Selasa, 02 Agustus 2016

# Film indonesia # Review

Winter in Tokyo : Saat Cinta Dimulai Di Musim Dingin

Official poster

Film menjadi media favorit hiburan masyarakat. Sepanjang tahun ini, para sineas Indonesia makin gencar memproduksi film-film berkualitas. Kecanggihan dalam membuat film juga tidak main-main, amazing totally. Awal bulan yang baik dengan menyaksikan kembali perilisan film Indonesia adaptasi based on the mega best selling novel karya Ilana Tan, Winter in Tokyo.

Jakarta 1 Agustus 2016, rumah produksi Unlimitted Production dan Maxima Pictures merilis film Winter in Tokyo di malam gala premiere di CGV Blitz Grand Indonesia. Film yang dibintangi mostly berwajah oriental seperti Pamela Bowie, Dion Wiyoko, Brigitta " Gigi"  Cynthia, Morgan Oey, Kimberly Rider, Brandon Salim dan Ferry Salim. Karakter mereka mendukung sekali dengan nama dan setting di film ini.


Suasana Press Conference setelah screening

Winter in Tokyo menceritakan seorang librarian bernama Ishida Keiko yang mempunyai tetangga baru seorang pria yang menempati apartemen persis di depan apartemennya. Nishimura Kazuto kembali ke Tokyo setelah menetap lama di New York karena merasa patah hati dengan wanita yang ia cintai, Iwamoto Yuri. Suatu kejadian di rumah sakit yang mempertemukan Keiko bertemu dengan Kitano Akira , yang ternyata cinta pertama Keiko semasa sekolah. 

Disitulah Keiko kembali menggugah perasaan lamanya untuk Akira, dimana Kazuto mulai membuka hatinya kepada Keiko ketika musim dingin tiba. Belum sempat Kazuto mengatakan hal yang diinginkan, suatu kejadian menimpa Kazuto yang mengakibatkan ia mengalami hilang ingatan sebagian. Kazuto lupa dengan kejadian 1 bulan terakhir yang ia alami bersama Keiko. Keiko mulai merasa kehilangan Kazuto yang dulu, apalagi kehadiran Yuri makin membuat Keiko mundur dari kehidupan Kazuto. 

Pamela as Keiko, Gigi as Haruka,
Dion as Kazuto

Kimberly Rider as Yuri

Morgan Oey as Akira

Proses syuting dilakukan full di Tokyo, dimana cuaca disana benar-benar dalam keadaan musim dingin. Salju serta angin kencang menjadi "sahabat" bagi para pemain dalam melakukan adegan. Bahkan Pamela menyatakan suhu disana bisa mencapai 2°C. Kondisi ini menjadi salah satu kendala bagi mereka selama melakukan syuting. Namun mereka menjalani dengan senang. 

Film bergenre drama romantis yang diadaptasi dari novel tidaklah mudah diwujudkan secara visual. Baik dari segi dialog dan jalan cerita. Pasti ada bagian-bagian yang hilang atau dihilangkan. Namun tidak keluar dari zona inti cerita. Tidak sulit bagi Titien Wattimena sebagai penulis skenario Winter in Tokyo, walaupun dalam pembuatannya ia tidak bertemu sama sekali dengan penulis bukunya. Prosesnya dilakukan hanya via email. Ilana Tan like mysterious person.

Saya dan Titien Wattimena

Bahasa yang digunakan campuran antara bahasa Indonesia dan Jepang. Sebelum proses syuting para pemain melakukan latihan reading dengan coach bahasa Jepang selama 2 minggu. Bahasa Indonesia yang digunakan juga bahasa baku. Jadi seperti menonton film Jepang yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. 

Pembaca novel Winter in Tokyo dan penikmat film Jepang atau Korea pas banget nonton film ini pada 11 Agustus 2016. Tidak terlalu menguras air mata, tapi rasa yang dibawakan tiap karakternya tersampaikan. Siap-siap baper aja ya. Jika film ini berhasil mencapai target jumlah penonton, ada kemungkinan bagi sutradara Fajar Bustomi untuk melanjutkan novel berikutnya Spring in London sebagai project selanjutnya. Wow, siap menanti nih...


Official Trailer


Tidak ada komentar:

Posting Komentar