Kampanye "Berbagi Kebaikan" Cara Berdonasi Dari Lifebuoy Shampoo untuk Para Pejuang Kanker

51 komentar
Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain 
 HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni

Semua orang pastinya ingin melakukan kebaikan untuk orang lain. Namun, beberapa orang mungkin tidak tahu bagaimana cara memberikannya. Padahal melakukan kebaikan itu bisa dari hal sederhana yang kita miliki. Misalnya saja rambut. Hah, rambut? Emang bisa? Bisa dong! Ternyata bagian tubuh manusia ini kalau dikumpulkan bisa berguna untuk para pejuang kanker lho. Penasaran mau tahu caranya? Pastinya bikin fresh penampilan kita. Dibaca terus ya! 

Hari Kamis, 2 Juni 2022 saya berkesempatan hadir di acara peluncuran dan press conference kampanye "Berbagi Kebaikan" yang diadakan oleh Lifebuoy Shampoo di Bale Nusa, Sate Khas Senayan, Jln. Pakubuwono, Jakarta. Acara ini dibuat secara hybrid (online & offline). Tema yang diambil adalah Jadikan Rambut Sehat Sebagai Kekuatan untuk Berbagi Kebaikan. Sebuah kampanye yang mengajak keluarga Indonesia wujudkan empati dan kepedulian untuk membantu tingkatkan kualitas hidup para pejuang kanker. Para narasumber yang turut hadir di acara ini : 
  1. Agus Nugraha, Head of Marketing Hair Care PT Unilever Indonesia, Tbk. 
  2. Anna Surti Ariani, S.PSi., M.Si., Psi., Psikolog Klinis Keluarga.
  3. Dr. Siti Annisa Nuhonni, Sp.KFR-K, Pengurus Bidang Pelayanan Sosial Yayasan Kanker Indonesia.
  4. Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD, KHOM, FINASIM, FACP, Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia.
  5. Mona Ratuliu - Selebriti Mom

Kampanye Berbagi Kebaikan Lifebuoy
Sesi foto bersama dalam press conference Lifebuoy Shampoo “Jadikan Rambut Sehat Sebagai Kekuatan untuk Berbagi Kebaikan”

Mengasah Keterampilan Sosial Pada Anak Pasca Pandemi 

Saya patut bersyukur bisa melewati fase pandemi Covid-19 selama 2 tahun ini dengan lancar. Walaupun seringnya ada kekurangan, kesedihan dan ketakutan juga, saya dan keluarga bisa melewati dengan baik. Seperti yang kita ketahui bersama, selama pandemi anak-anak disarankan di rumah saja. Bagi anak-anak pandemi merupakan situasi seperti "sel tahanan". Mereka terkurung di dalam rumah tanpa berinteraksi dengan teman sebaya. Padahal anak-anak membutuhkan keterampilan sosial. Tentu ini menjadi hal yang menantang.

Menurut penjelasan Anna Surti Ariani, S.PSi., M.Si., Psi atau biasa disapa mba Nina, selama pandemi kemampuan sosial anak-anak menurun. Mereka mengalami kesulitan melakukan kebaikan seperti saling menolong teman, bekerjasama atau hingga berlatih memiliki sikap empati. Penelitian dari Universitas Negeri Yogyakarta juga menemukan bahwa selama pandemi 96% anak mengalami penurunan terkait pencapaian aspek perkembangan sosial emosi, terutama dalam segi perkembangan perilaku prososial, atau yang secara awam disebut perilaku tolong menolong. Perlu jadi pertimbangan kita semua supaya mengembalikan keterampilan sosial ini kepada anak. Ingat ya parents, keterampilan sosial itu bukan suatu yang tiba-tiba muncul, namun harus dikembangkan.

Keterampilan sosial seperti empati, tolong menolong, dan sebagainya bukan diajarkan secara teoritis, justru harus dipraktikkan. Memang selama pandemi anak mengalami kesulitan menstimulasi keterampilan sosial. Mba Nina menyebutkan risiko jangka pendek dan panjangnya jika keterampilan sosial tidak dipraktikkan.

Dalam jangka pendek anak mengalami permasalahan pergaulan karena dianggap tidak mau bekerjasama, sensitif terhadap kebutuhan orang lain, tidak tahu bagaimana cara merespon temannya. Jika dibiarkan terus-menerus dan kita tidak punya antisipasi apa pun, justru risiko jangka panjangnya anak mengalami gangguan psikologis. Perilaku ini tidak dapat tumbuh dan berkembang dengan sendirinya, dibutuhkan proses panjang sejak usia dini hingga dewasa yang erat kaitannya dengan stimulasi dari orang tua. Oleh karena itu, momen meredanya masa pandemi ini segeralah menstimulasi keterampilan sosial anak-anak.

Cara berdonasi
Ki-Ka : Dr. Siti Annisa Nuhonni, Sp.KFR-K &
Anna Surti Ariani, S.PSi., M.Si., Psi

Banyak sekali cara berbagi kebaikan yang bisa dilakukan oleh anak-anak. Misalnya di sekolah, para guru bisa memberikan kerja kelompok, dengan begitu ada interaksi selama belajar, membagikan bekal yang dibawa dari rumah, bergiliran saat bermain atau berdonasi. Bentuknya pun bermacam-macam, bisa berupa uang, barang-barang yang dimiliki atau rambut. Mengajak anak berdonasi salah satu stimulasi keterampilan sosial. 

Menurunnya kemampuan sosial pada anak juga dikhawatirkan oleh Mona Ratuliu. Ibu dari lima orang anak ini mengkhawatirkan keterampilan sosial anak-anaknya. Terlebih kepada Nala Kania, walaupun selama pandemi ditemani yandanya (panggilan papa) bikin konten lewat media sosial TikTok, namun tetap saja tidak bisa menggantikan peran teman seutuhnya. Cara Mona Ratuliu mengembalikan kemampuan anak-anak untuk bersosialisasi dengan cara melihat ada hal apa dari media sosial yang bisa menstimulasi anak-anak dan ikut berdonasi lewat kampanye Berbagi Kebaikan. Jadi, sekarang sudah saatnya mengasah kembali keterampilan sosial pada anak pasca pandemi. 

Kampanye "Berbagi Kebaikan" Dukungan Lifebuoy Shampoo Terhadap Survivor Kanker di Yayasan Kanker Indonesia

Memiliki rambut sehat adalah impian para survivor kanker. Bagaimana tidak? Proses pengobatan para penyintas kanker yang keras dapat merontokkan rambut. Rambut rontok karena salah shampoo saja paniknya minta ampun, apalagi karena suatu penyakit. Mengawali kampanye Berbagi Kebaikan di tengah momen peringatan Hari Anak Internasional yang jatuh setiap tanggal 1 Juni, Lifebuoy Shampoo berkolaborasi dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) mengajak sebanyak mungkin keluarga Indonesia berbagi kebaikan dengan para pejuang kanker melalui berbagai cara. Seperti yang dikatakan Bapak Agus Nugraha sebenarnya mudah berbuah kebaikan itu bisa dengan apa saja, termasuk berdonasi rambut. Lifebuoy Shampoo memiliki tujuan untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan pada anak sejak dini. 

Tentu kampanye ini disambut baik oleh YKI. Hal ini akan mendorong semangat dan kualitas hidup pasien kanker. Selama pandemi, kanker memberikan dampak terhadap fisik dan psikologisnya. Menurut Dr. Siti Annisa Nuhonni, Sp.KFR-K, masalah besar bagi masing-masing survivor kanker bukan masalah fisik, tapi non fisik (aspek psikis, spiritual, sosial, kultural). Kedekatan aspek non-fisik kadang tidak didapat dari keluarga karena ketika ada yang terkena kanker dalam satu rumah, maka seluruh keluarga bisa merasakan sakitnya. Oleh karena itu, berbagi kebaikan tidak harus dalam bentuk uang atau barang, tetapi bentuk rasa peduli saja sudah menunjukkan nilai yang luar biasa.

Agus Nugraha

Menurut dr. Nuhonni, masa pandemi ada penundaan tindakan bagi pasien kanker karena khawatir ketularan virus Corona.  Ada 4 perubahan besar dari pandemi ini antara lain semua kegiatan dilakukan di rumah (WFH/SFH), kembali ke dasar kehidupan kita, semua dilakukan secara virtual termasuk konsultasi pasien dengan dokter atau dikenal telemedicine dalam dunia kedokteran, dan meningkatkan rasa empati. 4 komponen itulah suatu kombinasi positif bagian dari berbagi kebaikan yang harus ditingkatkan.

Dukungan yang dibutuhkan pasien kanker saat ini adalah kebersamaan. Misalnya saling bercerita dengan sesama pasien ketika sedang berobat atau merasa bersyukur pada diri sendiri. Dengan begitu, mereka bisa menyemangati satu sama lain sehingga meningkatkan imunitas tubuh. Sikap peduli itu lebih penting dari apa yang kita bagikan. 

Beli produk Lifebuoy Shampoo edisi terbatas sebagai wujud ikut berbagi kebaikan


Cara Berdonasi Kampanye “Berbagi Kebaikan”

Banyak cara berdonasi yang Lifebuoy Shampoo berikan, tapi tujuannya tetap satu yaitu menunjukkan kepedulian kepada pejuang kanker supaya mereka merasa diperhatikan.  Cara berdonasinya sebagai berikut. 

1. Donasi Rambut
Keluarga Indonesia dapat mendonasikan rambut sehat dan kuat mereka untuk nantinya dijadikan wig yang akan didistribusikan YKI ke para pejuang kanker di berbagai wilayah Indonesia. Donasi ini dapat dilakukan dengan 4 langkah mudah:
  1. Cuci rambut dengan bersih dan keringkan, kemudian kuncir dalam satu atau dua ikatan dengan kuat.
  2. Potong rambut di atas ikatan, pastikan potongan rambut tidak terburai berantakan. Idealnya, dibutuhkan minimal 25 cm untuk membuat wig dengan rambut asli.
  3. Masukkan potongan rambut yang terikat rapi ke dalam amplop/zip lock yang tahan air.
  4. Kirim ke PO BOX LIFEBUOY BERBAGI KEBAIKAN JAKARTA 12000 dengan mencantumkan nama, alamat dan nomor ponsel pendonasi.
Bagi mereka yang rambutnya belum memenuhi persyaratan, donasi bisa tetap diberikan dimana total gramasi dari rambut yang terdonasi akan dikonversi menjadi wig rambut sintetis yang juga akan didistribusikan kepada para pejuang kanker.

2. Donasi Melalui Pembelian Produk
Setiap pembelian Lifebuoy Shampoo varian Kuat & Berkilau limited edition ukuran 340 ml, otomatis mereka akan berkontribusi dalam penggalangan dana yang akan didonasikan kepada YKI.

3. Donasi Melalui Kitabisa.com
Donasi juga dapat diberikan melalui platform Kitabisa.com, dimana seluruh dana yang terkumpul akan didonasikan kepada YKI.

Di penghujung acara, Mona Ratuliu bersama putrinya, Nala turut mendonasikan rambut sehatnya di tengah acara peluncuran kampanye
"Berbagi Kebaikan"

Saya juga berpartisipasi donasi rambut 

Kebutuhan akan donasi rambut sangat besar bagi pasien kanker. Dukungan masyarakat melalui kampanye ‘Berbagi Kebaikan’ oleh Lifebuoy dan YKI ini akan semakin membangkitkan keyakinan bahwa mereka tidak sendirian dalam berjuang. Ayo mulai berbagi kebaikan dari diri sendiri. 

Sebagai penutup, mbak Anna Surti Ariani, S.PSi., M.Si., Psi menyampaikan nilai dari kampanye ini yaitu sebagai cara membuktikan atau mengajarkan langsung bagaimana membantu orang lain atau berbagi kebaikan tanpa terlalu sulit buat diri kita sendiri. Tentu hal ini bisa dijadikan inspirasi buat anak-anak. Manfaat menolong bukan hanya untuk orang lain, tapi juga untuk diri sendiri, terutama demi kesehatan mental karena menimbulkan rasa bahagia. 

Dr. Siti Annisa Nuhonni, Sp.KFR-K mengatakan senang mendapatkan perhatian yang bisa menyemangati bagi para survivor, pengurus dan relawan. Seperti ada siraman air segar bahwa YKI tidak sendiri. Maka jangan sia-siakan kesempatan yang luar biasa ini. Seberapa pun besar atau kecil kebaikan yang diberikan, biar Allah SWT yang akan berikan gantinya. Mona Ratuliu juga mengungkapkan semoga tujuan dari kampanye "Berbagi Kebaikan" bisa tersampaikan kepada keluarga Indonesia. Semakin banyak orang tua yang mengajak anak-anak untuk melakukan kebaikan untuk mengasah keterampilan sosialnya. Bapak Arif Nugraha berharap semoga kampanye dari Lifebuoy Shampoo ini dapat diterima baik oleh para pejuang kanker. Ini bisa jadi satu acara untuk keluarga Indonesia tetap menanamkan pendidikan empati yang bisa dilakukan bersama-sama. 



***

51 komentar

  1. Keliatan seger banget abis potong rambut, semua ikut bahagia ya, kampanye donasi Lifebuoy Shampo ini keren banget sih menurutku, hal sederhana tapi sangat bermakna

    BalasHapus
  2. Program Shampoo Lifebuoy keren banget, patut menjadi contoh berbagi kebaikan nih. Berdonasi rambut maupun uang kepada para penderita kanker tentu hal yang baik. Semoga event ini berkesinambungan hingga nanti. Betul, membantu orang lain tidaklah sulit :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Event donasi ini sampai akhir Desember 2022 kok. Masih panjang waktunya.

      Hapus
  3. Suka sama wanginya shampoo lifebuoy, aku mari cari yang kemasan khusus itu deh. Mudah-mudahan gampang didapat ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pasti ada deh di toko swalayan deket rumah mba Dessi.

      Hapus
  4. Seru banget ya pas ikut acara peresmian donasi rambut. Ga nyangka idenya extraordinary banget. Dr sampah jadi hal bermanfaat ya

    BalasHapus
  5. Ada banyak cara ya untuk mengajarkan empati ke anak salah satunya dengan berdonasi. Kayaknya lebih bagus kalau anak diajak terjun langsung ke lapangan ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, anak bisa merasakan langsung cara memberikan sesuatu yang kita miliki untuk orang lain.

      Hapus
  6. Aku kaget lho dengan hasil penelitiannya, tapi emang iya sih selama pandemi ini egoisme anak-anak jadi lebih tinggi ya mungkin karena terkurung di rumah aja. Mesti cari cara agar bisa mengembangkan keterampilan sosial mereka, salah satunya dengan ikutan donasi rambut dengan Lifebuoy ini ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pandemi sangat memberikan efek yang kurang baik bagi anak=anak. Adanya donasi rambut atau apa pun, mengembalikan keterampilan sosial mereka.

      Hapus
  7. Lifebuoy mengajak kita donasi dengan empati yang tinggi ya semoga menjadi amal jariyah untuk menyumbangkan rambut

    BalasHapus
  8. Berkah untuk yang donasi, Aamiin jadi tahu juga ada donasi ini. Sukses untuk Lifebuoy!

    BalasHapus
  9. Alhamdullilah ya, Rul bisa ikut datang ke acara peluncurannya dan mendonasikan rambutnya secara nyata. Moga bermanfaat bagi penyintas kanker ya

    BalasHapus
  10. ow ku pikir ini shampoo lifebuoy biasa ternyata ada yang limited edition. Dari packagingnya menggambarkan berbagi kebaikan. Suka!
    oh ya tentang donasi rambut ini bisa rambut anak ataupun dewasa?

    BalasHapus
  11. bener banget, banyak cara untuk berbagi kebaikan gak mesti berupa uang tapi dengan action donasi rambut ini

    BalasHapus
  12. Melatih anak untuk berbuat kebaikan memang harus dilakukan sejak dini ya dan berbagipun bisa dengan banyak cara. Aku baru tau ada donasi rambut untuk penderita kanker. Semoga dengan kampanye ‘Berbagi Kebaikan’ oleh Lifebuoy dan YKI ini bisa memberikan semangat buat pasien kanker.

    BalasHapus
  13. Bagus juga ya program Lifebouy dan YKI dengan donasi rambut buat para penderita kanker. Memang membantu sesama tidak hanya lewat materi saja. Dengan donasi rambut nantinya dibuat wig untuk dipakai para survivor kanker.

    BalasHapus
  14. Unik donasinya dan super manfaat karena kita tahu penderita kanker yg terapi kemo membuat rambut rontok

    BalasHapus
  15. Donasi rambut ini sangat menginspirasi. Penderita kanker tidak hanya butuh biaya pengobatan yang tidak sedikit tapi juga butuh perhatian dan pendampingan. Sekecil apapun kontribusi kita, semoga bisa membantu mereka ya

    BalasHapus
  16. Berbagi kebaikan, atau berdonasi tidak memlulu harus dengan materi ya mbak.Salah satunya bisa dnegan donasi rambut, manfaatnya sangat baik untuk mereka yang membutuhkan

    BalasHapus
  17. Sebaik-baiknya berbagai, itu adalah berbagi kebaikan ya Mbak. Apa lagi kalau diajarkan pada anak sejak dini, berbagi energi positif seperti ini akan tertanam sampai ke alam nawah sadar mereka. Bagus banget kampanye lifebouy shampoo ini. Akan melahirkan generasi dewasa yang peduli pada orang lain di masa depan

    BalasHapus
  18. Iya nih sejak pandemi anak2 kan daring jadi sama2 ngga kenal temennya. Jadi emang agak bikin masalah buat sosialisasi.
    Wah lifebouy wujudkan solidaritas berbagi, bisa banget nih ngajak anak2 buat ikut campaig ini. Pasti seru.

    BalasHapus
  19. Gak nyala sih, rambut yang kita potong bisa buat donasi dan bermanfaat buat pasien kanker. Kudu ikutan pas nanti rambutku udah panjang. Terus jangan lupa buat donasi dengan hal lain juga

    BalasHapus
  20. Keren nih donasi untuk para pasien kanker ya, baru tahu nih kalau rambut yang kita potong itu berarti buat mereka yah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, sekarang sudah tahu kan. Ikutan donasi juga yuk.

      Hapus
  21. Menginspirasi banget kampanye Lifebuoy ini. Apalagi ikut memberi dukungan para survivor kanker.

    BalasHapus
  22. Idenya keren ... kulagi mikir, kalauy mau ikut berdonasi berarti kudu manjangin rambut dulu.

    BalasHapus
  23. Berbagi kebaikan itu nggak susah ya mbak
    Bisa dilakukan dengan cara yang sederhana
    Contohnya ya seperti yang dilakukan oleh Shampoo Lifebuoy ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kadang kita mikirnya cuma berupa uang aja kalau donasimkan. eh pakai rambut juga bisa.

      Hapus
  24. Mengajak anak-anak dan menumbuhkan rasa empati mereka untuk senantiasa bisa membantu orang lain, terlebih para survivor kanker
    Betapa beruntungnya karena ada program Lifebuoy dan YKI ini. Karena donasi yang mudah bisa dilakukan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betl, mudah banget berdonasi itu. Mulai dari rambut kita aja dulu.

      Hapus
  25. Donasi rambut ternyata sangat di butuhkan bagi orang lain. Padahal kita menganggap sampah, rambut yg ha is kita gunting.

    Lifebouy melalui program donasi rambut ini semoga banyak masyarakat yang ikut berdonasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya sekarang tersadarkan atas program ini kalau rambut yang kita gunting lebih baik disumbangkan.

      Hapus
  26. Hai, Mbak. Aku tertarik banget nih dengan donasi rambut untuk survivor kanker. Tapi aku nggak pernah punya rambut panjang, jadi nanti akan dihitung gramasi rambutnya, ya? Dan ternyata dengan membeli shampoo Lifebuoy bisa membantu teman-teman survivor kanker juga. Kebetulan anakku baru aja ganti shampoo ke Lifebuoy, nih.

    BalasHapus
  27. Jujur aku gak pernah mengira kalau rambut yang kita potong bisa seberguna itu, nanti dijadikan wig dan bisa membantu pasien kanker, support mereka secara mental.
    Bagus banget program Lifebuoy ini ya, bisa mengajak masyarakat utk makin berempati kepada mereka para penyintas kanker.

    BalasHapus
  28. Wah campaignnya ini out of the box lo. Jarang2 ada? Kepikiran donasi rambut untuk pasien kanker. Semoga semakin banyak anak-anak yang terselamatkan dari kanker ya mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo dirawat rambutnya biar makin sehat dan bagus, terus bisa disumbangin deh.

      Hapus
  29. Bagus program Lifebuoy ini ya mengajarkan anak berbagi dan empati termasuk menyumbang rambut untuk penderita kanker..great program..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anak jadi tahu kalau berbagi itu bisa dari hal kecil tapi berarti buat orang lain.

      Hapus
  30. Alhamdulillah, suka deh kampanyenya Lifebuoy ini, merangkul cancer survivor dan semua pihak. Aku yang sering ngeluh karena rambut ketebelan jadi lama keringnya kalau keramas mestinya nggak berpikir begitu dan justru harusnya berdonasi ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekarang sudah tahu kan kalau bisa didonsikan rambutnya.

      Hapus
  31. Ayo mba mulai sekarang didonasikan rambutnya. Amal jariyah seumur hidup.

    BalasHapus
  32. Salut dengan gerakan yang diinisiasi oleh Lifebuoy dalam mengajarkan arti berbagi kebaikan. Anak-anak bisa kita ajarin untuk mengolah rasa empati mereka dengan mengikuti berbagi kebaikan ini.

    BalasHapus
  33. Bener banget mbak, jadi bermanfaat bagi orang lain adalah sebuah kebahagiaan tersendiri. Apalagi sekarng bisa donasi selain dalam bentuk uang ya. Bagus nih program berbagi kebaikan nya Lifebuoy

    BalasHapus