Selasa, 31 Juli 2018

# industri 4.0 # Industri makanan

Sektor Industri Makanan Siap Menuju Industri 4.0

Perekonomian di Indonesia semakin membaik dari tahun ke tahun. Kabar baik ini berasal dari dampak positif sektor industri yang terus meningkat.  Beruntung sekali saya bisa hadir di Forum Komunikasi BAKOHUMAS yang diadakan di gedung Kementrian Perindustrian, Jakarta (Rabu, 26 Juli 2018). Tema yang dibahas kali ini yaitu "Peluang dan Tantangan Industri Makanan Di Era Industri 4.O". Saya bangga bisa menjadi salah satu peserta forum ini, dimana kebanyakan yang hadir adalah pejabat atau pengusaha yang memiliki usaha di bidang industri makanan. Saya ingin tahu juga dong bagaimana proses perputaran kebutuhan pokok utama masyarakat di era serba digital dan perusahaan besar seperti PT Mayora Indah  Tbk menghadapi industri 4.0 ini.

Sektor Industri Makanan Investasi Bangsa




Pertumbuhan ekonomi begitu pesat berkembang. Hal ini berkat topangan dari  sektor industri yang mencapai 5,03% di tahun 2018. Tentunya hal ini berkaitan dengan tenaga kerja industri semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan sektor industri nasional. Tahun 2010 terdapat 13,82 juta tenaga kerja di sektor industri dan jumlahnya terus meningkat di tahun 2017 mencapai 17,5 tenaga kerja.

Diskusi forum kali ini dihadir oleh ibu Gati Wibawaningsih (Dirjen Indutri Kecil dan Menengah Kementrian Perindustrian)  R. Niken Widiastuti (Dirjen IKP Kominfo) Abdul Rochim  (Direktur Industri Minuman, Tembakau dan Bahan Penyegar), Iryana Margahayu (Karo Hukum, Organisasi  Humas BSN) dan Setia Utama (Karo Humas Kementrian Perindustrian).

Ki-ka :Bpk Abdul Rochim, ibu Niken, ibu Gati dan
bpk.Setia Utama

Ada 3 industri yang dinilai tercepat pertumbuhannya yakni sektor industri dan perlengkapan (14,98%), sektor industri makanan dan minuman (12,70%) dan industri logam dasar (9,94%). Sektor industri yang menjadi pusat perhatian saat ini yaitu industri makanan dan minuman. Industri makanan adalah industri kesayangan Indonesia karena bisa menjual produk ke negara lain dalam jumlah banyak, kualitasnya juga tidak kalah dengan negara lain dan menampung banyak orang bekerja. 

Beberapa alasan industri makanaan menjadi hebat untuk negara Indonesia : 
  1. Mendatangkan banyak modal melalui investasi
  2. Membuat banyak orang mendapatkan pekerjaan 
  3. Makin banyak orang yang bisa berjualan produk olahan makanan
  4. Daerah-daerah Indonesia lainnya bisa lebih sejahtera

Industri makanan memiliki nilai ekspor yang tinggi di Indonesia pada tahun 2017 mencapai $49,60 Miliyar, sedangkan impornya senilai $14 Miliyar. Angka yang sangat fantastis. Hal ini menandakan orang luar negeri sangat menyukai produk dalam negeri. Makanya jangan keki duluan ya kalau sedang jalan-jalan ke negeri orang menemukan mie instan buatan Indonesia ada di minimarketnya. 

Soal investasi industri makanan tidak sedikit menyerahkan. Tahun 2017 sebanyak Rp.31 M dijadikan modal untuk industri makanan dalam negeri. Lebih dahsyat lagi dari investasi luar negeri mencapai $1.545,37 (dollar Amerika) atau sekitar Rp.22 M. Ya ampun itu uang semua kan bukan daun kering 😄.

Penerapan Industri 4.0 Pada Industri Makanan


Awalnya saya kurang paham dengan istilah zaman sekarang. Setelah dijelaskan ibu Gati Wibawaningsih tentang perbedaan era 1.0 - 4.0 saya jadi paham. Intinya semua proses dilakukan yang tadinya manual menjadi internet of thing. Semua melalui internet. Kementrian Perindustrian menyusun peta jalan (roadmap) implementasi Industri 4.0 di Indonesia dan diresmikan oleh presiden RI Joko Widodo pada tanggal 4 April 2018. Roadmap Implementasi Industri 4.0 ini dinamakan "Making Indonesia 4.0"

Inisiatif Making Indonesia 4.0 menetapkan 5 sektor industri prioritas pada implementasi industri 4.0 di Indonesia :
  • Industri Makanan dan Minuman
  • Industri Otomotif
  • Industri Elektronik
  • Industri Kimia 
  • Industri Tekstil

Melihat pertumbuhan pengguna internet yang merajalela dalam kurun waktu 5 tahun terkahir hampir mencapai 100%. Dimana jumlah setengah penggunanya merupakan masyarakat dengan rentang usia 19-34 tahun atau disebut generasi millenial. Hasil survei pemanfaatn bidang ekonomi membuktikan 45% masyarakat menggunakan internet untuk jual beli daring (online) dan mencari harga produk, transaksi via online (32,19%) dan transaksi penjualan via online (16,83%).

Siap menuju industri 4.O

Melihat fenomena ini, maka ibu Gati Wibawaningsih menjelaskan bahwa Kementrian Perindustrian melalui Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) bekerjasama dengan marketplace terkemuka (tokopedia, bukalapak, blibli.com,shopee, dll) membuat konsep E-Smart. Jadi, semua proses transaksi dilakukan secara online.

Pertumbuhan subsektor industri makanan dan minuman menjadikan industri prioritas dalam penerapan industri 4.0 di Indonesia. Maka dalam forum komunikasi ini menyampaikan bahwa industri makanan dan minuman memiliki peluang sekaligus tantangan di era industri 4.0. Banyak pengusaha industri kecil dan menengah yang berbisnis di industri sector leader ini. 


Industri 4.0 Di PT Mayora Indah 


Satu lagi dari Mayora. Pernah dengar kan tagline itu? Kalau yang punya televisi pasti tahu iklannya. Setelah diskusi di ruang Rajawali gedung kementrian perindustrian, semua peserta diajak mengunjungi pabrik produsen biskuit Slai O'lai, Better, Roma Kelapa, Sari Gandum dan Malkist yaitu PT Mayora Indah Tbk  Pabrik Jatake 2 di kawasan Tangerang. 

2 bis besar blue bird melaju cepat menuju pabrik. Sekitar satu setengah jam rombongan sampai di pabrik. Disambut hangat oleh para karyawan dan langsung mencicipi coffee break yang disediakan dengan aneka makanan hasil pabrik. Satu yang tak bisa saya lewatkan begitu saja, kopi Torabika Cappucino yang menjadi penyemangat saya berkeliling pabrik. Kopi ini sudah terkenal sampai Rusia lho.

Baca juga Pengalaman ke pabrik obat generik

Ngopi ngapa ngopi...

Tak berlama menikmati seruputan kopi, bapak Abdul Rochim  (Direktur Industri Minuman, Tembakau dan Bahan Penyegar) menjelaskan tentang detail pertumbuhan industri agro, khususnya industri makanan dan minuman. Sector leader ini memiliki peluang dan tantangan sendiri.

Industri makanan berpeluang pada pasar domestik terbesar di wilayah Asean khususnya, sumber daya pertanian yang berlimpah, konsumen yang beralih ke makananan kemasan modern dan munculnya peemain yang bersaing secara global.

Tantangan yang dihadapi adalah industri sangat terfragmentasi, penerapan teknologi terbatas di segmen UKM, produktivitas buruk di hulu (pertanian), meningkatnya masalah keamanan pangan.

Bapak Wiropo

Bapak M.Ikhsan menjelaskan sedikit tentang PT Mayora Indah Tbk Pabrik Jatake 2 Divisi Biskuit. Pabrik seluas 4,8 Ha yang dibangun seluas 2,7 Ha memiliki karyawan per Juli 2018 sebanyak 3650. Sudah memiliki system implementation yang canggih, diantaranya :

  • Halal Assurance System (HAS 23000)
  • Good Manufactured Practices for Processed Food
  • ISO 22000:2005 Food Safety Management System
  • Standar Nasional Indonesia (SNI)
  • JAKIM ( Standar Halal dari Malaysia)

PT Mayora Indah Tbk merupakan industri makanan dalam negeri yang melakukan semua proses pengerjaan produksi disebut Quality Mayora System (QMS) yang dijelaskan oleh pak Wiropo. 

Manfaat QMS : 
- Pencatatan dan penyampaian data yang         valid dan real time
- Keputusan yang akurat dan cepat
- Solusi cepat terhadap penyimpangan
- Konsistensi kualitas produk
- Minimal "Human Eror"
- PAPERLESS

Sudah tahu lebih banyak tentang PT Mayora Indah, inilah yang paling ditunggu oleh semua peserta (gue aja kali) yaitu keliling pabrik sekaligus melihat langsung pembuatan biskuit yang selama ini kita makan. Seperti peraturan pabrik biasanya, pengunjung dilarang memakai perhiasan, akseoris, membawa handphone atau kamera. Jadi, saya tidak memiliki dokumentasi saat di dalam pabrik. It's very confidential. Sebelum masuk pabrik, pengunjung menggunakan kostum khusus pakai jubah putih, pelindung kepala dan masker.

Kostum masuk pabrik
Tuh, lihat kan foto saya di atas. Sudah mirip dokter belum? Dokter cinta...😁. Sambil menunggu antrain, peserta mencuci tangan dulu sebelum masuk ke pabrik. Kemudian giliran saya dan beberapa peserta masuk ke ruangan panas dan luas. Benar-benar hot ruangan tersebut. Ternyata saya berdiri di ruangan oven sepanjang 100 meter dan lebar 1,5 meter. Pantas saja seperti makan matang ada di ruangan tersebut.

Saya puas sekali melihat pemandangan proses pembuatan biskuit Slai O'lai, Roma Kelapa, Malkist yang berjalan rapi di atas mesin dari pencetakan hingga pengemasan. Harum adonan dan cairnya cokelat panas membuat saya ingin mencolek langsung biskuitnya. Ini yang dinamakan fresh from the oven. Delicious.

Para pekerjapun juga tidak merasa terganggu dengan kehadiran kami. Tetap bekerja dan mengikuti ritme mesin yang seakan tiada henti menyodorkan kepingan biskuit. Saya pun terkesima dengan satu ruangan besar dengan ratusan susunan kardus biskuit siap antar yang disusun oleh 2 robot. Saya seperti melihat robot-robot yang ada di film Transformers.

Ekspresi teman-teman blogger setelah keliling pabrik

Sekitar satu jam waktu yang diberikan saat keliling pabrik. Setelah mengembalikan kostum,  peserta pun diademkan dengan minuman dingin Teh Pucuk. Hilang rasa dahaga ini. Untuk mengabadikan momen langka ini, peserta bisa bernarsis ria lewat cetakan foto. Saya dan teman - teman blogger pun tak melewatkannya. 

Saya dan rombongan lainnya kembali ke ruang acara. Keseruan kembali lagi dengan lomba menyusun parcel berisi produk Mayora. Wah..kelompok saya semangat sekali karena kelompok yang menang  bisa membawa pulang parcel biskuitnya dan voucer belanja. Tapi sayang kelompok saya belum beruntung juara 1. Nggak apa-apa lah ya, yang penting bawa goodiebag sebanyak ini sudah bahagia 😁.

Isi goodiebag dari Mayora 

Pengalaman mengunjungi pabrik yang menerapkan industri 4.0 ini sangat membanggakan. Saya sebagai konsumen tidak hanya sekedar membeli dan menggunakan produknya, tapi juga tahu lebih jauh bagaimana proses transaksi di industri 4.0. Industri makanan dan minuman menjadi sector leader bagi Indonesia. Tak ayal jika semakin banyak  orang yang berbisnis di sektor industri ini. Karena hasilnya pun menjanjikan. Generasi  milenial ready to Making Indonesia 4.0. Sampai jumpa dikunjungan pabrik selanjutnya.


***

13 komentar:

  1. Tentunya berita menyenangkan kalau perekonomian Indonesia memang semakin membaik. Apalagi untuk industri makanan. Urusan perut memang bisa bikin ribut atau senang banyak orang :)

    BalasHapus
  2. Kangen choki2 produk mayora.. hampir semua produknya familiar yaa

    BalasHapus
  3. Ah bahagia banget pas tahu kalo perekonomian Indonesia semakin membaik. Btw asik ya ada kegiatan seperti ini, jadi masyarakat biasa bisa tahu tentang perkembangan sektor Industri di Indonesia.

    BalasHapus
  4. Asik banget mengunjungi pabrik yang Mayora jadi tahu banget ya proses produksinya, bangga banget sekarang Indonesia sudah menuju industri 4.0

    BalasHapus
  5. Ya ampun nama Sagara ini sih cemilan favorit aku semua,, Oh Ternyata begitu prosesnya ya

    BalasHapus
  6. Senangnyaaaa. Isi goodiebagnya tuh kesukaan aku semua mba. Enak-enak sih produknya Mayora niii, apalagi Bengbeng :)

    BalasHapus
  7. produk mayora udah langganan saya dari kecil
    enak enak memang
    sampe sekarang anak saya juga nyemil produk mayora

    BalasHapus
  8. Enak banget ke pabrik mayora, bisa makan sepuasnya dong. Produk mayora memang enak-enak, bikin laper melihatnya. Apalagi ada kopi torabika, jadi pengen ngopi. Sampai sekarang, mayora tetap idola di masyarakat

    BalasHapus
  9. nomor satu banget ya sektor makanan dan minuman
    itu biskuit kelapa favorite anak2 aku banget mbak doyan banget

    BalasHapus
  10. Kereen.. Nurul kesini juga ya. Sama dunk. Tapi kemarin kami ke divisi wafernya Nurul

    BalasHapus
  11. Pas udah lihat sendiri, jadi makin yakin ya dengan produk2nya Mayora. Itu snack bisa habis lama itu?

    BalasHapus
  12. Aku senang mau produk Mayora ini apalagi rasa coklat enak banget jadi cemilan anak

    BalasHapus