Sabtu, 05 Oktober 2019

# Berbagi # Dompet Dhuafa

Wake Up! Wakaf, Bangunkan Diri Saling Berbagi Demi Pahala Dari Illahi

Pada hakikatnya manusia hidup butuh pertolongan orang lain. Tidak bisa mengandalkan diri sendiri ketika kita dihadapi sebuah kesulitan. Misalnya saja terdakwa butuh pengacara agar bisa diringankan hukumannya atau saat ban motor pecah maka tukang tambal ban yang dibutuhkan. Semua saling membutuhkan dan memberikan suatu kebaikan.

Kebaikan yang saya lihat secara langsung adalah dari Dompet Dhuafa. Hari Rabu, 2 Oktober 2019 saya berkesempatan hadir ke Zona Madina Dompet Dhuafa di daerah Parung, Bogor. Bersama teman-teman blogger lainnya juga turut menghadiri Blogger Meet Up! Waqf Productive Sharing Session and Visit. Pertama kalinya saya memasuki kawasan ini, meskipun beberapa kali melewati Jln. Raya Parung.

Yuk, siap berbagi tentang wakaf


Dompet Dhuafa merupakan organisasi nirlaba terkemuka di Indonesia yang didirikan pada tahun 1993, yang mengangkat martabat dan pengabdian manusia dengan memanfaatkan dana zakat, infaq, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) serta dana sosial lainnya baik dari individu, kelompok dan perusahaan.

Sejak dikukuhkan sebagai Nazhir Wakaf tahun 2004, sampai saat ini Wakaf Dompet Dhuafa sudah memiliki aset wakaf produktif seperti rumah sakit, sekolah, kebun dan mesjid. Semua aset wakaf dikelola secara produktif surplus wakafnya digunakan untuk mauquf alaihi atau penerima manfaat pada program pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial umum Dompet Dhuafa.

Gambaran skema wakaf produktif itu dari wakif, aset, Nazhir, PT Pengelola, dan operasional. Pada tahap di PT Pengelola, persentase pembagian keuntungan 60% untuk Dompet Dhuafa dan 40% untuk wakif.

Blogger Meet Up kali ini mengambil tema Wake Up! Wakaf. Kenapa? Karena masih banyak orang yang mengira bahwa wakaf itu hanya dilakukan pada orang kaya saja dan nilainya besar. "Mindset seperti ini yang mesti diubah oleh masyarakat," jelas Bapak Bobby P. Manullang - General Manager Mobilisasi Wakaf.  Saya setuju kalau pola pikir kita tentang wakaf harus berubah.

3 pembicara sharing wakaf
Kiri - kanan : Dr. Muhammad Zakaria,
Bobby P. Manullang, dan Ustad Syafi'i

Awalnya saya pikir juga begitu. Kalau mau wakaf harus punya uang banyak, tanah luas atau gedung. Ternyata mulai dari seratus ribu saja sudah bisa berpartisipasi dalam wakaf. Pasti mampulah, anggap saja libur minum kopi selama 2 hari.

Di acara blogger meet up ini hadir juga Bapak Yuli Pujihardi  ZIS Direktur Mobilisasi Dompet Dhuafa dan Direktur Kawasan Zona Madina Dompet Dhuafa. Beliau memberikan sedikit gambaran bagaimana kondisi area zona madina. Kemudian ada Bapak Syafi'i Direktur Dompet Dhuafa.

Oh ya, masih ada yang beranggapan wakaf itu terdiri dari 3M (Masjid, Makam, Madrasah). Padahal tidak hanya itu saja, tapi dengan uang 10.000 rupiah saja sudah bisa wakaf secara tunai. Makanya itu Dompet Dhuafa punya gerakan sejuta wakif untuk mengumpulkan dana wakaf yang nantinya akan dibuat aset produktif wakaf. Jadi, wakaf itu bukan hanya buat orang kaya ya.

Pengertian tentang Wakaf

Ada yang belum tahu apa itu wakaf? Wakaf adalah sedekah jariyah yang menyedekahkan harta kita untuk kepentingan umat yang nilai hartanya tidak boleh berkurang, dijual, dan diwariskan karena pada hakikatnya menyerahkan kepemilikan harta manusia menjadi milik Allah atas nama umat.

Dasar hukum wakaf dari Al-Qur'an dan Sunnah, juga berdasarkan hukum positif. Peraturan Pemerintah nomor 42 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Undang-undang nomor 41 tahun 2004. 

Syarat wakaf yaitu ada orang yang berwakaf, harta yang diwakafkan, orang yang menerima wakaf dan akad wakaf.

Pastinya wakaf mempunyai banyak keistimewaan, salah satunya adalah amalan ibadah yang pahalanya mengalir terus meskipun telah meninggal dunia. 

Dok.gambar IG @dompetdhuafa

Jenis-Jenis Wakaf 

Wakaf ada berbagai jenis berdasarkan beberapa hal berikut ini.

Wakaf berdasarkan peruntukkan : Wakaf ahli dan wakaf Khairi

Wakaf berdasarkan jenis harta : benda tidak bergerak, benda bergerak selain uang, benda bergerak berupa uang (wakaf tunai).

Wakaf berdasarkan waktu : Muabbad (Untuk selamanya) dan Mu'aqqot (dalam jangka tertentu).

Wakaf berdasarkan penggunaan harta yang diwakafkan : Ubasyir atau dzati dan Mistitsmary.


Keliling Zona Madina Dompet Dhuafa


Depan sekolah SMART Ekselensia Indonesia

Setelah istirahat, sholat dan makan, kami diajak untuk berkeliling zona madina.  Tiap peserta dibagi per kelompok dan saya dapat kelompok 3 yang dipandu sama kak Aki. Karena kami berada di area Bumi Pengembangan Insani, maka  area pertama yang kami tengok yaitu Sekolah SMART Ekselensia. Sekolah yang dibangun di atas tanah seluas 10 hektar lebih. Sekolah berasrama (boarding school) untuk masyarakat tidak mampu yang berprestasi dengan sistem akselerasi 5 tahun untuk tingkat SMP dan SMA. 

Asramanya dibagi 2 sesuai tingkat sekolah. Anak-anak SMP di satu asrama dan anak-anak SMA di asrama lainnya. Semua murid berjenis kelamin laki-laki. Kebutuhan selama menempuh pendidikan ditanggung oleh sekolah dan dananya dari wakaf. Saat liburan, mereka juga pulang ke rumah masing-masing. Anak-anak yang diterima tentunya melalui proses seleksi, seberapa ketidakmampuannya anak-anak ini dari keluarganya dan seberapa bagus tingkat kepintarannya.

Area sekolah SMART Ekselensia Indonesia

Kami juga sempat mengunjungi kelas-kelas yang masih ada murid-muridnya sedang belajar dan melihat ruang praktek komputer. Ada beberapa siswa yang sedang menonton tayangan video di YouTube tentang politik. Menurut kak Aki, mereka menjadi kandidat ketua OSIS tahun ini. Jadi, memang butuh banyak refrensi untuk kampanye pencalonan.

Lalu ada Beastudi ETOS yaitu beasiswa bagi mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri yang dimulai tahun 2003 dan ada 5480 mahasiswa dari berbagai daerah di Sumatera, Jawa dan Kalimantan.

Dompet Dhuafa juga memiliki Sekolah Guru Indonesia (SGI) yang ditujukan bagi sarjana yang baru lulus dan berniat menjadi guru dengan masa belajar 1 tahun. 

Para siswa sedang belajar dalam kelas

Ada juga Pelatihan dan Pendampingan Sekolah, sebuah program peningkatan dan pengembangan kemampuan mengajar guru di sekolah-sekolah pelosok dan pendampingan manajemen sekolah untuk perbaikan mutu pendidikan. Sampai saat ini sudah memberikan pelatihan kepada 18 ribuan guru dan 300 an sekolah.

Kami juga sempat bertemu dengan mbak Febri, Nurul, Yuli dan Ustad Hafiz yang berada di ruangan  Jaringan Sekolah Indonesia. Di mana para pengajar dikirimkan ke daerah-daerah untuk melatih dan mengembangkan sekolah-sekolah untuk meningkatkan program literasi di sekolahnya.

Lorong asrama tingkat SMP

Asramanya juga dibagi sesuai tingkat sekolah. Bagi anak kelas 1 SMP dipisahkan dengan yang SMA, karena supaya bisa adaptasi. Tiap kamar asrama menampung 7 orang anak. Semua pekerjaan rutinitas seperti menyuci baju, menyetrika, mencukur rambut, menjahit baju dilakukan sendiri. "Karena memang mereka dipersiapkan untuk mandiri dan sebagai modal sebagai kepala keluarga nantinya," jelas kak Aki.

Fasilitas lainnya di area Sekolah SMART Ekselensia yaitu ada PAUD, lapangan futsal, tempat belajar penghafal Al-Qur'an, kantin, tempat jemuran, lapangan sepak bola, masjid, pusat sumber belajar, ruangan bercukur, taman, dll.


RS Rumah Sehat Terpadu

Setelah puas keliling Sekolah SMART Ekselensia, kami menyebrang ke RS Rumah Sehat Terpadu. Sebuah rumah sakit yang diperuntukkan bagi kaum dhuafa. Kami pun disambut oleh Bapak Abdal Permana dan para staff-nya. Rumah sakit ini disebut juga Rumah Sakit Tanpa Kasir. Karena semua golongan dhuafa sama sekali tidak dipungut biaya sepeserpun. All Gratis.

Semua biaya operasional  rumah sakit dari rawat inap sampai obat murni donasi dari wakaf & zakat. Terdapat 83 tempat tidur dari kelas 1,2&3 juga VIP. Terdapat 16 pelayanan poliklinik spesialis seperti gigi, mata, fisioterapi, dll. Poliklinik yang belum ada yaitu jantung, urologi dan kesehatan jiwa.  Tentunya semua biaya gratis untuk semua penyakit.

Untuk mengetahui bahwa orang tersebut golongan dhuafa atau bukan, RS Rumah Sehat Terpadu punya tim Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) dan tim advokasi yang akan mengarahkan atau menilai kedhuafaan seseorang. Jika data-datanya benar, maka orang tersebut mendapatkan member Dompet Dhuafa.

Loket depan RS Rumah Sehat Terpadu

"Tim advokasi keliling ke daerah-daerah untuk mencari orang-orang yang tidak mampu. Kalau ada dan benar datanya kita kasih member Dompet Dhuafa, kalau tidak lolos maka kita berikan Penerima Bantuan Iuran BPJS," jelas Pak Abdal. Proses pendataannya bisa paralel selama berobat di sini.

Awalnya rumah sakit ini dari Layanan Kesehatan Cuma-cuma di Ciputat. Karena tingginya kebutuhan kesehatan bagi kaum dhuafa maka, bulan Juli tahun 2012 dibangunlah green house hospital ini. Bangunannya bertahap karena dana dari zakat dan wakaf juga bertahap. Rumah sakit ini memiliki luas 7883 m persegi.

RS Rumah Sehat Terpadu terdapat 3 jaminan yaitu member Dompet Dhuafa, BPJS dan umum. Biasanya masuk rumah sakit itu langsung tercium bau obat, tapi RS Rumah Sehat Terpadu sama sekali tidak tercium bau obat. Saya merasakannya sendiri.

Ketemu teman SD yang bekerja di RS Rumah Sehat Terpadu

Tidak disangka saya bisa bertemu dengan teman SD yang bekerja di RS Rumah Sehat Terpadu. Saat saya berjalan ke arah gedung Qatar Charity, saya ditegur duluan oleh Nesi. Kami pun sempat ngobrol sebentar dan saling tukar nomor handphone dan tidak lupa untuk wefie. Cheeseeee...

Oh ya, Gedung Qatar Charity adalah gedung tambahan untuk perawatan juga. Cuma aset produktif wakaf satu ini dikhususkan 3 golongan yaitu marbot, penghafal Al-Qur'an dan ustad. Rencanaga bulan Oktober ini akan segera diresmikan da dibuka untuk perawatan.

Setelah puas berkeliling ke 2 zona Madina. Dompet Dhuafa, para peserta blogger diajak berkumpul di area panahan D'Jampang. Olahraga panahan yang dipilih karena Nabi Muhammad SAW juga suka memanah.  Areanya cukup luas dan ada beberapa gazebo untuk duduk santai.

Sampai jumpa di blogger visit Dompet Dhuafa berikutnya

Kunjungan ke Zona Madina Dompet Dhuafa di Parung, Bogor sangat membuat saya terkesan. Dengan berwakaf dan zakat, maka banyak orang yang terselamatkan dari segi ekonomi, kesehatan, sosial dan pendidikan. Anak-anak yang bersekolah dan menjalani pengobatan merasakan manfaatnya. Semoga dengan bangkitnya lagi saling berbagi dalam program wakaf, maka semakin banyak pula orang-orang Dhuafa terselamatkan demi pahala dari Illahi.


Zona Madina Bumi Pengembangan Insani
Jln. Raya Parung Km 42, Jampang, Kec.Kemang, Bogor, Jawa Barat
16310


***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar