Inspirasi Mangrove Dari Raja Ampat, Buah Noni Juga Punya Manfaat Ganda

Tidak ada komentar

Selama ini kita tahunya tanaman mangrove yang hidup di pinggir pantai sebagai pelindung daratan dari air pasang laut atau abrasi. Ternyata mangrove merupakan salah satu kekayaan alam pesisir yang memiliki fungsi ganda bagi kehidupan. Bahkan kelebihan potensinya jadi inspirasi yang dapat mendukung perekonomian masyarakat pesisir pantai, khususnya di Raja Ampat, Papua. 

Informasi soal mangrove banyak saya dapatkan dari ikut webinar pertama Eco Blogger Squad (EBS) untuk periode 2026–2027 yang mengangkat tema “Inspirasi Ketahanan Pangan dari Mangrove di Raja Ampat." Pada kesempatan ini, EBS berkolaborasi dengan The Asia Foundation (TAF) dan melakukan tap-in momentum Bangkok Climate Action Week. Webinar dipandu oleh kak Ocha dan menghadirkan 2 narasumber yaitu Wawiyai Steve - Program Manager PKPRA dan Daniel Kbarek - Program Officer TAF. 


Potensi Ganda Mangrove Bagi Masyarakat Pesisir Raja Ampat

Potensi mangrove buat kehidupan masyarakat pesisir banyak sekali. Keberadaannya bisa menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati seperti penopang stok ikan, kepiting dan udang yang tumbuh di ekosistem mangrove atau menjaga kejernihan air laut. Ada juga kaitannya antara perubahan iklim dan mangrove karena perubahan cuaca ekstrem dapat berdampak pada ketahanan lokal di lingkungan sekitar pesisir pantai. 

Dari penjelasan Bapak Daniel Kbarek, potensi ganda mangrove yang dimaksud yaitu menjadi sumber pangan. Hasil laut non ikan dari ekosistem mangrove dapat berupa ikan, kepiting bakau, kerang darah, kerang tiram dan kerang hijau. Sedangkan dari buahnya mangrove yaitu buah pedada, buah lindur, buah tanjang dan buah bakau dapat diolah jadi tepung, minuman dan camilan. Bahkan madunya jadi produk unggul di sana. Jadi pemanfaatan buah mangrove sangat beragam pengolahannya. 


Di belahan lain pesisir Raja Ampat, ada sebuah kampung yang memanfaatkan mangrove untuk kehidupan yaitu Kampung Friwen dan Kampung Yenbeser. Bagi mereka mangrove seperti nafas kehidupan. Dari keresahan warga tentang hutan mangrove yang mengalami degradasi akibat adanya pengambilan kayu untuk kebutuhan bahan baku bangunan homestay dan resort, maka ada upaya untuk melakukan restorasi mangrove.

Ada wilayah adat yang dijaga dan dilindungi oleh masyarakat Kampung Friwen yaitu Mangrove Doredor sebagai Sentral pemijahan ikan di Selat Dampier Raja Ampat Papua Barat Daya, selama 10 tahun (2009 – 2019) mengalami perubahan pada tahun 2019 yaitu tingkat kerusakan mencapai 57% atau setara 133 Ha dari total luasan hutan mangrove 233 Ha, yang diakibatkan adanya pemenuhan kebutuhan pasokan kayu untuk industri pariwisata di Raja Ampat.

Bapak Wawiyai Steve selaku Program Manager Perkumpulan Kawan Pesisir Raja Ampat (PKPRA) menjelaskan dalam sesi webinar bahwa kaum perempuan punya peran penting dalam menjaga kawasan hutan mangrove melalui Skema Hutan Desa untuk generasi anak cucu. Tak ada perempuan maka sumberdaya alam di wilayah pesisir akan rusak. Lagi dan lagi perempuan punya peran dalam kelangsungan hidup disamping prianya pergi melaut. Wawiyai Steve juga mengungkapkan bahwa melalui penguatan kelompok perempuan dalam pemanfaatan mangrove di kawasan hutan Friwen dapat membangun ketahanan pangan lokal. Berikut produk hasil olahan mangrove dari kampung Friwen yang dijadikan cookies dan keripik.


Terinspirasi Dari Mangrove, Buah Noni Juga Punya Manfaat Ganda 

Noni adalah nama lain atau dalam bahasa Inggris artinya buah mengkudu atau pace. Buah yang terkenal rasa pahitnya memiliki manfaat ganda seperti mangrove. Bisa 

Tidak ada komentar