Reza Rahadian Bertabur Pujian Atas Film Pangku

Tidak ada komentar
Reza lagi, Reza lagi... 
Kata-kata yang terlontar ketika sebuah film yang diperankannya akan tayang di bioskop. Wajar saja jika ada yang bilang begitu, karena Reza Rahadian sudah bermain di sekitar 80an lebih film. Padahal banyak juga film yang nggak ada Reza Rahadian. Tapi kini, ia nggak menjadi aktor, melainkan menyutradarai dan menulis naskah di film perdananya berjudul Pangku.

Sebenarnya, ini kali kedua saya menonton. Pertama saya menonton bersama komunitas Parentsquads (tgl 16/10) di Lippo Mall Kemang, Jakarta. Kedua, kedua saya berkesempatan hadir di press screening dan gala premiere di Epicentrum XXI, Jakarta dari KOMiK Kompasiana, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda (28/10). Meskipun sudah 2x nonton, tetap menguraikan air mata di akhir film.



Film Pangku menghadirkan kisah seorang perempuan muda bernama Sartika (Claresta Taufan) yang tengah hamil besar dan mencari pekerjaan. Ia pindah dari kota asalnya dengan harapan ada masa depan lebih baik untuk anaknya. Ia bertemu dengan Ibu Maya (Christine Hakim) pemilik kedai kopi di Pantura, lalu ia menampung Sartika hingga menolong persalinannya.

Sartika berjuang mencari uang dengan melakukan segala pekerjaan untuk kebutuhan anaknya, Bayu Kesuma (Shakeel Fauzi Aisy). Lalu Ibu Maya mencoba tawarkan pekerjaan sebagai penyuguh kopi sambil dipangku. Tak ada pilihan, Sartika menerima pekerjaan itu. Sampai akhirnya ia bertemu dengan Hadi (Fedi Nurul) sopir truk ikan dan tumbuh api asmara cinta yang dulu pernah membara.

Film Pangku diproduseri oleh Arya Ibrahim dan Gita Fara, Melayani Tjahyadikarta, naskah asli ditulis oleh Reza Rahadian bersama Felix K. Mesi. Dibintangi oleh Claresta Taufan, Fedi Nuril, Christine Hakim, Shakeel Fauzi Aisy, Jose Rizal Manua, Devano Danendra, Kaan Latihan, Reza Chandika, Lukman Sardi, Nadira C. Noer, Galabby Thahira, TJ Ruth, Happy Salma, Nai Djenar Maesa Ayu, Iswadi Pratama, Nusa Kalimasada, Heliana Sinaga, Rizky Langit, dan Demi Medina.

Film Pangku persembahan pertama rumah produksi Gambar Gerak yang didirikan Reza Rahadian dan Arya Ibrahim. Melalui proses syuting selama 28 hari di kawasan Pantura, Indramayu. Bahkan Claresta Taufan sengaja mematangkan kulitnya selama syuting bersama Christine Hakim di bangku yang ada di warung. 

Film Pangku terinspirasi dari kisah ibunya yang seorang ibu tunggal dan bagaimana ia tumbuh bersamanya. Serta pengalaman menjadi anak berusia 38 tahun dan 20 tahun berkarier akting, dengan cermat Reza menggali perspektif ibu. Ia membuat film ini sebagai tribut untuk sang ibu dan butuh tantangan untuk ruang baru agar bisa berkembang lagi sebagai seniman, dan menyutradarai adalah hal yang sangat ia impikan sejak lama.

Saat nonton yang pertama, ada sesi diskusi setelah menonton bersama para pemain, sutradara dan produser. Ini pertama kali saya dekat banget sama seorang Reza Rahadian. Duduk satu meja dan saling bertukar opini, pertanyaan dan jawaban yang selalu menganggukkan kepala. Sebegitu niat, tulus dan besar rasa cintanya terhadap ibu dengan penuh kasih.

Kata-kata yang Reza Rahadian ucapkan seperti ini, "Bertahan hidup merupakan sebuah pencapaian tersendiri. Ada sebagain orang yang hidupnya cuma mikirin gue bisa makan apa kalau ad makanan. Kadang kita lupa mengapresiasi sama-hal-hal kayak gitu," jelas Reza Rahadian. 

"Menjadi ibu rumah tangga saja berat, apalagi jadi ibu rumah tangga plus ibu pekerja, lebih berat perannya. Saya bertahun-tahun melihat ibu saya seperti itu, survival mode aja. Orang punya banyak pilihan itu privilege lho, " tambah Reza. 

Reza Rahadian Bertabur Pujian Dari Para Pemain 

Saat sesi press conference setelah screening, semua pemain (kecuali Lukman Sardi), sutradara, dan produser hadir. Reza Rahadian tampil dengan maksimal dengan pakaian stelan jas hitam dan senyuman sumringahnya.  Saya melihat aura bahagia Reza mencuat semua di hari itu. Begitu juga dengan pemain lainnya. Sepanjang pertanyaan yang diberikan MC Melissa Karim, selalu ada pujian buat sang sutradara.

Claresta Taufan berperan sebagai Sartika dipilih melalui casting. Ia juga berhasil mendapatkan  penghargaan Raising Star Awards dari Marie Claire Awards Asia Star Awards 2025 di 30th Busan International Film Festival. Ia sangat bersyukur atas apresiasi yang diberikan. "Pencapaian ini bisa terjadi karena kepercayaan, kesempatan dan kerjasama yang diberikan  oleh Kak Reza sebagai director dan juga semua orang hebat yang ada di produksi Pangku," jelas Claresta Taufan.

Pujian juga terucap dari Happy Salma selaku Associate Producer. Sekitar 7 tahun lalu ia terlibat proyek bersama Reza Rahadian, lalu Reza menyampaikan ide dari hasil pengamatannya di Pantura. Waktu berjalan bertahun-tahun dan Happy Salma terus mengingatkan Reza untuk menyutradarai sebuah film. "Saat naskah sudah jadi, saya jadi baper, kok bagus ya naskah yang dibikin Reza. Saya jadi kesirep juga mau main di film ini," ucap Happy Salma. 

Aktris senior Christine Hakim turut memuji Reza Rahadian dalam menggarap film Pangku. Bahkan ia merasa kayak ikut akmil diarahin sama Reza. "Reza di dunia film sudah 20 tahun. Saya sangat tahu dia sangat brilian dan anak ajaib. Saking ajaibnya, ia bisa menyelesaikan naskah ready to shoot dalam waktu 2 bulan. Sebagai ibu saya tidak mungkin tidak membantu anak-anak saya semua di sini. Seorang ibu sampai kapan pun pasti akan maju mengorbankan masa depan anaknya,"jelas Christine Hakim. 

Bahkan bagi ibu Christine Hakim, Reza adalah sutradara yang perfeksionis, "Sampai napas aja diatur sama dia. Tapi itulah Reza Rahadian, belum tentu 10 tahun lagi dapat film sutradara kayak Reza," tambah Christine Hakim. 

Ibu Christine Hakim nggak berhenti memuji anak ajaibnya ini. Menurut pandangannya, Reza selama jadi aktor menyerap banyak ilmu. Ada bahasa sinematografi yang sering dilupakan seorang sutradara bahwa mengungkapkan kesedihan itu tidak harus dengan air mata atau meraung-raung, tapi bisa dari situasi, sehingga ada "roh" yang muncul. "Buat saya ini menjadi penawaran baru bagi Indonesian Cinema".

Film Pangku sudah "selesai" sebelum Reza membuatnya. Itu yang Christine Hakim alami dari pembuatan naskah sampai syuting selesai. Kehidupan yang dijalani oleh Reza Rahadian sebagai manusia itu dengan baik terekam tapi tidak menjadi energi negatif. Inilah yang sebenarnya penting sekali untuk masyarakat nonton film Pangku. Dari hal-hal pahit yang kita hadapi tapi kalau bisa memaknai dan berpikir positif, serta nggak suudzon sama Tuhan, pasti menjadi baik.

Wah, sungguh malam yang penuh pujian bagi Reza Rahadian di debut penyutradaraannya. Pujian itu memang pantas diterimanya karena kredibilitas Reza di dunia sinema nggak diragukan lagi. Kenapa baru sekarang jadi sutradara? Jawaban Reza dalam sebuah podcast bilang karena semestanya baru memberikan izin untuk ia menyutradarai sekarang, padahal ide buat film Pangku sudah ada sejak tahun 2018.

Hal paling menarik dalam film Pangku menggunakan lagu Rayuan Perempuan Gila dari Nadin Hamizah. Setelah membaca naskahnya, Nadin mengizinkan lagunya sebagai OST film. "Ini bukan karena kak Reza ya, tapi karena ceritanya. Saya sudah menemukan "rumah" untuk Rayuan Perempuan Gila," kata Nadin saat ditemui Reza. Selain itu lagu Ibu - Iwan Fals menjadi OST film yang direkam ulang khusus untuk film Pangku. 

Film Pangku nggak memberikan banyak dialog, bahkan ada satu pemeran yang nggak omong sama sekali. Tapi secara gerak tubuh dan ekspresi wajah sudah memberikan makna dan maksud tersendiri. Dialog antara Bayu dan Gilang pun jadi sebuah ironi yang membuktikan cari bapak lebih susah daripada cari kresek. 

Saya rasa pujian yang diberikan Reza sebagai sutradara baru bukan suatu yang berlebihan. Karena memang Reza sudah sepantasnya menerima dengan jam terbang tinggi di dunia perfilman. Jangan lupa nonton film Pangku di bioskop mulai tanggal 6 November 2025. 

Tidak ada komentar