Jumat, 03 Agustus 2018

Menyelamatkan Segumpal Daging Penerus Bangsa

Di sebuah desa sejuk nan damai ada dua pasang manusiamenjlin persahabatan erat. Rachel yang tomboy selalu unggul mengalahkan Farrel bermain bola basket. Suatu hari Farrel bertemu dengan wanita cantik bernama Luna disebuah toko buku. Farrel menyukai Luna dan perlahan mulapakan persahabatannya dengan Rachel. 

Luna mengidap suatu penyakit yang mengakibatkan ia sering muntah darah. Ternyata ia menderita penyakit hati atau Sirosis. Kejadian buruk menimpa Rachel yang mengakibatkan ia meninggal dunia. Demi rasa sayangnya pada Farrel, maka Rachel mendonorkan hatinya untuk Luna. Agar dia bisa terus hidup di tubuh Luna.




Sekilas sinopsis sebuah film keluaran tahun 2006, HEART. Ada yang masih ingat dengan film yang dibintangi Nirina Zubir, Irwansyah dan Acha Septriasa? Kalau belum sempet nonton cari saja di youtube ya 😊.

Cerita film tersebut ada kaitannya dengan konten blog saya kali ini. Peran Luna diceritakan sebagai pengidap penyakit hati atau Sirosis. Saat boomingnya film ini, saya belum paham apa penyakit Sirosis itu. Bentuk atau gambarnya saja saya belum pernah lihat. 


Kali ini kesempatan baik berpihak pada saya dan bisa menghadiri diskusi tentang penyakit hepatitis di ruang Naranta Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Gedung Kementrian Kesehatan RI. Bertepatan dengan Hari Hepatitis Sedunia  (HHS) pada 28 Juli 2018 tema yang diangkat adalah " Deteksi Dini Hepatitis, Selamatkan Generasi Penerus Bangsa". Pembahasan yang menarik dan patut disebarluaskan. Tujuan dari peringatan HHS ini untuk meningkatkan perhatian, kepedulian dan pengetahuan berbagai pihak tentang besarnya masalah kesehatan yang ditimbulkan oleh Virus Hepatitis.

Pengertian, Penularan, Gejala dan Pencegahan Hepatitis


Hepatitis itu ada disekitar kita. Namun mayoritas orang tidak menyadari bahwa dirinya mengidap penyakit ini. Oleh karena itu, mari kita ketahui pengertian, penularan, gejala dan cara pencegahan hepatitis. 

Bersama dua narasumber yang hebat dibidangnya yaitu dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes (Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Direktorat Jenderal Pencegahan  dan Pengendalian Penyakit Kementrian Kesehatan RI) dan Dr. dr. Andri Sanityoso Sulaiman, Sp PD-KGEH (Sekjen Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia) serta dimoderatori oleh Anjari Mars

Ki-ka : Anjari Mars, dr. Wiendra dan dr. Andri

Hepatitis berasal dari kata hepar- yaitu hati dan -itis yaitu radang. Jadi, hepatitis artinya peradangan hati. Penyakit hepatitis merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang seperti Indonesia. Penyakit yang berpotensi menimbulkan dampak morbiditas dan mortalitas ini termasuk penyakit kronis atau sebagai silent killer karena banyak yang tidak mengetahui keberadaannya.

Hepatitis Virus terdiri dari Hepatitis A, B, C, D dan E, antara hepatitis yang satu dan lainnya tidak saling berkaitan. Meskipun sama-sama menyerang hati, tapi virus dan treatment penyembuhannya beda. Maka itu perlu pengecekan lebih dalam di laboratorium untuk mengetahuinya.

Hepatitis yang kita kenal adalah Hepatitis A, B dan C. Hepatitis A adalah suatu penyakit infeksi pada orgam hati yang disebabkan oleh Virus Hepatitis A (VHA). penularannya bisa melalui makanan atau minuman yang tercemar virus Hepatitis A yang berasal dari tinja penderita. 

Gejala akan muncul antara 15-50 hari (sekitar 28 hari). Kemudin akan muncul  gejala bervariasi dari ringan sampai berat seperti demam, rasa lemas, nafsu makan berkurang/tidak ada, mual, muntah, nyeri pada perut bagian kanan atas, air kencing berwarna teh, warna kekuningan pada mata dan kulit (ikterus), makin muda usia anak maka gejala yang muncul umumnya tidak terlihat.

Hepatitis A tidak ada pengobatan khusus, hanya menjaga keseimbangan nutrisi. Berarti menjaga pola makan ya. Pastinya lakukan pencegahan dengan cara memasak makanan sampai mendidih atau matang, perilaku hidup sehat mulai dari mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, pemberian imunisasi Hepatitis A.

Mana bentuk hatimu? 

Berikutnya Hepatitis B. Ini yang paling membuat saya mlongo saat dr. Andri menjelaskan secara detail. Hepatitis B adalah suatu penyakit yang menyerang hati disebabkan oleh virus hepatitis B, sifatnya akut dan kronik serta dapat mengakibatkan Sirosis (pengerasan hati) dan kanker hati. Wah, mengerikan penyakit hati satu ini.

Penularannya melalui darah dan cairan tubuh penderita seperti sperma, air liur, cairan otak. Tiap orang bisa saja tertular hepatitis B, tapi ada pengelompokan yang lebih berisiko tinggi :
  • Bayi dari ibu penderita hepatitis B
  • Bekerja dengam darah dan produk darah
  • Pengguna jarum suntik  yang bergantian
  • Pengguna tato, pisau cukur, tindik, perawatan wajah tidak steril
  • Pengguna sikat gigi bergantian
  • Pasangan homosex
  • Sering berganti pasangan
Hepatitis B lebih infectious (menular) dari HIV AIDS. Selama ini orang hanya takut dengan penularan AIDS, ternyata Hepatitis B lebih menyeramkan. Bedanya kalau AIDS menyerang sistem imun, kalau hepatitis B  itu hati. Untuk mengetahui seseorang pernah tertular Hepatitis B maka diperlukan pemeriksaan darah (HBsAg). Kalau mau cek gratis, coba donor darah. Dari situ hasil screening sebelum mendonor akan ketahuan hasilnya.

Gejala yang ditimbulkan berupa cepat lelah, demam, mual, nyeri, nafsu makan berkurang. Mayoritas orang tidak mengetahui menderita Hepatitis B. Maka jika berobat sebenarnya sudah terlambat. Namun pencegahan bisa dilakukan dengan cara pemberian imunisasi aktif HB 0 pada bayi baru lahir kurang dari 12 jam. Suntikan ini nggak perlu pakai persetujuan orang tua karena sudah menjadi hak anak mendapatkan kesehatan sejak dini.

Lalu lanjutkan 3 dosis pada usia 2, 3 dan 4 bulan. Biasanya bersamaan dengan vaksin DPT dan Polio atau disebut vaksin combo. Pemberian imunisasi pasif (imunoglobulin) setelah terkontaminasi darah penderita pada bayi baru lahir dari ibu yang menderita Hepatitis B. Lakukan juga imunisasi saat remaja dan dewasa setelah cek  laboratorium. Makanya sekarang ada program vaksin bagi pasangan yang ingin menikah. Hal ini dilakukan untuk pencegahan hepatitis B bagi ibu hamil terhadap bayi yang dikandung nanti.

1 dari 4 pengidap hepatitis meninggal karena
 kanker hati 

Selanjutnya Hepatitis C, suatu penyakit yang menyerang hati disebabkan oleh virus Hepatitis C, bersifat akut dan kronik serta mengakibatkan sirosis dan kanker hati. Ciri-ciri gejala dan orang yang tertular Hepatitis C sama dengan penderita Hepatitis B. Untuk mengetahui seseorang tertular Hepatitis C diperlukan pemeriksaan darah (antiHCV). Seringnya orang terlambat mengetahui menderita Hepatitis C, maka itu perlu deteksi dini.

Pencegahannya dengan menghindari faktor resiko seperti pencegahan penyakit Hepatitis B. Sayangnya, sampai saat ini BELUM ADA VAKSIN untuk mencegah Hepatitis C. Jadi, utamakan menghindari faktor risikonya. Waspada ya guys!

Strategi Pencegahan Infeksi Hepatitis B Pada Ibu Hamil


Gara-gara penyakit ini, negara mengalami kerugian. Bayangkan saja tiap tahun terdapat 5,3 juta ibu hamil dan rata-rata positif Hepatitis B. Jadi, sekitar 120.000 bayi akan menderita Hepatitis B dan 95% berpotensi sirosis atau kanker hati 30 tahun kedepan. Aduh, mudah - mudahan anak-anakku tidak termasuk salah satunya.

Jika dibiarkan, biaya yang harus dikeluarkan untuk 1 kasus sirosis memakan biaya sebesar 1 M dan kasus kanker hati 5 M. Itu duit semua ya pemirsa. Banyak banget deh.

Tahun 2014 negara tercinta ini sudah melakukan upaya pengendalian Hepatitis B dengan melakukan pilot project Deteksi Dini Hepatitis B pada ibu hamil di Prov. DKI Jakarta dan tahun 2015 dilaksanakan di provinsi pengembangan, tahun 2016 secara nasional. Dan, target tahun 2030 Hepatitis B dan C total tereliminasi. Makanya masyarakat juga perlu membantu program pemerintah ini dengan maksimal. 



Strategi yang dilakukan agar ibu hamil tidak menularkan Hepatitis B ke bayinya dengan cara : 
  • Ibu hamil diperiksa screening Hepatitis B
  • Ibu hamil yang terinfeksi HB harus konsultasi
  • Bayi baru lahi diberikan HB0 <24 jam setelah kelahiran
  • Bayi dari ibu hamil yang Hepatitis B reaktif mendapatkan HBIG <24 jam setelah kelahiran
  • Menyarankan ibu hamil dengan Hepatitis B melahitkan di fasilitas layanan kesehatan. 

Melaksanakan Deteksi Dini Hepatitis B ini menyelamatkan penerus bangsa di masa depan. Buat ibu- ibu hamil segera ya periksakan diri ke laboratorium. Pencapaian pengendalian Hepatitis di Indonesia terus dilakukan. Mari selamatkan segumpal daging penerus bangsa. 



***

25 komentar:

  1. Seram ya. Saya pernah vaksin anti Hepatitis B, tapi itu sudah lama. Mungkin harus cek lagi dan nambah booster, ya ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, harus cek ke lab lagi. Kalau biasa donor darah, biasanya ketahuan hasil screeningnya

      Hapus
  2. "tiap tahun terdapat 5,3 juta ibu hamil dan rata-rata positif Hepatitis B. Jadi, sekitar 120.000 bayi akan menderita Hepatitis B dan 95% berpotensi sirosis atau kanker hati 30 tahun kedepan"

    Duh aku jadi ngeri baca ini. Mudah-mudahan anak Indonesia sehat semua ya. Jangan sampai deh ada yang terkena hepatitis B.

    BalasHapus
  3. Duh, serem banget ya ca sakit hepatitis B. Apalagi kalau yang diserang bumil. Ternyata bisa lewat sperma juga ya penularannya. Berarti sebelum menikah kita juga harus tau pasangan kita terkena hepatiris b atau g ya.

    BalasHapus
  4. Screening dini merupakan upaya untuk yang sedang sakit maupun masih sehat, agar ada tindakan penanganan lebih lanjut bila ditemukan adanya penyakit.

    BalasHapus
  5. Bermanfaat nih sharing kesehatannya

    BalasHapus
  6. bacanya ngeri-ngeri gimana gitu ya.. tapi jujur aku memang belum ngerti bgt soal Hepatiti ini mama sagara..

    BalasHapus
  7. Mba, memang sebaiknya screening hepatitis B ini sejak ibu hamil dilakukan ya mba. SUpaya upaya pencegahan juga. Soalnya bahaya nih kalau kena hepatitis bagi ibu dan anak yang dikandung

    BalasHapus
  8. Thanks for sharing Tante Lul. Jadi lebih concern dengan menjaga kesehatan organ tubuh. Setiap Penyakit merupakan pengugur dosa dosa. Jaga kesehatan Yooo

    BalasHapus
  9. duh bacanya jadi ngeri" gimana gitu, aku ga ngerti sih mba sama hepatitis ini, jadi pelajaran banget pas baca blogini

    BalasHapus
  10. Serem bgt penyakit ini, tapi jadi tahu gejala2 nya habis baca ini, semoga kita dijauhkan dari penyakit ini

    BalasHapus
  11. Serem ya penyakit hepatitis ini. Apalagi kalau udah ibu hamil yang kena

    BalasHapus
  12. Penyakit ini masih jadi momok, Mbak Suami saya pernah kena 2 kali dan saya takut sekali kalau dia sampai terlalu capek

    BalasHapus
  13. Setelah tahu lebih mendalam, jadi ngeri sama penyakit hati ini, gejalanya yg sulit dikenali menjadikannya sebagai silent killer

    BalasHapus
  14. Sudah beberapa kali baca artikel tentang Hepatitis ini dan reaksi saya selalu sama: NGERI & TAKUT ����

    Ya Allah, semoga kita semua dilindungi dari penyakit mematikan ini, amiiin

    BalasHapus
  15. Serem juga ya mba, ku pikir masih skala biasa, soalnya dulu ada temenku yg menderita hepatitis B tapi fisiknya biasa aja kayak orang normal/ga sakit. Keren ni infonya, tfs mba

    BalasHapus
  16. Dulu nonton film Heart sampai tamat juga ga ngerti kalau si Luna sirosis >,< jadi aku nonton apanya ya

    BalasHapus
  17. Oh harus makan makanan yg matang ya. Kalau lalapan gimana? Jadi ngeri sama hepatitis ini.

    BalasHapus
  18. ngeri y mba sakitnya apalagi klo sampe kena bumil
    iya film heart jd penasaran si Luna kena sirosis awalnya gmn hahahaa lupaa

    BalasHapus
  19. Ya Allah ngeri ya.... :(
    Alhamdulillah anak2 divaksin semua, aku jg kata ibuku divaksin, moga2 jauh2 dari penyakit ini semua aamiin

    BalasHapus
  20. ya ampun ngeri banget sih, vaksin memang sangat dibutuhkan karna banyak manfaatnya, ngeri kalo udah kena penyakitnya.

    BalasHapus
  21. Hepatitis memang bikin ngeri ya, vaksij itu ga boleh dilupakan.

    BalasHapus
  22. Semakin jelas apa itu hepatitis, penyebab dan bagaimana penanganannya.. intinya memang harus cek kondisi tubuh sendiri dulu ya.. jadi jika ada indikasi bisa ditanganj sejak dini dan Vaksin hepatitis penting

    BalasHapus
  23. Ponakan aku meninggal waktu SMP sakit hepatitis ini. Lama di rawat di rumah sakit

    BalasHapus