradisional, menggunakan terapi lain, lupa minum obat, tidak mampu beli obat, terdapat efek samping, dan obat tidak tersedia di faskes.

Alat pengukur tekanan darah yang dipakai

Berdasarkan faktor risikonya, hipertensi dibagi menjadi 2 kelompok yaitu faktor risiko yang tidak dapat diubah (umur, jenis kelamin dan genetik) dan faktor risiko yang dapat diubah (perilaku tidak sehat seperti merokok, konsumsi garam berlebihan, diet rendah serat, kegemukan, kurang aktifitas fisik, stress).

Kalau berdasarkan penyebabnya, ada hipertensi esensial atau primer (tidak diketahui penyebabnya sekitar 90%) dan hipertensi sekunder yang penyebabnya (10%) ditentukan karena kelainan ginjal, pembuluh darah, gangguan kelenjar tiroid, penyakit kelenjar adrenalin.

CERDIK dan PATUH, Cara Kendalikan Tekanan Darah


Nggak mau kan kena hipertensi atau tekanan darah tinggi. Makanya jangan marah mulu-mulu ya 🤭. Saya memang belum rajin melakukan pengukuran tensi darah ke faskes, palingan kalau sakit baru deh di cek tensinya. Cuma kalau ibu saya harus rajin cek karena sudah kena serangan jantung itu.

Supaya kita yang masih muda dan bersemangat ini terhindar dari hipertensi, dijaga deh pola hidup sehatnya. Banyakin geraknya sesuai arahan Kementrian Kesehatan, biar terwujud Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS).

Lakukan cara ini ya...

Bagaimana caranya supaya mencegah dan mengobati sakit hipertensi si silent killer ini? Lakukan dengan perilaku CERDIK dan PATUH.

C : Cek kondisi kesehatan secara berkala
E : Enyahkan asap rokok
R : Rajin aktifitas fisik
D : Diet sehat dengan kalori seimbang
I  : Istirahat yang cukup
K : Kendalikan stress

Tidak cukup cuma CERDIK kalau nggak PATUH. Khususnya bagi yang sudah menyandang penyakit tidak menular (PTM) agar rajin kontrol dan minum obat.

P : Periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter
A : Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur
T : Tetap diet sehat dengan gizi seimbang
U : Upayakan beraktivitas fisik dengan aman
H : Hindari rokok, alkohol, dan zat karsinogenik lainnya


Cek tekanan darah bisa di rumah kok
Dok. Gambar Kemenkes RI

Selain itu, pemerintah dibawah Kementrian Kesehatan RI melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan "self awareness" kepada masyarakat.  Lakukan pengukuran tekanan darah secara rutin, penguatan pelayanan kesehatan khusus hipertensi, meningkatkan akses ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), monitoring faktor risiko hipertensi melalui Posbindu PTM yang ada di lingkungan masyarakat.

Ingat ya guys, Hipertensi atau Tekanan Darah Tinggi dapat dicegah dan diobati. Jika sudah terkena hipertensi dan terus minum obat gunakan fasilitas BPJS untuk memperingan biaya pengobatan. Lakukan pencegahan dan pengendaliannya dengan baik, maka hidup jadi lebih sehat. Pastinya dengan cara CERDIK dan PATUH ya.


***

12 komentar:

  1. Mantab kak infonya, paling susah istirahat yg cukup dan kelola stress nih akunya. Smg aku gak hipertensi yah, klo olahraga masih tetep alhamdulillah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lakukan saja pencegahan dan pengendaliannya kak Joe. Insyaallah pasti sehat ya dan nggak hipertensi.

      Hapus
  2. Haduhhh kadang kadang aku mengalami salah satu atau salah dua dari gejala ,semoga gak berlanjut

    BalasHapus
  3. Papahku penderita hipertensi. Malah beberapa temanku juga udah merasakan penyakit ini. Ternyata ada CERDIK dan PATUH ya. Memang susah2 gampang mengendalikan hipertensi. Menjaga gaya hidup, pola makan juga penting. Hipertensi ini golongan dari kardiovaskular. Sama ya papahku juga macam2 penyakitnya seperti jantung dll udah komplit tapi sekarang alamdulillaah lebih sehat. Rajin olahraga ringan itu mesti deh.

    BalasHapus
  4. Serem bener ya sampai kencing darah :(. Mba makasih tipsnya ya mba. Aku selama ini anggap hipertensi ya penyakit yag terkesan biasa aja tapi teryata dampaknya juga gede ya :(

    BalasHapus
  5. Ternyata CERDIK PATUH itu singkatannya panjang ya. Mesti diinget-inget nih. Papaku juga punya hipertensi, sempat kena stroke juga karena hipertensinya itu. Jadinya sekarang di rumah ada alat pengukur tekanan darah biar bisa rutin cek di rumah.

    BalasHapus
  6. Hipertensi ini emang ga boleh sembarangan ya. Harus terus minum obat tiap hari. Ga boleh lepas

    BalasHapus
  7. Serem ya mba kl denger istillah pembunuh secara diam" keberulan ibu sy jg ada riwayat hpr tensi.. Dan mmg selalu minum obt terus supaya ttp stabil.. Kl ditinggal ya bwrbahaya bgt.. Perlu mmg edukasi ttg penyakit tidak menular ini

    BalasHapus
  8. Duhhh aku jadi takut. Apalagi gaya hidup ku tuh termasuk yg gak sehat. Serem dengan julukan silent killer nya hipertensi ini

    BalasHapus
  9. Aku suka marah2 kalau liat bocil berantem mulu, wwkwkwk, tapi tekanan darahku rendah masa mba... Semoga kita terhindar dari penyakit2 berbahaya ya mba, aamiin

    BalasHapus
  10. Ibu mertua juga hipertensi, sehari hari yang minum obat, jadi memang hipertensi itu harus dicegah ya dengan cara CERDIK dan juga kendalikan, agar hipertensi tidak mengganggu aktifitas harian

    BalasHapus
  11. Serem juga ya hipertensi. Jadi khawatir sama yang diet keto karena mereka ga makan sayur dan buah. Makan lemak aja Dan lemak penyebab hipertensi.

    BalasHapus