Rabu, 27 Juli 2016

Behind the Story Winter in Tokyo (versi Keiko and Haruka)

Novel adalah media sastra bagi pembacanya. Tiap pembaca memiliki masing-masing imajinasi untuk memvisualkannya. Imajinasi tersebut bisa dituangkan ke dalam bentuk audio visual seperti film. Sudah banyak film Indonesia yang mengadaptasikan novel ke media film. Pertengahan tahun 2016 ini, novel karya Ilana Tan berjudul Winter in Tokyo akan segera rilis di bioskop. 

Saya dan 2 cast film Winter in Tokyo
Haruka dan Keiko

26 Juli 2016 Koalisi Online Pesona Indonesia (KOPI) bersama para anggotanya kembali mengadakan mini conference di markas KOPI, Sarinah Thamrin. Kali ini kedatangan para pemain dari film Winter in Tokyo, produksi Unlimited Production dan Maxima Pictures. Hadir pula Pamela Bowie dan Brigitta Cynthia "Gigi" eks Cherrybelle. Ruangan seketika menjadi ramai dan seru dengan kehadiran mereka.

Dimulai dengan Pamela Bowie yang menceritakan perannya dalam film ini. Ia berperan sebagai Ishida Keiko, seorang librarian keturunan Indonesia -Jepang yang lama tinggal di Tokyo. Pamela mendapatkan peran ini pun juga melalui casting yang tanpa sengaja ia dapatkan ketika ia menghadiri suatu pertemuan. Awalnya ia tidak diberi tahu oleh Butet (orang yang mengajak casting) untuk film apa ia akan bermain. Setelah proses casting, Pamela baru dikabarkan bahwa ia akan bermain dalam film Winter in Tokyo. Ia pun kaget dan excited mendengarnya karena novel favorit yang dibaca semasa sekolah menengah pertama akan difilmkan. Tanpa pikir panjang Pamela menerima tawaran emas ini.

Poster Keiko dalam film Winter in Tokyo

Cerita serupun juga dijabarkan oleh Brigitta Cynthia atau akrab dipanggil Gigi. Mantan personil eks Cherrybelle ini berperan sebagai Haruka, teman dekat dari Keiko. Berawal dari pertemanan Gigi dan Pamela yang sangat akrab diluar film yang membuat chemistry persahabatan mereka terlihat natural. Haruka adalah seorang hair stylish yang berpenampilan nyentrik. Ia pun jadi tempat curhat Keiko.

Gigi terlihat lebih feminin dengan rambut sebahunya

Winter in Tokyo adalah novel karya Ilana Tan yang terbit tahun 2008. Novel ini juga rangkaian dari ketiga novelnya yaitu Autumn in Paris, Spring in London dan Summer in Seoul. Winter in Tokyo adalah novel pertama dari ke 3 novelnya yang diadaptasikan ke dalam film. Arahan dari sutradara Fajar Bustomi yang sukses dengan film Modus dan Remember When. Proses penulisan skenario tidak luput dari hasil diskusi dengan penulis novel dan penulis skenario yaitu Titien Wattimena. Karena bagaimanapun juga deskripsi visual novel dengan film itu berbeda. Maka dibutuhkan dialog-dialog yang sesuai antara jalan cerita di novel dan film, hal ini diungkapkan Pamela dengan lugas.

Film ini melalui proses syuting selama 2 mingguan di Tokyo. Awal syuting pada bulan Januari 2016, dimana kondisi Jepang saat itu sedang winter / musim dingin. One hundred percent this movie taken in Japan. Bisa dibayangkan kan tiap scene film ini akan menggambarkan bagaimana kondisi Jepang terutama kota Tokyo pada saat musim dingin sebenarnya. Kondisi ini pastinya mewakili setting yang tepat.

KOPIers bersama Haruka dan Keiko 

Winter in Tokyo menceritakan tentang Ishida Keiko (Pamela Bowie), wanita blasteran Indonesia-Jepang yang tingal di sebuah apartemen di pinggiran kota Tokyo. Keiko bekerja sebagai petugas perpustakaan dan masih memiliki harapan untuk mendapatkan cinta pertamanya Kitano Akira (Morgan Oey). Dilain sisi Nishimura Kazuto (Dion Wiyoko) kembali ke Tokyo setelah lama tinggal di New York karena kekasihnya Iwamoto Yuri (Kimberly Rider) memutuskan memilih pria lain. Dengan waktu yang singkat keakraban mereka menimbulkan perasaan baru yang tumbuh dan perlahan melupakan masa lalu, baik yang dimiliki Keiko dan Kazuto selama bertahun-tahun sebelum mereka bertemu. Hal ini menjadikan hidup Keiko lebih indah. Seiring waktu berjalan hubungan mereka menumbuhkan benih cinta di hati Kazuto, namun Keiko malah memilih Akira. Suatu kejadian terjadi, membuat Kazuto kehilangan semua ingatannya. Begitupun apa yang terjadi antara Kazuto dan Keiko. Dari sini Keiko baru menyadari bahwa ia sedang kehilangan orang yang sangat berarti.

Bagaimana behind the story dan sinopsis film Winter in Tokyo? Sudah terbawa perasaan? Ini belum semuanya dibahas detail. Engga seru kan kalo dijabarin semuanya sebelum filmnya tayang di bioskop pada 11 Agustus 2016. Biar bikin penasaran. Biar engga penasaran sampai kebawa mimpi, lihat trailer Winter in Tokyo aja dulu.

Official Trailer


Winter in Tokyo bertemakan cinta. Rela melepaskan cinta yang dicinta untuk bahagia. Karena cinta harus dirasa, bukan dimengerti.



Jumat, 22 Juli 2016

Film "Untuk Angeline", Terinspirasi Dari Kisah Nyata Engeline

Official poster


 "Anak adalah rezeki dan titipan Tuhan"

Kutipan diatas sudah tidak asing didengar. Menggambarkan pemberian Yang Maha Kuasa terhadap hambanya untuk memiliki keturunan di muka bumi ini. Namun ada banyak orang kurang beruntung pada satu kehendakNya ini. Sulit memiliki keturunan atau ada yang mudah tapi ditelantarkan. Bahkan ada yang menyerahkan anaknya untuk diadopsi ke orang lain. Anak adopsi yang muncul ke permukaan adalah kisah tragis gadis kecil bernama Angeline yang tewas dibunuh orangtua asuhnya di Bali. Kisah inipun diangkat menjadi sebuah film


Jakarta, 21 Juli 2016 film Untuk Angeline resmi tayang dibioskop. Hari yang sama juga digelar screening dan press conference di XXI Plaza Senayan. Acara screening film adalah akhir dari rangkaian acara Malam Solidaritas di Taman Proklamasi, Menteng Jakarta, Inspirasi Film Peduli Anak,di Lotte Shopping Avenue, Launching Trailer,Poster,OST di PIM, Stop Child Abuse dan Ramadhan Bincang Anak session 2 di Sarinah Thamrin. Kegiatan - kegiatan tersebut mendukung stop kekerasan pada anak, seperti pada kasus Angeline. 


Kinaryosih, pemeran Samidah ( ibu kandung angeline)

Film "Untuk Angeline" mengisahkan tentang kasus kematian gadis kecil di Bali yang mengalami kekerasan hingga berujung kematian. Dimana pelakunya adalah orangtua angkatnya sendiri. Jhon Hans De Kraker dan Terry Roweina Umboh menebus dan mengadopsi anak dari Santo Teuku Rifnu Wikana karena tidak mampu membayar biaya persalinan Samidah Kinaryosih. Dalam perjanjian, Samidah dan Santo bisa bertemu dengan anaknya setelah usia 18 tahun. Mereka membawa pulang anak perempuan tersebut dan diberi nama Angeline Naomi Ivo. 

Jhon sangat sayang sekali dengan Angeline meskipun ia telah memiliki anak laki-laki bernama Kevin. Tahun berganti Angeline tumbuh menjadi anak yang pintar dan Jhon semakin sayang dengannya. Hal ini membuat Terry dan anak lelakinya tak suka dan memicu keributan antara Jhon dan Terry. Jhon tidak suka dengan pernyataan Terry tentang Angeline sebagai anak angkat. Suatu hari pertengkaran itu membuat fatal keadaan, Jhon mengalami serangan jantung dan meninggal seketika.

Kejadian itu tentu membuat shock orang-orang dirumah tersebut. Terutama Angeline yang sangat kehilangan papahnya. Dilain sisi, Terry malah semakin membenci Angeline dan memperlakukannya sangat tidak baik. Sampai Angeline tidak diberi makan, kalaupun makan ia memakan makanan kucing peliharaan Terry. Tiada hari tanpa siksaan yang diterima Angeline, sampai suatu ketika Terry melihat kucing-kucing peliharaannya mati. Angeline lah yang menjadi sasaran amuknya.

Dua asisten rumah tangganya tidak berani membela Angeline. Bahkan mereka tidak diperbolehkan masuk ke dalam rumah. Mereka hanya mendengar teriakan kesakitan Angeline akibat pukulan Terry. Disaat yang bersamaan, Samidah pulang ke Bali untuk mencari Angeline. Berharap suaminya bisa menolongnya, malah ia mendapatkan suaminya menikah lagi. Semakin terpuruk keadaan Samidah. Tapi ia terus berjuang mencari keberadaan Angeline sampai ia menemukan flyer orang hilang yang menampakkan foto seorang anak perempuan dan tercantum nama Angeline.

Suasana press conference 

Saya masih tercengang dengan kisah nyata kasus kematian Engeline. Sangat tidak manusiawinya seseorang melakukan kekerasan, terutama pada anak. Saat opening film dimulai, sudah membuat saya terpaku dan membayangkan kejadian tragis sebenarnya. Plot ceritanya maju mundur. Berawal dari ruang sidang yang dipimpin oleh ibu hakim yang menjelaskan detail kronologis tragedi yang dialami Engeline, kemudian menceritakan kehidupan Engeline dari usia 5 tahun sampai 9 tahun, bagaimana kondisi sekolah bersama guru dan teman-temannya.

Film "Untuk Angeline" garapan Jito Banyu ini merupakan salah satu kontribusi dan tanggung jawab Citra Visual Sinema sebagai insan perfilman dan berbagai persoalan anak yang diahadapi anak-anak Indonesia. Film ini diharapkan menjadi pembelajaran dan wawasan pengetahuan orang tua agar lebih memperhatikan keselamatan di lingkungan sekitar dan kasih sayang untuk mereka.

Peran Kinaryosih sangat mumpuni berakting sebagai orang yang lemah. Seperti lakonnya dalam film MARS, ia beradu akting kembali dengan Teuku Rifnu Wikana. Secara keseluruhan saya suka dengan ceritanya yang terinspirasi dari kisah nyata Engeline. Tapi bagi saya ceritanya kurang greget karena kejadian asli penemuan mayat Engeline di kandang ayam tidak ditampilkan dalam film ini. Scenenya langsung menunjukkan bahwa Engeline meninggal.

Semoga film Untuk Angeline menjadi tontonan dan panutan untuk kita semua agar lebih menyayangi dan melindungi anak-anak kita. Menurut kak Seto, apabila kita abaikan kekerasan pada anak maka bangsa kita akan jadi bangsa predator. Film ini tayang untuk memperingati  Hari Anak Nasional pada 23 Juli 2016.

Selamat jalan Angeline
Semoga pesakitanmu terobati dalam tidur panjangmu...



Official Trailer



Selasa, 19 Juli 2016

BANGKIT ! Tentang Menyerah atau Bertahan

Original Poster Bangkit!
Vino as Addri

Film Indonesia kembali menghiasi jajaran jadwal show di bioskop-bioskop. Kali ini film yang disuguhkan berbeda genre dengan sebelumnya. Liburan lebaran lalu film Indonesia bergenre istilah baper dan lucu sudah rilis dan mendapatkan perhatian luar biasa dari penontonnya. Sekarang saatnya kita akan menyaksikan film Indonesia yang diproses dengan pendekatan computer-generated imagery (CGI) dan menyuguhkan karya kreatif yang berbeda. 

BANGKIT! perdana telah diputarkan di Surabaya pada 16 Juli 2016. Namun beruntungnya saya bisa menghadiri gala premierenya di Jakarta 18 Juli 2016 dan akan menyusul jadwal premiere berikutnya di beberapa kota lainnya. Film persembahan Oreima Films dan Kaninga Pictures yang memakan waktu kurang lebih 2,5 tahun  mulai dari riset, penyusunan skrip, pra-produksi, produksi dan pasca produksi. Proses pembuatan film yang panjang, tapi memuaskan hasilnya. 

Saat press conference di Jakarta dengan media

Bagaimana jika Jakarta mengalami dampak bencana terparah? Curah hujan tinggi, banjir bandang, gempa bumi yang melumpuhkan seluruh wilayah Jakarta. Namun bagi seorang anggota Tim SAR Nasional, Addri (Vino G.Bastian) terus berjuang menyelamatkan korban bencana. Ia sangat berkomitmen dan mendedikasikan dirinya pada pekerjaaannya. Memiliki seorang istri (Putri Ayudya) yang sangat memahami pekerjaan suaminya. Mereka adalah keluarga yang harmonis dan memiliki putra Dwi (Adriyan Bima) dan puteri Eka (Yasamin Jasem). Di lokasi terpisah pemuda bernama Arifin (Deva Mahenra) sedang berupaya untuk menikahi kekasihnya, Denanda (Acha Septriasa) tapi gagal karena terkena bencana. 

Banjir besar diprediksi Arifin yang seorang ahli BMKG akan menyapu Jakarta dalam waktu singkat. Namun pernyataannya itu selalu dibantah oleh atasannya, Hadi (Ferry Salim) yang menyebut Arifin mengada-ada. Hingga berita bencana ini terdengar sampai ke gubernur Jakarta (Donny Damara). Kemudian mereka mencari jalan keluar untuk mengantisipasi penanggulangan bencana. 

Beberapa tips keselamatan bencana

BANGKIT! memiliki makna yang luas. Bisa digambarkan sosok dari tokoh pahlawan, seorang yang mengalami keterpurukan atau kesigapan masyarakat jika menghadapi suatu bencana. Seperti dalam film ini yang memberikan gambaran wilayah Jakarta yang mengalami musibah banjir yang berbeda dari sebelumnya. Bagaimana warga Jakarta tetap bertahan dalam kondisi yang mengerikan itu? Banyak warga yang masih bisa bertahan tapi banyak juga yang tak terselamatkan. 

Musibah banjir yang dialami Jakarta terlihat "normal" bagi warga yang sering mengalami, tapi jika didiamkan akan membawa bencana yang lebih besar. Belum lagi jika bencana lainnya datang. Sebenarnya bencana bisa terjadi dimana saja (bukan Jakarta saja), Rako Prijanto selaku sutradara seperti memberikan contoh untuk wilayah lainnya di Indonesia. Bagaimana jika musibah seperti ini terjadi di wilayah kalian? Apa kalian menyerah atau bertahan? Pasti pilihannya adalah bertahan.

Saya kagum dengan film bergenre action-disaster pertama Indonesia dengan setting ibukota ini. Menyuguhkan tampilan yang berbeda. Walaupun bagi saya secara visual teknik CGI masih belum sempurna, tapi peran para pemainnya berhasil memBANGKITkan tontonan yang beda. Salut dengan Vino G. Bastian yang terus total dalam memerankan perannya.

Photobooth 3D BANGKIT!

Film Bangkit! bisa menjadi acuan bagi penikmat film dan sineas Indonesia sedikit keluar dari zona nyaman dan berani bereksperimen dengan jenis film yang belum tereksplorasi. Mencampurkan dengan teknologi-teknologi film yang menciptakan karya berbeda. 28 Juli 2016 BANGKIT! Karena Menyerah Bukan Pilihan siap rilis di seluruh bioskop Indonesia, bisa dinikmati dari usia 13+. OST yang dinyanyikan oleh grup NIDJI "Bangkit dan Menang" memberikan atmosfer semangat bagi yang mendengarnya. Bagi yang berdomisili Makassar, Medan dan Palembang siap-siap menghadiri gala premiere berikutnya.


Official Trailer BANGKIT!



Jumat, 08 Juli 2016

Selfie Bagaikan Photographer Pribadi

http://www.uniekkaswarganti.com/2016/05/Asus-giveaway-aku-dan-kamera-ponsel.html?m=1


     Jaman sekarang semua orang pasti punya ponsel atau lebih dikenal smartphone. Fitur dan kegunaannya sudah berkembang, tidak hanya bisa untuk menelpon dan SMS tapi juga bisa untuk menyimpan data, browsing, chatting dan foto. Jadi orang tidak perlu repot membawa kamera lagi untuk mengambil gambar atau video yang diinginkan. Tiap ponsel memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri, misalnya kamera. Satu smartphone ada yang memiliki satu atau dua kamera. Kamera depan (front cam) dan kamera belakang (back cam). Nah, sekarang lagi in banget yang namanya selfie, menggunakan kamera depan (front cam). Bukan selfie sukaesih ya, kalau itu nama artis dangdut, ehh salah Elvie Sukaesih maksudnya. Back to selfie..

Apa itu selfie?
Swafoto atau foto narsisis ( bahasa Inggris : selfie ) adalah jenis foto potret diri yang diambil sendiri oleh kamera digital atau kamera ponsel. Selfie pertama dilakukan oleh putri Anastasia Nikolaevna dari Rusia yang mengambil fotonya sendiri melalui cermin menggunakan Kodak Brownie tahun 1914. Tahun 2013 kata selfie resmi tercantum di Oxford English Dictionary  dan menobatkan kata ini sebagai Word of the Year tahun 2013, menyatakan bahwa kata ini berasal dari Australia. Nah, itu sekilas pengertian tentang selfie.

      Semua orang pasti suka selfie, entah dimana dan dengan siapa fotonya. Saya juga doyan kok selfie, rasanya kalau engga selfie disuatu tempat belum kekinian gitu. Saya juga punya pengalaman dengan selfie yang menyenangkan tapi kebanyakan menyebalkan si. Apalagi kalau kita ketemu dengan idola atau artis favorit yang lagi buru-buru lewat. Momen seperti itu engga mau dilewatin dong. Tapi kadang terhalang dengan kamera ponsel yang engga memadai. Kamera depan ponsel saya beresolusi 2MP dan itu sangat tidak bagus hasilnya apabila pencahayaannya tidak terang, alias gelap. Jadi momen selfie bersama idola terlewatkan begitu saja. Pakai kamera belakang yang beresolusi 5MP memang lebih bagus hasilnya tapi harus difotoin, repot kan. 


Beberapa foto yang diambil dengan kamera belakang handphone saya bersama beberapa public figure


      Sungguh tidak mengenakkan memang kalau kita minta tolong sama orang untuk fotoin kita. Pernah satu kali saya mau foto bareng Bertrand Antolin di suatu acara. Saya minta tolong seorang wanita untuk fotoin dengan ponsel saya. Dengan wajah jutek dan ragu untuk mengambil ponsel saya dia mau fotoin. Pas saya lihat hasilnya gelap dan miring. Grrrrrr, rasanya pengen jedotin aja tuh kepala tuh cewe. Kesel bertubi-tubi deh. Sayang fotonya sudah saya hapus.

       Selain itu saya mau foto bareng Eross Candra gitaris Sheila on 7. Seneng rasanya bisa meet and greet sama idola dari jaman baheula. Engga seru rasanya kalau engga mengabadikan momen itu lewat foto. Again and again, saya minta tolong sama salah satu peserta juga untuk fotoin saya dengan Eross, and you know what happened? Hasilnya kepala si pencipta lagu Sephia tersebut kepotong. Belum pantes jadi photographer si mba. Mengecewakan hasilnya, tapi sayang dihapus fotonya. Kalian pasti pernah ngalamin hal seperti ini kan. Tapi kalau ada orang minta tolong ke saya untuk fotoin mereka, sebisa mungkin saya jepret dengan hasil terbaik. Saya arahin gayanya yang bener biar keren hasilnya. Kalaupun engga puas, bisa diulang lagi kan.

Foto bareng Eross Candra "Sheila on 7"

Foto diambil dengan kamera depan ponsel saya. Cukup bagus karena pencahayaan terang

Selfie di depan Museum Nasional dengan ponsel pribadi, lebih baik hasilnya daripada difotoin 
   
   Kamera ponsel saat ini tidak kalah canggih dengan kamera profesional macam DSLR. Asal kita bisa mengatur fitur foto dan mengambil spot angle yang menarik hasilnya cukup memuaskan. Kamera ponsel memang lebih simple daripada kamera profesional. Bisa juga menggunakan kamera digital yang engga kalah keren, kalau khawatir dengan memori ponsel penuh. Sayang banget kan kalau momen - momen yang bagus terlewatkan hanya karena memori penuh atau batere low. Sering terjadi pada tiap orang.

   Saya jadi seperti butuh photographer profesional untuk mengambil foto-foto yang bagus. Namun punya photographer itu kan butuh biaya besar juga. Kameranya saja sudah mahal apalagi menyewa tukang fotonya. Engga usah dipusingin, sekarang sudah ada yang namanya tongsis alias tongkat narsis yang siap jadi photographer pribadi. Selfie pun jadi lebih nyaman dan menyenangkan. Engga perlu lagi repot minta tolong orang untuk fotoin. 

     Selain tongsis sebagai pendukung selfie, kamera ponsel juga jadi pendukung utama. Kamera ponsel yang bagus itu memiliki resolusi gambar yang besar agar saat bisa di zoom in atau zoom out gambar tidak pecah atau blur. Jadi tertarik dengan ponsel Asus Zenfone 2 Laser ZE550KL karena memiliki kontrol intuitif dengan tombol belakang sebagian dari desain lengkung ergonomis. Memotret selfie, mengatur volume terasa lebih alami, meskipun menggunakan tangan kanan atau kiri. Serunya lagi smartphone Asus Zenfone jenis ini memiliki front camera sebesar 13 MP dan back camera 5 MP. Makin gaya deh selfienya.

Foto by  Asus




Keunggulan kamera ponsel
Asus Zenfone  2 Laser ZE550KL

Kamera belakangnya memiliki PixalMaster 13MP dengan apertur lensa f/2.0 bisa mengambil foto indah dengan resolusi tinggi tanpa shutter-lag. Fitur autofokus laser baru mampu mengurangi gambar buram dan memperbaiki stabilisasi gambar dan Mode Low Light terbaik di industri menggunakan teknologi penggabungan piksel untuk mengambil foto 400% lebih terang saat matahari gelap atau tempat kirang cahaya., tanpa bantuan flash. Mode Backlight memastikan kita untuk dapat melihat dengan jelas di terik matahari, dan Mode Resolution membantu kita mengambil gambar dengan detail tinggi di resolusi sampai 52MP. Selain itu kamera belakangnya memiliki keunggulan Otofokus Laser, Sensor Toshiba, Filter Blue Glass, Dual LED Real Tone Flash.


Foto by Asus

Kamera depannya memiliki pixalmaster sebesar 5MP, apertur lensa f/2.0, sudut lebar 85°. Keunggulan kamera ponsel ini sangat menguntungkan bagi pecinta selfie. Bisa jepret berkali - kali tanpa ragu.

Foto by Asus

    Wow, keren kan keunggulan dari kamera Asus Zenfone 2 Laser ZE550KL. Dijamin deh momen foto yang diambil tidak mengecewakan walaupun diambil berkali-kali. Selfie semakin profesional sebagai photographer pribadi. Engga perlu repot minta pertolongan orang lain untuk fotoin kita. Tentunya smartphone Asus Zenfone 2 Laser ZE550KL sangat cocok untuk saya yang selalu ingin update lewat foto. 


Pengalamanku ini diikutsertakan dalam "Giveaway Aku dan Kamera Ponsel by uniekkaswarganti.com



Selasa, 05 Juli 2016

Sabtu Bersama Bapak : Selalu Ada Walaupun Tiada



    Menjelang libur hari raya lebaran tahun ini beberapa film Indonesia tayang di bioskop. Rudy Habibie (Habibie & Ainun 2) dan Koala Kumal saya sudah nonton pas premierenya. Satu film yang membuat penasaran saya karena engga kebagian tiket premiernya, Sabtu Bersama Bapak. Selain saya penasaran dengan ceritanya karena sudah baca novelnya, tentu penampilan para pemainnya apakah sesuai ekspetasi saya sebagai pembaca. Saking penasarannya lagi saya nonton di show pertama di hari pertama rilis.

   Diadaptasi dari novel best seller karya Adhitya Mulya yang sudah cetak ulang sebanyak 10 kali lebih ini menceritakan tentang pesan - pesan seorang bapak bernama Gunawan Garnida (Abimana Aryasatya) sebelum ia meninggal dunia karena sakit kanker. Beliau berinisiatif membuat sebuah video yang diputar setiap hari sabtu untuk anak - anaknya, Satya (Arifin Putra) dan Cakra (Deva Mahenra). Pak Gunawan menitipkan video-video tersebut kepada istri tercinta, bu Itje Garnida  (Ira Wibowo). Pesan yang diberikan oleh bapak terus diingat oleh Satya dan Cakra hingga mereka dewasa.

Official Poster

     Well, opening film ini sudah membuat air mata saya menetes ( untung gelap jadi ga keliatan). Sosok bapak yang digambarkan oleh film ini sesuai ekspetasi saya, Abimana pula yang memerankannya. Ada beberapa film yang tidak sesuai dengan novelnya, menurut para pembaca novel tersebut. Tapi saya kebanyakan menonton filmnya daripada membaca novelnya. Namun untuk film yang satu ini, Sabtu Bersama Bapak, saya membaca novelnya (malah punya 2 novel). Dari awal film ini dimulai saya mengingat-ingat  tiap dialognya di novel. Memang bahasa novel dan film berbeda, tapi Sabtu Bersama Bapak nyaris sempurna. Secara penulis skenarionya digarap Adhitya Mulya juga.

     Film yang disutradarai oleh Monty Tiwa berhasil menyentuh hati saya. Musik dengan alunan biola yang syahdu membawa suasana makin terhanyut lagi (tepatnya bikin deres air mata). Ditambah karakter-karakter para aktris dan aktor yang pas. Ada adegan lucunya juga yang dibawakan Firman (Ernest Prakasa) dan Wati (Jennifer Arnelita). Mencairkan suasana lah ya... Sebenarnya boring juga ya liat Acha Septriasa. Apalagi ditanggal rilis yang sama Koala Kumal juga ada. Tapi memang kehadirannya engga mengecewakan.  Di awal-awal scene juga ada Ninit Yunita dan si novelis juara juga suaminya Adhitya Mulya (teteuuuuppp ya...). Kehadiran Sheila Dara Aisha sebagai Retna Ayu Ningsih juga pas sebanding dengan Deva Mahenra.

     Pesan bapak yang bisa saya ambil yaitu planing. Semua yang ingin dilakukan seseorang itu harus dengan planing yang tepat dan penuh tanggung jawab. Seperti video-video yang dibuat bapak berisikan pesan-pesan untuk anak-anaknya, bagaimana dan apa yang akan dilakukan anak-anaknya nanti saat dewasa dan itu terlihat diterapkan oleh Satya. Walaupun orang tersayang sudah tiada, tapi pesan mereka akan selalu diingat.

   So, overall filmnya sesuai ekspetasi saya sebagai pembaca novel Sabtu Bersama Bapak. Mungkin film adaptasi berikutnya seharusnya penulis skenario harus sama kali ya dengan penulis novelnya. Paling penting buat saya sebagai penonton dan penikmat film Indonesia yaitu engga ada adegan iklan dalam film ini. Jadi lebih ngena hasilnya. Buat yang belum nonton cepetan nonton filmnya, jago deh kalau kalian nahan air mata saat nonton..


                                Official Trailer







Sutradara
Monty Tiwa
Penulis Skenario
Adhitya Mulya
Penulis Novel
Adhitya Mulya
Produser
Ody Mulya Hidayat
Rumah Produksi
Max Pictures dan Falcon Pictures 
Pemain
Abimana Aryasatya, Ira Wibowo, Arifin Putra, Acha Septriasa, Deva Mahenra, Sheila Dara Aisha

Minggu, 03 Juli 2016

Manakah Vaksin yang Palsu?

   Vaksin palsu akhir-akhir ini masih menjadi buah bibir di pemberitaan. Apalagi setelah tertangkapnya para tersangka dari pembuat vaksin palsu. Vaksin palsu terungkap karena adanya keluhan dari masyarakat yang mengaku bahwa balita mereka tetap sakit meski sudah di vaksin. Kemudian pihak yang berwajib menyelidiki keluhan ini dan terkuaknya produsen dan distributor vaksin palsu di daerah Tangerang dan Bekasi. 



    Memang sangat mengerikan pemberitaan ini. Membuat rasa cemas juga takut bagi ibu-ibu yang memiliki bayi yaang usianya masih butuh imunisasi. Menjadi dilema besar tentunya. Di jaman sekarang macam penyakit bermunculan, jika anak tidak diberi pencegahan dini, maka fatal efek panjangnya untuk kesehatan anak. 

  Beruntungnya saya bisa menghadiri undangan dari Media Sahabat Ibu dan Blogger Cronny dalam talkshow mengenai isu vaksin di aula gedung C BPOM,Jakarta dengan narasumber dari BPOM RI yaitu Drs. Arustiyono, Apt, MPH selaku Direktorat Pengawasan Distribusi Produk Terapetik dan PKRT dan Riati Anggriani selaku Kepala Biro Hukum dan HUMAS. Para narasumber yang hadir menjelaskan tentang vaksin, peredaran vaksin palsu dan penentuan mana vaksin yang asli atau palsu.

Apa Itu Vaksin ?
Vaksin adalah antigen mikroorganisme yang sudah mati, masih hidup tapi dilemahkan, masih utuh atau bagiannya, yang telah diolah berupa toksin berupa mikroorganisme yang telah diolah menjadi toksoid, protein rekombinan yang bila diberikan kepada seseorang akan menimbulkan kekebalan spesifik terhadap penyakit infeksi tertentu. Vaksin merupakan salah satu produk biologi yang dikategorikan sebagai produk yang beresiko tinggi (high risk) sehingga memerlukan pertimbangan dan perhatian khusus serta pengawasan yang lebih ketat dibandingkan dengan produk obat pada umumnya. 


(Ki-ka) Pak Arus, bu Riati dan moderator Dyah Loretta

     Seperti pemberitaan yang ada tentang vaksin palsu yang terungkap sudah berproduksi dan beredar sejak tahun 2003. Bisa dibayangkan berapa jumlah anak yang telah dimasuki oleh vaksin palsu. Kemana saja peran BPOM terhadap peredaran vaksin palsu tersebut? Apakah ada korban baru ada pencegahan? Disini BPOM memang bertugas dalam pengawasan obat dalam melindungi masyarakat. BPOM hanya berwenang pada pengawasan produknya, bukan mencabut ijin usaha suatu dinas kesehatan seperti rumah sakit, klinik atau bidan, menutup apotek / toko obat.

     BPOM sudah mengerahkan semua BPOM ditiap daerah untuk menyegel vaksin palsu. Sudah dikantongi sekitar 9 propinsi, 27 titik seperti rumah sakit, klinik dan bidan dalam pemberian vaksin palsu. Kebanyakan dari lembaga kesehatan tersebut adalah swasta (bukan milik pemerintah seperti puskesmas dan posyandu). Distributor vaksin dari BPOM itu sudah mendapatkan sertifikasi. 

Lalu bagaimana membedakan vaksin yang palsu dan asli? Lakukan dengan cara pembandingan. Sebenarnya saat ini BPOM masih sulit membedakan mana vaksin palsu atau asli. Namun dengan cara melakukan pembandingan seperti 
  1. Lihat kemasan,expired date
  2. Lihat tutupnya ada bekas congkelan / tidak 
  3. Lihat kekeruhan / kejernihan dari vaksin 
  4. Cetakan tulisan tidak tepat 
  5. Tertera nama pabrik / no.Batch
  6. Cek di website industri vaksin (botol/kemasan)

    Untuk kita sebagai orang awam dengan melakukan pembandingan tersebut, maka akan terlihat yang mana vaksin palsu atau asli. Kira-kira seperti itu pembandingan bagi masyarakat agar tidak terkecoh. Lebih bagus lagi sebelum diberikan vaksin tersebut, tanyakan kepada dokter atau tenaga medis lainnya untuk memastikan asal dari vaksin tersebut. Tepatnya lebih kritis dengan produk yang belum kita ketahui benar. BPOM akan segera malakukan pembandingan dan menginfokan kepada masyarakat yang bisa diakses di website resmi BPOM.

Jadwal imunisasi dasar dan pilihan

      Sebenarnya vaksin yang palsu dimaksud selama ini adalah vaksin pilihan. Vaksin pilihan adalah vaksin yang bukan diberikan dari program pemerintah (Hepatitis B, BCG, DTP, POLIO). Vaksin pilihan seperti Rotavirus, Influenza, MMR, Tifoid, Hepatitis A, Varisela, PCV, HPV. Inilah vaksin yang terindikasi palsu. Kenapa? Karena vaksin ini sebenarnya harganya mahal dibandingkan vaksin dari program pemerintah, harganya murah karena dipalsukan. Namun ternyata ada oknum tak bertanggung jawab  yang menyalahgunakan program ini. Jangan mudah percaya diimingi dengan harga yang lebih murah. Malah jika itu terjadi patut dicurigakan. 


    Jadilah masyarakat yang kritis dan cerdas dalam memilih produk, sekalipun vaksin. Tanyakan lebih detail tentang produk tersebut, lihat kemasan apakah ada bagian yang rusak atau masih tersegel rapih, beserta tanggal kadaluarsa juga pabrik distributor. Satu-satunya pabrik yang memproduksi vaksin di Indonesia adalah Biofarma dan itu diawasi oleh BPOM. Jangan sampai anak-anak kita terkena (lagi) efek dari vaksin palsu tersebut.


Cordlife AWESOME : Merayakan World Cord Blood Day Pertama Karena Pentingnya Menyimpan Darah Tali Pusat

Memiliki buah hati adalah dambaan setiap pasangan suami istri. Hadirnya si kecil menjadi pelengkap sebuah keluarga. Ada yang langsung diber...