Minggu, 15 April 2018

# pengalaman pribadi # Snack favorit

Hei Ibu Rumah Tangga, Yuk Atur Waktumu

Banyak orang bilang menjadi ibu rumah tangga itu enak. Banyak menghabiskan waktu di rumah saja. Tidak kerja, hanya mengandalkan penghasilan dari suami. Aduh, yang bilang begitu pasti belum pernah jadi ibu rumah tangga. Coba deh rasain dulu, baru ngomong begitu. Pasti bakal termehek-mehek mengerjakan tugas di rumah yang kelihatan sepele, tapi rutin dikerjakan tiap hari. Jenuh? Kadang iya dan butuh ruang gerak sendiri buat menyegarkan pikiran dan tubuh agar urusan domestik tetap berjalan baik. Waktu 24 jam dalam sehari itu rasanya kurang sekali. Andai waktu bisa ditambah.


Waktu bergulir begitu cepat. Kalau tidak pintar-pintar mengaturnya bisa berantakan semua pekerjaan. Saya termasuk orang yang penuh perencanaan dan persiapan. Jadi, kalau ada yang melenceng jauh dari perencanaan bisa manyun seharian. "Kamu mah enak di rumah aja, nggak ada kerjaannya". Saya pernah dibilang begitu sama kakak perempuan saya. Memang dia seorang ibu juga, tapi dia kerja 6 hari dalam seminggu dan anak-anaknya dititipkan sama neneknya (ibu saya). Jadi, tidak merasakan seharian di rumah berkutat dengan urusan dapur  dan anak-anak. Saya anggap omongannya itu angin lalu. Saya bangga kok hanya jadi ibu rumah tangga.

Cemilan enak menemani waktu saya

Coba deh diurutkan dari bangun pagi lebih dulu dari anak dan suami, sekitar jam 5. Selesai mandi dan menunaikan solat subuh langsung menyiapkan sarapan atau baju seragam sekolah. Setelah itu mengantarkan anak ke sekolah, kadang anak tidak mau ditinggal. Kalaupun ditinggal bisa pergi ke pasar membeli bahan makanan untuk makan siang. Jemput anak pulang sekolah, sampai rumah langsung masak. Kalau capek dan ngantuk banget bisa tidur siang sebentar. Sorenya mandiin anak-anak sambil nemenin belajar dan bermain. Selepas maghrib nemenin mereka nonton kartun kesukaan, setelah itu menemani mereka tidur. Setiap hari begitu. Rasanya bernafas saja lupa.

Jadi, kenapa waktu begitu penting bagi ibu rumah tangga? Karena waktu adalah batas penentu tugas atau pekerjaan. Seorang ibu sudah tahu apa yang ingin dilakukan dari pagi hingga malam hari. Meskipun hal-hal yang dilakukan tidak jauh beda dari biasanya. Saya sebagai seorang ibu rumah tangga perlu membagi waktu antara keluarga, pertemanan dan diri sendiri. Bahkan di sela antara waktu yang menyibukkan.

Nikmati Waktu Untuk Diri Sendiri

Tiap ada acara yang ingin saya hadiri terutama yang tidak mengizinkan bawa anak, saya bilang ke suami untuk ambil libur. Misal acaranya hari selasa, maka suami mengambil jatah liburnya di hari itu. Maka anak-anak bisa bersama ayahnya. Bersyukurnya suami mau bergantian mengurus anak-anak saat saya tidak di rumah. Anak-anak pun senang bisa seharian bersama ayahnya. Saat itulah saya bisa menikmati waktu dengan leluasa. Bukan berarti saya pergi begitu saja, tapi kebutuhan anak-anak sudah saya siapkan. Apalagi waktu Sagara masih ASI eksklusif, 2 hari sebelumnya saya sudah menyiapkan ASI perah dalam kulkas.



Nikmati waktu sendiri dengan cemilan favorit

Saya manfaatkan waktu sendiri itu sebaik-baiknya. Saya bisa mengikuti acara dengan tenang tanpa ada rengekan dan sibuk mengganti diaper. Saya bisa lebih konsentrasi mendengar penjelasan narasumber. Atau saat saya menonton film di bioskop saya bisa khidmat mengikut alur cerita dan penonton lainnya tidak merasa terganggu. Nonton film termasuk me time favorit saya. Kalau tidak ingin mengeluarkan budget lebih saya nikmati waktu sendiri saya saat malam hari, saat anak-anak tertidur pulas atau mengerjakan deadline blogpost. Saya bisa bebas browsing online shop dan memasukkan barang ke dalam keranjang, entah kapan di belinya. Hal sesederhana itu sudah membuat saya senang. Selain itu saya bisa makan cemilan favorit. Sekedar biskuit dan susu hangat sudah membuat saya lebih santai. Tips dari saya jika kalian ingin me time, carilah waktu dan kegiatan yang tepat. Kalau suka ke salon, ya silahkan, suka jalan-jalan ke mall, sah aja kok. Asal ketika pulang ke rumah Anda kembali fresh dari hari-hari sebelumnya. Oh ya sesuaikan waktunya dengan libur kerja suami agar kita tenang anak-anak bersama orang yang tepat.

Keluarga Juga Butuh Waktu Kita

Meskipun lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Namun terkadang waktu buat keluarga tidak ada. Kebetulan rumah saya dekat dengan rumah orangtua. Sesekali saya mampir ke rumah ibu. Kalau ada rezeki saya membelikan makanan kesukaannya. Dengan begitu saja ibu merasa senang sekali. Kalau saya datang ibu sedang menonton teve sendirian. Kadang ditemani adik ipar, tapi tidak lama kemudian masuk kamar mengeloni anaknya. Kesehatan ibu semakin menurun setelah menjalani katerisasi jantung. Ada penebalan di saluran jantungnya. Jadi ibu nggak boleh terlalu capek. Sambil menikmati oleh-oleh atau cemilan, ibu selalu cerita apa yang dilakukan hari itu. Tertawa bersama menjadi penghilang rasa lelah sesama ibu rumah tangga.

Menikmati buah tangan bersama ibu

Tips dari saya saat mengunjungi keluarga yaitu carilah waktu yang tepat. Misalnya saat sore hari sekitar jam 4 atau malam jam 7 karena di waktu- waktu tersebut keluarga pasti sedang ngumpul, walaupum tidak lengkap tapi setidaknya bisa bertemu orang tua dan melihat keadannya baik-baik saja. 

Waktu Bersama Teman

Saya tidak mengkhsususkan memiliki waktu bertemu dengan teman. Seringnya saya bertemu teman di acara gathering blogger. Itupun teman-teman blogger yang sering ketemu. Saya suka kangen bertemu dengan teman lama. Kalau saya sedang tidak sibuk, saya coba menghubungi teman lama dan mengajaknya ketemuan. Saking lamanya tidak bertemu, nggak tahunya sudah punya anak 2, pindah rumah atau belum menikah (ups, status sensitive itu). Pastinya kalau bertemu teman ada saja yang jadi obrolan. Seputar urusan anak, rumah tangga atau  sale baju. Dari obrolan ringan itu membuat pikiran lega dan menambah pengalaman baru. Apalagi kalau sudah ditemani cemilan enak, tambah lama waktu ngobrolnya.

Luangkan waktu sejenak bersama teman 

Tips saya kalau mau bertemu teman lebih baik waktunya diatur sedemikian rupa. Samakan dulu waktunya, tentukan lokasinya juga. Kalau bawa anak bisa ke tempat yang ada playgroundnya, taman terdekat atau di rumah saja biar lebih hemat. Kadang rencana yang dadakan itu bisa mempertemukan kita denagn teman daripada jauh-jauh hari direncanakan ternayata gagal. Seperti saya, mbak Mira Utami, mbak Memez, mbak Hanni dan emak Tina Sindi yang kebetulan sedang ulang tahun hari itu mengajak ketemuan di salah satu mall do Depok. Hubungan sosial kita dengan orang-orang terdekat juga makin erat. Kita pun menjadi lebih supel, menjalin silaturahmi,  bahagia, menambah wawasan dan memperpanjang usia. 

Dari pengalaman saya membagi waktu antara keluarga, teman dan diri sendiri membuat hidup saya lebih tertata. Saya  jadi tahu kapan harus membagi waktunya. 24 jam 7 hari rasanya cepat sekali. Baru meniup terompet menyambut tahun baru 2018, eh bulan depan sudah mendekati bulan Ramadhan. 

Dari waktu yang saya petakan tersebut saya memilih buah tangan yang pas untuk dinikmati. Buah tangan penuh cinta dari Julie’s Peanut Butter Sandwich. Ah, pasti biskuit biasa ya? Eits jangan salah menebak sebelum mencoba. Saya sudah membuktikan enaknya rasa biskuit ini. Biskuit berisi sandwic mentega kacang  yang tidak bikin enek. Sandwic kacangnya lembut dan di impor dari Malaysia. Julie’s Peanut Butter Sandwich menjadi snack favorit saya dan anak-anak. Terutama aat sore hari menemani mereka nonton kartun. Biasanya si abang Gie suka mencelupkannya ke susu, kalau saya sambil menyeruput kopi. Nikmat sekali.

Ternyata peanut butter ada manfaatnya lho seperti kaya akan kandungan gizi (serat, protein, potassium, dan antioksidan), kandungan vitamin E dan monounsaturated-fat nya dapat menjaga kesehatan kardiovaskular tubuh, kandungan resveratrol di dalamnya mampu mengurangi risiko pembentukan sel kanker. Selain nikmat sebagai cemilan, tapi bermanfaat bagi kesehatan. 


Anak-anak suka buskuitnya. Si dede aja mau rebut sendiri

Sudah tahu belum kalau Julie’s Peanut Butter Sandwich sedang mengadakan lomba foto? Hadiahnya banyak dan menarik lho . Ada microwave, alat masak, voucher belanja senilai total jutaan rupiah yang infonya langsung lihat di sini atau informasi lebih lengkap bisa cek  ke sosial media Julie’s Peanut Butter Sandwich. Ikutan ya kakak...

Facebook page
Julie’s Indonesia

Instagram
@julies.ind

Biskuit Julie's sudah memiliki sertifikat halal dari MUI. Julie's memang masih diproduksi di Malaysia dan pengurusan sertifikatnya agak lama, berbeda dengan yang diproduksi di dalam negeri, sehingga bisa cepat. Logo di kemasan memang belum ganti yang baru.  Produk yang masih ada di toko masih produk lama.

sertifikat halal biskuit julie's
Sertifikat halal biskuit Julie's

Jangan pernah malu menyandang status ibu rumah tangga. Sebuah profesi abadi, tanpa ikatan kontrak kerja dan resign. Banyak juga wanita berijazah sekolah luar negeri tapi UUD (Ujung-Ujungnya Di Dapur). Bukan salah pilihannya menjadi IRT, malah sebaliknya. Tugas mulia seorang wanita terhadapa anak, suami, keluarga dan orang sekitar. Ibu rumah tangga zaman sekarang si nggak nganggur-nganngur banget kan. Bisa membuka online shop atau menjadi digital freelancer yang bisa mengerjakan kerjaan dari rumah. Lebih asyik kan.

Ibu rumah tangga harus pintar membagi waktu untuk dirinya sendiri, keluarga dan teman. Dengan begitu ibu menjadi lebih bahagia menjalani rutinitas kegiatan. Keluarga pun harmonis. Ciptakan waktu lebih asyik lagi  dengan menikmati momen kebersamaan bersama snack favorit. Pastikan luangkan isi hati dan pikiranmu dengan hal - hal yang menyenangkan. 


***


4 komentar:

  1. Sepakat banget IRT juga perlu mengatur waktu, kerja di rumah bukan berrati bebas seenaknya aja. Keren artikelnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penting banget deh ngatur waktu, biar nggak semraut segala urusan.

      Hapus
  2. Ibu rumah tangga kalau nggak bisa atur waktu untuk diri sendiri bisa stres berkelanjutan. hehehe

    BalasHapus