Selasa, 22 Agustus 2017

Film An Inconvenient Sequel : Truth to Power, Mengajak Masyarakat Dunia Perangi Perubahan Iklim



Dalam kurun waktu beberapa tahun ini cuaca tidak menentu, khususnya di Indonesia. Indonesia memiliki 2 musim yaitu musim kemarau dan hujan. Waktu diantara kedua musim tersebut selang 6 bulan. Namun belakangan ini cuaca datang tidak sesuai dengan waktunya. Harusnya sudah memasuki musim kemarau tapi masih ada beberapa daerah yang terkena banjir. Semua itu terjadi akibat perubahan iklim yang terjadi di bumi. Tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga negara-negara belahan dunia lainnya. 

Senin, 21 Agustus 2017 saya menghadiri premiere film dokumenter berjudul An Inconvenient Sequel : Truth to Power di XXI Epicentrum, Jakarta. Film ini diputar untuk mendorong momentum Kesepakatan Paris 2015 untuk memerangi perubahan iklim. Oleh karena itu, The Climate Project Indonesia bekerjasma dengan Paramount Pictures mengadakan nonton bareng film ini. An Inconvenient Sequel : Truth to Power adalah sekuel dari film An Inconvenient Truth, film dokumenter yang menceritakan tentang perubahan iklim dan dibawakan oleh mantan Wakil Presiden Amerika Serikat, Al Gore pada tahun 2006. 

Al Gore, mantan wapres Amerika Serikat

Global warming atau pemanasan global itu sudah diperkirakan oleh Al Gore dari tahun 1980an. Dalam film ini ia mendatangi Greenland bagian barat untuk melihat bongkahan es yang mencair begitu cepat, membuat aliran air yang deras dan lubang sumur air yang dalam, lalu air akan mengalir ke laut. Air lautpun menjadi meluap dan bisa menyebabkan air pasang sehingga daerah sekitar pantai tersapu habis. Fenomena alam ini sangat merugikan sekali. Memakan banyak korban jiwa dan melumpuhkan aktivitas. 

Film ini menceritakan bagaimana upaya Al Gore untuk memerangi perubahan iklim yang terjadi di bumi. Sebuah gerakan perubahan tidak selalu berjalan mulus, pasti ada yang pro dan kontra. Bahkan presiden AS Donald Trump menolak adanya pengurangan penggunaan energi fosil. Saat berkunjung ke India, inisiatip Al Gore ini dibantah oleh Menteri Lingkungan Hidup. India baru saja membangun pabrik dengan memakai energi batu bara.

Global warming itu nyata. Penyebab utamanya adalah manusia. Pemakaian energi fosil berlebihan yang digunakan manusia.  Beberapa negara sudah mengalami dampak buruk dari pemanasan global. Tahun 2013 kota Tacloban, Filipina mengalami badai yang sangat dahsyat sehingga memakan ratusan korban jiwa. Di Miami, Florida mengalami naiknya air pasang ke jalan-jalan. Di Suriah mengalami kekeringan panjang sehingga ladang pertanian penduduk gagal. Di Pakistan pada tahun 2015 sebanyak 1200 orang tewas akibat gelombang panas. Tentu hal ini bukan kejadian yang biasa. Al Gore juga mengadakan pelatihan - pelatihan ke beberapa negara untuk memperjuangkan keadaan iklim di dunia. Pertama kali mengadakan pelatihan diikuti sebanyak 50 peserta. 



Tentang The Climate Reality Project Indonesia



The Climate Project Indonesia merupakan sebagian dari The Climate Reality Project yang mendukung lebih dari 300 climate leaders di Indonesia, telah menjalani pelatihan di beberapa negara oleh wapres AS Al Gore dan para ilmuwan ternama. Climate leaders memiliki beragam latar belakang, mulai dari pelaku bisnis, pejabat pemerintah, bankir, anggota DPR, profesional, ibu rumah tangga, aktivis, tokoh agama, dll. Proyek ini menyampaikan fakta penting tentang krisis iklim dan mengajak masyarakat dalam dialog untuk menemukan kebenaran dan mengambil langkah penting untuk perubahan.

Didirikan pada tahun 2006 oleh Al Gore, The Climate Reality Project telah melatih 12000 climate leaders, rentang usia 7-87 tahun, mewakilo 137 negara. Kantor regioanal berada di Afrika, Australia, Brazil, Kanada, Cina, Eropa, India, Indonesia, Meksiko dan Filipina. Sedangkan di Indonesia, The Climate Reality Project didirikan pada tahun 2009 secara independen sebagai organisasi nirlaba dengan Amanda Niode Phd selaku Manager. 

Climate leaders di Indonesia sudah melatih 2000 pemuda di seluruh Indonesia dalam hal teknis, kepemimpinan dan komunikasi aktif dalam menyikapi masalah perubahan iklim. Mereka pun telah dimintai untuk berbiacara di berbagai acara yang melibatlan pemerintah pusat dan daerah, yayasan, sekolah, media cetak, organisasi lingkungan, dll. 

Partner pendukung the climate reality project Indonesia

Dalam pemutaran perdana film dokumenter ini, The Climate Reality Project Indonesia didukung oleh The Body Shop, Lintas Teknologi, Unilever, Indofood dan Indosat Ooredo. Film An Inconvenient Sequel : Truth to Power akan ditayangkan di bioskop pilihan mulai tanggal 25 Agustus 2017. Bersamaan dengn dirilisnya film akan dirilis juga buku dengan judul yang sama. So, film ini akan membuat kalian makin melek mata akan krisis iklim. Saya jadi teringat akan film The Revenant yang dibintangi Leonardo Di Caprio yang mengambil isu tentang pemanasan global. Semoga Indonesia menjadi negara peserta di Kesepakatan Paris pada tahun berikutnya. Take Action and Make Your Voice Heard. 


Trailer An Inconvenient Sequel : Truth to Power


***


Negeri Dongeng : Bukan Sekedar Naik Gunung, Tapi Cinta Dengan Indonesia

Sudah 5 tahun vakum dari kegiatan alam bebas. Tepatnya setelah menikah dan memiliki anak. Namun naluri untuk kembali berkegiatan di alam ti...