Indonesia Humanitarian Summit 2025, Ajang Penggerak Perubahan Nyata Dompet Dhuafa

Tidak ada komentar
Tiada kata yang tepat selain mengucap syukur telah melewati masa-masa berat di tahun 2025 hingga dapat bertahan di 2026. Memang belum banyak pencapaian pribadi yang meledak, tapi jika mengutip kata-kata Reza Rahadian dalam ulasan film Pangku, bertahan dalam kondisi apa pun di kehidupan, itu sudah suatu pencapaian tersendiri.

Kita semua tahu bahwa dunia sedang dalam perubahan besar yang penuh ketidakpastian. Hal itu memengaruhi ke berbagai sektor ekonomi, sosial, budaya hingga kemanusiaan. Dari kondisi itu banyak yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), daya beli melemah, minim lapangan kerja, dan ketimpangan ekonomi. Hal itu berdampak nyata bagi Indonesia dalam kondisi rentan miskin. 


Pada hari Kamis, 15 Januari 2025 saya hadir di acara Indonesia Humanitarian Summit 2025 dengan tema Empowerment to the Next Level di Nusantara TV Ballroom, Jakarta. Gelaran ini menyampaikan Public Expose Dompet Dhuafa Tahun 2025 sebagai wujud komitmen dalam menjaga transparansi, akuntabilitas dan kebermanfaatan berkelanjutan. Dihadiri oleh berbagai undangan dari Perwakilan Pemerintah dan Lembaga Negara, NGO dan Lembaga Kemanusiaan, Tokoh Filantropi, Akademisi dan Peneliti,  Mahasiswa, Mitra Strategis, Media, Komunitas dan Umum.

Dompet Dhuafa sudah berpengalaman mengelola amanah masyarakat selama 33 tahun. Berawal dari kegiatan sayap sosial Republika, Dompet Dhuafa menghimpun dan menyalurkan dana zakat untuk kaum miskin agar terbebas dari belenggu kemiskinan. Dulu daftar donaturnya dipublikasikan dalam rubrik Dompet Dhuafa di halaman pertama koran Republika edisi 2 Juli 1993.

Dalam rentang waktu 3 dekade Dompet Dhuafa sudah banyak meraih penghargaan, antara lain SDG’s Action Award Tingkat Nasional dan Provinsi 2025 oleh Bappenas, Top Brand Award 2025 Kategori Zakat dan Amal, Nazir Wakaf Terbaik di BWI Award 2025, Dai Pemberdaya Maluku - Festival Ekonomi Syariah untuk Kawasan Timur Indonesia dari BI dan Kolaborasi Program Pengiriman 1000 Dai/Daiyyah ke Wilayah 3T dan Wilayah Khusus dari Kemenag RI. Tentunya masih banyak lagi yang belum disebutkan. 

Acara ini juga dihadiri oleh Bapak Ahmad Juwaini - Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Bapak Parni Hadi (Ketua Pembina Yayasan Dompet Dhuafa Republika), Prof. Dr. H. Daryono Abdul Ghofur, M. AG - Direktur Pemberdayaan  Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, Rahmad Riyadi - Anggota Pembina Dompet Dhuafa, Anis Matta - Wakil Menteri Luar Negeri RI. 


Tujuan dari gelaran acara ini yaitu sebagai wujud transparansi pelaporan kinerja pemberdayaan di Dompet Dhuafa, menghadirkan ruang diskusi dalam merespon dan menangani kemiskinan di Indonesia, pemaparan program pemberdayaan berbasis Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf serta menyuarakan dampak besar filantropi di Indonesia.

Oleh karena itu, Indonesia Humanitarian Summit 2025 diselenggarakan untuk menjadi ajang penggerak perubahan nyata melalui Empowerment to the Next Level Dompet Dhuafa bersama Nusantara TV ingin mempertegas target filantropi Indonesia, bahwa tak hanya memberi bantuan, tapi hadir memberikan solusi berkelanjutan melalui program pemberdayaan, sehingga dhuafa dapat keluar dari jerat kemiskinan dan bertransformasi menuju kehidupan yang lebih bermartabat.

Meskipun Data BPS per Maret 2025 menyatakan penurunan persentase penduduk miskin Indonesia yakni 8,47% dari jumlah penduduk atau 23,85 juta orang, faktanya di lapangan berbanding terbalik dengan kondisi yang dialami oleh masyarakat. Kesenjangan sosial semakin tinggi terutama di wilayah dengan lapangan kerja terbatas dan biaya hidup yang terus naik. 



Dalam buku buletin Policy Brief IDEAS berjudul "Mengentas Zona Abu-Abu Kemiskinan, Potret Terselubung Wajah Kemiskinan Indonesia" disebutkan bahwa status Indonesia menurut Bank Dunia memang telah naik kelas sebagai negara berpendapatan menengah atas, walau pada kenyataannya sebagian besar penduduk belum mencapai tingkat pendapatan dan kehidupan layak. Maka itu masih banyak kelompok kemiskinan yang berada pada zona abu-abu, kerap rentan dalam siklus kemiskinan karena bantalan aset dan pendapatan belum siap untuk menghadapai goncangan ekonomi. 

Pada sesi pemaparan Indonesia Philanthropy Report 2025, sepanjang tahun 2025 Dompet Dhuafa menghimpun dan menyalurkan total 4 Milyar rupiah. Bukan jumlah uang yang sedikit tentunya. Tingkat serapan penyaluran tahun 2025 sebesar 103%, kinerja penyaluran Dompet Dhuafa sangat efektif menurut Allocation to Collection Ratio, Zakat Care Principle. Dan tersebut tentunya disalurkan ke penerima manfaat lewat 5 pilar program ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial kemanusiaan, dakwah dan budaya. 

Peran Lembaga Zakat dan Lembaga filantropi semakin menantang dan diharapkan ikut berkontribusi lebih dalam di isu sosial yang semakin mengakar di masyarakat. Hingga kini, Dompet Dhuafa terus berkomitmen dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial, dakwah dan budaya yang terukur, berdampak, dan berkelanjutan.


Saya senang sekali bisa mendengar dan melihat langsung laporan secara transparan tentang penggunaan dana dari umat. Dompet Dhuafa sebagai lembaga filantropi keagamaan memegang teguh kepercayaan publik sebagai amanah besar untuk banyak orang. Dengan semangat Empowerment to the Next Level, perubahan nyata dibuktikan dari bukan sekadar memberi tapi berkelanjutan. 

Tidak ada komentar