Kamis, 05 Desember 2019

# disabilitas # Kesehatan

Disabilitas Bisa Jadi SDM Unggul

Masih hangat berita tentang 7 anak muda milenial hebat yang menjadi staff khusus presiden RI. Cukup kaget saya ketika mengetahui Angkie Yudistia salah satunya. Seorang penyandang disabilitas bisa jadi staff khusus presiden? Keren banget ini sih. Saya tidak begitu kenal dengan sosoknya lebih dekat, namun pernah bertemu beberapa kali di suatu acara. Angkie Yudistia seorang disabilitas tunarungu atau tuli yang cukup sukses membangun perusahaan Thisable Enterprise.



Bicara soal disabilitas, tiap tanggal 3 Desember merupakan Hari Disabilitas Internasional. Namun Kementrian Kesehatan Republik Indonesia memajukan acara seminarnya di Ruang Siwabessy Gedung Prof.Sujudi pada tanggal 28 November 2019 dengan tema "Indonesia Inklusi, SDM Unggul".  Begitu banyak penyandang disabilitas yang hadir dengan segala kekurangannya.

Pengertian Disabilitas 


Disabilitas merupakan suatu kondisi yang dihasilkan dari interaksi antara orang-orang yang memiliki keterbatasan fungsi (fisik, mental, intelektual, dan sensorik) dan lingkungan serta sikap yang menghambat partisipasi penuh dan efektif mereka di dalam masyarakat berdasarkan kesetaraan dengan yang lainnya.

Sedangkan pengertian penyandang disabilitas yakni setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, mental, dan sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya.

Para narasumber yang hadir
Rehabilitasi Medik adalah salah satu layanan kesehatan bagi penyandang disabilitas. Dr. dr. Tirza Z Tamin, Sp.KFR - Perhimpunan Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik Indonesia ( PERDOSRI) menjelaskan tentang hal ini. Rehabilitasi Medik adalah upaya mengurangi dampak kondisi disabilitas dan memungkinkan penyandang disabilitas untuk mencapai fungsi dan integrasi sosial yang optimal. Batasan hukumnya ada 4 yaitu Rehabilitasi Medik, Sosial, Vokasional dan Pendidikan.

Layanan rehabilitasi medik memiliki arti suatu konsep layanan yang menyeluruh (comprehensive) meliputi tindakan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif, dalam layanan rawat jalan, rawat inap, dan layanan tambahan (home care). Tentunya mesti ada tim yang solid untuk mengisi layanan kesehatan rehabilitasi medik ini lebih optimal.

Dalam hal ini, Dokter Spesialis Fisik dan Rehabilitasi (Sp.KFR) memiliki peranan penting dalam mengatur timnya yang sesuai dengan pengetahuan dan keahliannya serta mengkoordinasikan program pelayanan dalam tim KFR. Definisi dari KFR itu sendiri adalah suatu spesialisasi di bidang kedokteran yang bertanggung jawab terutama untuk melakukan pencegahan, penegakan diagnosis, terapi dan tata laksana rehabilitasi kepada pasien segala usia dengan kondisi kesehatan dan komordibitasnya yang menyebabkan gangguan fungsi.

Sekarang sudah banyak fasilitas umum yang mendukung aksesibilitas penyandang disabilitas lebih mudah. Misalnya tangga datar di halte bus, lift di shelter MRT, garis kuning di peron kereta, tempat duduk prioritas di comutter line juga ada. Memnag masih jauh dari kata sempurna sarana dan prasarana bagi disabilitas. Seperti yang Pak Tato Sini katakan, "Sempurna Tapi Tidak Mampu, Tak Sempurna Tapi Mampu".

Kami bersama Pak Rato Simo, penyandang disabilitas karena polio dari usia 2 tahun

Penyandang disabilitas juga memiliki hak yang mesti dipenuhi. Maka kebijakan dibuat agar memudahkan kehidupan mereka. DR. Ir. Herwijati Anita Miranda Prajitno, Msi - Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas memberitahukan kebijakan apa saja untuk para penyandang disabilitas, antara lain :

  • Bersama-sama dengan Kementrian terkait menyusun peraturan teknis tentang disabilitas yang diamanatkan UU NO 8/16 tentang penyandang disabilitas.
  • Menyediakan Kartu Penyandang Disabilitas bagi penyandang disabilitas dari anak-anak hingga orang tua sesuai UU NO 8/16.
  • Menyediakan alat bantu bertujuan untuk meningkatkan mobilitas mereka.
  • Melek huruf Braile
  • Menyediakan asuransi kesehatan PBI dan program perlindungan sosial kondisional dan transfer tunai tanpa syarat.
  • Intervensi awal dan dukungan tahap pengembangan dini untuk anak-anak penyandang disabilitas.

Bukan berarti tidak memiliki kesempurnaan fisik bisa menghambat prestasi seorang penyandang disabilitas. Sudah banyak yang membuktikan bahwa mereka mampu menghasilkan sesuatu dalam keterbatasan. Salah satunya Angkie Yudistia yang sukses menjadi staff Presiden Joko Widodo dan Pak Rato Simo yang pernah sukses menjadi penyiar radio dan masuk DPR. Mari berdayakan para penyandang disabilitas menjadi SDM yang unggul.


***

2 komentar:

  1. suka dengan tulisan ini. Saya pribadi kurang setuju jika ada pengecualian hak terhadap warga disabilitas. Mereka berhak mendapatkan fasilitas yang sama yang dapat mendukung aktivitas mereka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bahwasanya disabilitas itu punya potensi yang bermanfaat juga buat lainnya.

      Hapus