Rabu, 14 Desember 2016

# gadget # kecanduan gadget

Dampak dan Treatment Bagi Si Pecandu Gadget

GADGET. Siapa yang tidak asing dengan kata tersebut? Hampir semua orang punya benda canggih ini. Bahkan bisa lebih dari satu memilikinya. Entah memang hobi atau kebutuhan pekerjaan. Perangkat "serba bisa" ini membuat penggunanya jadi terlihat keren dan kekinian. Pesan jasa ojek saja sudah bisa melalui perangkat ini. Tinggal colak - colek layarnya, klik tombolnya, kuota tercukupi, dateng deh ojeknya. As simple as like that. Tapi dari kesempurnaan yang terlihat, perangkat ini bisa mengganggu kesehatan penggunanya, bahkan sampai kecanduan. Sudah seperti narkoba ya gadget ini. 




Bersyukur sekali saya bisa mendapatkan kesempatan hadir di Press Conference Treatment Launching "Gadget Holic" di Mom n Jo Training Center, Cinere, Depok. Dalam kesempatam ini, Mom n Jo memperkenalkan treatment terbaru yang diberikan, khususnya bagi si gadget holic. Acara dipandu oleh mba Roro dan dilanjutkan dengan kata sambutan dari Direktur Mom n Jo, Indah Wulansari dan Founder Mom n Jo, Fifi Lim. Specialnya lagi launching ini menghadirkan trainer treatment asal California, Amerika Serikat yaitu Marybetts Sinclair, LMT.

Tanpa kita sadari tiap kali berlama-lama berselancar dengan perangkat ini bisa mengganggu kesehatan. Saat ini gadget menjadi benda favorit anak-anak. Apalagi jaman sekarang, bayi pun sudah diberikan gadget oleh orangtuanya. Seperti pengganti mainan atau berkegiatan diluar rumah. Jika penggunaannya bisa dikontrol tidak masalah, namun jika anak sudah kecanduan butuh pengalihan yang tepat.

dr.Anggia Hapsari, SpKJ (K)

Dr. Anggia Hapsari, SpKJ (K) mengatakan ada beberapa ciri orang dewasa dan anak-anak yang sudah kecanduan dengan gadget yaitu
  • Menghabiskan sebagian besar waktunya dengan bermain gadget.
  • Mengabaikan panggilan orang lain.
  • Sering menunda pekerjaan kantor atau rumah.
  • Tidak nyaman apabila tidak membawa gadget.
  • Selalu mengecek notifikasi.
  • Merasa gelisah jika tidak ada jaringan. Jika pergi ke suatu tempat yang dicari jaringan WiFi.
Untuk anak-anak pastinya kecanduan gadget bukan hal yang bagus. Anak bisa melupakan pelajaran, tidak fokus, gangguan pola tidur, gangguan pola makan, gangguan kesehatan ( pemakaian kacamata dengan ukuran min yang besar ), bahkan anak bisa lupa bersosialisasi dengan teman-temannya. 

Marybetts Sinclair, LMT

Tanpa sadar saat menggunakan gadget postur tubuh berubah posisi. Saking asyiknya bermain, sampai tidak mempedulikan posisi tubuh. Awalnya duduk tegap, tapi kelamaan bisa membungkuk. Jika dilakukan terus menerus bisa merusak tulang belakang. Selain itu ada kaitannya dengan penglihatan dan tingkat kebugaran anak.

Seorang trainer massage dari California, Amerika Serikat di Mom n Jo, Marybetts Sinclair mengatakan hasil riset tahun 2016 di Amerika, orang dewasa rata-rata menghabiskan waktu selama 9 jam setiap hari melihat tablet, handphone, komputer, sedangkan anak-anak menghabiskan waktu 6,5 jam di depan layar. Begitupun di Indonesia, orang dewasa juga menghabiskan waktu 9 jam. Mayoritas pemakaian waktu ini adalah para pekerja di depan layar. Untuk balita dianjurkan hanya 2 jam saja.

Marybetts mempraktekan treatment 

Kebiasaan menggunakan gadget bisa merubah postur tubuh dari 0°-60°. Postur tubuh yang baik ketika duduk sebaiknya di bagian depan tulang selangkangan, bukan di tulang ekor. Kaki berada posisi yang nyaman, telapak kaki lurus di lantai atau di penyangga kaki membentuk 90°-100° dari tulang belakang. Istirahatkan posisi tubuh anda tiap 20 menit sekali.

Penglihatan juga bisa berpengaruh. Mata sering berkedip, sakit, lelah, perih atau mata kering. Berikan jarak antara mata dengan layar sekitar 30 cm agar mata tetap aman dari blue light (cahaya dari layar gadget, hindari pemakaiannya pada malam hari). Sering lihat ke arah atas, arah yang cukup jauh, kedip beberapa kali, dan bernafas dalam-dalam. Setiap 15 menit beristirahatlah selama 1 menit. Gerakkan tubuh atau melihat jarak kurang lebih 6 meter.

Bagi kebugaran anak, perbanyak kegiatan di luar ruangan yang bersifat aktif. Berolahraga bisa jadi pilihan seperti sepak bola, wall climbing atau berlari. Selain sehat bisa menstimulasi otak anak melalui gerakan.

Fifi Lim, Founder Mom n Jo

Oleh karena itu, dampak dari fenomena kecanduan gadget ini, Mom n Jo sebagai tempat spa bagi kehamilan, bayi dan anak yang telah memiliki 24 cabang di seluruh Indonesia, membuka fasilitas treatment bagi orang dewasa atau anak yang memiliki masalah kesehatan dari akibat pemakaian gadget berlebihan. Treatment ini bisa dilakukan dari usia 2 tahun sampai orang dewasa. Bisa dilakukan 2-3 kali dalam seminggu pada awal treament atau sesuai kebutuhan konsumen. Dengan biaya Rp.195.000 per 45 menit sudah bisa nik.ati treatment ini. Tentunya ini solusi yang tepat juga bagi orangtua untuk anak-anaknya. Tidak instan proses penyembuhannya, butuh konsistensi melakukan treatment ini. Lebih bijak lagi dalam menggunakan gadget anda, terutama bagi anak-anak.


***

2 komentar:

  1. Penggunaan gadget untuk anak itu sebetulnya dapat diminimalisir dengan peran orangtua yg menjaga dan mengarahkan ya Mba.. Keren banget nih, ada terapi untuk pecandu gadget, yang aku yakin pasti banyak banget anak2 yg kecanduan gadget sekarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang balik lagi ke diri orangtua atau si pengguna gadget tersebut agar bisa mengontrol pemakaiannya. konsistensi juga perlu dilakukan

      Hapus