Minggu, 20 Agustus 2017

Pengobatan Baru Bagi Penderita Psoriasis

"Keinginan saya bisa bebas berenang, pakai celana pendek dan bebas dari minum obat"


Sebuah video testimoni dari seorang dokter diputar. Itulah pernyataan sang dokter yang sangat ia inginkan. Penyakit kulit yang ia derita dari sejak remaja membuatnya menjadi tidak percaya diri. Memang masih jarang diketahui banyak orang penyakit kulit satu ini. Begitupun dengan saya, belum pernah mengetahui secara jelas. Pastinya bukan penyakit kulit seperti panu, kurap atau alergi. Penyakit kulit yang dipicu dari gen atau faktor eksternal lainnya. Penyakit kulit yang tidak biasa dialami seseorang. Seperti yang dialami oleh Drg. Rio Suwandi. Ia mengidap Psoriasis.



Sumber gambar https://hellosehat.com/ciri-


Psoriasis adalah penyakit autoimun (sistem kekebalan tubuh yang keliru menyerang sel-sel kulit yang sehat) umumnya tidak menular.


  • Penyebab Psoriasis belum diketahui tetapi faktor genetik dan kelainan imunologi yang dapat mempengaruhi timbulnya penyakit ini. 
  • Faktor pemicu psoriasis : stress psikologik, konsumsi alkohol, merokok, sinar matahari, infeksi bakterial, trauma fisik dan gangguan metabolisme.
  • Tanda-tanda psoriasis : ruam memerah, kulit terkelupas, menebal, terasa kering, dan bersisik. Kadang disertai rasa gatal dan perih. Biasanya muncul pada lutut, punggung bagian bawah, siku, atau kulit kepala. 
Menurut data WHO (2013) penyakit ini diderita sekitar 2% dari populasi dunia dan mempengaruhi 1-3% populasi di Indonesia. Psoriasis bisa ditemukan dari Sabang - Merauke dengan perkiraan 1%, dialami oleh pria dan wanita dimulai pada usia 10-30 tahun. Jika timbulnya kurang dari usia 15 tahun biasanya ada riwayat penyakit ini dalam keluarga.

Testimoni drg. Rio Suwandi

Psoriasis selain tidak membuat percaya diri penderitanya, bisa juga menimbulkan penyakit lain seperti diabetes, obesitas, hipertensi. 30% nya bisa menimbulkan penyakit pada sendi. Psoriasis yang muncul di telapak tangan dan tumit atau disebut psoriasis palmoplanta,  diderita oleh 40% pasien dengan plak psoriasis. Plak psoriasis sendiri bentuk paling umum dari peyakit ini kulit terlihat ruam merah dengan sisik keperakan dengan sel kulit mati bertumpuk. Tahu Caesar YKS? Itu lho si tukang joget yang booming di salah satu stasiun tv swasta. Istrinya, Indadari Mindrayanti mengalami penyakit psoriasis sudah lebih dari 8 tahun.


Adapun langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit psoriasis. Kementrian Kesehatan RI membuat strategi dan kebijakan dalam pencegahan dan pengendalian psoriasis.

  1. Penyusunan buku Pedoman Penanggulangan Psoriasis di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Puskesmas) yang berguna meningkatkan dan memperkuat manajemen deteksi dini dan tatalaksana faktor risiko pada psoriasis yang didukung dengan peningkatan dan pengembangan kompetensi dan kapasitas tenaga kesehatan.
  2. Promosi Kesehatan dilakukan melalui kegiatan advokasi, sosialisasi, pemberdayaan masyarakat dan informasi melalui media agar masyarakat memiliki pengetahuan, kesadaran juga kemampuan secara individu dan kelompok untuk melakukam pencegahan dalam penanggulangan psoriasis. 
  3. Kemitraan, dapat dilakukan oleh lintas sektor maupun lintas program melalui jejaring kerja dan kemitraan dengan prinsip kesamaan kepentingan, kejelasan tujuan, kesetaraan, dan transportasi di bidang kesehatan. 

ki-ka : Milan Paleja, dr.Lily, dr. Danang

Lalu, bagaimana cara penyembuhan psoriasis? Pengobatan tergantung dari tingkat keparahan dan jenis psoriasisnya. Pada umumnya psoriasis diobati dengan minum obat, salep khusus atau disuntik. Makanya ada Psoriasis Area and Severity Index (PASI) merupakan metode untuk menentukan hasil dari studi klinis untuk psoriasis dengan cara mengukur tingkat kemerahan, sisik, dan tebalnya plak dan sebarannya di permukaan tubuh. Jika skor PASI meningkat, maka menunjukkan kondisi kulit hampir sembuh atau bersih.

Rabu, 16 Agustus 2017 lalu saya menghadiri press conference "Redefining Psoriasis Treatment" di Hotel Westin, Jakarta bersama NOVARTIS. Turut hadir dr.Danang Tri Wahyudi,SpKK, Dr.Lily Sriwahyuni Sulistyowati, MM dan Milan Paleja (General Manager Pharma, President Director Novartis Group Indonesia). Dalam acara ini memperkenalkan pengobatan baru bagi pasien psoriasis yang diluncurkan oleh Novartis Indonesia.

Novartis adalah penyedia solusi layanan kesehatan bagi pasien dan komunitas dan kebutuhannya yang terus berkembang. Novartis bermarkas di Swiss dan memiliki 118.000 pekerja. Produknya pun dijual sekitar 155 negara seluruh dunia. Info lengkapnya bisa klik www.novartis.com.


Pengobatan baru yang baru diluncurkan bernama Secukinumab. Pengobatan ini ditujukan bagi pasien psoriasis agara mendapatkan kondisi kulit yang lebih baik. Secukinumab adalah obat biologis - protein dengan rekayasa genetis yang didapatkan dari gen manusia yang dirancang untuk menghambat komponen spesifilk di sistem kekebalan tibuh yang menyebabkan inflamasi. Secara sederhana obat ini beraksi dengan menghambat siklus respon daya tahan tubuh terhadap penyakit tersebut.



"Demi membantu pasien Indonesia yang memiliki kondisi psoriasis menengah hingga berat, Novartis Indonesia meluncurkan pengobatan baru secukinumab di Indonesia. Diharapkan pengobatan ini bisa memberikan kulit bersih hingga 90%" kata Presdir Novartis Indonesia, Milan Paleja.

Pasien psoriasis tidak hanya berjuang melawan rasa sakit, tapi juga harus melawan beban emosional dan kecemasan. Karena jika nantinya pasien stress menjalani kehidupan sehari- hari maka berdampak burul bagi kualitas hidupnya. Tersedianya secukinumab bisa menjembatani kebutuhan pengobatan untuk memberikan peningkatan hasil bagi pasiennya. Selain itu juga untuk meningkatkan standar harapan pasien terhadap pengobatannya. Ingat pesan dr. Lily yaitu awareness terhadap psoriasis kepada masyarakat.

***


Negeri Dongeng : Bukan Sekedar Naik Gunung, Tapi Cinta Dengan Indonesia

Sudah 5 tahun vakum dari kegiatan alam bebas. Tepatnya setelah menikah dan memiliki anak. Namun naluri untuk kembali berkegiatan di alam ti...