Jumat, 13 September 2019

# kerajinan Indonesia # Kriya Nusa

Keliling Indonesia di Kriya Nusa

Indonesia memang kaya dengan sumber alamnya.  Kayu, serat, akar, daun, bisa dijadikan bahan untuk menghasilkan produk kerajinan. Dari tangan para pengrajin bahan mentah sumber alam bisa jadi produk yang menawan. Saya rasa itu yang akan kalian lihat di Kriya Nusa 2019. Sebuah ajang pameran produk kerajinan tangan asli dari daerah-daerah di Indonesia.

Sebelum digelar pamerannya yang dimulai dari tanggal 11 - 15 September 2019, saya menghadiri Temu Netizen #KriyaNusa2019 di Kembang Goela Restoran, Jakarta (Senin, 9 September 2019). Dengan tema "PENINGKATAN DAYA SAING PRODUK KERAJINAN MELALUI PENGEMBANGAN KREATIFITAS & KEWIRAUSAHAAN."

Keseruan Blogger acara Temu Netizen
Kriya Nusa 2019

Acara ni juga dihadiri oleh para narasumber:
  1. Triana Rudiantara - Ketua Bidang Humas, Promosi, dan Publikasi KriyaNusa
  2. Euis Saedah - Sekretaris Jenderal Dekranas
  3. Widodo Muktiyo - Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo RI 
  4. Septriana Tangkary - Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kementrian KOMINFO

Suasana press conference hari itu juga dihadiri teman-teman blogger dan media yang siap menggaungkan acara pameran produk kerajinan asli Indonesia ini.

Produk kerajinan Indonesia jadi modal bagi Indonesia untuk sukses di pasaran Internasional. Tercatat data ekspor pada tahun 2018 memberikan devisa sebesar US$ 1,2 juta. 

Peningkatan pendapatan di e-commerce juga meningkat. Tahun ini naik sekitar 9,3% dari tahun sebelumnya atau penetrasi pengguna e-commerce sebanyak 168,3 juta (62,2%) pada tahun 2019. Diperkirakan akan meningkat menjadi 75,3% pada tahun 2023 nanti.

Kiri-kanan : MC Yosh,Septriana Tangkary, 
Triana Rudiantara, Euis Saedah

Pembelian produk itu memang lebih mudah melalui platform e-commerce karena melihat gaya belanja kaum millenial sekarang yang mudah lewat media sosial dan berbagai metode pembayaran. Pembeli cuma klik, pilih, beli, bayar dan barang datang ke rumah.

Latar belakang Kriya Nusa 2019 karena Dewan Kerajinan Nasional (DEKRANAS) berkomitmen untuk melestarikan serta mengembangkan hasil produk kerajinan Indonesia. Menjaga keberadaan dan kontinuitas produksi produk kerajinan melalui peningkatan ketrampilan pada generasi muda.

Melakukan pembinaan produk melalui peningkatan kualitas, desain, produksi dan penggunaan teknologi baru agar dapat meningkatkan daya saing.

Menanamkan rasa cinta dan bangga masyarakat Indonesia terhadap penggunaan produk kriya Indonesia. Mempromosikan produk kerajinan terbaik dari seluruh daerah di Indonesia dalam rangka meningkatkan pangsa pasar hasil produk kerajinan daerah, melalui pameran baik dalam negeri maupun luar negeri.


Tagline Kriya Nusa 2019

Dalam rangka promosi tersebut, DEKRANAS menyelenggarakan pameran Kriyanusa yang diselenggarakan setiap tahun dan berkaitan dengan HUT DEKRANAS.

Kategori Produk : 
1. Tekstil
2. Keramik
3. Serat Alam
4. Batu-batuan
5. Logam
6. Kayu
7. Bahan baku alam
8. Bahan baku alam olahan
9. Lukisan

Total 246 Stand terdiri dari

1.KEMENTERIAN & BUMN : 37 STAND
2.DEKRANASDA : 170 STAND (34 Provinsi)
3.INDIVIDU : 25 STAND
4.MITRA : 8 STAND
5.ASOSIASI : 6 STAND

Kebayang dong ramenya pameran kerajinan produk Indonesia ini. Saya pun nggak mau melewatkan ajang tahunan ini dan hadir di hari pertama pameran.

Keliling Indonesia di Kriya Nusa 2019


Sebenarnya saya jarang banget datang ke pameran kerajinan tangan kayak gini. Cuma setelah ikut press conference-nya, saya jadi tertarik mau lihat langsung produknya. Hitung-hitung saya keliling Indonesia di Kriya Nusa.

Awalnya saya mau datang jam 9 pagi, setelah dapat info dari teman kalau pagi ada jadwal pembukaan yang dihadiri Pak Jokowi, maka mundur datang jadi jam 12 siang.

Saya di booth Provinsi Jawa Tengah

Sampai di Balai Kartini sudah ramah pengunjung yang kebanyakan memakai baju atau aksesoris kerajinan daerah. Apalagi melihat ibu-ibu pejabat yang total dandanannya dari kepala sampai kaki. Mereka berkeliling seperti fashion show berjalan.

Booth tersebar di 2 gedung. Saya manfaatkan hari itu untuk berkeliling ke semua booth. Berdecak kagum saya melihat dan memegang tiap produk kerajinan yang dijual.

Saya sempat mampir ke booth provinsi Papua melihat kerajinan pahat kayu dan olahan obat buah merah, aksesoris manik-manik dari Kalimantan dan akar Bajakan yang sempat viral ampuh menyembuhkan sakit kanker payudara.

Produk asli Indonesia

Ditambah pesona kain songket tapis dari Lampung, kain tenun dari Nusa Tenggara, kain lurik dari Klaten, perak dari Bali, dan cokelat kopi dari Sumatera Utara. Semua terlihat menggoda.

Saya sempat beli baju blouse dan dodol khas Riau. Harga yang masih terjangkau sekali, baju 150 ribu dan dodol cuma 20 ribu saja. Sebenarnya masih banyak produk yang ingin saya beli, namun apa daya tetap harus jaga hati 😆.

Kriya Nusa 2019 diadakan sampai tanggal 15 September 2019. Bagi kalian yang tinggal di Jabodetabek langsung deh datang ke Balai Kartini, Jakarta. Tidak ada harga tiket masuk alias FREE! Jadi, nggak perlu jauh-jauh lagi cari kerajinan tangan keliling Indonesia, cukup ke Kriya Nusa saja.


****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar