"Eye Comfort" Kampanye Baru Dari Philips Lighting

Tidak ada komentar
Salah satu indera paling penting bagi manusia adalah mata. Bisa menikmati penglihatan dengan segala keindahan alam yang diciptakanNya sebuah anugerah yang tak ternilai. Bentuk rasa syukur kita terhadap kenikmatanNya ini dengan menjaga dan merawat kesehatan mata. Saya bersyukur sekali masih bisa melihat dengan jelas tanpa bantuan kacamata. Menulis blog seperti ini dengan handphone masih bisa saya lakukan meskipun huruf-hurufnya kecil nggak punya laptop juga . Pastinya harus didukung dengan pencahayaan yang terang dan nyaman di mata. 

Menyinggung tentang pencahayaan artinya berhubungan dengan lampu. Kalau jaman dulu kan masih mengandalkan lampu minyak atau lampu semprong yang cahayanya dari sumbu minyak dinyalakan api. Nah, sekarang listrik sudah terpasang dimana-mana, pencahayaan tentunya dari lampu. Ternyata pencahayaan lampu itu sangat berpengaruh lho dengan kesehatan mata. Adapun riset atau penelitian yang dilakukan bahwa pencahayaan sangat mempengaruhi kesehatan dan kenyamanan mata.



Beberapa waktu lalu (26 Oktober 2017) saya menghadiri talkshow bersama Philips Lighting Philips LED "Eye Comfort" Dampak Pencahayaan LED Berkualitas Eye Comfort bagi Kesehatan dan Kenyamanan Mata di Rumah Maroko, Menteng Jakarta. Talkshow kali ini membahas bagaimana pentingnya menjaga kenyaman mata terhadap pencahayaan yang tepat. Seperti yang sudah diketahui bahwa Philips Lighting adalah pemimpin dunia dalam pencahayaan, maka tak sembarang juga memproduksi lampu. Philips Lighting membuat riset global atau penelitian di beberapa negara survei dengan mengambil sampel sebanyak 8000 orang dewasa seperti Polandia, Republik Ceko, Swedia, Jerman, Spanyol, Perancis, Indonesia, Thailand, Amerika Serikat dan Turki. 

Rowena Lee, (General Manager and Senior Vice President Business LED Lamps, Global Business Group LED, Philips Lighting) mengatakan bahwa 50% dari riset global akan terkena rabun jauh (miopia) pada tahun 2050 nanti. Meskipun masih jauhnya waktunya, tapi penelitian ini membuktikan bahwa orang masih kurang memperhatikan kesehatan mata. Hasil dari penelitian rata-rata orang mengjabiskan waktu sekitar 6 jam/hari di depan layar dan 42% dari mereka menggunakan pencahayaan yang lebih lembut bagi mata. Sepertiga dari responden (32%) mempertimbangkan dampak kenyamanan bagi penglihatan.

Ki-ka : MC Vivit Kahfi, Rowena Lee, dr.Gita, Teuku Rinaldi

Karena kita berada di Indonesia, hasil surveinya pun cukup menyengangkan. Kesejahteraan itu penting bagi masyarakat Indonesia, namun hanya 46% responden yang memprioritaskan perawatan penglihatan sebagai kesejahteraan diri. Hal ini dibandingkan dengan tiga prioritas utama :
  1. Kebugaran (80%)
  2. Stres (77%)
  3. Berat badan (66%)
Dan hanya 19% (dengan rata-rata global sebesar 43%) masyarakat Indonesia termasuk paling jarang yang rutin mengunjungi dokter mata. Masyarakat Indonesia juga memiliki waktu 1 jam lebih lama dari hasil rata-rata global yaitu 7,25 jam berada di depan layar. Ayao ngaku deh pasti kalian lebih lama melihat screen gawai dibandingkan melihat masa depan kan...tsaahhh 😄.

Contoh lampu non LED yang cahayanya tidak merata

Tidak heran kalau anak-anak sekarang banyak yang memakai kacamata. Hal ini membenarkan bahwa karena terlalu lama melihat layar gawai dibandingkan bermain dengan teman-teman mereka di luar. Anak-anak si seluruh dunia menghabiskan waktu rata-rata 3.01 jam di luar ruang setiap harinya. "Untuk anak-anak membutuhkan stimulus agar matanya tumbuh kembang menjadi mata yang optimal, maka pencahayaan di dalam rumah harus baik. Selain itu anak-anak juga harus melakukan aktivitas outdoor setiap harinya agar terhindar dari miopia atau rabun jauh", ucap dr.Gitalisa Andayani, Sp.M(K). Tips dari dr. Gita kita harus melindungi mata di bawah pencahayaan yang baik, menghindari paparan sinar UV-B, tidak merokok, pakai pelindung mata saat bekerja untuk menghindari cedera.

Di sekolah pasti ada  UKS kan,  biasanya dilakukan screening mata. Namun masih ada kendala sering ditemukan dalam praktek kedokteran. Usia SD (6-12 tahun) itu matanya masih tumbuh kembang. Kalau tidak ada pemeriksaan rutin bisa menimbulkan sakit mata. Maka penglihatan mereka terbatas untuk melihat dunia.

Seorang senior lightning designer and consultant, Teuku Rinaldi yang berpengalaman selama 13 tahun di perusahaan Grahacipta Hadiprana mengatakan "Untuk menciptakan cahaya yang nyaman di rumah, prinsip lampu asal terang sudah tidak berlaku lagi. Lampu yang bagus itu memiliki 3 kriteria yaitu tidak berkedip, tidak silau dan cahaya yang merata". Lampu memberikan keindahan dari sisi interior. Lampu bisa merubah mood kita lho. Misalnya kalau lagi mau santai atau menenangkan pikiran lampunya agak redup.

Efek cahaya disesuaikan dengan kapasitas ruang, kebutuhan dan kegiatan. Jangan sampai salah memberikan pencahayaan pada suatu tempat. Karena bisa mempengaruhi sisi psikologis kita. Sampai sejauh ini ya dampak pencahayaan. Oleh karena itu Philips Lighting memilih LED berkualitas tinggi dengan 3 kriteria di atas. Sekitar 74% dari hasil survei bahwa kualitas pencahayaan berdampak pada penglihatan.

Jenis lampu LED Eye comfort
Pic taken by @philipsberbagiterang

Memilih pencahayaan yang tepat untuk mata kita dengan memilih lampu LED Philips, karena banyak lampu LED dipasaran tapi tidak sama kualitasnya. Ragam Philips LED meliputi :
  • Philips Mini LEDBulbs
  • Philips Entry LEDBulbs 
  • Philips LEDTube
  • Philips LED Down Light
  • Philips LED Batten

Pastikan lampu Philips yang dipilih ada logo Eye Comfortnya ya sebagai tanda lampu yang berkualitas dengan 3 kriteria tersebut yang membuat mata lebih rileks dan nyaman. Jangan sampai anak-anak kita mengalami rabun jauh di kala usianya sedang produktif-produktifnya. Sayangi matamu dengan lampu yang benar. Oh ya diakhir acara para tamu yang hadir dimanjakan dengan pijat mata. Bisa dipraktekan di rumah lho.


***


New ! Bio-Oil Travel Size 25ml : Must Item In Your Travel Kit

Tidak ada komentar
Sejak mengetahui bahwa saya hamil 2 bulan tahun lalu, kebutuhan ibu hamil, menyusui dan untuk si baby sudah saya rencanakan. Waktu kehamilan anak pertama saya masih minim pengetahuan tentang perintilan kebutuhan ibu hamil dan menyusui juga buat si kecil. Hasilnya banyak yang saya tidak persiapkan. Makanya pas kehamilan kedua saya sudah persiapkan secara berkala atau nyicil. Mulai dari baju menyusui, bra menyusui, baju hangat bayi dll. Bahkan ada beberapa barang yang sudah saya taruh di tas besar untuk dibawa saat persalinan. Jadi pas mau melahirkan sudah tinggal berangkat. 

Saat hamil kulit bagian perut itu meregang seiring besarnya bayi. Kadang ada rasa gatal yang konon katanya bayinya itu banyak rambutnya. Rasa gatal yang tak tertahan ingin terus menggaruk. Pasti semua ibu hamil merasakan hal ini. Nggak nyaman banget kan. Rasa gatal itu timbul akibat kulit yang meregang atau mengalami peregangan kulit (stretch marks). Selama hamil saya cukup concern dengan keadaan kulit, terutama bagian perut. Di bagian inilah problem kulit ibu hamil sesungguhnya. Perawatan kulit andalan saya saat hamil hingga sekarang yaitu Bio-Oil. 
Ukuran baru Bio-Oil 25ml

Pasti semua tahu Bio-Oil dong. Merupakan produk spesialis perawatan kulit yang membantu memperbaiki tampilan pada scars (luka) dan stretch marks serta memberikan nutrisi dari ujung rambut hingga ujung kaki. Berasal dari negara Afrika Selatan yang diformulasikan oleh kimiawan Jerman bernama Dieter Beier pada tahun 1987. Bio-Oil telah melalui proses penilaian keamanan sesuai Peraturan Parlemen Eropa dan Dewan Produk Kosmetik. Beberapa penghargaan juga telah diraih oleh Bio-Oil seperti 349 penghargaan internasional, peringkat pertama di 24 negara sebagai produk spesialis perawatan untul scars dan stretch marks dan tahun 2002 sukses terjual di 86 negara. Di Indonesia Bio-Oil sudah hadir selama 3 tahun melalui perusahaan PT Radiant Sentral Nutrindo. Wow, angkat 2 jempol deh buat Bio-Oil. 

Bio-Oil memiliki 3 keunikan dalam kandungannya. Hal ini yang membuat Bio-Oil berbeda dengan produk kecantikan lainnya. Apa saja keunikannya itu : 
  • Bio-Oil memiliki campuran unik dari ekstrak tumbuhan alami dan minyak esensi alami yaitu Calendula, Rosemary, Chamomile  dan Lavender yang dipercaya telah digunakan selama berabad-abad untuk mengahaluskan, mencerahkan, menyelaraskan serta meregenerasi kulit.
  • Mengandung bahan terobosan: PurCellin Oil, sehingga dapat dengan cepat terserap di kulit dan sering disebut " dry oil "        
  • Bio-Oil terbukti berhasil memperbaiki tampilan kulit, teruji klinis dan rekomendasi pribadi dari pengguna.

Kandungan utama Bio-Oil terdiri dari PurCellin Oil, minyak Calendula, minyak Rosemary, minyak Chamomile, minyak Lavender, Vitamin E dan Vitamin A. Bio-Oil memiliki ukuran 200ml, 125ml dan 60 ml. Pada tanggal 25 Oktober 2017 Bio-Oil memperkenalkan kemasan terbarunya. Acara yang bertemakan Bio-Oil 25ml Travel Size "It's Your Skin Travel Kit" di Wyls Kitchen, Veranda Hotel, Pakubuwono, Jakarta mempersembahkan Bio-Oil kemasan terbaru yang menjadi item wajib bagi para pecinta travelling.

Para narasumber 

Menurut Riani Lie perwakilan PT Radiant Sentral Nutrindo, tren masyarakat saat ini semakin dinamis dan lebih banyak menghabiskan banyak waktu di perjalanan atau travelling. Maka itu menghadirkan Bio-Oil 25ml sebagai produk perawatan kulit yang praktis, mudah dibawa dan menjadi pilihan tepat bagi yang pertama kali mencoba efektivitas Bio-Oil. Selain itu Bio-Oil terus dipercaya dan direkomendasikan sebagai produk spesialis perawatan kulit. Diperkuat juga dengan manfaat lebih yang konsumen rasakan dan sampaikan melalui testimoni positif. Tentunya dengan kemasan baru ini juga memperkuat Bio-Oil sebagai produk perawatan kulit terpercaya yang memberikan solusi menyeluruh khususnya scars dan stretch marks.

Wanita memiliki kesibukan cukup tinggi. Walaupun saya bukan wanita karir atau kerja kantoran, tapi sebagai ibu rumah tangga butuh me time juga dong. Berkelut dengan urusan rumah seharian bikin mumet otak. Biar otot jadi kendor dan pikiran tenang, travelling jalan keluar terbaik emak-emak butuh piknik.  Me time sebagai perwujudan keseimbangan jiwa dan raga. Saat berpergian saya tetap ingin berpenampilan prima termasuk penampilan kulit. Malu kan ya kalau punya kulit kusam.

Si mungil orange teman travellingmu

Dalam acara launching ini turut hadir pula dokter sekaligus presenter acara kesehatan di salah satu stasiun televisi dan sedang mengandung anak kedua yaitu dr. Reisa Broto Asmoro. Beliau mengatakan saat travelling kulit memiliki potensi permasalahan menjadi lebih kering dan kusam, lebih sensitif dan warna jadi tidak merata. Hal ini disebabkan perubahan cuaca yang ekstrim dan paparan sinar matahari, debu dan polusi. Makanya persiapkan kebutuhan nutrisi kulit dengan cermat seperti membawa pelembab. Pastinya pilih yang praktis dan tepat guna dalam memberikan perawatan kulit ke seluruh bagian tubuh.

Selain ada dokter cantik, turut hadir juga model dan aktris yang aktif dalam kegiatan penyelamatan satwa langka serta travelling holic yaitu Dominique Diyose. Ia juga menghadapi permasalahan kulit saat travelling. Dominique suka eksplorasi ke tempat baru yang kadang lokasinya cukup ekstrim dan menantang adrenalin. Maka itu ia butuh mempersiapkan barang bawaan seringkas mungkin tapi lengkap. Salah satunya Bio-Oil karena mampu melembabkan kulitnya dari dehidraai cuaca yang dingin dan paparan sinar matahari. 

Kebetulan ia sedang hamil 5 bulan saat hadi di acara. Tapi nggak kelihatan perut buncitnya lho. Ketakutan ia mengalami kulit stretch marks tidak perlu dikhawatirkan karena ia tahu bahwa Bio-Oil bisa mengatasi permasalahan kulit satu ini. Wanginya yang enak dan formulanya mudah menyerap, jadi mempermudah kehamilan pertamanya ini. Sehat terus ya bumil..

Bio-Oil selalu sedia di travel kit ku

FYI, Bio-Oil diproduksi oleh Union Swiss di Afrika Selatan. Perusahaan ini meneliti dan mengembangkan produk yang memiliki komposisi minyak untuk perawatan kullit. Produk pertama yang diluncurkan adalah Bio-Oil pada tahun 2002 sebagai produk global dalam kategori scars dan stretch marks. Di Indonesia Bio-Oil dikeluarkan oleh PT  Radiant Sentral Nutrindo yang juga memproduksi berbagai merek ternama seperti Evian, Nature's Plus dan Kinohimitsu.

Bio-Oil bisa mengatasi berbagai problem kesehatan kulit, diantaranya :

  • Bekas luka (scars)
  • Tanda peregangan (stretch marks)
  • Kulit tidak merata (Uneven skin tone)
  • Penuaan dini (aging skin)
  • Kulit dehidrasi (Dehydrate skin)

Varian ukuran Bio-Oil
Pic taken bio-oil.com


Bio-Oil 25 ml hadir sebagai item wajib bagi kalian yang suka berpergian. Ukurannya yang minimalis dan praktis dibawa kemana-mana. Kehadiran ukuran baru ini diharapkan melengkapi kebutuhan perawatan kulit bagi penggunanya setiap saat. Karena merawat kulit sedini mungkin sebagai investasi di masa depan. Bio-Oil mudah didapatkan di toko obat modern, Watsons, Guardian, Century atau online terpercaya dengan harga Rp.60.000. Lebih terjangkau kan. Jadi, Bio-Oil bukan sekedar perawatan kulit yang bisa digunakan di rumah saja. Kemanapun saya atau kalian pergi si mungil orange ini harus ada dalam pouch make up. Karena masalah kulit saya adalah stretch marks, mak tidak khawatir saat berpergian dengan membawa Bio-Oil. Para traveller, keep this Bio-Oil 25ml in your travel kit !



***


" Gasing Tengkorak " Film Horor Perdana Nikita Willy

1 komentar
Dalam kurun waktu 2 bulan ini (September-Oktober) film horor Indonesia merajai layar bioskop. Sebut saja Pengabdi Setan, Ruqyah dan Mereka yang Tak Terlihat. Hal ini bertanda penonton masih menginginkan film bergenre horor yang pastinya berkualitas. Bukan lagi rasa seram melihat hantu pocong yang tiba-tiba timbul di tengah jalan. Minimal membuat rasa takut penonton ketika ingin ke kamar mandi sendirian. Saya bisa bilang film tersebut berhasil merubah mindset penontonnya. 

Bertepatan dengan malam atau perayaan Halloween 31 Oktober 2017, saya menghadiri gala premiere film Gasing Tengkorak arahn sutradara Jose Purnomo. Dalam waktu yang dekat Jose menelurkan 2 karya film horornya. Tapi untuk Ruqyah saya belum sempat menontonnya karena kesibukan lainnya alasan. Gala premiere digelar di Metropole XXI, Jakarta yang dihadiri para pemain, sutradara sekaligus produser. Kali ini MD pictures berkolaborasi dengan Dee Company memproduksi film Gasing Tengkorak. Selain itu juga berkerjasama dengan Mox Original yang sebelumnya menggandeng film Danur dan Ruqyah.

Nikita Willy
Gasing Tengkorak menceritakan tentang seorang penyanyi papan atas bernama Veronica (Nikita Willy) yang menginkan kesendirian di tengah-tengah kesibukannya. Berkat bantuan managernya Michael (Rendi "Bragi" Krisna) dicarikan sebuah villa di kawasan daerah perkebunan teh. Lokasi yang jauh dari keramaian dan hanya Veronica sendiri yang tinggal disana. Namun kejadian-kejadian aneh terus terjadi selama ia tinggal. Bukan ketenangan yang Veronica dapat malah dihantui oleh gasing tegkorak. Pasti tahu kan gasing? Sebuah permainan tradisional yang sering dimainkan anak-anak. Namun dalam film ini gasingnya berbeda dari yang lain. Permainan gasing disini diadopai dari derah Minangkabau.

Nikita Willy sudah nggak asing lagi muncul di layar kaca. Debut aktingnya dalam sejumlah sinetron sudah tidak diragukan lagi. Namun berakting untuk film bergenre horor adalah perdana baginya. "Baru pertama kali saya bermain film horor. Suatu kebanggan buat saya bisa bermain dengan arahan sutradara Jose Purnomo dan ingin lebih serius mendalami akting film horor" ucap Nikita saat ditemui press conference setelah screening. Mudahlah bagi aktris seprofesional Nikita untuk berakting di film horor berikutnya. Begitupun dengan Rendi Krisna, ia pun sering muncul di sinetron-sinetron layar kaca. Namun bagi saya aktingnya kurang menantang, flat, sama saja berakting di sinetron yang ia mainkan.

Saat press conference dengam pemain, sutradara dan produser

Sengaja gala premierenya digelar bertepatan dengan malam Halloween, "Biar terasa atmosfer horornya dan suatu strategi yang tepat merilis sebuah film" kata Manoj Punjabi. Hal ini diungkapkan oleh sang produser yang tentunya dilihat dari segi marketing. Memang butuh strategi yang tepat untuk menonjolkan film agar penonton tertarik menontonnya. Luangkan waktu ya tanggal 2 November 2017 ke bioskop. Nonton film horor lageeee...

Secara keseluruhan setelah nonton film Gasing Tengkorak saya bisa menilai film ini sederhana. Sederhana rasa takutnya, setting, pemain bahkan hantunya. Pastinya saya tidak ketakutan ke kamar mandi sendirian. Bahkan cenderung membosankan saat pertengahan durasi. Horornya buat saya kurang greget. Tapi tidak membuat saya jadi kapok nonton film horor lainnya, khususnya buatan Indonesia. Akting Nikita Willy sudah cukup mumpuni sebanding dengan Randi "Bragi" Krisna. Meskipun film horor perdana, Nikita tidak semena-mena berakting. Tetap totalitas. Untuk pengambilan gambar dari atas itu membuat saya pusing. Rasanya anglenya kurang enak dilihat. Adegan slow motion Nikita saat terpental juga kurang natural. Menurut pengakuan Nikita ia tidak menghunakan stand in di semua adegan. Salut.

Pastinya saya tidak bisa membongkar semua perintilan film Gasing Tengkorak disini. Kalau penasaran nonton saja filmnya 2 November 2017. Jangan cuma bilang takut tapi mau nonton. Biar tambah bikin penasaran bisa dilihat dulu trailernya ya....


Official trailer




GASING TENGKORAK


Sutradara
Jose Purnomo


Produser
Manoj Punjabi
Dheeraj Kalwani



Skenario
Jose Purnomo
Baskoro Adi Wuryanto


Produksi
MD Pictures
Dee Company
MOX Original



Pemain
Nikita Willy
Randy "Bragi" Krisna
Voke Victoria
Farahdiba Ferreira



***

Segudang Keinginan Remaja Dalam Film My Generation

Tidak ada komentar
Kalau ditanya masa yang paling indah dan bebas itu, jawabannya pasti masa remaja. Masa di mana saya bisa mengalami hal-hal nekat yang tanpa pikir panjang melakukannya. Kalau diingat-ingat lagi saya sampai nggak habis pikir sambil di hati bilang "kok gue bisa ya dulu begitu, untung gue dulu ngelakuin itu nggak kenapa-kenapa". Kalau kalian merasa gitu juga, toss lah kita. Berarti memiliki masa remaja yang sejalan. Tapi saya dulu nggak bandel-bandel amat. Cabut dari pelajaran matematika dan nongkrong di kantin masih wajar, nggak sampai ke arah yang negatif seperti nyoba narkoba dan minuman keras. Ngeri ah...

Masa remaja saya bisa dibilang nggak neko-neko. Gaulnya juga sama teman-teman sekolah saja. Kalau di rumah malah sedikit temannya karena jarang bergaul juga. Belum tahu banyak informasi tentang hal yang lagi booming. Handphone aja belum punya. Palingan tahunya dari berita televisi atau majalah favorit yang jadi langganan. Tapi SEKARANG, status saya berubah, sudah menjadi ibu rumah tangga punya 2 anak. Hal-hal nekat yang dulu saya pernah lakuin, hilang seiring waktu berjalan. Bisa dibilang dewasa lah ya...Masa mau kayak bocah aja kelakuannya.

Kalau orang bilang kids jaman now

Bicara masa pergaulan remaja pastinya beda dengan waktu jaman saya dengan jaman sekarang. Terlihat jelas sekali perbedaannya. Sampai saya melongo melihat perubahan pergaulan anak jaman sekarang. Fenomena anak jaman sekarang itu terangkum dalam film My Generation karya Upi. Film yang menggambarkan segudang keinginan anak muda yang terhalang oleh aturan-aturan dari lingkungan sekitar. Pemberontakan a la anak muda sekarang digambarkan lewat film ini. 

My Generation merupakan film yang mengangkat cerita tentang generasi milenial yang unik. Berkat era digital yang terus dinamis menjadikan generasi ini muncul. Menceritakan tentang persahabatan 4 anak SMU (Zeke, Konji, Suki dan Orly) yang gagal berlibur karena video viralnya tentang memprotes guru, sekolah, orang tua. Sehingga mereka diberikan hukuman tidak boleh liburan. Namun berkat hukuman tersebut mereka mengalami banyak kejadian dan pengalaman yang memberikan pelajaran sangat berarti bagi mereka.

Official poster

Akhirnya sutradara Upi menggarap film bergenre remaja lagi. Setelah sukses dengan film terdahulunya Realita, Cinta dan Rock n Roll (2006) Radit dan Jani (2008), Serigala Terakhir (2009), Red Cobex (2010), My Stupid Boss, (2016), Pertaruhan (2017). Film yang dimainkan 4 pendatang baru yaitu Bryan Langelo (Zeke), Lutesha (Suki), Arya Vasco (Konji), Alexandra Kosasie (Orly). Meskipun baru bermain film tapi mereka totalitas berakting berkat arahan sutradara Upi. Selain 4 pemain baru tersebut, didukung pula oleh aktor dan aktris senior seperti Tyo Pakusadewo, Indah Kalalo, Surya Saputra, Joko Anwar, Ira Wibowo, Karina Suwandhi, Aida Nurmala.

Pada 10 Oktober 2017 telah dirilis poster dan trailernya dalam press conference. Saya terkejut juga melihat posternya yang colorfull, berani dan kekinian banget. Trailernya juga bikin penasaran juga buat nonton film ini. Film produksi IFI Sinema nggak main-main lho. Upi sampai membuat riset media sosial selama 2 tahun untuk mengetahui fenomena apa yang terjadi pada anak generasi milenial ini. Bayangkan saudara-saudara 2 tahun (sambil ngacungin 2 jari ke muka). Kalau lihat remaja ada yang terjerumus narkoba, kita tahunya anak itu nakal. Tapi sebenarnya kita nggak tahu apa yang dialami remaja tersebut dalam hidupnya. Apa faktor keluarga, pertemanan, putus cinta atau sekolah.

Para pemain My Generation saat press con

Mereka mau ngadu atau curhat tapi kadang nggak ditanggepin sama orangtua. Jadinya mereka mencari jalan instan sendiri. Nah, begini kan yang ditakutin. Jadi orang-orang sekitar (khususnya orangtua) perlu mendengarkan keinginan mereka yang segudang. Kenapa segudang? Karena keinginan mereka memang banyak, tapi nggak pernah direspon sama orang disekitar. Nantinya biar nggak salah jalan pastinya. Mau tahu apa saja keinginan mereka? Makanya nonton film My Generation tanggal 9 November 2017 di bioskop kesayangan. Yuk ajak orang terdekat kalian and the ganks guys... Sekarang nonton trailernya aja dulu ya...


Official trailer



***