Sabtu, 24 November 2018

# bayi prematur # Kesehatan

"Si Mungil" yang Butuh Dukungan Optimal Untuk Tumbuh Kembangnya

Semua ibu hamil pasti menjaga kondisi kandungannya dengan baik. Mulai dari asupan nutrisi sampai pemantauan kondisi janin selama di kandungan dengan tenaga medis spesialis. Namun siapa yang tak menyangka jika terjadi sesuatu dengan janin dan harus segera dilahirkan sebelum waktunya. Di usia dan perkembangan janin yang belum matang, ia harus lebih awal melihat dunia. Mungkin paru-paru dan jantungnya belum berfungsi sempurna, bahkan berat badannya pun jauh dari kata standar. Melahirkan bayi prematur memang penuh kerentanan, sehingga ia seperti diperlakukan spesial oleh orangtuanya. Terlihat berbeda dengan bayi lahir normal lainnya, tapi "si mungil" butuh dukungan optimal dalam tumbuh kembangnya.

"Dengan kaki kecilnya, mereka membuat langkah besar setiap harinya"
@nutrisiuntukbangsa

Dalam rangka memperingati Hari Prematur Sedunia tiap tanggal 17 November, Nutrisi Nutrisi Untuk Bangsa mengadakan #BicaraGizi dengan tema "Dukung Si Kecil yang Lahir Prematur untuk Tumbuh Kembang Optimal", bertempat di Ocha Bella, Jakarta Pusat. Tujuannya untuk menambah pengetahuan orang tua mengenal kondisi anak lahir prematur, risiko kesehatan serta nutrisi yang dibutuhkan.

Sebelum membahas lebih dalam tentang bayi prematur, ada beberapa fakta tentang kelahiran anak prematur. Per tahunnya sebanyak 15 juta bayi terlahir prematur dan angka ini terus bertambah di Indonesia pada peringkat ke-5 kelahiran prematur tertinggi di dunia dengan angka kejadian 15,5% (Blencowe, et al.2012;Liu, et al.2012). Mirisnya lagi menjadi penyebab nomor 1 kematian bayi baru lahir. Pemahaman 1000 HPK perlu diketahui oleh ibu hamil karena merupakan periode emas bagi tumbuh kembang bayinya.

Ada disini lho 1000 Hari Pertama Kehidupan dan Gizi Seimbang, 2 Pilar Utama Menciptakan Generasi Emas

Gambar dok.Nutrisi Untuk Bangsa 

Pengertian Kelahiran Prematur


Pada umumnya, kelahiran digolongkan prematur apabila ibu melahirkan di usia kehamilan (gestasi) yang belum memasuki 37 minggu, atau kurang dari 259 hari dihitung dari Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT).  Tentunya bisa diakibatkan dari berbagai kondisi. Kelahiran prematur diklasifikasikan menjadi tiga kategori berdasarkan usia kandungan :
  1. Extremely Preterm : anak dilahirkan kurang dari 28 minggu usia kehamilan.
  2. Very Preterm : anak dilahirkan kurang dari usia 28-32 minggu kehamilan.
  3. Moderate to Late Preterm: anak dilahirkan kurang dari usia 32-37 minggu kehamilan.

Adapun faktor-faktor yang meningkatkan risiko kelahiran prematur yaitu kehamilan lebih dari satu janin, usia saat mengandung dan jarak kelahiran yang pendek, adanya infeksi, kondisi kesehatan ibu (anemia, diabetes, hipertensi dan asma), berat badan  ibu yang kurang atau berlebih sebelum kehamilan, aktivitas/pola hidup (alkohol, merokok, obat-obatan), kesehatan psikologi ibu saat mengandung, pernah melahirkan secara prematur atau memiliki keluarga yang pernah melahirkan secara prematur.

Riskesdas 2013 menunjukkan 37,1%  ibu hamil menderita anemia dengan kadar Hb kurang dari 11,0 gram/dl dengan proporsi hampir sama antara kawasan perkotaan (36,4%) dan pedesaan (37,8%). Maka itu pentingnya vitamin penambah darah saat usia remaja dianjurkan diberikan.

Ibu hamil akan mengalami beberapa gejala sebelum usia kandungan 37 Minggu. Hal ini harus diwaspadai oleh ibu hamil. Gejalanya memang hampir sama dengan gejala kehamilan pada umumnya. Namun jika dirasa agak berlebihan lebih baik langsung berkonsultasi dengan dokter. Supaya bisa cepat ditangani.


Gambar dok.Nutrisi Untuk Bangsa

Anak yang lahir prematur memiliki kondisi tubuh yang belum optimal dan tantangan terbesarnya adalah pemenuhan nutrisi dan penanganan khusus supaya bisa mendukung tumbuh kembang dan masa depannya. 

Dr. Putri Maharani Tristanita Marsubrin, SpA (K) selaku Dokter Anak Konsultan Neonatologi RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengatakan bahwa anak terlahir prematur memiliki risiko kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian khusus karena berdampak pada tumbuh kembangnya, baik dalam jangka panjang maupun pendek. Masa depan anak dipengaruhi oleh status kesehatan pada 1000 HPK.

Lalu, masalah apa saja yang dialami pada bayi prematur? Pastinya sangat kompleks sekali. Bayi prematur akan mengalami metabolisme tinggi, imaturitas organ, feeding intolerance, rentan terhadap penyakit, kebutuhan nutrisi tinggi, dan cadangan nutrisi rendah. Ada juga sindrom metabolik yang meliputi penyakit diabetes, mellitus (jika pemberian nutrisi berlebihan), Dislipidemia, penyakit jantung, hipertensi. Satu hal yang sangat dikhawatirkan adalah gagal tumbuh atau stunting. Bayi akan terlihat lebih pendek dan kecil dibanding rata-rata bayi pada usianya. Stunting masih menjadi momok yang menakutkan.

Dr. Putri Maharani Tristanita Marsubrin, SpA (K) 

Joanna Alexandra

Pada kesempatan #BicaraGizi kali ini menghadirkan artis Joanna Alexandra yang melahirkan bayi prematur bernama Zyona Eden pada usia kandungan 36 minggu. Zyona adalah anak keempat Joanna. Ia lahir dengan berbagai kompleksitas kesehatan. Mulai dari kaki yang bengkok ke dalam (club foot), jantung bocor sebesar 4,5 ml, tidak menangis saat lahir, susah bernafas (bronkiolis), kepala lebih besar. Sehingga Zyona memiliki kelainan genetik yang disebut Campomelic Dysplasia, sebuah kelainan genetik yang mempengaruhi perkembangan tulang dan pernafasan. Dengan kakinya yang bengkok Zyona diharuskan memakai sepatu khusus. Sekarang usia Zyona sudah satu tahun lebih, perkembangannya semakin membaik jika saya lihat di akun Instagram Joanna.

Selain Joanna, salah satu keluarga bayi bernama Khalid juga turut hadir memberikan pengalaman seputar kelahiran prematur. Si ibu sempat mengalami keguguran sebanyak empat kali. Menurut hasil obrolan saya dengan bapaknya, Khalid merupakan anak keenam.

2 risiko yang dialami bayi prematur
Gambar dok. Nutrisi untuk bangsa

"Kalau hidup semua anak saya enam. Pertama keguguran, kedua yang ini usia 8 tahun, anak ketiga, keempat dan kelima keguguran juga. Baru kemudian ibu mengandung Khalid. Khalid lahir usia 26 Minggu dengan berat 1kg 60 gram" jelas Bapak Khalid.

Saya sangat kagum dengan perjuangan sang ibu. Dengan kondisi beliau saat ini  yang menderita gangguan ginjal, ia tetap semangat memberikan yang terbaik bagi Khalid. Berkat perjuangannya, ia memiliki 2 anak.

Bayi prematur yang terindikasi harus melewati beberapa skrining  seperti USG kepala, Extrauterine Growth Restriction (gagal tumbuh setelah kelahiran), Osteopenia of Prematurity (penurunan kekuatan tulang) Anemia of Prematurity, pemeriksaan pendengaran. Alangkah baiknya jika melakukan skrining saat bayi dalam kandungan mulai dari usia 10 Minggu untuk mencegah kelainan genetik.

Baca juga dong Pentingnya Deteksi Kelainan Kromosom Pada Janin


Keluarga baby Khalid


Hal yang Harus Diperhatikan Pada Bayi Prematur


Ada 3 hal yang harus diperhatikan pada tumbuh kembang bayi prematur : 

1. Rutin kontrol untuk pemantauan tumbuh kembang. Lihat perubahan apa saja yang terjadi pada bayi. Apa sudah bisa tengkurap,merangkang, berdiri. Pantau juga berat badannya. 

2. Tumbuh sesuai kurva pertumbuhan. Biasanya bisa dilihat pada Kartu Menuju Sehat (KMS). Lihat antara berat badan, tinggi badan, lingkar kepala apakah sudah sesuai dengan usianya. 

3. Perkembangan apa yang sudah dicapai sesuai usianya. Misalnya usia 6 bulan sudah bisa menelan makanan atau belum atau sudah bisa merangkang usia 8 bulan.

Oh ya, ternyata usia bayi prematur itu perhitungannya beda. Ada 3 hal yang membedakan yaitu usia gestasi (umur kehamilan) dimana usia dihitung dari hari pertama hair terkahir (HPHT) sampai hari dilahirkan. Usia kronologis yaitu usia sejak dilahirkan sampai saat ini. Usia koreksi (usia gestasi + usia kronologis) - 40 Minggu merupakan kemampuan bayi prematur disejajarkan dengan bayi cukup bulan berdasarkan usia koreksi. Usia koreksi hanya diperhitungkan sampai 2 tahun saja. 
Contoh perhitungan usia koreksi bayi prematur
Gambar dok.nutrisi untuk bangsa


Satu hal penting yang harus dilakukan adalah penanganan nutrisi untuk mengejar ketinggalan tumbuh kembang selama periode 1000 HPK. Hitung kebutuhan pemberian nutrisinya (kalori dan volumenya). Pastikan tidak berlebih (bisa obesitas) dan tidak kurang (berakibat malnutrisi). Selalu konsultasikan dengan dokter anak untuk kebutuhan nutrisi yang tepat dan sesuai. Pemberian nutrisi bersifat individual dan dipantau menggunakan grafik pertumbuhan. Pantau juga pertumbuhannya dari berat badan, panjang badan dan lingkar kepala. Pastikan juga tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat.

Please, read this one 3 Menu MPASI Praktis Buat Si Kecil

Khalid saat lahir tidak mendapati cukup ASI dari ibu. Demi menambah berat badan ideal, Khalid diberikan susu formula khusus bayi prematur.

"Pertama-tama Khalid dikasih SGM khusus bayi prematur. Cuma nambah berat badannya lambat. Setelah diganti dengan P**DI***RE, beratnya langsung naik cepat. Sampai sekarang masih minum susu itu" jelas bapaknya Khalid.

Saya sempat nanya dengan si bapak berapa biaya yang sudah dikeluarkan saat Khalid lahir? Jawabannya cukup mencengangkan.

"Habis 100 juta di RSCM. Saat itu BPJS yang saya buatkan belum aktif dan tidak bisa digunakan. Sampai sekarang saya masih cicil bayarnya" jelas bapak Khalid.

Anak prematur yang baru lahir memerlukan beberapa skrining pemeriksaan mata, telinga, tulang, darah, dan ultrasonografi kepala karena kelompok bayi ini rentan dengan gangguan sistem vital pada tubuh. Seperti halnya bayi Khalid tetap harus dipantau tumbuh kembangnya di usia 15 bulan saat ini (13 bulan usia koreksi).

Bersama si kecil rayakan Hari Prematur Sedunia

Dari acara ini saya bisa mendapatkan insight yang bermanfaat sekali. Meskipun anak-anak saya tidak terlahir prematur, setidaknya saya punya bekal pengetahuan penanganan bayi prematur agar optimal tumbuh kembangnya. Kesimpulan yang bisa dirangkum adalah pemantauan berkala perlu dilakukan untuk memastikan tumbuh kembangnya optimal, pemantauan pertumbuhan menggunakan grafik pertumbuhan yang sesuai dan pemberian nutrisi untuk bayi prematur sesuai kebutuhan dan harus tepat.

Sebagai Tiny Survivor (sebutan bagi ibu dan bayi lahir prematur), Joanna Alexandra juga ingin dapat mengetahui apa hal terbaik yang bisa dilakukan untuk mendukung tumbuh kembang Zyona. Begitupun dengan kedua orangtua bayi Khalid, ingin selalu sehat dan tumbuh seperti bayi lahir normal lainnya.

Hal ini menjadi perhatian besar bagi ibu hamil untuk tetap menjaga kondisi selama kehamilan.  Dijaga asupannya, diatur kadar stressnya, pola hidupnya lebih sehat lagi. Dari rahim kalianlah akan lahir para penerus zaman. Berikan yang terbaik seperti Allah memberikan anugerah terbaiknya untuk kita. Jadikan kaki kecil mereka membuat langkah besar setiap harinya.



***

2 komentar:

  1. Perjuangan banget ya bayi prematur dan ibunya itu

    BalasHapus
  2. bismillah, ku lagi usaha untuk hamil lagi mbak, insyaaAllah akan dijaga dan rajin periksa supaya adeq bayi sehat tidak lahir premature

    BalasHapus