Sabtu, 06 April 2019

# Earth Hour # kegiatan Aston Prioritas Simatupang

Earth Hour : Satu Jam Saja Selamatkan Bumi

Menyelamatkan bumi bisa banyak cara dilakukan. Mengurangi sampah plastik, mengolah air limbah, atau mematikan alat elektronik yang sedang tidak terpakai. Sebagai bentuk peduli manusia sebagai mahluk bumi, salah satunya dengan memadamkan lampu selama satu jam atau disebut Earth Hour (EH). Yuk, mari kita sejenak menyelamatkan bumi.

Earth Hour merupakan kegiatan global yang diadakan oleh World Wide Fund for Nurture (WWF) pada hari Sabtu terakhir bulan Maret. Kegiatan berupa pemadaman lampu di rumah, perkantoran, hotel dimanapun selama satu jam. Kegiatan ini pertama kali dilakukan di Sydney, Australia pada 31 Maret 2007, pukul 19.30 waktu setempat. Sejak itu, Earth Hour menyebar ke berbagai negara termasuk Indonesia.

earth hour 2019
Satu jam saja selamatkan bumi


Latar belakang kegiatan ini muncul akibat isu perubahan iklim yang tak bisa ditoleransi. Misalnya perubahan iklim terjadi dari pemanasan global (meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi) dan El Nino Southern Oscillation. EH diadakan untuk meningkatkan kesadaran kita akan  bahaya perubahan iklim ini dengan tindakan yang serius.

Dilansir dari liputan6.com, ada 33 kota yang ikonnya dipadamkan, diantaranya kota Jakarta, Depok, Tangerang, Bali, Aceh,  Medan, Palopo, Balikpapan, Bandar Lampung, Sidoarjo, Jogja, Makassar, Malam, Mataram, Papua, Bandung, dan masih banyak lainnya.

Momentum Earth Hour di Aston Priority Simatupang Hotel & Conference Center


Sebelumnya saya belum pernah mengikuti kegiatan Earth Hour di manapun. Hanya dengar istilah itu saja dan tidak merespon dengan baik kegiatan tersebut. Maksudnya tetap saja menyalakan lampu di waktu Earth Hour. 

Setelah tahu BloggerCrony mengadakan acara Earth Hour bersama Aston Priority Simatupang Hotel & Conference Center tanggal 30 Maret 2019, saya ambil kesempatan itu. Mumpung jaraknya tidak terlalu dari rumah, pulang agak larut tak jadi masalah.

BCC Squad siap ikut Earth Hour
bersama Aston Priority Simatupang Hotel & Conference Center
Dok. Foto BloggerCrony

Sekitar pukul 18.30 WIB, saya sampai di lokasi. Bersama Mbak Wardah Fajri dan Nesa, saya menunaikan sholat Maghrib dulu di lantai 25.  Karena kegiatan EH dimulai jam 20.30 - 21.30 WIB. Kedatangan saya kali ini adalah ke tiga kalinya. Betapa sukanya kan saya dengan hotel bisnis ini.

Suara duo MC telah terdengar, menarik para partisipan untuk mendekat di venue acara yang diselenggarakan di lobby hotel. Niat banget deh ini konsepnya. Segala ada lilin yang dibentuk angka 60 +. Tapi dinyalakannya nanti saat jam EH dimulai.

Loh kok ada anak-anak ya di sini? Saya sempat bergumam dalam hati karena melihat serombongan anak-anak turun dari tangga restoran Momiji. Ternyata mereka adalah adik-adik dari SD Kebagusan 01 yang mau tampil menyemarakkan dan mendukung acara EH di Aston Priority Simatupang Hotel & Conference Center.

Saat nyanyi lagu Gerimis Aje 

Si pencak silat cilik



Adik Kenzi sedang berpuisi

Sebelum dimulai acara puncak Earth Hour,  ada Kenzie membacakan puisi tentang Bumi, kelompok menyanyi sambil menggunakan alat-alat musik bekas membawakan lagu Gerimis Aje, seni pencak silat, dan penjelasan tentang lukisan dari Bapak Sanardi Adam, seorang maestro seni lukis Betawi yang tahu berhasil menembus galeri nasional dan internasional.

Kali ini Aston Priority Simatupang Hotel & Conference Center mengangkat tema "Bersinar dalam Gelap sebagai Terang atas Aksi Perubahan Iklim". Kolaborasi dengan Pak Sarnadi Adam ini berupa lukisan yang menggunakan cat fosfor yang dapat berpendar dalam gelap pada saat EH dimulai. 
Saya sangat senang dapat berpartisipasi dan berkolaborasi dengan Aston Priority Simatupang Hotel & Conference Center dalam acara Earth Hour dengan membuat sebuah karya seni pada saat hampir seluruh penduduk dunia mematikan lampu secara bersamaan, jelas Bapak Sarnadi Adam.

Bapak Sarnadi Adam

Ini dia lukisan yang bersinar saat lampu dipadamkan

Biar kelihatan kompak nih, panitia menyediakan kaos Earth Hour berwarna hitam. Saya pun langsung pakai sebagai tanda partisipasi. Selain itu, pihak hotel juga menyediakan pilihan set menu Earth Hour seperti Soto Betawi, Toge Goreng atau Nasi Uduk dengan Bir Pletok sebagai minuman pendamping.

Oke, waktu mendekati pukul 20.30 WIB, setelah rangkaian acara di atas selesai, beberapa orang diminta untuk menyalakan lilin berbentuk angka 60+. Setelah semua lilin menyala, semua partisipan dipersilahkan menikmati hidangan makan malam yang disediakan di restoran Momiji.

Saat makan tiba-tiba ruangan restoran gelap. Earth Hour dimulai dan dilaksanakan serentak secara global.

Saya sudah ikut Earth Hour, kamu?

Ternyata seru juga ya makan sambil gelap-gelapan gitu. Saya satu meja dengan mbak Waya Komala, Fika Artari, Uni Yani, Annisa Deasty. Kami benar-benar menikmati suapan demi suapan dalam remangnya ruangan. Begini toh makan malam sambil menyelamatkan bumi.

Tak terasa satu jam berlalu dan semua lampu dinyalakan. Earth Hour sampai disini. Tapi misi menyelamatkan bumi harus terus berlanjut. Bukan hanya satu jam saja selamatkan bumi, tapi juga setiap waktu sangat penting bagi keselamatan bumi.

Saya turut senang bisa ikut Earth Hour bersama Aston Priority Simatupang Hotel & Conference Center dan teman-teman BloggerCrony.  Acara seperti ini perlu dijalankan terus agar kita sebagai mahluk bumi tetap sadar membantu lingkungan dan melawan perubahan iklim. Bumi saja aku selamatkan selama satu jam, apalagi kamu yang aku selamatkan dalam hatiku selama-lamanya 🤭.  Save our earth.



***

19 komentar:

  1. Kami di Cianjur Selatan sudah teramat sering "melaksanakan Earth hours" secara di tempat kami, tanpa sengaja dimatikan pun listrik sudah sering mati sendiri. Lima kali dalam sehari listrik mati itu sudah biasa. Hahaha

    BalasHapus
  2. Aku pas lagi di jalan niih. Jadi gabisa ikutan mau matiin lampu mobil ntar disemprit xixixi.

    BalasHapus
  3. wah earth hournya pas di hotel y mba, seseruan makan dalam kegelapan belum pernah rasain hehehe

    BalasHapus
  4. Acaranya bagus banget nih. apalagi jika bisa disosialisasikan ke masyarakat luas.

    BalasHapus
  5. Cuma 60 menit matiin listrik tapi berarti banget ya mbak buat bumi. Apalagi perayaan Nyepi di Bali itu yg 24 jam, woh daerah lain berani gak ya hehe :D

    BalasHapus
  6. Wah... Kelewat... Kayaknya waktu itu masih di jalan deh, belum sampai rumah. Jadi enggak berpartisipasi dlm EH deh.... :(

    BalasHapus
  7. Wah serunyaaa. Kegiatan seperti ini harus selalu kita lakukan untuk menyelamatkan bumi. Btw aku malah belum pernah datang ke hotel ini sama skali. Padahal dari rumahku ya deket.

    BalasHapus
  8. aku belom pernah coba nih kak, mau ajarin keanak ah, biar mereka bisa ngerti. tapi kalo pln mati anggep aja kita ikutan earth hour ya :D

    BalasHapus
  9. kantorku HSBC juga ikutan event begini tiap thn. kita semua diperintahkan untuk matiin semua lampu termasuk yg logo di atas gedung. 1 jam aja.. tp ga pke acara makan segala hahahaha. asik banget yg aston ;).

    BalasHapus
  10. Pas EH itu di Sawangan masa ga matlis. Aku udah nunggu2 padahal, udah siap2 juga, eh ga mati masa. Semoga bumi tetap aman ya dengan adanya kesadaran EH

    BalasHapus
  11. Semakin adanya program ini membuat Kita semakin hemat ya setiap harinya sama listrik krn masih bnyk yg Blum merasakn nya juga

    BalasHapus
  12. Acara seperti ini sangat mengingatkan kita soal menjaga bumi, nah tinggal kesadaran orangnya nih

    BalasHapus
  13. Mama Sagara chic banget stylenya, aku suka. Earth hour ini selalu seru karena aku pernah ikutan juga tapi di Bali pas acara juga bareng satu brand.

    BalasHapus
  14. Acara earth hour ini seru ya, diisi dengan peonampilan menarik. Sejam tanpa listrik gak kerasa nih kalau seru kayak gini.

    BalasHapus
  15. Asyik banget Mbak bisa ikut kegiatan kece seperti ini. Saya suka lupa tgl EH ini, padahal ingin ikut matiin lampu juga.

    BalasHapus
  16. Kalau mati lampu, ingat kampung.. Satu hati bisa 5x mati lampu.. Rajin2 nyetrika, biar baju sll rapi kalau mau pergi..wkwk.. Saluut sama adik2 SD ini 😍

    BalasHapus
  17. Aku nggak ikutan earth hour, kelupaan. Tapi emang menghemat listrik ya sesuatu yang aku concern banget, hemat biaya sih yang utama.

    BalasHapus
  18. Berkali-kali melewatkan earth hour karena lupa. Hehe

    Usaha lainnya aku hematin listrik aja setiap hari. Semoga sama-sama bermanfaat.

    BalasHapus
  19. Makasi Mba diingatkan, kadang aku buang2 listrik dengan cara nyalain AC pdhl aku lagi main diluar dengan alasan supaya pas pulang sampai rumah berasa masuk mall..duh

    BalasHapus