Senin, 14 Desember 2015

Perawatan Rambut Si Kecil Sejak Dini Agar Tetap Sehat

Setiap orangtua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anak. Semua hal dilakukan oleh ibu. Apalagi dalam hal merawat si kecil dari ujung kepala sampai ujung kaki. Tampilan si kecil selalu istimewa. Banyak produk perawatan khusus  untuk bayi atau anak yang ada di pasaran. Bermacam merk, tampilan & harga. Memang perlu ketelitian dalam memilih produk perawatan untuk si kecil. Seorang ibu pasti tidak ingin ada masalah dalam hal perawatan. Maka itu harus pintar-pintar memilih & memilah.
Apalagi dalam hal perawatan rambut si kecil. Bayi yang baru lahir memiliki rambut yang tipis sekali. Kulit kepalanya pun masih sensitif & lunak. Butuh ekstra hati-hati dalam hal ini. Merawat rambut bayi sejak dini sangat penting karena  rambut adalah mahkota kecil yang akan menghiasi tubuhnya saat nanti beranjak dewasa. Namun ada beberapa masalah yang ditemukan pada rambut & kulit kepala bayi, meskipun perawatannya sudah baik seperti : 

1.  Dermatitis Siboroik
     Gejalanya adalah timbul sisik-sisik 
     tebal seperti ketombe berwarna kuning
     kecoklatan, berminyak di kulit kepala
     bayi. Ini disebut juga "cradle cap".
     Selain di kulit kepala bayi bisa juga
     terdapat di wajah terutama alis &
    sekitar hidung, telinga & diaper area.
    Jarang menimbulkan gatal, kadang
    terdapat bercak kemerahan disekitar
    sisik. Penyebab adanya cradle cap ini
    karena 2 faktor utama yaitu adanya
    pertumbuhan jamur Malassezia furfur.
    Sebenarnya normal terdapat di kulit
    manusia namun pertumbuhan
    berlebihan diduga penyebab cradle cap
    ini. Yang kedua karena aktivitas
    kelenjar sebasea ( kelenjar minyak )
    yang meningkat karena adanya
    pengaruh hormon androgen dari ibu.
    Pada bayi dermatitis siboroik ini
    dimulai sejak bayi berusia 6 minggu.
   Terbanyak di usia 3 bulan & bertahan
    sampai usia 9-12 bulan lalu akan hilang
    sendirinya.
    Cara perawatannya yaitu dengan
    menggunakan baby oil pada saat
    sebelum mandi, cuci rambut & kulit
    kepala dengan memakai shampoo
    khusus bayi. Jika sisik terlalu tebal
    oleskan minyak zaitun selama
    semalam kemudian rambut di cuci saat
    pagi harinya. Jika kondisi dermatitis
    siboroik cukup berat misal sisik luas;
    kulit kepala sangat berminyak bahkan
    berbau disarankan untuk membawa
    bayi ke dokter.
2.  Rambut Rontok
     Masalah ini cukup sering terjadi pada
     bayi di usia 6 bulan. Bayi baru lahir
     memiliki rambut sementara yang
     halus & tipis. Nantinya akan rontok
     perlahan & tergantikan dengan rambut
     permanen. Biasanya terjadi pada
     bagian kepala yang biasa tertekan
    dalam waktu yang lama misal bagian
     belakang kepala. Hal ini dikarenakan
    posisi tidur bayi banyak dilakukan
    karena bisa mencegah bayi terkena
    Sudden Infant Death Syndrome (SIDS)
    atau sindrom kematian bayi mendadak.
    Rontok juga dikarenakan gesekan
    kepala pada bantal. Cara mengatasi
    rambut rontok pada bayi yaitu dengan
    memperkenalkan bayi untuk tengkurep
    dalam keadaan terjaga. Selain itu dapat
    membantu menjaga bentuk kepala
    agar bulat (tidak peyang).
3.  Rambut Tipis
      Ini merupakan salah satu masalah
     yang cukup banyak terjadi pada bayi.
     Banyak orangtua melakukan berbagai
     cara agar rambut si kecil lebat atau
     banyak. Seperti mitos yang
     mengatakan kalau rambut bayi sering
     dicukur akan bisa tumbuh subur.
     Namun hal ini belum terbukti secara
     medis. Cara mengatasi rambut tipis
     pada bayi dengan memberikan tonik,
     baby oil rambut khusus bayi yang
     mengandung ekstra lidah buay, seledri,
     ginseng, kemiri agar rambut tumbuh
     sehat. Perhatikan asupan gizi karena
    kesehatan rambut juga dipengaruhi
    oleh kualitas asupan gizinya. Pastikan
    bayi mendapatkan menu sehat
    seimbang. Banyak orangtua yang
    meyakini dengan memberikan obat
    tradisional seperti urang aring, minyak
    zaitun,minyak kelapa.
4.   Rambut Tidak Tumbuh
      Rambut mulai tumbuh lebih banyak
      ketika anak berusia 2 tahun,asal kulit
      kepala bayi terlihat sehat & tidak
      adanya infeksi. Cara mengatasi
      rambut tidak tumbuh sama dengan
      rambut tipis. Apabila sampai usia 2
      tahun tidak ada rambut atau botak
      segera bawa ke dokter karena
      kemungkinan mengindikasi masalah
     cukup serius.
Adapun pencegahan terhadap Dermatitis Siboroik yaitu hindari rangsangan gesekan lebih berhati-hati menggunakan sabun & handuk. Gunakan sabun yang tinggi kadar minyaknya. Mandi dengan air hangat cenderung dingin jangan air panas. Hindari gosokan alkohol pada kulit yang meradang. Hindari sabun beraroma. Gunakan krim pelembab yang dapat digunakan sesering mungkin. Hindari faktor-faktor di lingkungan yang memicu atau memperparah eskema,misalnya mainan,air liur, detergen, antiseptic.
Hal yang perlu dilakukan orangtua dalam merawat rambut bayi dengan keramaskan rambut secara rutin, memberikan baby oil, menyisir rambut dengan halus, memberikan asupan makanan yang memerlukan banyak vitamin & mineral yang penuh gizi. Jadi merawat si kecil itu memang butuh ekstra usaha. Tidak hanya dalam hal perawatn rambut si kecil tapi secara keseluruhan.

1 komentar: