Sabtu, 20 Agustus 2016

# KA Bandara # Railink

Proyek Transportasi Publik Terbaru Dari PT. Railink

Banyak cara yang sudah diwujudkan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bertransportasi. Transportasi darat, laut, udara memberikan berbagai macam tawaran yang menarik bagi penggunanya. Menjadi suatu kemudahan jika masyarakat bisa mendapatkan transportasi yang strategis dan nyaman. Tarif menjadi pilihan kedua apabila pelayanannya sudah sesuai dengan kebutuhan. 



Senin (15/8) saya dan teman-teman Tau Dari Blogger (TDB) mendapatkan kesempatan bertemu langsung dengan Dirut PT.Railink Heru Kuswanto, Direktur Teknis dan Operasional Poerwanto Handry, Vice President Commercial Passanger Mungki Indrati Pertiwi, Manajer Marketing Komunikasi Diah Suryandri dan tim media sosial. Pertemuan diadakan di kantor pusat Jakarta Railways Center (JRC), Juanda, Jakarta Pusat. Diskusi ini membahas tentang proyek baru dari PT. Railink yang sedang berjalan yaitu Kereta Api Bandara. Pasti belum banyak yang familiar dengan PT. Railink kan, sebelumnya saya juga begitu.

Ki-ka : Pak Heru, Pak Poerwanto, bu Mungki

PT.Railink adalah operator KA Bandara pertama di Indonesia, berdiri sejak 28 September 2006 dan mulai operasional sejak 25 Juli 2015. PT. Railink merupakan anak perusahaan dari PT. KAI (60%) dan PT.Angkasa Pura II ( 40%). KA Bandara sendiri sebenarnya sudah beroperasional dari Bandara Kualanamu (Airport Railway Station) ke Deli Serdang, Sumatera Utara. Untuk proses pembangunan stasiun bandara Soetta sudah mencapai 40% dan ditargetkan akan operasioanl bulan Maret 2017. Pembebasan lahan untuk new track sepanjang 12,1 km sudah mencapai 68,1%.
Proyek Basoetta ini tidak dapat dana APBN alias modal sendiri. Sesuai Kepres no. 83 tahun 2011 adalah latar belakang membangun KA Bandara ini.


Miniatur KA Bandara Kualanamu,Medan

Rute yang akan dilalui KA Bandara ini dimulai dari stasiun Manggarai - Sudirman Baru - Duri - Batu Ceper - Bandara Soekarno Hatta. Jarak tempuh antara Manggarai ke Soetta sekitar 38,3 Km, waktu tempuh 54 menit, jumlah trip 124 KA/ hari dari jumlah 10 trainset (8 utama,2 cadangan), headway 30 menit dan kecepatan 60km/jam. Satu trainset terdiri dari 6 kereta dengan jumlah tempat duduk 272 kapasitas. Masalah tarif masih percobaan, ditaksir dengan harga antara Rp.100.000 - Rp.150.000.  PT.Railink membeli 10 trainset tipe EMU (Electrical Multiple Unit) dari konsorsium Bombardier Transportation (Swedia) dan PT.INKA. Bocoran dari pak Dirut,harga satu trainset sama dengan 16 kali harga kereta comutterline. Wah...wah...wah... mahal juga ya..

Gambaran ARS ( Airport Railway Station)

Gambaran interior ARS

KA Bandara memiliki fasilitas yang memadai, pastinya memberikan kenyamanan bagi para penumpangnya. Sebandinglah dengan harga tiket yang ditawarkan nantinya. Namun tidak menutup kemungkinan PT.Railink bekerja sama dengan maskapai mengenai hal ini. Fasilitas dalam KA Bandara ini sebagai berikut :
  • Passenger Seat
  • Window
  • Loud speaker & public address
  • LED display & 22 inch TV flat monitor
  • Lighting & emergency lighting
  • Passenger emergency communication
  • Emergency brake handle
  • CCTV & CCTV recorder
  • Internet connection
  • Luggage rack
  • Passenger room safety equipment
  • Passanger entrance door
  • Toilet & sanitation

Wah gimana fasilitasnya guys, lengkap dan sesuai kebutuhan penumpang kan? Pasti dijamin nyaman selama berada dalam kereta bandara ini. Berharap transportasi massal seperti ini bisa segera terwujudkan dan melayani masyarakat dengan baik. Suatu kebanggaan buat saya bisa mengetahui lebih dahulu tentang proyek besar ini. Kemungkinan PT. Railink mengadakan KA Bandara wisata, jadi bagi yang tidak ingin naik pesawat bisa menikmati kereta ini sambil berkeliling di bandara. Asyik kan...


Foto bersama dengan TDB dan PT.Railink


4 komentar:

  1. Keren banget bisa ada transportasi kereta api juga ke Bandara, tapi mungkin harganya rada mahal :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harga masih tentatif mba Lily, tapi kalo dikisaran 100-150 ribu lumrah lah kalo efisien & efektif, dibandingkan naik taksi yang biayanya bisa lebih mahal.

      Hapus
  2. Wah asyik ini, moga bisa ada yang langsung berangkat dari Depok Baru rutenya. Biar gak oper2 hehehe

    BalasHapus
  3. Semoga ya mak, tapi sampai saat ini rutenya baru di Manggarai aja.

    BalasHapus