Rabu, 10 Oktober 2018

# hari kesehatan jiwa se-dunia # kesehatan jiwa

Jiwa Generasi Muda Itu Harus Sehat, Bahagia dan Tangguh Hadapi Perubahan Dunia

Masa remaja merupakan masa dalam rentang kehidupan yang dipenuhi dengan berbagai perubahan. Biasanya ditandai dengan perubahan fisik dan psikologis. Keduanya sangat mempengaruhi munculnya suasana hati (mood) dan perilaku. Seperti penggalan lirik lagu bang Haji Roma Irama, masa muda masa yang berapi-api, benar adanya. Setiap hal yang ingin dilakukan terlihat tergesa-gesa entah apa hasilnya nanti .

kesehatan jiwa pada remaja 1

Perubahan yang dialami secara natural tersebut berdampak pada remaja era millenial ini. Dimana dunia maya telah merenggut banyak waktu mereka. Tentunya hal ini rentan terhadap kejahatan yang sering diberitakan seperti cyber bullying atau game yang mengandung kekerasan. Apabila hal ini sudah terjadi, artinya generasi muda mengalami krisis kesehatan jiwa. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya untuk menanganinya.



Dalam memperingati Hari Kesehatan Jiwa Se-dunia (HKJS) tiap tanggal 10 Oktober, Kementrian Kesehatan mengadakan temu blogger pada hari Kamis, 4 Oktober 2018 di Ruang Naranta Lt 1 Blok C Gedunh Adhyatma. Kali ini mengangkat tema "Young People and Mental Health" In A Changing World" (Generasi Muda yang Bahagia, Tangguh, dan Sehat Jiwa Menghadapi Perubahan Dunia). Pembahasan yang sesuai dengan kondisi anak muda sekarang. Meskipun saya sudah lewat masa mudanya, tapi penampilan harus tetap muda.

Temu blogger kali ini dipandu oleh Bapak Indra Rizon, SKM, M.Kes (Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat) dan menghadirkan 2 narasumber yang ahli di bidang kesehatan jiwa:
  • Dr. dr. Fidiansjah, Sp.KJ, MPH (Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza)
  • dr. Eka Viora, Sp.KJ (Ketua PDSKJI Pusat)

kesehatan jiwa pada remaja 2
Kiri-kanan: dr. Eka Viora, Sp.KJ
Dr. dr. Fidiansjah, Sp.KJ, MPH
Indra Rizon, SKM, M.Kes

Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Se-dunia ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kesadaran seluruh warga dunia akan pentingnya masalah kesehatan jiwa serta mobilisasi segala upaya untuk mendukung kesehatan jiwa, sekaligus merupakan kesempatan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk baju membahu dalam rangka mewujudkan masyarakat yang sehat jiwanya di seluruh dunia.

"Hari Kesehatan Jiwa Se-dunia tahun ini merupakan peringatan yang ke 25 kali di Indonesia dan 26 kali di dunia", ucap dr. Eka Viora, Sp.KJ. Tentunya ini merupakan kampanye dalam meningkatkan "awareness" akan pentingnya kesehatan jiwa dimulai sejak 10 Oktober 1992. Masyarakat harus semakin sadar bukan hanya kesehatan fisik saja yang diperhatikan, tapi juga kesehatan jiwa masing-masing.

Kesehatan menurut UU NO.36 tahun 2009 adalah keadaan sehat baik secara fisik, mental dan spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Oleh karena itu, tidak akan ada kesehatan tanpa kesehatan jiwa. Hal ini hampir sama dengan penjelasan UU No.18 2014 tentang kesehatan jiwa.

kesehatan jiwa pada remaja 3


Seseorang kalau sudah berhadapan dengan gadget-nya lupa akan situasi sekelilingnya. Makanya istilah autis melekat pada penggunanya. Istilah ini diartikan sebagai keasyikkan seseorang menggunakan gadget tanpa menghiraukan lingkungan sekitar. Padahal autis artinya keterbelakangan mental. Memang ciri-ciri keduanya hampir mirip seperti tenang, tidak peduli dengan orang yang bicara di dekatnya, menyendiri, tidak merespon saat dipanggil. Tanda-tanda itu sudah terlihat pada sikap remaja masa kini. Waktu mereka tersita banyak hanya menikmati dunia maya.  Kalau sudah begitu kesehatan jiwa remaja juga perlu dipertanyakan.

Kategori usia remaja dari 10-19 tahun adalah fase yang unik dan formatif. Namun sekarang perhatian kesehatan jiwa remaja berfokus pada usia 15-19 tahun. Akibat perubahan emosi dan sosial mereka, kesehatan jiwa jadi terancam. Sebuah fakta kunci menyebutkan separuh dari kondisi kesehatan jiwa dimulai dari usia 14 tahun, tapi sebagian besar kasus tidak terdeteksi dan tidak mendapatkan pengobatan.

Menurut The World Federation for Mental Health (WFMH) memberikan fokus pada anak atau remaja usia 14-28 tahun.

Cyber Bullying dan Bunuh Diri Cermin Dari Gangguan Kesehatan Jiwa Remaja


Dua hal yang paling rentan dari dampak buruk kesehatan jiwa remaja yaitu cyber bullying dan bunuh diri.

Cyber bullying biasanya berasal dari komentar yang ada di status sosial media. Dari situ akan berlanjut ke sekolah dan membuat mereka berseteru. Data bullying di sekolah juga mengejutkan. Lebih dari 30% para siswa mengalami atau pelaku bullying.

kesehatan jiwa pada remaja 4
Data bullying di sekolah

Tindakan yang paling ditakutkan pada kesehatan jiwa remaja adalah bunuh diri. Karena tidak tahan dengan kondisi diri yang semakin mendesak atau akibat dari bullying yang berlebihan. "Setiap 40 detik orang bunuh diri di dunia", jelas Dr. dr. Fidiansjah, Sp.KJ, MPH. Saya tidak bisa membayangkan berapa banyak selama 24 jam orang bunuh diri. Bisanya orang akan melakukan hal paling fatal ini berasal dari depresi, satu dari penyebab penyakit dan disabilitas remaja. 

Bunuh diri adalah penyebab kematian pada usia 15- 19 tahun. Estimasi jumlah remaja meninggal dunia sebanyak 62.000 pada tahun 2016. 90% remaja yang bunuh diri tinggal di daerah low and middle income countries. Biasanya remaja yang terjerumus dengan narkoba cenderung rentan dengan bunuh diri. 

Remaja dengan kondisi kesehatan jiwa yang tidak baik sangat rentan terhadap pengucilan sosial, diskriminasi, stigma, kesulitan dalam pendidikan, sakit fisik dan pelanggaran hak asasi manusia. Buruknya kesehatan jiwa remaja dapat terjadi karena beberapa alasan seperti kurangnya pengetahuan atau kesadaran tentang kesehatan jiwa diantara tenaga kesehatan, atau stigma yang mencegah mereka untuk mencari pertolongan.



kesehatan jiwa pada remaja 5


Kondisi kesehatan jiwa pada remaja di seluruh dunia diperkirakan sekitar 10-20% pernah mengalami masalah kesehatan jiwa, namun underdiagnosed atau undertreated. Itu artinya tidak terdeteksi dan ditangani dengan baik oleh pihak yang bisa membantu. Maka itu remaja mengalami gangguan pada dirinya seperti gangguan makan, gangguan perilaku masa anak dan gangguan emosi. Tentunya gangguan-gangguan tersebut memicu anak menjadi tidak kuat menghadapi perubahan yang ada di dunia ini.

Emosi di usia remaja memang sedang tinggi-tingginya. Kalau tidak bisa mengelola, bisa terjadi frustasi, depresi  atau marah. Gangguan emosi bisa mengakibatkan prestasi remaja menurun, sering absen dan menarik diri dari teman sebayanya. Bahkan fatalnya bisa memicu bunuh diri. Emosi perilaku masa anak menjadi penyebabnya utama no.6 beban penyakit di antara remaja.  Gangguan ini bisa mempengaruhi pendidikannya. Bisa saja tidak lulus sekolah.

Gangguan makan biasanya terjadi pada kaum wanita dibandingkan pria. Pernah dengar body shaming atau mengejek tubuh seseorang? Perbuatan tersebut bisa membuat remaja "memaksa" tubuhnya menolak semua makanan yang masuk ke dalam tubuhnya.  Tiap habis makan, dimuntahkan kembali. Berat badan turun, nutrisi berkurang dan kesehatan terganggu.

kesehatan jiwa pada remaja 6


Kemenkes pada tahun 2018 memiliki jumlah layanan kesehatan jiwa yang cukup banyak. Ada 48 RSJ dan RSKO di 28 provinsi, 269 RSU dengan layanan jiwa, 3602 Puskesmas dengan layanan jiwa dasar yang terintegrasi di poli umum, kunjungan rumah, outreach, pemberdayaan keluarga, rujukan.

Selain itu tenaga kesehatan jiwa juga mendukung jumlahnya. Sekitar 1028 orang psikiater, 451 psikolog klinis dan 6500 perawat jiwa. Berarti Kemenkes benar-benar memberikan yang terbaik bagi masyarakat mengenai hal kesehatan jiwa.

Upaya promotif dan preventif juga diusungkan oleh Kemenkes. Upaya promotif kesehatan jiwa dapat membantu remaja dalam membangun ketahanan sehingga mereka dapat mengatasi masalah baik dalam situasi sulit atau tertekan. Pendekatan siklus kehidupan (continue of care) dan kelompok risiko (population of risk), dan meluncurkan aplikasi sehat jiwa. Download saja ya di playstore.

Upaya promotif dan preventif memerlukan pendekatan yang bervariasi. Misalnya melalui keluarga  sekolah, komunitas, digital media, dll. Misalnya di sekolah diadakan konseling remaja, life skill remaja atau mindfullness. Dalam lingkup keluarga sasarannya pada ibu hamil dengan deteksi  dini kesehatan jiwa dan stimulasi janin dalam kandungan, ibu baru bersalin dalam masa nifas dan menyusui, pada anak bayi dan balita bisa dengan melihat pola asuh dan tumbuh kembang dengan deteksi dini kesehatan jiwa dan perkembangan anak.

Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Se-dunia pada tiap 10 Oktober menjadikan sebuah program kesehatan yang mewujudkan masyarakat sehat jiwanya. Selain itu juga mendukung Program Kesehatan Indonesia sehat yaitu upaya untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berperilaku sehat, hidup dalam lingkungan sehat, mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu  untuk mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dengan melakukan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Agar generasi muda Indonesia menjadi pribadi sehat, tangguh dan berani hadapi perubahan dunia.


****


23 komentar:

  1. Ngeri banget ya kak pas ngeliat data ya g terekam. Hiks

    BalasHapus
  2. Wah, semua ibu harus ngeh ya dengan masalah2 yang berakibat pada memburuknya kesehatan jiwa anaknya. Data di atas menunjukkan angka sehubungan dengan bullying besar ya. Anak-anak saya yang sulung dan kedua pernah di-bully, yang ketiga juga. ALhamdulillah kami tahu dan terpaksa turun langsung. Supaya anak juga tahu menghadapi kasus seperti itu dari kami.

    BalasHapus
  3. Oh aku baru tau 10 Okt adalah hari kesehatan jiwa thx infonya.
    Aku sedih bacanya mom, ternyata kaum mudah banyak jg yang kena gangguan jiwa ya :(
    Memang sih lifestyle yg skrng tu ngaruh banget. Itu sebabnyak kyknya peranan keluarga, jg mendekatkan diri ma agama penting banget yaa. Khususnya ortu harus bener2 deket ma anak jd bisa bantuin cari solusi buat anak saat mereka ada problem.

    BalasHapus
  4. Saya baru ngeh sekarang dong kalau ada hari kesehatan Jiwa segala hehehe.

    Tapi serem2 banget ya pengaruh ke anak.
    Saya selalu was2 dan memastikan selalu biar anak ga kena bully di sekolah

    BalasHapus
  5. Saya juga baru tahu nih, kalau ada hari kesehatan jiwa sedunia. Tetapi memang perlu sih diperingati, biar kita lebih aware tentang hal ini. Suka sedih baca berita-berita tentang tawuran,
    bulying, seks bebas di kalangan remaja. Itu semua kan ciri jiwa yang sakit ya...sudah saatnya memang kita lebih merangkul anak-anak kita, agar jiwanya sehat.

    BalasHapus
  6. Fase remqjw emnwg fase rentan ya. Mudah teromabng ambing deegan lingkungan sekitarnya. Aku punya sepupu usia remaja, gadget addict dan korea lovers banget, terpengaruh teman2nya. Indeed penting banget menjaga kesehatan jiwa/mental.

    BalasHapus
  7. Ngeri baca ini..ih, but thanks jadi ada pencerahan saya..
    Karena anak pertama sedang di masa ini. Usianya 14 tahun dan ..hadehh, lagi meledak-ledak. DIkasih tahu susah, diajak biacara dah mulai sulit, punya kesibukan sendiri, kadang susah dipahami..
    Hiks!

    BalasHapus
  8. Serem banget ya...anak saya yg besar sekarang usia 12th dan saat ini saya sedang berusaha menjadi temannya

    BalasHapus
  9. Baca ini jadi inget lagu judulnya "We are young, and wild and free"
    Bikin aku sebagai orang tua jadi deg-deg seerr

    Tapi insya allah enggak sih, asal kita tunjukan cinta yang besar anak2 pasti mau berteman sama kita

    BalasHapus
  10. aku jadi inget teman SMPku yg kena bullying dan dy akhirnya tergnggu mentalnya hingga harus berhenti sekolah sedih lihat kondisinya :(

    peran ortu untuk didik makin besar aja

    BalasHapus
  11. Kesehatan jiwa itu penting banget ya kak,,jadi kalau ada masalah baiknya ga dipendam sendiri setidaknya curhat lahnya biar plong.

    BalasHapus
  12. Kesehatan jiwa ini penting loh, tapi banyak orang yang gak ngeh dan dirasa ga pedulian deh

    BalasHapus
  13. Suka sedih kalo lihat korban bullying. Selama ini pun aku lumayan sering jadi korban bullying. Ya, untungnya hanya ku anggap angin lalu saja. Btw, di Kendal belum ada RSJ nih adanya cuma di Semarang aja.

    BalasHapus
  14. Bukan hanya sehat raga saja yang diutamakan, sehat jiwa pun sangat utama pula. Maka dari itu semoga kasus bullying nggak terjadi lagi.

    BalasHapus
  15. sedih ya melihat data bahwa 40 orang meinggal dunia, perlu siapkan generasi tangguh tidak hanya pintar secara pemikiran tapi dewasa dalam mencari solusi di setiap masalah yang mereka hadapi. sehingga jiwa generasi muda merasaka bahagia dan tangguh

    BalasHapus
  16. Zaman skrg kaum muda sdh byk bgt yg kena depresi ya. Ini kenyataan emg. Krn lingkungan sosial n tuntutan zaman ga kayak dulu lg. Aduh, kalo mikir ini aku jd takut sm masa depan anak. Dr kecil aj ak perhatikan sdh byk anak2 yg suka membully. Pedas banget lg. Aplg udh gede. Peran orang tua sgt penting disini sih ya..

    BalasHapus
  17. Kasus bukti Bullying memang sangat mengganggu mental anak bahkan yang parah nya lagi si pelaku itu kadang mantan korban bullying juga jadi saling balas dendam. Sedih nya

    BalasHapus
  18. Setiap anak mungkin jika sudah terjun ke lingkungan sekitar pasti kena kasus bullying entah jadi korban atau pelaku, yang harus aware bagi kita ortu gimna supaya anak punya sikap menghadapi bullying agak tidak sampai mengganggu jiwanya.. duhhhh.. banyak PR nih jadi ortu...

    BalasHapus
  19. waktu kuliah aku seneng banget dengerin lagu galau apalagi kalo lagi sedih jadi makin menghayati, tapi sejak sudah kerja males sendiri kalo lagi bete trs ada lagu sedih, mendayu-dayu bikin gak produktif.

    BalasHapus
  20. Ternyata kesehatan jiwa itu harus kumplit ya Bun sehat secara fisik, mental, spritual dan sosial. Berarti semuanya harus seimbang. Sekarang banyak orang-orang yang kesehatan jiwanya terganggu. Orang dewasanya aja banyak yang nggak sehat jiwanya terutama remaja kita ya. Sedih

    BalasHapus
  21. Makasih mbaak infonya. Penting banget nih karena jiwa aku masih muda... :D

    BalasHapus
  22. mbakkk... aku juga lagi sedih temen2 ku akhir2 ini buanyak banget yang isinya statusnya tentang bunuh diri.. kenapa pada depresi bareng2 gini yaaa

    BalasHapus
  23. Lagi2 peran orang tua sangat besar nih pada fase remaja. Gimana caranya hati mereka gak kosong sehingga gak mudah menelan bulat2 semua yang mereka dapat (misal verbal bullying).

    BalasHapus