Seks Saat Hamil dan Setelah Melahirkan, Why Not?

Seks itu tabu buat diomongin. 

Sering dengar kan kalimat itu? Waktu belum menikah, sering dengar kalimat itu dari ibu. Beliau nggak pernah cerita apa itu seks, rasanya kayak apa atau bagaimana seks itu dilakukan. Katanya "kamu masih kecil, nanti aja kalau udah dewasa tahu sendiri."

Zaman sekarang kayaknya nggak berlaku kalimat itu. Semua orang bebas cari konten soal seks. Kalau saya sih buat refrensi aja. Cari gaya dan suasana yang belum dicoba. Biar makin liar fantasi seksnya.  


Nah, sekarang saya sudah menikah dan mau punya anak 3. Jadi, sudah nggak tabu lagi dong omongin soal kenikmatan ranjang ini. Lihat situasi, kondisi dan orangnya juga saat obrolin soal seks. Takutnya kan ada yang risih sama topik yang menyangkut privasi.

Sekarang usia kandungan saya masuk bulan ke 6. Di mana trimester ke 2 itu massa yang paling enjoy banget buat makan, aktivitas, bahkan kegiatan enak di kasur ini. Rutinitas seks saat hamil masih dilakukan, cuma ada batasan manufer dan kuantitas. Tiap bulan masih rutin cek kehamilan ke bidan. 

Minimal 2-3 gaya dan seminggu sekali lah. Tergantung kondisi badan juga. Kalau badan lagi enak dan libidonya ada di tingkat high level, ya sudah hajar bleehh...

Banyak istri yang ragu bahkan takut berhubungan badan dengan suami saat hamil apalagi setelah melahirkan. Kalau sedang hamil takutnya keguguran, setelah melahirkan masih nyeri dan kebobolan. Untungnya saya dapat pencerahan dari kuliah WhatsApp grup Moms Indonesia bersama dr. Stelling yang praktek di RS Ibu dan Anak selama 3 tahun, saat ini beliau menjadi Medical Advisor untuk “Sahabat Diabetes” dan “Moms Indonesia". 

Seks saat hamil boleh saja asal mainnya pelan-pelan
Dok.foto pixabay

Berhubungan Seks Saat Sedang Hamil 


Pertanyaan yang sering ditanyakan adalah aman nggak sih hubungan seks saat hamil? Jawabannya AMAN, tapi mesti hati-hati. Berabe kalau terlalu hot 😆.

Seks saat sedang hamil tidak berbahaya bagi janin yang sedang bertumbuh dan berkembang dalam rahim karena terlindung oleh selaput dan cairan ketuban serta otot dinding rahim yang kuat.

Namun ada hal yang perlu dipertimbangkan saat berhubungan seksual seperti frekuensi bercinta yang sebaiknya tidak terlalu sering, dianjurkan tidak lebih dari 3x seminggu. Ingat tuh kuantitas anjuran hubungan intim berapa kali. 😄

Mengapa demikian? Karena berhubungan intim terlalu sering dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kencing pada wanita yang menimbulkan rasa nyeri, kadang demam dan tidak nyaman saat berkemih. Apalagi pengobatan untuk infeksi saluran kencing tidak aman untuk janin yang sedang dikandung sehingga sebaiknya tidak sampai terjadi.

Disarankan bercinta setelah trimester pertama karena menurut para ahli, kandungan hormon prostaglandin pada sperma dapat memicu kontraksi rahim sehingga menyebabkan keguguran janin. Dan berhati-hati pula saat 4 minggu terakhir menjelang hari perkiraan lahir karena dikhawatirkan terjadi persalinan prematur.

Jadi, kalau sudah lewat trimester pertama itu hubungan seks sudah aman. Saya boro-boro mikirin hubungan intim di trimester pertama, di otak malah mikirin mau makan apa yang enak biar bisa hilangin rasa mualnya. Nyium bau nasi aja udah uwek-uwek.
 
Lanjut nih, jika selama kehamilan pernah atau sering terjadi nyeri perut hebat dan perdarahan lewat jalan lahir maka perlu berhati-hati karena dapat membahayakan si ibu & janin yang sedang dikandung, terlebih jika setiap kali berhubungan intim selalu muncul bercak darah dan cairan yang semakin lama semakin bertambah banyak maka sebaiknya menghindari berhubungan intim dalam waktu dekat dan baiknya berkonsultasi dengan dokter hingga dokter menyatakan aman untuk bercinta.

Berhubungan seks saat hamil paling enjoy di trimester ke 2
Dok.foto istock.com

Lalu, bagaimana berhubungan intim di trimester kedua?

Dr. Stelling menjelaskan  bahwa seks saat masuk trimester kedua cukup aman, namun tetap perhatikan kondisi setelah berhubungan, bila keluar darah atau terjadi kram perut maka baiknya menunda berhubungan dulu agar aman bagi janin yang sedang dikandung. 

Kapan baiknya berhubungan seks sebelum melahirkan?

Disarankan saat 1-2 minggu sebelum perkiraan / taksiran persalinan atau usia janin memasuki 38 - 40 minggu dimana janin sudah cukup kuat untuk hidup di luar kandungan tanpa bantuan medis yang diperlukan dari dokter. 

Sperma bisa jadi salah satu induksi alami karena pada beberapa kondisi dapat menyebabkan kontraksi rahim sehingga terjadi persalinan sebelum waktunya. Jadi tuh sperma punya hormon prostaglandin yang bisa bikin kontraksi. Boleh "ditengokin" asal jangan sering-sering.

Saya pernah ngalamin waktu hamil anak pertama, gelombang cintanya datang sampai saya di bawa ke klinik karena dikira mau melahirkan, tapi beberapa jam kemudian hilang kontraksinya. Setelah tahu ilmu dan informasi yang tepat, penyebabnya adalah si sperma. Memang sih malamnya habis enak-enak 😆. 

Berhubungan Seks Setelah Melahirkan


Kalau ditanya boleh atau nggak, ya boleh aja. Masa kenikmatan dunia suami istri mesti ditahan-tahan. Tapi jangan buru-buru juga. Itu vagina masih nyeri ngeluarin manusia seberat 3 kg lebih, darah paska melahirkan juga belum kering, atau duduk enak habis lahiran Caesar buat menyusui aja belum bener. Terus langsung mau mantap-mantap lagi gitu? 

Kalau bisa tahan dululah, minimal 40 hari masa nifas. Setelah semua kondisi ibu paska melahirkan sudah lebih baik. Massa nifas itu mengembalikan ukuran rahim wanita seperti semula. Namun baiknya mempertimbangkan kondisi pemulihan si ibu paska melahirkan.

dr. Stelling menjelaskan bahwa melahirkan umumnya menurunkan libido sehingga tidak mood untuk berhubungan intim. Hal ini disebabkan karena kadar estrogen yang rendah sehingga vagina cenderung kering dan nyeri jika berhubungan, begitupula dengan peningkatan hormon oksitosin yang berperan penting untuk menyusui si Kecil.

Anjuran yang baik untuk berhubungan intim paska persalinan  normal (tanpa metode operasi sesar) setelah melewati setidaknya 40 hari fase nifas dimana masih terdapat sisa darah yang keluar dari dalam rahim. Hal ini bertujuan memberi kesempatan bagi ibu memulihkan kondisi fisik dan mencegah terjadinya infeksi.

Apabila ibu melahirkan secara operasi sesar atau menjalani persalinan normal dengan episiotomi atau tindakan melebarkan jalan lahir maka disarankan berhubungan intim setelah luka jahitan bekas operasi ataupun tindakan telah pulih dengan tempo pemulihan yang berbeda-beda tergantung dari perawatan luka yang telah dilaksanakan secara rutin. Dapat pula berkonsultasi dengan dokter apakah sudah dapat kembali berhubungan seksual.

Bicarakan dengan pasangan apabila belum siap untuk kembali berhubungan intim. Komunikasikan dari hati ke hati. Mestinya suami mesti lebih memahami ya kondisi istrinya paska melahirkan. Karena kondisi fisik dan mentalnya masih rentan, bahkan bisa cenderung baby blues.

Umumnya sperma diproduksi kembali setelah 3 hari, kondisi ini kadangkala meningkatkan libido pria, namun tidak selalu ya. Baiknya diskusikan bersama pasangan agar merasa nyaman satu sama lain saat ingin berhubungan intim.

Pakai kontrasepsi yang tepat untuk cegah  jarak kehamilan terlalu dekat
Dok.foto pixabay


Ini yang nggak kalah penting, setelah memutuskan ingin berhubungan intim dengan suami yaitu memilih alat kontrasepsi apabila ingin menunda kehamilan berikutnya dengan memberi jarak hamil. Pemilihan alat kontrasepsi bergantung pada kebutuhan masing-masing pasangan dan dapat bersama dokter kandungan meminta saran metode kontrasepsi yang cocok. 

Kalau saya pernah coba KB pil, suntik 1 dan 3 bulan sekali. Tapi semuanya kurang cocok. Malah jerawatan. Apalagi yang suntik 3 bulan sekali, wanita nggak menstruasi selama itu.  Maka efeknya bisa ke badan, muncul jerawat atau gemuk. Setelah melahirkan Sagara, saya putuskan nggak KB sama sekali, "main cantik" aja atau istilahnya KB kalender. Mungkin setelah melahirkan anak ke 3 ini saya mau coba pasang IUD. 

Nah, itulah pembahasan seks saat hamil dan setelah melahirkan. Lega sekali bisa dapat jawaban dari narasumber terpercaya. So, why not making love while pregnant or after give birth? Selalu diskusikan dengan pasangan soal ini yaSaya juga lebih enjoy jalani kehamilan ini tanpa takut berhubungan intim. Yuk, suamiku masuk kamar lagi 😆.



***

Komentar

  1. hahaha dulu pas awal awal hamil (trimester pertama) malah digas, skrg masuk trimester II dan III malah ga pernah karena berat euy perutnya wkwkwkw

    Seru bahas ginian tuh, kalo ada grup wa nya pengen ikutan da :D wkkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku malah kebalikannya mba. Trimester pertama maboknya parah. Boro-boro inget hubungan intim, mikir makan apa yg bisa masuk ke mulut. Sekarang di trimester ke 2 aku nikmati semuanya.

      Hapus
  2. Ohh jadi seperti itu ya haha. Okay kak terima kasih atas informasinya. Bahkan aku belum menikah tapi udah baca tulisanmu itu haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya ga apa-apa buat ilmu pengetahuan nantinya kalau sudah hamil dan melahirkan.

      Hapus
  3. Thanks for writing this, Mbak. Meski belum menikah, tapi ini bisa jadi informasi yang bagus banget untuk aku nanti. Kalau enggak keberatan, boleh Mbak sharing-sharing lebih banyak lagi biar informasi yang diterima semakin kaya. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga dapat materi lagi seputar seks yang sehat bagi pasangan ya.

      Hapus
  4. Wah jadi banyak tau informasi seputar kehamilan dan melahirkan. Maklum cowok cuek banget masalah ginian. :D Anyway thank u sudah berbagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mulai sekarang jangan cuek ah, kasihan nanti bininya dicuekin soal beginian. 😄

      Hapus
  5. anu... mohon tips main cantiknya sesuai kalender itu maksudnya gimana mba. trimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mengikuti masa subur wanita. Jadi hitung masa haidnya berapa lama.

      Hapus
  6. Bumil ... wakakak, aman dong, aman ... Lha anakku ga lahir-lahir padahal udah lewat HPL trus disarankan intercourse aja supaya memunculkan kontraksi. Owalah ternyata begitu caranya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cek Kehamilanmu Dengan Sensitif Digital

Review Produk Yummy Bites Kiddy Extra Virgin Olive Oil, Segala Kebaikan Dari Minyak Zaitun

Sudah Siapkah Si Kecil Masuk Sekolah? Kenali Dulu Perilakunya Di Usia Pra Sekolah