Jumat, 11 Agustus 2017

Menyusui Adalah Kebutuhanku dan Bayi

Setelah kosong hampir 4 tahun, bersyukurnya saya dimudahkan oleh Allah SWT untuk memiliki anak laki-laki lagi. Sekarang usianya sudah 3 bulan. Aku mengurusnya sendiri, tanpa bantuan baby sitter atau asisten. Memang penghasilan bulanan kami belum cukup untuk menyewa jasa orang lain. Kalaupun saya minta pertolongan saya bisa minta ke ibu atau orang terdekat di rumah. Sekedar menemani si kecil setelah mandi.

Nama bayiku Sagara Ali Sya'bana, panggil saja Sagara. Alhamdulillah aku bisa memberikannya ASI dari awal lahir sampai detik ini. Tidak ada kendala yang berarti. Hanya saja pasca melahirkan ASI ku tidak langsung keluar banyak. Bahkan menurutku IMD ku gagal. Namun aku tidak panik karena aku tahu bayi yang baru dilahirkan masih memiliki cadangan makanan di perutnya selama 72 jam atau kurang lebih 3 hari. Pasca melahirkan sementara aku tinggal bersama ibu.

Menyusui momen sekali seumur hidup

Aku melahirkan hari Senin, sampai hari Kamis ASI ku belum keluar banyak. Hanya tetesan-tetesan berwarna kuning yang keluar. Aku tahu itu kolostrum yang sangat baik untuk kekebalan tubu bayi. Meskipun hanya dapat beberapa tetes tetap aku berikan ke bayiku. Selain itu aku juga terus mengajak si bayi untuk mengisap payudaraku. Berharap agar keluar lebih banyak. Tapi hasilnya belum banyak juga. Hingga akhirnya aku memanggil tukang urut untuk mengurut semua badan dan payudaraku. Keesokan paginya payudaraku mulai meneteskan ASI lebih banyak. Aku baru bisa mengeluarkan ASI setelah 4 hari melahirkan dan itu rasanya enggak enak banget. Bagi ibu menyusui pasti tahu rasa nyeri kerasnya payudara. 


Di kehamilan anak ke 2 ini aku sudah banyak mengantongi ilmu tentang menyusui. Bagaimana cara menyusui yang benar, asupan apa yang harus dimakan, ASI Eksklusif, sampai para pendukung ASI. Ditambah lagi aku mengikuti talkshow bersama Haibunda.com dan Prenagen Lactamom pada Sabtu, 5 Agustus 2017. Menarik sekali tema yang diangkat kali ini tentang "ASI Tidak Sama Dengan Menyusui".  Acara tersebut menghadirkan 2 pembicara yaitu dr. Yolanda Safitri, MPH (M) Konselor Laktasi di Bunda International Clinic dan Ilma Rineta Co-Founder Circle of Moms dan ibu beranak 4. Status pembicara kedua yang saya acungi jempol.

ki-ka : Ilma Rineta, dr.Yolanda dan MC mbak Lita

Dr. Yolanda Safitri mengatakan antara ASI dan Menyusui itu beda. ASI adalah susu yang keluar langsung dari payudara ibu sebagai nutrisi yang mengandung sel-sel yang bersifat melindungi tubuh dari berbagai risiko gangguan kesehatan, sedangkan menyusui adalah memberikan ASI langsung dari payudara bukan dari media lain (botol susu). Dalam konteks sentuhan fisik ternyata memiliki efek yang lebih positif pada sifat kasih sayang, peracaya diri, ikatan batin dan pengendalian emosi dan bayi. Pastinya menyusui itu banyak manfaatnya. Semua manfaat itu menjadikan tumbuh kembang anak bagus. 

Jangan dikira menyusui itu mudah. Menyusui itu banyak hambatannya. Walaupun saya sudah menyusui anak 2 kali, tapi tetap ada saja hambatannya. Mulai dari puting payudara lecet, darah rendah, mudah lelah dan sakit pinggang. Keluhan-keluhan tersebut yang biass saya alami. Kadang rasanya mau menyerah menyusui, mau melepaskan segala rasa sakit pada tubuh. Namun aku selalu tak tega jika melihat wajah mungilnya saat tertidur. Bayiku masih membutuhkan nutrisi yang baik.
ASI perah selalu siap kalau aku tinggalkan bayi dirumah


Aku punya target bisa menyusui eksklusif sampai 6 bulan. Untuk mencapai target tersebut ASI ku harus lancar dan banyak. Maka itu aku harus makan yang banyak juga bernutrisi. Hampir semua makanan aku suka, tidak ada pantangan, kecuali aku tidak suka makan pedes. Menyusui itu membutuhkan kalori ekstra. Setiap ibu menyusui sama saja mengeluarkan 500 kalori. Jadi, bagi ibu pasca melahirkan yang ingin diet bisa menyusui sesering mungkin. Jangan takut endut lagi ya moms 😊.

Asupan nutrisi bisa aku dapatkan dari makanan sehari-hari. Ikan tongkol dan kembung mengandung protein yang tinggi, sayur bayam dan ati ayam mengandung zat besi yang tinggi, kemudian buah-buahan banyak mengandung vitamin dan mineral. Namun ternyata makanan tersebut tidak cukup juga. Untuk itu dibutuhkan juga nutrisi tambahan agar nutrisi harian yang dibutuhkan aku dan bayiku terpenuhi. Aku suka banget minum susu, apalagi rasa cokelat. Aku memilih PRENAGEN lactamom karena mengandung Vitamin B2 dan B12 yang bisa meningkatkan produksi ASI, Omega 3 dan Omega 6 serta DHA untuk perkembangan otak si kecil. Selain itu mengandung asam folat dan zat besi. Kalau sedang berpergian aku bawa PRENAGEN Juice Fruit and Veggie  yang mengandung ekstrak daun katuk. Lebih seger diminum dingin.

Prenagen Juice & Veggie dingin bikin seger


Pengalaman menyusuiku sangat indah. Aku sangat bersyukur bisa memberikan ASI sebanyak yang anakku inginkan. Meskipun ukuran payudaraku kecil tidak berpengaruh air susuku sedikit. Buktinya bayiku tiap bulan berat badannya naik terus. Berarti ada progress yang bagus kan. Bagi ibu-ibu yang sedang menyusui seperti saya, ayo tetap semangat memberikan ASI eksklusif dan dilanjutkan sampai 2 tahun. Berikan hak anak-anak kita pada masa-masa emasnya. Momen seperti ini pasti tidak akan terulang lagi di kemudian hari. Investasikan kesehatan dan kecerdasan anak dari sekarang. Maha Pencipta sudah merancang sebaik mungkin tubuh ibu untuk memberikan air susunya untuk anak-anaknya. Saya juga butuh dukungan dari orang-orang sekitar, suami, teman dan anggota keluarga lainnya. Sekedar memijat punggung termasuk dukungan untuk saya dari suami. Meski kecil tapi sangat bermanfaat.  Menyusui bukan hanya sekedar memberikan asupan ke bayi, tapi juga kebutuhanku agar tetap sehat.

***




Cordlife AWESOME : Merayakan World Cord Blood Day Pertama Karena Pentingnya Menyimpan Darah Tali Pusat

Memiliki buah hati adalah dambaan setiap pasangan suami istri. Hadirnya si kecil menjadi pelengkap sebuah keluarga. Ada yang langsung diber...