Selasa, 23 Agustus 2016

# #Indonesiaisme #SynthesisDevelopment Pusaka Prajawangsa Prakawangsa City

Indonesia is Me : Prajawangsa City Terinspirasi Dari Sejarah Prajawangsa

Masih dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 71 tahun, Synthesis Development menyelenggarakan rangkaian acara Indonesia is Me ke 3 di Mall @Bassura City. Acara kali ini yaitu nonton bareng film Pusaka Prajawangsa dan creative talk bersama Alexander Thian (penulis skenario Pusaka Prajawangsa). Pasti tahu dong siapa dia, penulis dari novel Somewhere Only We Know ini akan membongkar seputar kepenulisan skenario film Pusaka Prajawangsa. 

Film pendek dengan unsur sejarah

Sebelum membahas tentang filmnya, saya mau menginfokan tentang Indonesia is Me terlebih dahulu ya. Indonesia is Me adalah acara rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Synthesis Development, sebuah perusahaan properti di Indonesia. Indonesia Is Me mengangkat budaya Indonesia di momen kemerdekaan pada 4 lokasi proyek apartemen yang dibangun oleh Synthesis. Kalau sebelumnya rangkaian acara sudah diadakan di Synthesis Residence Kemang, Bassura City dan Synthesis Square, acara kali ini diadakan untuk Pusaka Prajawangsa.

Synthesis tidak pernah habisnya memberikan wujud kecintaannya terhadap kearifan lokal yang menjadi sumber inspirasi. Kali ini terinspirasi oleh sosok pahlwan di zaman Hindia Belanda bernama Prajawangsa yang berperang melawan penjajah. Prajawangsa adalah simbol dari dua nilai yang menjadi nadi Synthesis yaitu renjana (passion) dan kepercayaan (trust). Apabila suatu karya dibuat dengan renjana yang baik, maka akan menciptkan karya yang baik pula. Apalagi didorong dengan rasa kepercayaan dari dalam diri sendiri dan pihak lain. Prajawangsa adalah sebuah proyek kolaborasi kreatif untuk merayakan gairah mencipta dan menjaga kepercayaan di dalam diri kita. Oleh karena itu, Synthesis menghadirkan Prajawangsa City sebuah hunian superblok yang akan dibangun di daerah Cijantung.


Miniatur apartemen prajawangsa city

Prajawangsa City terletak di kawasan Cijantung, Jakarta Timur. Lokasi ini dipilih karena memiliki nilai sejarah sesuai dengan komitmen Synthesis yang mewujudkan kearifan lokal. Prajawangsa City apartemen yang akan memiliki mall dan hutan kota. Apartemen ini dibuat karena masyarakat urban yang butuh tempat tinggal yang strategis dan nyaman. Prajawangsa City dibangun sebagai pelengkap dari proyek Synthesis Development lainnya. Apartemen akan dibangun 4 tower dari 8 tower.


Peta lokasi strategis Prajawangsa City

Lalu apa hubungannya dengan film pendek Pusaka Prajawangsa? Tentu ada dong. Film ini dibuat karena sang penulis skenario ditantang oleh salah satu temannya untuk membuat cerita legenda Prajawangsa. Nama tersebut terdengar asing, tapi bagi Alexander Thian ini adalah suatu tantangan untuknya dalam membuat skenario. Konsepnya pun dibuat relevan dengan era sekarang. Dimana Prajawangsa adalah tokoh legenda jaman dahulu dan ceritanya digabungkan dengan masa kini. Ceritanya pun menjadi bisa diterima oleh penikmat film.

Creative Talk with Alexander Thian

Pusaka Prajawangsa menceritakan tentang kisah bagaimana seseorang bisa menuntaskan atau memenuhi janji. Dimana semua tokoh seperti Bima, Drupadi, Srikandi, Weda dan Winda memiliki tujuan hidup yang berbeda dan melibatkan 8 unsur. Ke 8 unsur tersebut adalah karya seni yang menggabungkan pusaka kerajaan Indraloka yang dimana akan menjadi nama - nama apartemen Prajawangsa City :

  1. Aksa, sebuah cincin bermata yang melambangkan kejernihan diri, jiwa dan pikiran.
  2. Bargawa, sebuah tusuk konde yang melambangkan pengetahuan.
  3. Cemeti, sebuah ikat pinggang kulit yang melambangkan pengendalian diri.
  4. Diwangkara, sebuah pisau yang melambangkan kebijaksanaan.
  5. Ekanta, sebuh mahkota yang melambangkan kekuasaan.
  6. Fulmala, sebuah perisai tangan yang melambangkan welas-asih.
  7. Ganitri, sebuah gelang tangan yang melambangkan pengabdian.
  8. Hima, sebuah kuas yang melambangkan penciptaan.


Bima sebagai tokoh utama dalam film pendek ini berperan sebagai seorang pelukis, namun bukan melukis di atas kanvas melainkan di kain lurik. Kain lurik melambangkan hubungan antara kita dan Sang Pencipta. Maka dari itu film ini juga mengajak desainer Indonesia yang konsisten mengeksplorasi kain lurik yaitu Lulu Lutfi Labibi. Desain karyanya juga dipakai oleh pemeran dalam film Pusaka Prajawangsa.


Salah satu adegan film Pusaka Prajawangsa

Menurut Alexander Thian membuat film pendek itu lebih sulit dibandingkan membuat film berdurasi panjang. Banyak brainstorming yang harus dituangkan ke dalam sebuah scene, tapi dalam film pendek mengemas brainstorming tersebut menjadi ringkas dan padat ceritanya. Kalau film berdurasi panjang bisa disisipkan ke beberapa scene. Nah, Alexander Thian memberikan beberapa steps dalam membuat skenario : 
  • Buat premisnya dahulu agar cerita menjadi satu kesatuan yang utuh,
  • Sinopsis,
  • Treatment,
  • Scene plot,
  • Break down per scene  
Ternyata engga mudah lho guys membuat skenario. Selain membuat cerita yang menarik, penulis skenario juga membuat karakter-karakter tokoh yang ditampilkan. Biasanya suatau karya itu menampilkan sedikit karakter penulisnya dalam satu tokoh. Dalam film Pusaka Prajawangsa sifat yang dimiliki Alex ada dalam tokoh Bima. Gimana masih tertarik menjadi penulis skenario film? 

Tidak hanya sebuah hunian yang nyaman dan strategis dari apartemen Prajawangsa City, tapi menunjukkan kisah legenda yang sesuai dengan komitmen Synthesis Development yang selalu menampilkan khas kebudayaan Indonesia. Prajawangsa City solusi pemukiman bagi masyarakat urban yang dinamis.


Trailer "Pusaka Prajawangsa"



5 komentar: