Senin, 21 Oktober 2019

# Kemenhub # kereta Commuter Line

KRL Commuter Line Transportasi Indonesia yang Unggul dan Maju

Dari sekian banyak transportasi darat yang disediakan oleh negara Indonesia, saya paling suka menaiki kereta api. Entah kereta api jarak jauh ataupun dekat. Seringnya saya menggunakan KRL Commuter Line sebagai transportasi sehari-hari. Ada 4 alasan mengapa saya menyukai salah satu transportasi massal ini, pertama bebas macet, kedua tarifnya terjangkau, cepat waktu tempuhnya dan rumah saya dekat dari stasiun Depok baru.

Ibaratnya KRL Commuter Line itu transportasi andalan saya buat menuju Jakarta atau Bogor. Karena kedua kota tersebut berada di antara Kota Depok dan paling mudah ditempuh jarak juga waktunya dengan Commuter Line. Sekarang transportasi massal ini semakin banyak perubahan bagi penggunanya.

Gerbong khusus wanita KRL Commuter Line 


Perubahan KRL Commuter Line Dalam 5 Tahun Terakhir


Memang banyak perubahan baik yang saya alami selama menjadi penumpang KRL Commuter Line Jabodetabek. Kalau ingat zaman kereta api ekonomi yang lama, antara kangen dan mengerikan juga. Karena tampilan gerbongnya itu enggak karu-karuan. Banyak corat-coret, lampu mati, pintu tak tertutup dan banyak aksi kriminal di dalam kereta. Saya pun pernah mengalami kecopetan di kereta ketika mau turun. Padahal saya sudah memeluk tas seerat mungkin. Tapi ternyata tas saya kena sayatan silet dan dompet kecil raib. Tidak ada uang yang banyak sih, cuma tas sekolah kesayangan saya jadi rusak.

Semua kejadian itu sekarang tinggal kenangan. Perubahan demi perubahan kereta api Indonesia, khususnya KRL Commuter LineD saja. Dalam waktu 5 tahun terkahir (2014-2019), KRL Commuter Line menunjukkan perubahan itu mulai dari jumlah pengguna, jumlah unit kereta atau jumlah stasiun pelayanan. Semakin bertambah angkanya di setiap perubahan tersebut. Sebagai pengguna setia Commuter Line, saya sangat merasakan manfaatnya. 

Sesuai data yang saya peroleh dari akun Instagram @comutterline dalam waktu 5 tahun terakhir jumlah stasiun pelayanan dari tahun 2014 sampai 2019 terus meningkat. Tahun 2014 tercatat ada 65 stasiun, tahun 2015 ada 72, tahun 2016 ada 72, tahun 2017 ada 79, tahun 2018 tetap 79 dan 2019 ada 80 stasiun. Sejumlah pelayanan stasiun tersebut melayani rute Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Cikarang sampai Rangkasbitung. Meskipun belum genap berjumlah seratus, tapi saya sudah dengan mudah mencapai stasiun tujuan di rute  KRL Commuter Line.

KRL tempo dulu, penumpang  sampai  naik
di atap kereta
Dok.gambar Republika
Dulu kereta api cuma ada kelas ekonomi dan pakuan. Kalau mau naik kereta pakuan dari stasiun Bogor atau Jakarta Kota dan jumlahnya sedikit. Mau naik kelas ekonomi mesti nunggu setengh jam kemudian. Sejak kereta api berganti KRL Commuter Line dan semua perubahan yang ada, jumlah unitnya pun bertambah. Dari tahun 2014 sebanyak 814 unit dan tahun 2019 sebanyak 1060 unit. Itu artinya kenaikan sekitar 200 lebih unit kereta. Pantas saja kereta  datang tiap 5-10 menit. 

Saya sudah menggunakan transportasi masal ini sejak zaman sekolah SMA. Kebetulan sekolah saya di daerah Srengseng Sawah dan turun di stasiun Universitas Pancasila. Kalau masuk pagi kereta padatnya minta ampun, bahkan sampai ada yang di atas gerbong. Seakan nyawa dianggap sepele. Hal itu disebabkan karena kurangnya unit kereta tapi penggunanya banyak. Sekarang jumlah unitnya kan bertambah tuh, otomatis pula jumlah pengguna bertambah. Tahun 2014 tercatat sebanyak 206.809.273 dan per Agustus 2019 menjadi 221.156.352 pengguna mempercayai KRL Commuter Line sebagai moda transportasi.

Salah satu tanda keamanan buat penumpang

Melihat data-data tersebut, KRL Commuter Line mengalami perubahan yang melesat bagusnya. Tiap stasiun juga sudah banyak yang membenah diri supaya terlihat nyaman dan aman bagi penumpang yang menunggu kereta. Stasiun Depok Baru merupakan  stasiun yang sering saya lihat banyak perubahannya. Tidak ada lagi warung yang berdagang di atas peron atau anak-anak punk yang nongkrong sambil mengamen di tangga bawah.

Sebagai penumpang setia KRL Commuter Line, tentunya saya ingin mendapatkan berbagai fasilitas yang memadai dari segi keselamatan, keamanan dan kenyamanan. 3 hal pendukung ini yang membuat KRL Commuter Line  akan terus menjadi moda transportasi idola dan unggul untuk kemajuan Indonesia. Berikut ini saya ingin berbagi beberapa fasilitas pendukung yang memenuhi 3 faktor tersebut sesuai dengan pengalaman saya menaiki KRL Commuter Line.


3 Hal Pendukung Keunggulan KRL Commuter Line 


Hal pertama dari segi keselamatan. Seperti yang saya jelaskan di atas bahwa penumpang kereta bisa naik sampai atas gerbong. Tentunya ini menyepelekan keselamatan diri sendiri. Di dalam Commuter Line, di tiap gerbongnya sudah bagus dari sisi keselamatan untuk penumpang.

Beberapa elemen yang mendukung keselamatan penumpang antara lain :

  • Pintu otomatis
  • Palu pemecah kaca
  • Tuas manual pintu
  • Tombol SOS
  • Alat pemadam api ringan
  • Kotak P3K

Alat pemadam api ringan di tiap gerbong

Tombol SOS ada di atas tiap gerbong

Pintu otomatis berfungsi baik di tiap gerbong


Selanjutnya dari segi keamanan. KRL zaman dulu rawan banget sama kriminalisasi. Copet siap mengintai para korbannya yang lengah atau tindakan pelecehan bagi kaum wanita. Peristiwa tersebut karena kurang ketatnya keamanan di dalam kereta. Dulu sih mana ada security  yang jaga di dalam gerbong, yang ada malah penjual tahu sumedang atau mainan anak.

Hasil dari bebenah fasiltas demi keamanan bersama, KRL Commuter Line memiliki beberapa security yang siap berjaga di tiap gerbong. Khusunya gerbong wanita pasti ada 1 security yang stand by.  Kadang buat cariin kursi buat ibu hamil atau ibu bawa anak. Selain itu kamera CCTV juga terpasang di gerbong kereta. Hanya saja saya belum menemukan CCTV ada di tiap gerbong. Ini jadi pekerjaan rumah bagi PT KCI.

Pak Security selalu jaga di tiap gerbong kereta

Kemudian dari segi kenyamanan, KRL Commuter Line sudah mewujudkan dan saya pun merasakannya. Fasilitas yang diberikan sudah membuat saya sebagai penumpang nyaman selama menggunakan kereta. Kenyamanan yang diberikan antara lain:

  • Kemudahan pembelian tiket menggunakan kartu khusu kereta atau kartu uang elektronik bank
  • Kursi prioritas di tiap gerbong
  • Gerbong khusus wanita
  • Bebas asap rokok
  • Ada On Train Cleaning (Cleaning Service dalam gerbong)
  • Ada sistem informasi penumpang
  • Adanya AC atau kipas angin

Pokoknya dari naik sampai turun kereta, saya merasa nyaman dengan fasilitas yang disediakan di dalam gerbong. Bisa saya rasakan juga dari sewaktu hamil, membawa anak bahkan bepergian sendiri atau rame-rame. 

Kursi prioritas untuk ibu bawa anak dan lansia

Dok.gambar IG Kemenhub151

Pakai KMT atau kartu uang elektronik tinggal
 tap and go

Kementerian Perhubungan mengajak masyarakat menggunakan transportasi massal sepeti KRL Commuter Line ini. Selain tarifnya lebih murah dibandingkan harga 1 liter bahan bakar, naik kereta mengurangi polusi udara. Tahu sendiri kan kondisi polusi udara di Jakarta sudah tak indah dipandang. Kendaraan roda dua dan empat makin banyak dan menimbulkan kemacetan. Demi mendukung gerakan go green sebaiknya kita lakukan.  

Dampak dari kemajuan KRL Commuter Line sebagai transportasi darat saya rasa sudah berprogres lebih baik. Dalam kurun waktu 5 tahun saja banyak perubahan yang terjadi. Saya makin senang menggunakan transportasi massal ini. Hal ini juga menandakan kemajuan transportasi di Indonesia layak digunakan bagi masyarakatnya. Ini juga tak luput dari massa kerja periode Presiden Joko Widodo yang maju pesat.

Sebagai anker alias anak kereta, harapan saya untuk transportasi darat sepeti KRL Commuter Line terus ada perubahan yang lebih baik bagi semua pihak, baik penumpang, para pekerjanya atau fasilitas -fasilitas yang memadai. Rasanya tidak sabar melihat "wajah baru" transportasi - transportasi  di bawah naungan Kementerian Perhubungan 5 tahun mendatang, khususnya untuk KRL Commuter Line menjadi salah satu transportasi Indonesia yang unggul dan maju. 


Twitter: @kemenhub151
Facebook: Kemenhub151
Instagram: @kemenhub151
Website : dephub.go.id



***

1 komentar: