Suatu tantangan buat saya memiliki anak-anak yang lahir di era digital. Dimana semua kegiatan dilakukan secara online dan paperless. Untuk dunia pekerjaan dunia digital memudahkan semua tugas. Namun bagi anak-anak, gawai seperti pisau bermata dua. Jika digunakan dengan tepat, maka bisa dijadikan teman. Tapi jika disalahgunakan, maka bisa menjadi lawan. Menusuk ke setiap elemen terpenting anak.
Kecanggihan teknologi telah "merenggut" perhatian anak-anak dari bermain air hujan di luar, berkeliling komplek dengan sepeda atau menggoreskan pensil warna di selembar kertas. Keterampilan motorik mereka seketika terhenti oleh gawai. Membesarkan anak-anak di era digital bagai kompetisi. Siapa yang lebih tahu duluan tentang kebenaran.
![]() |
| Welcome to SIS Bona Vista |
Kecanggihan teknologi telah "merenggut" perhatian anak-anak dari bermain air hujan di luar, berkeliling komplek dengan sepeda atau menggoreskan pensil warna di selembar kertas. Keterampilan motorik mereka seketika terhenti oleh gawai. Membesarkan anak-anak di era digital bagai kompetisi. Siapa yang lebih tahu duluan tentang kebenaran.





