Jumat, 30 April 2010

Curhat

Turut bahagia dengan berita kelulusan para siswa/i yang telah mengikuti UAN. tapi, prihatin juga dengan siswa/i yang ga lulus juga. Dunia seperti runtuh di depan muka, seperti Tsunami menerjang daratan, dan seperti matahari dihalang bulan. Sedih dan kecewa barcampur aduk menjadi kenegativan sikap untuk menghadapi masa depan. Memang masih ada kesempatan untuk mngulang, tapi rasanya mereka sudah gagal dengan jeri payah yang sudah dikorbankan. Disinilah Allah SWT menguji keimanan dan kesabaran hambanya untuk selalu bertawakkal. Sebagai manusia biasa, kita hanya bisa berusaha dan berdoa namun, hasil dari semua itu hanya Dia yang tahu.

Beruntunglah gw yang udah lulus 4 tahun lalu dengan nilai yang lumayan membanggakan.Walaupun ga sebagus yang gw inginkan tapi itulah hasil dari kerja keras. Gw jarang belajar, itu juga kalo mau ujian.Tapi gw yakin, dengan usaha dan doa gw yang cukup bisa menghasilkan sesuatu yang sedikit melegakan. Ibarat makan, kalo terus-terusan pasti bakal muntah. Cukup aja gw bisa bangga apalagi lebih dari cukup, mungkin jungkir balik. Sangat miris melihat kenyataan yang ada ribuan siswa/i ga lulus sekolah. Bahkan mereka tidak bisa menerima kenyataan itu sampai merusak sekolah mereka. Apakah itu hasil dari pendidikan para pendidik? Mereka lebih handal melempar batu daripada menghitamkan bulatan kertas OCR.

PR sangat besar untuk para pengajar. Membangkitkan semangat para siswa/i agar selalu giat mengejakan kewajiban mereka. Namun dukungan orang- orang sekitar juga di perlukan. Semoga tidak ada lagi anak bangsa yang meratapi masa depannya karena gagal ujian. Sistematik ujian juga berubah untuk menyelamatkan masa depan mereka.

Maju terus putra-putri Indonesia!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar